Dampak Buruk Riya dan Sum'ah

Diantara untaian kisah tentang Hasan al-Bashri, yang telah menjadi sosok manusia yang sangat disegani oleh para penguasa, karena ketinggian mujahadahnya dalam melakukan shalat malam, ketika manusia sedang terlelap tidur, serta sangat berusaha untuk senantiasa menutupi amal-amalnya dari mereka. Diceritakan bahwa karena kezaliman dan kediktatoran al-Hajjaj, Hasan al-Basri memperoleh tekanan darinya. Pada suatu hari al-Hajjaj memerintahkan sebagian pasukannya untuk menangkap Hasan al-Basri menghadap al-Hajjaj. Yang menjadikan semua mata terbelalak kaget memandangnya dan hati mereka menjadi tergetar karena Hasan al Basri datang menghadap al-Hajjaj dengan keagungan seorang mukmin, ketinggian 'izzah seroang muslim, dan ketenangan seorang juru dakwah. Ketika al-Hajjaj melihat sikap Hasan al-Basri, iapun menjadi segan kepadanya, dan berkata, "Mari .. silakan mendekat, wahai Abu Said (julukan Hasan al-Basri). Mari slakan ...! Ia terus mempersilakan Hasan al-Basri dengan berkata, "Mendekatlah, wahai Abu Said". Al Hajjaj mempersilakan Hasan al-Basri untuk menempati tempat duduknya. Ketika Hasan al-Basri duduk, al-Hajjaj menoleh kepadanya, dan bertanya tentang beberapa masalah agama. Hasan al-Basri menjawabnya dengan hati yang mantap dan dengan penjelasan yang tegas serta cakrawala ilmu yang luas. Akhirnya al Hajjaj berkata, "Engkau adalah pemimpin tabi'in, wahai Abu Said". Kemudian Hasan al-Basri diizinkan pulang kerumahnya dengan penuh kemuliaan dan penghormatan. Ditolak Manusia dan Tidak Ada Pengaruh. Hati adalah tempatnya pengaru. Sebagaimana kita ketahui, masalah hati ada di tangan Allah Yang Mahamampu membolak-balikkannya sebagaimana Ia kehendaki. Manusia yang berlaku riya atau sum'ah berarti telah memutuskan hubungan antara dia dan Allah. Dengan demikian, bagaimana mungkin Allah akan menganugerahkan kepada mereka? Oleh karena itu, bila berbicara, tidak akan dipedulikan oleh orang-orang dan jika bekerja, tidak akan dapat mendorong dan menggerakkan orang lain. Percakapan berikut ini akan mengungkap hal tersebut. Diceritakan Umar bin Hubairah al-Fazari, ketika zaman pemerintahan al-Umawi (Yazid bin Abdul Malik) menjabat sebagai gubernur di "Iraaqaan(Kufah dan Bashrah).Yazid senantasiasa menyampaikan isntruksi secara rutin kepada gubernurnya itu berlawanan dengan kebenaran. Ibnu Hubairah kemudian memanggil Hasan al-Basri dan Amir bin Syarahbil - yang dijuuki asy-Sya'bi - untuk mengkonsultasikan msalahnya kepada mereka dan mengetahui bagaimana jalan keluarnya menurut agama Allah. Setelah dijelaskan asy-Sya'bi menjawab dengan jawaban yang cenderung bersikap lunak terhadap khalifah, dan memberi kemudahan kepada gubernur. Sedangkan Hasan al-Basri hanya diam, sampai dia ditanya oleh sang gubernu. "Bagaimana pendapatmu, wahai Abu Said". Hasan al-Basri menjawab, "Wahai Ibnu Hurairah, takutlah engkau kepada Allah dalam menghadai YaZid, dan jangan takut kepada Yazid dalam menghadapi Allah, Allah dapat melindungimu dari Yazid, sedangkan Yazid tidak dapat melindungimu dari Allah. Jika datang kepadamu malaikat yang kasar dan kejam serta tidak pernah membangkang kepada Allah, ia akan menyeretmu dai singgasanamu ini dan memindahkanmu dari istanamu ke kesempitan liang kubur. Saat itu engkau tidak akan mendapati Yazid, tetapi akan bertemu dengan amalmu di mana engkau telah melanggar titah Tuhannya Yazid .. Wahai Ibnu Hubairah, jika engkau berpihak dan taat kepada Allah Ta'ala maka Ia memelihara dari Yazid bin Abdul Malik, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Akan tetapi, jika engkau berpihak kepada Yazid dalam bermaksiat kepada Allah Ta'ala , maka sesungguhnya Allah akan menyerankanmu kepada Yazid. Ketahuilah wahai Ibnu Hubairah, sesungguhnya tidak ada taat kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq (Allah". Mendengar kata-kata Hasan al-Basri seperti itu, Ibnu Hubairah menangis tersedu-sedu hingga air matanya membasahi janggutnya. Kemudia ia lebih cenderung mendukung pendapat Hasan al-Basri dan lebih menghormatinya di bandingkan kepda as-Sya'bi. Ketika Hasan al-Basri dan as-Sya'bi keluar dari tempat gubernur menuju masjid, manusia berkerumun mewawancarai keduanya tentang pertemuannya dengan pemimpin 'Iraaqaan itu. Asy-Sya'bi menoleh dan berkata kepada mereka , "Hai manusia, barangsiapa diantara kalian yang mampu memengaruhi kebijaksanaan Allah kepada hamba-hamba-Nya dalam segala urusan, maka lakukanlah! Demi Zat yang jiwaku ada dibawah kuasa-Nya, aku bukannya tidak mengethui apa yang dikatakan Hasan al-Basri kepda Ibnu Hubairah, namun masalahnya aku menghendakiaku menghendaki keridhaan Ibnu Hubairah ketika berbicara, sedangkan Hasan al-Basri menghendaki keridhaan Allah dalam perkataannya. Akibatnya, Allah telah menjauhkanku dari Ibnu Hubairah dan mendekatkan Hasan al-Basri kepadanya serta menjadikan Ibnu Hubairah lebih mencintainya. sumber: http://www.eramuslim.com/ /@cwi

pengunjung membaca ini juga:



0 komentar:

Posting Komentar


Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |