Terungkap: Gagalnya Perang Nuklir Dunia III 1962 Oleh Seorang Pria Soviet


Pada Oktober 1962, dunia diambang kehancuran, karena memanasnya hubungan AS dan Rusia (USSR) berpotensi besar memicu Perang Dunia 3. Namun, seorang pria berhasil menghentikannya. Sebuah dokumenter yang dipublikasikan pada Selasa (25/9/2012) menyatakan, tindakan seorang pria menyelamatkan bumi dari perang nuklir. Ia adalah Vasili Arkhipov, awak kapal selam Rusia, yang meski jadi pahlawan tapi meninggal dunia dipermalukan dan diasingkan. Kisahnya dimulai pada 1960-an, di tengah kekhawatiran Perang Dingin, saat hubungan Washington dan Moskow benar-benar rusak. Di Amerika, rakyat mulai mengumpulkan ransum dan membangun bunker antibom di kebun mereka. Ketegangan meningkat karena terjadi revolusi di Kuba. Rusia pun memiliki sekutu komunis yang bisa membantu menggempur Amerika. Rudal-rudal di Kuba sudah diarahkan ke Amerika, meratakan Washington dan New York dalam waktu 10 menit. Satu-satunya hal yang menghentikan mereka dari saling serang ketika itu adalah
kebijakan yang menyatakan serangan boleh dilakukan jika satu pihak terbukti merusak teritori pihak lainnya. Satu torpedo saja diluncurkan, maka lainnya akan membalas dengan hal yang sama. Tentunya, hal ini akan memicu serangan-serangan yang amat menghancurkan. Apalagi melibatkan nuklir, umat manusia bisa saja punah ketika itu. “Semua pihak mengantungi nuklir. Satu saja serangan, perang nuklir terjadi,” ujar Direktur Arsip Keamanan Nasional AS, Thomas Blanton. Di tengah atmosfer saling curiga dan takut ini, empat kapal selam Rusia diam-diam diberangkatkan dari Rusia. Hanya pejabat penting di kapal selam saja yang tahu mereka membawa torpedo berhulu ledak nuklir. Kekuatannya besar, setara bom atom Amerika yang dijatuhkan ke Kota Hiroshima dan Nagasaki pada 1945 lalu. Kapal selam ini berangkat menuju Kuba. Mereka dikawal helikopter, jet tempur dan kapal perang.
Amerika pun memburu mereka, bak permainan tikus dan kucing. Tak lama, Amerika menemukan kapal-kapal selam itu. Kapal selam yang ditumpangi Vasili Arkhipov, B59, ikut terpaksa menyelam, bersembunyi dari pantauan Amerika. Saat itulah kondisi memburuk karena mereka harus bertahan di bawah air selama sepekan, dalam suhu dan kelembaban tinggi, serta air minum yang dibatasi satu gelas per hari. Di atas permukaan, Amerika memang sengaja menanti kapal-kapal selam ini menyerah. Tak ada yang tahu, kapal selam itu membawa senjata maut. Amerika terus menunggu awak kapal selam yang kepanasan dan kehausan, menyerah. Tak sabar, Amerika menjatuhkan granat peringatan ke laut, yang oleh Rusia disangka serangan. Valentin Savitsky, kapten kapal selam B59, yakin perang nuklir sudah dimulai. Ia memerintahkan peluncuran torpedo nuklir untuk menyelamatkan kehormatan Rusia. Dalam kondisi normal, sudah pasti perintah ini segera dijalankan dan kedua negara bakal berperang. Namun, Savitsky tak memperhitungkan Arkhipov, yang memiliki hak veto penggunaan torpedo nuklir. Arkhipov bersikeras mereka tak boleh menembakkan senjata itu dan harus menyerah kepada Amerika. Langkah memalukan bagi Rusia, namun menyelamatkan seluruh dunia. Begitu muncul di permukaan, kapal-kapal selam itu hanya disuruh pulang ke Rusia. Arkhipov yang tak sadar dirinya adalah pahlawan dunia, ternyata dipermalukan di negaranya. Bertahun-tahun kemudian baru apa yang sebenarnya terjadi di dalam B59 diketahui publik. Sayang, saat itu Arkhipov sudah meninggal dunia. Bagi Olga, jandanya, Arkhipov adalah seorang pahlawan. “Dari kapal selamnya, ia mencegah pecahnya perang nuklir. Saat itu saya bangga, dan saya akan selalu bangga dengan suami saya,” ujarnya. Kisah Arkhipov akan ditayangkan dalam dokumenter bertajuk: The Man Who Stopped World War III: Revealed. Bisa dibayangkan jika diwaktu itu Soviet benar-benar meluncurkan rudal nuklirnya melalui kapal selam B-59, tanpa menghiraukan Vasili Arkhipov. Pastilah saat itu akan terjadi awal mula perang nuklir atau Perang Dunia-3 antara Soviet dan Amerika Serikat. Bisa jadi, perang itu membinasakan milyaran manusia secara langsung atau tidak. Iklim akan berubah, udara, atmosfir, air, tanah akan beradiasi juga tumbuh- tumbuhan dan hewan akan mati karena radiasi. Yang jelas, pasti radiasi nuklir tersebut juga akan tetap ada hingga ribuan tahun lamanya, dan manusia bisa saja hidup di dalam permukaan tanah untuk menghindari radiasi tersebut selama ribuan
tahun. Dan bisa jadi manusia akan kembali ke zaman pertengahan bahkan akan menghambat kemajuan segala bidang sosial dan teknologi serta semua aspek di dalamnya. Terimakasih Vasili Arkhipov atas inisiatif dan keteguhan serta pro perdamaian dalam mengambil keputusannya pada saat lalu./@cwi
((( IndoCropCircles.wordpress.com )))

selengkapnya...

Adolf Hitler Masuk Islam dan Mati di Indonesia


Dari sekian banyak informasi yang
ada tentang kematian Hitler, tidak
ada satupun yang dapat menyebutkan
secara pasti apa penyebab kematian
sang diktator Nazi ini. Bagaimanakah
sebenarnya akhir dari petualangan Hitler itu? Benarkah Hitler bersama
istrinya Eva Braun bunuh diri setelah
minum racun sianida? Lantas
bagaimanakah hasil otopsi pihak
Amerika ketika tengkorak Hitler
dipamerkan pada tahun 2000 lalu, yang ternyata adalah tengkorak
seorang wanita? Dimanakah
sebenarnya keberadaan Hitler setelah
jatuhnya Berlin di tangan sekutu?
Beberapa Versi Tentang Kematiannya
Versi yang paling populer menyebutkan bahwa Hitler tewas bunuh diri dengan
cara menembak dirinya sendiri dan
minum racun sianida pada 30 April
1945, saat Jerman diduduki oleh Uni
Soviet. Meski sejumlah ahli sejarah
ragu Hitler menembak dirinya, dan menduga hal itu hanyalah propaganda
Nazi untuk menjadikan Hitler sebagai
pahlawan. Namun, lubang pada
potongan tengkorak itu tampak
menguatkan argumen tersebut ketika
tengkorak itu dipamerkan di Moskow tahun 2000. Bagaimana dan kapan
Hitler meninggal sekarang ini masih
diselimuti misteri. Dapat dijumpai
penjelasan tentang penyebab dan
kapan Hitler mati dari beberapa versi.
Ada kematian versi Jerman, versi Rusia, dan versi para peneliti
atau ilmuwan. Versi Jerman, seperti
yang diceritakan oleh Flegel, salah
satu perawat Hitler dan petinggi Nazi
lainnya saat di dalam bunker. Versi
Rusia, yang dinyatakan oleh seorang pejabat tinggi dinas rahasia Rusia,
KGB, yang mengklaim, bahwa Adolf
Hitler mengakhiri hidupnya tidak
dengan menembak dirinya sendiri,
tetapi dengan meminum racun
sianida. Seperti yang dinyatakan oleh Letnan Jenderal Vasily Khristoforov,
staf arsip untuk dinas keamanan FSB
Rusia, “Paramedia militer Uni Soviet
kala itu telah memastikan bahwa
Hitler dan Eva Braun tewas setelah
minim racun sianida pada 30 April 1945.”
Versi para ilmuwan, terakhir adalah menurut pendapat umum dalam hal
ini diwakili oleh para ilmuwan. Sudah lama
sebenarnya para ilmuwan dan ahli sejarah
menyatakan bahwa potongan tengkorak
yang telah diambil dari luar bunker Hitler
oleh tentara Rusia dan selama ini disimpan intelijen Soviet itu akan menjadi
bukti yang meyakinkan bahwa menembak
dirinya hingga tewas setelah minum pil
sianida pada 30 April 1945.
Akhirnya dilakukan analisis DNA terhadap
potongan tengkorak itu oleh peneliti Amerika, dan mereka menyatakan, “kami
tahu tengkorak itu berhubungan dengan
seorang perempuan berusia antara 20 dan
40 tahun,” kata ahli arkelogi Nick
Bellantoni dari Universitas Connecticut,
AS, dikutip dari Dailymail. “Tulang itu kelihatan sangat tipis, tulang tengkorak
laki-laki cenderung lebih kuat. Dan
persambungan di mana lempengan
tengkorak itu menyatu tampak berhubungan
dengan seseorang yang berusia kurang dari
40 tahun. Hitler pada April 1945 berusia 56 tahun.“ Dengan adanya hasil tes DNA
tersebut, berarti sejarah kematian Hitler
menjadi sebuah misteri kembali, dan para
ahli teori konspirasi harus memikirkan
kembali kemungkinan-kemungkinan lain
tentang kematian Hitler, seperti mungkin saja Hitler
tidak mati dalam bunker. Sekilas Tentang
Adolf Hitler Mengenai masa kecil, masa
remaja, sampai dengan ketika menjadi
seorang diktator, Hitler kecil adalah
seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat membencinya dan mengenggap
perilakunya yang “antisosial” sebagai
sebuah kutukan. Ayahnya seorang yang
keras dalam mendidik anak, sedang ibunya
(Klara) sangat baik kepadanya. Masa kecil
yang diliputi dengan kebencian dari ayahnya inilah yang memberikan andil
besar dalam pembentukan mental dan
kejiwaan Hitler saat dewasa. Ketika
hidupnya sulit, Perang Dunia 1 pun pecah.
Tanpa ragu-ragu Hitler mendaftar menjadi
tentara dengan pangkat Kopral, bertugas di medan perang di barisan paling depan.
Kecewa dengan kekalahan Jerman di
Perang Dunia 1, dan melihat negara dan
rakyatnya yang sengsara dan kelaparan,
Hitler pun masuk menjadi Anggota Partai
Buruh yang kemudian menjadi NSDAP (National Socialistische Deutsche Arbeiter
Partei).
Tahun 1920, Hitler menjadi Kepala Bagian
Propaganda, disinilah terlihat bakat Hitler
di bidang pidato dan agitasi. Satu tahun
kemudian, 1921, akhirnya Hitler menjadi ketua partai. Akhirnya pada tahun 1962
Hitler mendapatkan wewenang mutlak dari
partainya. Dan Hitler adalah seorang
orator ulung ”singa podium”, ahli pidato
yang bisa menghipnotis massa
pendengarnya. Hitler adalah politikus handal dan berhasil membangun
pencitraan yang sukses melalui
propaganda. Ia berhasil membangun opini
menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang
sukses melalui propaganda. Ia berhasil
membangun opini menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang ditakuti. Ia juga berhasil
membangun opini sebagai fuhrer atau
pemimpin yang dapat dipercaya
rakyatnya, membawa bangsanya ke puncak
kejayaan. Bukti-Bukti Hitler di Indonesia
Bagaimana caranya Hitler sampai ke Indonesia? bisa menjadi WNI? Bagaimana
dia bekerja menjadi seorang dokter di
Rumah Sakit Umum Sumbawa Besar? dan
sampai dengan pertemuan Hitler dengan
seorang wanita sunda yang akhirnya
menjadi istrinya? Juga tentang kesaksian dr Sosro Husodo
saat bertemu dengan Hitler ketika di
Sumbawa Besar. Dan semuanya dilengkapi
dengan dokumen-dokumen pendukung serta
foto-foto yang akurat.
Hitler yang terkenal sangat bengis di abad ke 20, ternyata bersembunyi di Indonesia
sejak tahun 1954 sampai dengan tahun
1970, yang kemudian tercium oleh Sekutu
(AS, Uni Sovyet, Inggris dan Prancis) yang
selanjutnya diusut oleh Pemerintah Israel
yang terus-menerus mengejar para tokoh Nazi. Pada tahun 1954 Adolf Hitler masuk
ke Indonesia dengan menggunakan nama
palsu, dr Poch. Pada awalnya dr Poch
tinggal di Dompu lalu pindah ke Bima,
selanjutnya pindah ke Kabupaten Sumbawa
Besar, kemudian bekerja menjadi dokter di Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumbawa
Besar.
Seluruh penduduk pulau Sumbawa kenal
dengan dokter ini, yang di panggil dengan
julukan “dokter Jerman”. Salah satu
peninggalan Adolf Hitler meninggal pada tanggal 15 Januari 1970 di Surabaya, yaitu
buku catatan kecil berwarna cokelat ukuran
9×16 cm dengan tebal 44 cm. Di dalam buku
itu tertulis puluhan address book teman-
teman dan kolega Hitler yang sama,
seperti yang ada di sejarah Eropa. Begitu pula tulisan tangan yang dibuatnya dibuku-
buku tersebut sangat identik dan mirip
dengan tulisan tangan Hitler. Buku ini
mempunyai arti yang sangat besar, karena
merupakan salah satu bukti otentik yang
menyatakan bahwa “dr Poch” adalah dewa- Nazi, Adolf Hitler.
Kemudian Hitler bertemu dengan seorang
gadis bernama Sulaesih yang sedang
menggembara ke Sumbawa Besar, yang
akhirnya dilamar oleh Hitler. Tidak lama
setelah dr Poch melamar Sulaesih, beliau memeluk agama Islam pada tahun 1964,
yang disaksikan oleh Ketua Kantor Agama
di Sumbawa, (tapi sayang Sulaesih lupa
namanya) dan mengganti namanya menjadi
Abdul Kohar. Pada tahun 1965 Hitler pun
menikahinya. Aries Zulkarnaen, salah satu saksi keberadaan dr Poch pada tahun 2010
lalu mengatakan dokter itu punya dua
kepribadian yang bertolak belakang,
pemarah namun sering bercanda dengan
warga. “Dia pemarah, banyak memberi
resep dengan mulut [menyebutkan nama obat], tapi kalau ada yang tanya lagi, dia
bilang, kan sudah saya bilang,” kata Aries.
Poch juga akan marah jika pasiennya
menyebut penyakit yang mereka derita.
“Apa kamu dokter?,” kata Aries, menirukan
gertakan yang sering diucapkan Poch. Ditambahkan Aries, Poch yang dia kenal
juga humoris. “Nggak takut guyon dengan
masyarakat,” kata dia. Yang paling
menonjol dari Poch, ungkap Aries, adalah
caranya menyetir mobil Jeep kap
terbukanya. “Jalan-jalan di Sumbawa dulu belum bagus, tapi dia menyetir dengan satu
jari. Luar biasa,” kata Aries. “Itu tanda-
tanda dia mantan tentara,” tambah Aries.
Meski tak pernah menyangka bahwa Poch
adalah Hitler, Aries mengaku masyarakat
memperkirakan dia mantan tentara Nazi. “Dia sangat enerjik, kelihatan sekali
tentaranya. Warga saat itu sudah mengira
dia mantan tentara NAZI,” jelas dia.
Sebelumnya, di Harian Pikiran Rakyat pada
tahun 1983 terdapat sebuah artikel tentang
Hitler. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo, dokter lulusan Universitas Indonesia yang
pernah bertugas di kapal yang dijadikan
rumah sakit bernama ‘Hope’ di Sumbawa
Besar. Dr Sosrohusodo menceritakan
pengalamannya bertemu dengan dokter tua
asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah
pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di
pulau tersebut. Orang itu diduga Hitler.
Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo,
adalah bahwa dokter tersebut tak bisa
berjalan normal. Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.
Kemudian tangannya, kata Sosrohusodo,
tangan kiri dokter Jerman itu selalu
bergetar. Dia juga punya kumis vertikal
mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya
gundul. Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya, yang
ditemukan di sejumlah buku biografi sang
Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun
1960, orang yang diduga Hitler berusia 71
tahun. Menurut Sosrohusodo, dokter asal
Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter,
bahkan dia sama sekali tak punya keahlian
tentang kesehatan.
Sosro mengaku pernah memeriksa tangan
kiri Poch yang selalu bergetar. Saat
menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya
yang lalu menjawab, “Ini terjadi ketika
Jerman kalah di pertempuran dekat
Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan
padamu bahwa kau memukuli meja berkali-
kali,” jelas Sulastri. Sulastri sudah tahu mengenai peristiwa tersebut sejak
beberapa tahun lalu, karena suaminya
telah menceritakan kejadian- kejadian
masa lalunya tersebut kepadanya. Goebbels
yang disebut istri Poch diduga adalah
Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter.
Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva
Braun, beberapa kali memanggil suaminya
‘Dolf’, yang diduga kependekan dari Adolf
Hitler. Hitler Mati di Indonesia Pengakuan
Hitler kepada istrinya yang berasal dari Indonesia, Sulaesih, bahwa dia adalah
memang Hitler yang sebenarnya, Der
Fuhrer. Apa saja kegiatan Hitler sebelum
dia meninggal? Terdapat pernyataan
Stanlin, bahwa yang tewas di dalam bunker
di Jerman bukanlah Hitler asli. Dan dibagian akhir ini menceritakan
bagaimana akhirnya sang diktator itu
meninggal di Indonesia.
Selama ini kematian Hitler memang sangat
misterius, karena tidak ada saksi yang
dapat menunjukkan dimana mayat Hitler ataupun mayat Eva Braun, istri terakhirnya
pada saat di Eropa. Di Konferensi
Postdam tahun 1945, Stanlin menyatakan
bahwa mayat Hitler dan Eva Braun tidak
ditemukan. Stanlin menduga, dewa Nazi ini
lolos dan melarikan diri ke Spanyol atau Amerika Latin. Dan tak berapa lama ada
kabar yang mengatakan Hitler kabur
menggunakan kapal selam ke sebuah pulau.
Tapi tidak ada yang tahu pulau apa dan
dimana. Dunia internasional sama sekali
tidak menyadarinya bahwa seorang pemimpin Nazi yang sangat kejam itu
bersembunyi dengan aman di Sumbawa
Besar, sampai meninggal di Surabaya dan
dimakamkan di pemakaman umum muslim
di Ngagel. Memeluk Agama Islam Sebelum
menikah, Sulaesih suka berkunjung ke rumah “dr Poch”, ia sering melihat
seorang wanita yang sudah berumur,
menurut dr. Poch dia adalah istrinya,
orang
Jerman juga bernama Helena. Tapi
Sulaesih tak percaya karena Helena terlihat jauh lebih tua dari dr. Poch.
Ketika Helena ingin kembali ke Jerman
karena tidak cocok dengan iklim di
Sumbawa Besar, ia menitipkan amahan
kepada Sulaesih. Dia menitipkan Gi
(sebutan dr. Poch, kependekan dari Georg Anto / GA), tolong diuruskan segala
keperluannya. “Mungkin artinya saya harus
menikah dengan dr. Poch,” jelas Sulaesih.
Tak lama setelah dr. Poch melamar
Sulaesih, ia memeluk agama Islam pada
tahun 1964, yang disaksikan oleh Ketua Kantor Agama di Sumbawa, tapi sayang
Sulaesih lupa namanya, dan mengganti
namanya menjadi Abdul Kohar.
Pada tahun 1965, Hitler menikah dengan
Sulaesih, wanita sunda asal Bandung yang
mengembara ke pulau Sumbawa, mereka berdua menikah secara Islam. Setahun
setelah dr. Poch memeluk Islam pada
tahun 1965, ketika Sulaesih sedang
bekerja, ada yang menelepon ke KUA
(Kantor Urusan Agama), “Ada apa?”
Sulaesih bertanya-tanya dalam hati. Sebelumnya saya belum tahu ada apa
ketika saya sampai di KUA,” ujar Esih.
Akhirnya Sulaesih menikah pada usia 34
tahun, sedangkan dr. Poch berusia 64
tahun.
Walaupun terpaut 30 tahun, tidak menghalangi mereka untuk menikah.
Sulaesih akhirnya tidak lagi bekerja di
Pemerintah Daerah, tapi bersama dr. Poch
mengurusi pasien dan mengurus rumah
tangga.
Penutup Kematian Diktator Jerman, Adolf Hitler yang diyakini tewas bunuh diri di
sebuah bunker, pada tanggal 30 April 1945
di Berlin, tetap masih dipertanyakan dan
menjadi misteri. Siapa yang menyaksikan
peristiwa di bunker saat Hitler bunuh diri?
Tidak ada, sumber cerita tersebut hanya dari mulut ke mulut. Dan pada saat itu,
walaupun tidak ada saksi dan bukti yang
jelas, pihak sekutu tetap mengumumkan
secara resmi bahwa Hitler dan istri, Eva
Braun telah meninggal.
Kebanyakan bekas tentara Nazi pindah dan kabur ke negara-negara di daerah Amerika
Selatan seperti Brasil dan Argentina.
Hitler sudah tahu masalah itu, oleh
karenanya ia tak mau ke Amerika Selatan
karena pasti ditemukan oleh tentara dan
inteligen AS serta inteligen negara-negara musuhnya. Sedangkan Hitler kabur bukannya
ke negara Amerika Selatan, melainkan ke
Indonesia lewat Italia, ia memilih
Indonesia karena sejak dulu Indonesia
tidak ada hubungan diplomatik dengan
Israel. Selain itu pada masa lalu di zaman kepemimpinan Soekarno, Indonesia sangat
tidak menyukai imperialisme yang
dipelopori oleh Inggris dan Amerika.
dan Amerika. Memang selama ini Hitler
diduga kuat melarikan diri ke suatu negeri
di selatan. Salah satu lokasi yang disebut- sebut sebagai tempat persembunyiannya
adalah Indonesia, yang diyakini juga oleh
Prof. Arysio Santos (Pakar Fisika Nuklir
dan Geolog Brazil) sebagai ‘Atlantis yang
hilang’. Bahkan tentara Nazi mencari
Atlantis hingga ke kutub selatan. Legenda Atlantis dekat dengan agama Nazi, oleh
sebab itu sejak lama Hitler memang
mencarinya.
Di Indonesia pula, Madame Blavatsky yaitu
Guru Okultis Hitler, juga tinggal di
Indonesia. Namanya dulu diabadikan sebagai nama jalan, kini diganti menjadi
Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta
Pusat, di mana Loji Freemason ‘Bintang
Timur’ pernah berdiri. Ditambah lagi
dengan adanya sebuah makam misterius di
Surabaya diyakini sebagai makam Adolf Hitler. Berbagai petunjuk memang
mengarah ke sana. Terlebih
Brandenburgers Codex, sebuah manuskrip
berbahasa Jerman kuno, ditemukan dan
mengindikasikan jika Hitler memang
melarikan diri ke Indonesia. Jadi, bukan tidak mungkin Hitler mati di Indonesia.
Karena Indonesia dianggap tempat yang
aman, bagi Hitler. Silahkan siapa pun untuk
menemukan jawaban yang sesungguhnya. (Ir
KGPH Soeryo Goeritno, Msc.,Penulis Buku/
icc.wp.com/dan berbagai sumber lain) /@cwi/@cwi

selengkapnya...

Walau ke Ujung Bumi Ku ‘kan Mencarimu


Siapa bilang jodoh itu dicari? Tidak. Menurut saya jodoh itu tidak
hanya dicari, tapi ia juga dibangun. Barang
siapa yang paradigma jodohnya adalah
tentang mencari, mencari dan mencari,
saya yakin, sampai nanti ketika ia benar-
benar bertemu dengan pasangan sejatinya, hidupnya hanya akan disibukkan dengan
proses kejar-kejaran untuk jodohnya. Tapi
lain dengan jodoh yang juga dibangun,
kalimat sederhana yang bisa
menggambarkannya ialah ia terjaga,
tertata, lalu nantinya akan jadi bercahaya. Indah bukan. Tapi maaf, tulisan ini tidak sedang
mencoba membahas jodoh. Tidak
membahas perangkat-perangkatnya
ataupun klausul prosesnya, tidak untuk itu
semua. Biarkan bait awal ini adalah
sebagai pengetahuan baru untuk melengkapi hari ini. Sebagaimana pengetahuan-
pengetahuan lainnya yang senantiasa bisa
kita cari dan dapatkan di sekitar kita, di
mana kelak pasti akan selalu jadi modal
suatu saat nanti. Jangan pernah remehkan
pengetahuan. Berbicara tentang pengetahuan, teringat
tentang sebuah cerita dari seorang pakar
ekonomi yang pernah berkunjung ke negeri
Tirai Bambu, Cina. Ia menuturkan bahwa
ada sebuah monumen di dalam gedung
museum Beijing yang di sana tercatat dengan begitu tegas betapa Cina pernah
mengagumi nusantara kita. Dalam prasasti sejarah itu mereka
mengatakan “Orang Indonesia adalah
Orang yang pandai”, mengapa demikian,
karena mereka melihat betapa ketika
zaman itu Indonesia penuh dihiasi oleh
kerajaan-kerajaan yang besar dan kuat, yang artinya orang Indonesia itu pandai
karena mereka dapat mengatur manajemen
kerajaan yang sejatinya begitu rumit.
Selanjutnya dikatakan “Orang Indonesia
adalah Orang yang rajin”. Boleh jadi kita
sedikit tertegun dengan kalimat yang satu ini, tapi demikianlah kenyataannya. Cina
memandang kala itu orang Indonesia begitu
rajin dikarenakan begitu banyaknya
kerajinan yang bisa mereka ciptakan
bahkan beranekaragam bentuknya, satu
daerah dengan daerah yang lainnya bisa jadi tidak sama dan kreativitas mereka
sungguh bisa dikagumi. Terakhir, mereka
mengatakan “Orang Indonesia adalah
Orang yang jujur”, disebut jujur karena
budayanya yang ada di bangsa ini kala itu
tumbuh dengan begitu mempesona, kepolosan masyarakat kita meski tampak
sederhana tapi ternyata memiliki nilai luar
biasa di mata bangsa seberang. Bolehlah
kita jadi bangga saat ini, karena telah
tertulis cerita di mana Cina pernah kagum
pada Indonesia.
Melanjutkan dari cerita di atas, bisa kita
ambil sebuah kesimpulan sederhana.
Indonesia kala itu adalah Marketer yang
memiliki sifat mutlak. Ia memiliki
kapasitas, differensiasi, dan juga tak
kalah penting dari itu semua ada nilai yang dipersembahkan oleh bangsa kita yang tak
bisa dihitung dengan harga. Akhirnya
ketika teori perekonomian mulai berbicara,
kejadian ini bukanlah kejadian yang bisa
dibahasakan dengan formal sebagai Market
Driven, ini lebih daripada itu, kita sedang Driving Market. Dalam Bahasa yang Jelas Mari kita mengenal apa itu Driving Market.
Dalam konsep penjualan pada umumnya,
logika yang dibangun adalah produk yang
ditawarkan baik itu berupa barang maupun
jasa akan dimunculkan di hadapan
masyarakat sesuai dengan permintaan pasar yang ada, sesuai dengan kebutuhan
konsumen atas sesuatu barang maupun jasa
kala itu. Sehingga produk mana yang dapat
memenuhi keinginan-keinginan tersebut,
akan jadi produk yang otomatis diterima
dengan baik dan laku di pasaran, secara umum tentunya, sekali lagi itu umumnya. Namun tidak dengan metode yang satu ini.
Mengendalikan Pasar adalah suatu teori
yang dimunculkan untuk menunjukkan bahwa
ada produk yang bisa dihadirkan pada
masyarakat tanpa harus mematuhi apa
keinginan mereka, tanpa harus memenuhi sesuai dengan hasrat yang ada pada
mereka. Mengendalikan pasar adalah
ketika ada pihak yang menyampaikan
produk, di mana produk tersebut mungkin
belum sama sekali ada dalam benak
masyarakat, belum sama sekali terpikirkan bisa terjadi, atau bahkan belum sama sekali
ada kemungkinan-kemungkinan gambaran
yang timbul dari masyarakat untuk menanti
suatu saat akan ada produk tersebut.
Singkatnya, sang pemasar ini sedang
berproses menawarkan produk benar-benar baru yang nyatanya tidak melulu harus
sesuai dengan keinginan pasar. Inilah
uniknya, maka bisa dikatakan tidak harus
menuruti orang lain untuk memperkenalkan
sesuatu. Masih ada ruang-ruang untuk arus
baru yang bisa dan selalu bisa untuk dihimpun. Sebab yang menjadi utama untuk
itu semua bergantung pada seberapa besar
dari kepemilikan atas kualitas. Tidak masalah bila yang disampaikan
adalah sesuatu yang rasanya begitu asing,
asalkan ia berkualitas. Dan kualitas inilah
yang saya sebut sebagai bahasa yang
sejelas-jelasnya. Sejelas-jelasnya dalam
menyampaikan produk kita. Sekali lagi baik produk itu berupa barang maupun jasa, atau
bahkan pemikiran. Asalkan perangkat-
perangkat pendukungnya terpenuhi, baik
dari segi isi, cara dan agen. Kemudian
nantinya, yang hanya merupakan masalah
waktu adalah bisa jadi barang tersebut, jasa tersebut, serta pemikiran tersebut
dalam masa depan yang terukur ia tidak
sekadar menguasai lahan Marketer, ia akan
menjelma kemudian menjadi Leader.
Konsistensilah yang nanti menjadi
katalisatornya. Maka jika Anda memiliki pemikiran baik ide atau gagasan, tidak sulit
untuk mengajak orang lain mengikuti Anda
sebetulnya. Tunjukkan siapa Anda, kabarkan
kualitasnya. Dalam Warna yang Tegas Mari saya ajak sekalian untuk mencelupkan
makna dari rentetan abjad ini dalam logika
sebuah gerakan. Prinsipnya, apapun model
gerakannya, ia sedang melakukan proses
pembentukan rekam jejak intelektual.
Sebuah proses tarbiyah atau bisa juga disebut sebagai proses pendidikan di
dalamnya, selalu bertujuan untuk
melahirkan manusia baru. Minimal lebih
baru daripada hari kemarin. Mereka
adalah manusia-manusia yang telah
mengalami suatu proses besar perbaikan dari pembelajaran, yang di masa akan
datang ketika suatu saat mereka
mengembangkan kapasitasnya maka pola
pemikiran, pola pendapat dan pola
keputusannya adalah pola-pola yang sudah
mengalami rekonstruksi. Pola yang telah terdidik. Kemudian yang jadi soal, adalah acapkali
sindrom negatif pemasaran lebih dulu
mengabarkan untuk terjebak di dalam arus,
agar pemikiran yang dibawa dalam
membangun sebuah gerakan harus ikut
masuk beramai-ramai dalam satu sungai. Boleh saja ada toleransi, tapi agaknya
menjaga identitas tidak bisa jadi hal yang
dikesampingkan. Sindrom negatif pemasaran yang dimaksud
di sini adalah ketakutan-ketakutan yang
hadir karena melihat hiruk-pikuk pasar
begitu dinamis, khawatir tenggelam dalam
persaingan hingga akhirnya memaksa ikut
turun gelanggang dengan tampilan yang menuruti keinginan pasaran. Tidak salah
memang, sekali lagi tidak salah ketika
tujuannya hanyalah cukup jadi Marketer.
Tapi betapa sayang nilai ide dalam sebuah
gerakan jika hanya dibatasi sampai sana
saja. Ada cara lain yang bisa digunakan untuk dapat naik jenjang sebagai Leader.
Yaitu, menjadi Driving Market dengan
memiliki kualitas. Maka dari itu, tidak hanya produknya, tapi
juga penawar produknya serta cara
menawarkannya harus memiliki kualitas
yang satu tali tiga uang. Tidak terpisahkan.
Gagasan yang disampaikan harus diyakini
keoptimalan fungsinya, kejelasan gambarannya, rincian modelnya oleh
mereka orang-orang yang berada dan
bergerak pada kesatuan tersebut terlebih
dahulu. Sehingga maksud dari memiliki
warna yang tegas adalah artikulasi dari
sebuah pendapat yang mengatakan bahwa konsumen sesungguhnya dari gagasan kita
bukanlah mereka yang ada di luar barisan,
tapi konsumen yang sesungguhnya dari
gagasan kita adalah mereka yang ada di
dalam barisan. Ibarat kata, sang pedagang
bisa memiliki kebanggaan terhadap barang dagangannya dahulu, sang pedagang bisa
memiliki pengetahuan terhadap barang
dagangannya dahulu. Sehingga mereka
bergerak dalam warna yang tegas, dalam
warna yang mereka mengetahui warnanya. Benar-benar Akan Mencarimu Mengutip dalam salah satu buku karya
Syaikh Munir Muhammad al-Ghadban.
Salah satu karakteristik dakwah dari
Rasulullah SAW adalah berdakwah melalui
intelektualitas da’i dan status sosialnya. Tersebutlah di sini Abu Bakar, yang
merupakan salah satu da’i yang sangat
berpengaruh pada waktu itu. Secara garis
besar, Islam adalah sesuatu yang baru
dalam pandangan mayoritas umat kala itu.
Tapi lihatlah Abu Bakar, akhlaqnya sebagai lelaki yang akrab dengan kaumnya,
dicintai, dan disayangi, pengetahuannya
yang dikatakan sebagai seorang Quraisy
yang paling mengerti dan tahu tentang
nasab suku bangsa Quraisy serta masalah
kebaikan dan keburukan di dalamnya, dan juga pekerjaannya yang menyebutkan
dirinya adalah seorang pedagang yang
memiliki akhlak mulia dan sering didatangi
tokoh-tokoh kaumnya untuk dimintai
pendapat mengenai banyak hal. Status
sosial seorang da’i akan menjadikan dia didengar di tengah masyarakatnya
sehingga akan meninggikan derajatnya.
Meskipun perlu diketahui bahwa secara
keturunan, Abu Bakar termasuk suku Quraisy
yang turunannya paling lemah. Tetapi hal
itu tidak menghalanginya untuk memperoleh kedudukan yang tinggi di tengah kaumnya,
bahkan untuk menjadi seorang Khalifah.
Kapasitas isi dan kapasitas pembawa yang
menunjang itu semua. Akan lebih panjang jika harus dijabarkan
secara teknis metode-metodenya, biarlah
sedikit ini bisa menjadi gambaran yang
mencerminkan secara sederhana maksud
dari tulisan ini ada. Yaitu agar apa saja
yang kita tawarkan, sejatinya memiliki kesempatan untuk dapat dijual dan laku di
pasaran. Asalkan mau membentuk dan
membangun kualitas. Ia akan dicari bahkan,
oleh siapa pun. Kendati suatu ketika akan
ada usaha untuk menjatuhkan tampilannya,
mengurangi daya jual dan simpati publiknya oleh pelaku-pelaku ide lain. Tidak jadi soal,
ia akan tetap dicari, benar-benar akan
dicari. Karena separuh dari nilai
kepercayaan adalah dalam bahasa yang
jelas, separuh dari nilai kepercayaan
lainnya adalah dalam warna yang tegas./@cwi
m.dakwatuna.com/2012/12/25246/walau-ke-ujung-bumi-ku-kan-mencarimu-2/

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |