Cordoba, Pusat Peradaban Islam di Eropa (Sekaligus Saksi Runtuhnya Benteng Islam di Spanyol)






cordobaCordoba (Qurtuba) adalah kota besar di Andalusia, terletak di sebelah barat Spanyol. Dulu kota ini merupakan pusat kebudayaan dan kemajuan Islam di Eropa selama hampir 5 abad. Islam masuk Cordoba pada tahun 93H atau 711 M dibawah kepemimpinan Thariq bin Ziyad yang memimpin pasukan untuk menaklukkan Andalusi. Penaklukan kota Cordoba terbilang mudah. Thariq bin Ziyad mengutus salah seorang panglimanya, Mughits ar-Rumi bersama 700 pasukan berkuda. Mereka segera berangkat menuju kota tersebut pada malam hari dan berhasil menyusup masuk ke dalam benteng kota. Kemudian membuka pintu gerbangnya sehingga kaum Muslimin masuk ke dalam kota dengan mudah dan akhirnya bisa menaklukkannya.


As-Samah bin Malik al-Khaulani adalah seorang yang membangun kota dan menjadikannya sebagai salah satu pusat kebudayaan terbesar yang kemudian Cordoba menjadi pusat kebudayaan Andalus yang Muslim. Pada masa kepemimpinan khalifah Umawiyah, Cordoba mengalami masa keemasan dan puncak kejayaan , khususnya setelah Khalifah Abdurrahman ad-Dakhil mengumumkan sebagai ibukota kerajaan Andalus dan menjadikannya sebagai pusat ilmu pengetahuan, kebudayaan dan sastra di wilayah Eropa secara keseluruhan. Setelah itu, sang Khalifah mulai memanggil para Fuqoha’ (ahli Fiqih), ulama dan sastrawan untuk singgah di Cordoba. Pada saat dimana Eropa masih terlelap dalam kebodohan, kemunduran dan keterpurukan.

Pada masa pemerintahan Abdurrahman an-Nashir dan putranya, al-Hakam al-Mustanshir, Cordoba mengalami zaman keemasan dan puncak kejayaan dalam bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Saat itu yang menjadi saingan Cordoba adalah Baghdad, ibukota kerajaan Abbasyah dan Konstantinopel (Istanbul), ibukota Bizantium, serta Kairo, ibukota dinasti Fathimiyah. Para duta besar dari negara-negara jauh sampai di Cordoba, seperti India dan China. Banyak utusan dan wakil-wakil negara dari kota-kota Bizantium serta Jerman, juga raja-raja Prancis, Italia dan negara-negara lain di Eropa dan sebelah selatan Spanyol, para penguasa suku Barbar dan kabilah-kabilah di Afrika yang berdatangan ke Cordoba.

Al Hakam al-Mustanshir adalah al-Hakam bin Abdurrahman an-Nashir, salah satu khalifah dinasti Umawiyah di Andalus. Al Hakam menerima kursi kekuasaan pada tanggal 3 Ramadhan 350 H sebagai pengganti bapaknya, Abdurrahman an-Nashir yang kemudian digelari dengan al-Hakam al-Mustansir. Masa pemerintahannya terkenal dengan kemajuan yang sangat pesat dalam ilmu pengetahuan dan sastra. Ia adalah khalifah yang paling cinta terhadap kitab-kitab dan buku. Ia mengirim banyak utusan dengan membawa harta yang berlipat-lipat dalam rangka mendatangkan kitab-kitab ke Andalus. Di Cordoba, ia mendirikan sebuah perpustakaan yang berisi 400.000 jilid kitab.

Bidang pendidikan mengalami masa kebangkitan yang luar biasa pada masa pemerintahannya. Kepandaian baca tulis merata di seluruh lapisan masyarakatnya. Pada saat para tokoh dan bangsawan Eropa tidak mengerti baca tulis selain tokoh-tokoh agama yang sedikit sekali jumlahnya, al-Hakam mendirikan sebuah sekolah untuk memberikan pendidikan secara gratis untuk kaum fakir miskin, sebagaimana ia mendirikan Universitas Cordoba, salah satu universitas terkenal pada masanya. Yang menjadi pusatnya adalah sebuah masjid. Di dalamnya diajarkan semua bidang ilmu pengetahuan dalam bentuk halaqah-halaqah, dimana sang murid bisa bebas memilih mahaguru yang ia kehendaki.

cordoba-mosque Metode belajar dengan sistem halaqah seperti ini bisa menghabiskan separuh bangunan masjid Jami’. Pada masanya juga ada penggolongan guru agar mereka bisa terjun maksimal dalam pendidikan dan menulis karya ilmiah. Pada masanya juga diadakan beasiswa untuk para pelajar, uang tanggungan dan gaji bagi mereka yang membutuhkan (fakir miskin). Bahkan tidak berhenti sampai disini, ada beberapa syaikh atau guru yang mengisi jabatan ustadziyyah (semacam level professor pada masa sekarang) dalam bidang ulumul Qur’an, Hadits dan Nahwu. Al Hakam mempercayakan kepada saudaranya al-Mundzir untuk bertanggung jawab dan memimpin jami’ah Qurtubah (Universitas Cordoba). Sebagaimana ia juga mempercayakan perpustakaan umum dinasti Umawiyah kepada saudaranya yang lain, Abdul Aziz.

Cordoba telah menghasilkan banyak ulama untuk kita dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti Ibnu Abdil Barr, Ibn Hazm az-Zhahiri, Ibnu Rusyd, az-Zahrawi, al-Idrisi, al-Abbas bin Farnas, al-Qurthubi dan lainnya.

Cordoba tetap dalam keunggulan seperti ini dibandingkan dengan kota-kota lain di Spanyol hingga runtuhnya masa dinasti Umawiyah pada tahun 404 H atau 1013 M, ketika tentara Barbar memberontak dan menggulingkan kekhilafahan. Mereka menghancurkan istana-istana para khalifah, meluluhlantahkan kota serta merampas keindahannya. Sejak saat itu padamlah sinar kemajuan di kota tersebut dan pindah ke kota selanjutnya, Asybiliah (Sevilla).

cordoba_great_mosque_600x Masjid Jami’ terhitung sebagai satu karya besar dalam bidang seni bangunan yang didirikan pada masa Abdurrahman ad-Dakhil (Abdurrahman an-Nashir). Dan Masjid Cordoba tetap eksis hingga sekarang ini dengan seni dan artefak ala Islam lengkap dengan mihrab-mihrabnya. Akan tetapi sekarang telah berubah fungsi menjadi Gereja Katedral setelah Cordoba berhasil ditaklukkan dan setelah dirombak dengan membuang banyak kubah serta ornamen keislamannya.

Sekalipun demikian, masjid ini mampu mempertahankan sebagian keunggulannya, hingga jatuh ke tangan Fernando III pada tanggal 23 Syawwal 633 H. Maka kaum Muslimin sangat bersedih melihat keruntuhan ini, sehingga masjid tersebut beralih fungsi menjadi gereja. Kaum Muslimin dipaksa meninggalkannya dan usailah sudah lembaran kebudayaan kaum Muslimin yang luar biasa, berlangsung selama 5 abad di kota tersebut.

Technorati Tags: Andalus,Andalusia,Cordoba,Umawiyah,Spanyol

/@cwi

selengkapnya...

KARL MARX (1818 - 1883)


Indotoplist.com : Karl Marx, pelopor utama gagasan "sosialisme ilmiah" dilahirkan tahun 1818 di kota Trier, Jerman, Ayahnya ahli hukum dan di umur tujuh belas tahun Karl masuk Universitas Bonn,juga belajar hukum. Belakangan dia pindah ke Universitas Berlin dan kemudian dapat gelar Doktor dalam ilmu filsafat dari Universitas Jena. Entah karena lebih tertarik, Marx menceburkan diri ke dunia jurnalistik dan sebentar menjadi redaktur Rheinische Zeitung di Cologne. Tapi, pandangan politiknya yang radikal menyeretnya ke dalam rupa-rupa kesulitan dan memaksanya pindah ke Paris. Di situlah dia mula pertama bertemu dengan Friederich Engels. Tali persahabatan dan persamaan pandangan politik mengikat kedua orang ini selaku dwi tunggal hingga akhir hayatnya.
11. KARL MARX (1818 - 1883)
Marx tak bisa lama tinggal di Paris dan segera ditendang dari sana dan mesti menjinjing koper pindah ke Brussel. Di kota inilah, tahun 1847 dia pertama kali menerbitkan buah pikirannya yang penting dan besar The poverty of philosophy (Kemiskinan filsafat). Tahun berikutnya bersama bergandeng tangan dengan Friederich Engels mereka menerbitkan Communist Manifesto, buku yang akhirnya menjadi bacaan dunia. Pada tahun itu juga Marx kembali ke Cologne untuk kemudian diusir lagi dari sana hanya selang beberapa bulan. Sehabis terusir sana terusir sini, akhirnya Marx menyeberang Selat Canal dan menetap di London hingga akhir hayatnya.

Meskipun ada hanya sedikit uang di koceknya berkat pekerjaan jurnalistik, Marx menghabiskan sejumlah besar waktunya di London melakukan penyelidikan dan menulis buku-buku tentang politik dan ekonomi. (Di tahun-tahun itu Marx dan familinya dapat bantuan ongkos hidup dari Friederich Engels kawan karibnya). Jilid pertama Das Kapital, karya ilmiah Marx terpenting terbit di tahun 1867. Tatkala Marx meninggal di tahun 1883, kedua jilid sambungannya belum sepenuhnya rampung. Kedua jilid sambungannya itu disusun dan diterbitkan oIeh Engels berpegang pada catatan-catatan dan naskah yang ditinggalkan Marx.

Karya tulisan Marx merumuskan dasar teoritis Komunisme. Ditilik dari perkembangan luarbiasa gerakan ini di abad ke-20, sangat layaklah kalau dia mendapat tempat dalam urutan tinggi buku ini. Masalahnya, seberapa tinggi?

Faktor utama bagi keputusan ini adalah perhitungan arti penting Komunis jangka panjang dalam sejarah. Sejak tumbuhnya Komunisme sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah masa kini, terasa sedikit sulit menentukan dengan cermat perspektif masa depannya. Kendati tak seorang pun sanggup memastikan seberapa jauh Komunisme bisa berkembang dan berapa lama ideologi ini bisa bertahan, yang sudah pasti dia merupakan ideologi kuat dan tangguh serta berakar kuat menghunjam ke bumi, dan sudah bisa dipastikan punya pengaruh besar di dunia untuk paling sedikit beberapa abad mendatang.

Pada saat kini, sekitar seabad sesudah kematian Marx, jumlah manusia yang sedikitnya terpengaruh oleh Marxisme sudah mendekati angka 1,3 milyar banyaknya. Jumlah penganut ini lebih besar dari jumlah penganut ideologi mana pun sepanjang sejarah manusia. Bukan sekedar jumlahnya yang mutlak, melainkan juga sebagai kelompok dari keseluruhan penduduk dunia. Ini mengakibatkan kaum Komunis, dan juga sebagian yang bukan Komunis, percaya bahwa di masa depan tidak bisa tidak Marxisme akan merebut kemenangan di seluruh dunia. Namun, adalah sukar untuk memantapkan kebenarannya dengan keyakinan yang tak bergoyah. Telah banyak contoh-contoh ideologi yang tampaknya sangat punya pengaruh penting pada jamannya tapi pada akhirnya melayu dan sirna. (Agama yang didirikan oleh Mani bisa dijadikan misal yang menarik). Jika kita surut ke tahun 1900, akan tampak jelas bahwa demokrasi konstitusional merupakan arus yang akan jadi anutan masa depan. Berpegang pada harapan, tampaknya memang begitu, tapi sekarang tak ada lagi orang yang yakin segalanya sudah terjadi sebagaimana bayangan semula.

Sekarang menyangkut Komunisme. Taruhlah seseorang percaya sangat dan tahu persis betapa hebatnya pengaruh Komunis di dunia saat ini dan di dunia masa depan, orang toh masih mempertanyakan arti penting Karl Marx di dalam gerakan Komunis. Politik pemerintah Uni Soviet sekarang kelihatannya tidak terawasi oleh karya-karya Marx yang menulis dasar-dasar pikiran seperti dialektika gaya Hegel dan tentang teori "nilai lebih." Teori-teori itu kelihatan kecil pengaruhnya dalam praktek perputaran roda politik pemerintah Uni Soviet, baik politik dalam maupun luar negerinya.

Komunisme masa kini menitikberatkan empat ide: (1) Sekelumit kecil orang kaya hidup dalam kemewahan yang berlimpah, sedangkan kaum pekerja yang teramat banyak jumlahnya hidup bergelimang papa sengsara. (2) Cara untuk merombak ketidakadilan ini adalah dengan jalan melaksanakan sistem sosialis, yaitu sistem di mana alat produksi dikuasai negara dan bukannya oleh pribadi swasta. (3) Pada umumnya, satu-satunya jalan paling praktis untuk melaksanakan sistem sosialis ini adalah lewat revolusi kekerasan. (4) Untuk menjaga kelanggengan sistem sosialis harus diatur oleh kediktatoran partai Komunis dalam jangka waktu yang memadai.

Tiga dari ide pertama sudah dicetuskan dengan jelas sebelum Marx. Sedangkan ide keempat berasal dari gagasan Marx mengenai "diktatur proletariat." Sementara itu, lamanya masa berlaku kediktatoran Soviet sekarang lebih merupakan hasil dari langkah-langkah Lenin dan Stalin daripada gagasan tulisan Marx. Hal ini tampaknya menimbulkan anggapan bahwa pengaruh Marx dalam Komunisme lebih kecil dari kenyataan yang sebenarnya, dan penghargaan orang terhadap tulisan-tulisannya lebih menyerupai sekedar etalasi untuk membenarkan sifat "keilmiahan" daripada ide dan politik yang sudah terlaksana dan diterima.

Sementara boleh jadi ada benarnya juga anggapan itu, namun tampaknya kelewat berlebihan. Lenin misalnya, tidak sekedar menganggap dirinya mengikuti ajaran-ajaran Marx, tapi dia betul-betul membacanya, menghayatinya, dan menerimanya. Dia yakin betul jalan yang dilimpahkannya persis di atas rel yang dibentangkan Marx. Begitu juga terjadi pada diri Mao Tse Tung dan pemuka-pemuka Komunis lain. Memang benar, ide-ide Marx mungkin sudah disalah-artikan dan ditafsirkan lain, tapi hal semacam ini juga berlaku pada ajaran Yesus atau Buddha atau Islam. Andaikata semua politik dasar pemerintah Tiongkok maupun Uni Soviet bertolak langsung dari hasil karya tulisan Marx, dia akan peroleh tingkat urutan lebih tinggi dalam daftar buku ini.

Mungkin bisa diperdebatkan bahwa Lenin, politikus praktis yang sesungguhnya mendirikan negara Komunis, memegang saham besar dalam hal membangun Komunisme sebagai suatu ideologi yang begitu besar pengaruhnya di dunia. Pendapat ini masuk akal. Lenin benar-benar seorang tokoh penting. Tapi, menurut hemat saya, tulisan-tulisan Marx yang begitu hebat pengaruhnya terhadap jalan pikiran bukan saja Lenin tapi juga pemuka-pemuka Komunis lain, jelas punya kedudukan lebih penting.

Juga ada peluang untuk diperdebatkan apakah penghargaan atas terumusnya Marxisme tidak harus dibagi antara Karl Marx dan Friederich Engels. Mereka berdua menulis "Manifesto Komunis" dan Engels jelas punya pengaruh mendalam terhadap penyelesaian final Das Kapital. Meskipun masing-masing menulis buku atas namanya sendiri-sendiri tapi kerjasama intelektual mereka begitu intimnya sehingga hasil keseluruhan dapat dianggap sebagai suatu karya bersama. Memang, Marx dan Engels diperlakukan sebagai satu kesatuan dalam buku ini walaupun yang dicantumkan cuma nama Marx karena (saya pikir saya benar) dia dianggap partner yang dominan dalam arti luas.

Akhirnya, sering dituding orang bahwa teori Marxis di bidang ekonomi sangatlah buruk dan banyak keliru. Tentu saja, banyak dugaan-dugaan tertentu Marx terbukti meleset. Misalnya, Marx meramalkan bahwa dalam negeri-negeri kapitalis kaum buruh akan semakin melarat dalam perjalanan sang waktu. Jelas, ramalan ini tidak terbukti. Marx juga memperhitungkan bahwa kaum menengah akan disapu dan sebagian besar orang-orangnya akan masuk ke dalam golongan proletar dan hanya sedikit yang bisa bangkit dan masuk dalam kelas kapitalis. Ini pun jelas tak pernah terbukti. Marx juga tampaknya percaya, meningkatnya mekanisasi akan mengurangi keuntungan kaum kapitalis, kepercayaan yang bukan saja salah tapi sekaligus juga tampak tolol. Tapi, terlepas apakah teori ekonominya benar atau salah, semua itu tidak ada sangkut-pautnya dengan pengaruh Marx. Arti penting seorang filosof terletak bukan pada kebenaran pendapatnya tapi terletak pada masalah apakah buah pikirannya telah menggerakkan orang untuk bertindak atau tidak. Diukur dari sudut ini, tak perlu diragukan lagi Karl Marx punya arti penting yang luarbiasa hebatnya.

Web:
http://media.isnet.org/iptek/100/index.html

Referensi:
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat /@cwi

selengkapnya...

Albania, Negeri Muslim di Benua Eropa







map of albania

Berbicara tentang Islam di Eropa, maka kita akan tertuju pada wilayah Andalusia (Spanyol) yang pernah menjadi pusat dakwah dan penyebaran Islam di Eropa setelah negeri ini ditaklukkan oleh Thariq bin Ziyad rodhiyallohu ‘anhu. Demikian pula dengan Kesultanan Utsmani (Ottoman Empire) yang sebagian wilayahnya berada di Eropa. Semua itu menjadi saksi kejayaan Islam di masa lalu yang mana kita semua pasti merindukan akan kembalinya masa-masa tersebut yang menyinari dunia dengan cahaya rahmat. Mungkin kita tidak tahu bahwasannya ada negeri Islam di Eropa yakni Albania. Negeri ini memang bukan satu-satunya negeri Islam di benua biru ini (masih ada Azerbaijan, Bosnia, Kosovo dan Turki), namun kita perlu tahu bahwa di masa-masa kelam ini ternyata masih terpancar cahaya Islam khususnya di benua yang sebetulnya justru identik dengan agama Nashrani karena keberadaan Vatikan di dalamnya.


Albania, negeri Muslim di Eropa.

masjid-tirana Di tenggara Eropa, yaitu kawasan yang dikenal dengan nama Balkan, terletak Albania. Negara ini memiliki jumlah penduduk 3,5 juta orang, 70% penduduknya beragama Islam dan sisanya Kristen. Luas wilayah sekitar 30.000 km persegi. Negara ini di masa lalu sempat berada di bawah kekuasaan kekaisaran-kekaisaran besar seperti Yunani, Roma, dan Ottoman (Utsmani). Meskipun pada era Romawi, Albania sempat menjadi kawasan berpenduduk Kristen, namun menyusul kemunculan Islam, terjalinlah hubungan antar bangsa Albania dengan orang-orang Muslim. Dengan bermigrasinya kaum Muslimin dan berdatangannya para juru dakwah dan pedagang ke Albania, Islam secara bertahap meluas di Albania.

Penguasaan kekaisaran Ottoman (Utsmani) terhadap Albania mulai tahun 1430 hingga 5 abad kemudian, telah membuat Islam semakin tersebar di negara itu. Pada tahun 1912, Albania meraih kemerdekaannya. Namun pada tahun 1945, dengan naiknya Enver Hoxha yang menganut paham komunis ke kursi kepresidenan, orang-orang Albania mengalami era pemerintahan yang represif dan mencekam. Enver Hoxha membelenggu kebebasan agama orang-orang Albania, bahkan sampai menghancurkan masjid-masjid di negara itu.

Setelah meninggalnya Enver Hoxha pada tahun 1985 dan melemahnya rezim komunis, kondisi negara di itu pun mengalami perubahan. Pada tahun 1990, aktivitas yayasan keagamaan dan masjid-masjid kembali meraih kebebasan. Pada bulan Maret tahun berikutnya, diadakan pemilu parlemen yang bebas untuk pertama kalinya. Presiden Sali Berisha adalah presiden pertama Albania pasca era komunis. Pada masa pemerintahannya, digalakkan usaha-usaha pembangunan kembali tempat-tempat ibadah dan perluasan hubungan dengan negara-negara Muslim. Bahkan pada masa itulah Albania resmi menjadi anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI). Namun pada tahun-tahun kemudian, perhatian Albania terhadap Islam menjadi berkurang.

Rakyat Albania mudah menerima ajaran Islam karena selama berabad-abad mereka berada di bawah kezhaliman para penguasa. Sementara itu, ajaran Islam memberi mereka semangat untuk melawan kezhaliman. Islam adalah agama yang mengajarkan prinsip-prinsip keadilan, kebebasan, dan persaudaraan. Prinsip-prinsip Islam inilah yang menarik orang-orang Albania berada di bawah tekanan dan represi, namun cahaya Islam tetap menyala di hati mereka.

Kehidupan persaudaraan antar etnis, demikian juga antar kaum Muslimin dan Kristen di Albania juga menarik untuk diamati. Data pada tahun 2004 yang dikeluarkan secara bersama oleh Departemen Luar Negeri dan Pusat data statistik menunjukkan bahwa etnis Albania dengan jumlah 98,6% merupakan etnis mayoritas. Disusul Yunani 1,17%, dan etnis-etnis lainnya seperti Roma, Serbia, Montenegro, Makedonia, Mesir, dan Bulgaria sebesar 0,23%. Sementara itu, secara agama, Islam menempati posisi mayoritas yakni 70%, Kristen Ortodoks 20%, dan Katholik Roma 10%.

Masjid selalu menjadi pusat kegiatan kaum Muslimin karena masjid memberi semangat kepada mereka. Begitu pula di Albania, masjid memiliki peranan penting dalam menumbuhkan semangat keislaman di hati kaum Muslimin di negara itu. Di setiap lapangan utama pada setiap kota di Albania selalu terdapat sebuah masjid. Hal ini membuktikan bahwa masjid adalah tempat yang sangat penting di mata masyarakat Albania. Sebelum berkuasanya rezim komunis, jumlah masjid di negara itu mencapai 600 buah dan memiliki peran yang lebih aktif daripada era sekarang ini. Selama pemerintahan rezim komunis, masjid-masjid di negara itu ditutup bahkan sebagian dihancurkan. Setelah keruntuhan rezim komunis, masjid-masjid itu kembali dibangun dan sekarang ini jumlah masjid yang aktif melakukan berbagai kegiatan keagamaan mencapai 350 buah. Selain masjid, ada juga pusat-pusat kegiatan kaum Muslimin lainnya, misalnya yayasan-yayasan keislaman.

Pengajaran Agama Islam secara formal di Albania dilakukan secara terpusat. Dengan kata lain, beberapa lembaga pengajaran tertentu di Albania memiliki tanggung jawab dalam mengajarkan agama Islam kepada para pelajar. Lembaga-lembaha pengajaran ini merupakan pengganti dari sekolah-sekolah agama yang sebelumnya melakukan kegiatan secara terpisah-pisah dan tersebar di setiap masjid. Lembaga pengajaran agama terbesar berlokasi di Tirana, ibukota Albania. Di sekolah agama ini, Islam diajarkan sedemikian rupa agar terhindar dari pertentangan antar mazhab. Lulusan dari lembaga pengajaran ini memiliki peran besar dalam membangkitkan semangat keislaman kaum muslimin pada era komunis dan akibatnya banyak pula di antara mereka yang dipenjarakan oleh rezim komunis.

Sementara itu, kelompok politik atau partai-partai Islam tidak banyak berdiri di Albania. Mungkin hal ini disebabkan karena panjangnya masa pemerintahan rezim komunis yang sangat represif dan selalu menghalangi kegiatan-kegiatan politik non-komunis. Lembaga Islam terbesar di Albania saat ini, yang juga mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah adalah Komite Muslim Albania. Madrasah Islami Tirana adakah lembaga pengajaran yang berada di bawah Komite Muslim Albania. Di setiap kota, terdapat cabang dari komite ini dan melakukan berbagai kegiatan keislaman di kota tersebut. Selain Komite Muslim Albania, juga ada lembaga-lembaga lain, seperti Organisasi Cendikiawan Muslim, Organisasi Muslimah, atau Organisasi Pemuda Muslim Albania. Selain itu, kaum Muslimin Albania juga memiliki sebuah Pusat Dialog Agama, demi menjalin persatuan dan membela hak-hak kaum Muslimin di negara ini.

Meskipun Islam adalah agama mayoritas rakyat Albania dan keislaman telah menjadi jati diri mayoritas rakyat negara itu, namun perhatian yang ditunjukkan pemerintah Albania terhadap perluasan pengajaran Islam tidak memuaskan. Dalam UUD negara ini, Islam tidak disebut sebagai agama resmi negara. Bahkan, dewasa ini nampak usaha-usaha untuk menjadikan negara Muslim ini sebagai negara sekuler. Hal ini antara lain merupakan akibat dari letak geografisnya di Eropa, yaitu di tengah negara-negara non Islam dan juga akibat dari sisa-sisa peninggalan era komunis dulu.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, diperlukan peran aktif dari rakyat Albania sendiri agar Islam menjadi semakin berkembang dan mewarnai berbagai dimensi kehidupan bermasyarakat. Apalagi, masa lalu Albania yang dibawah penindasan rezim komunis telah membuat negara ini menjadi salah satu negara miskin di Eropa dan menghadapi banyak permasalahan sosial. Berpegang kembali kepada Islam secara benar adalah satu-satunya jalan untuk keluar dari kemelut itu.

Ramadhan di Albania.

Ramadhan menjadi kesempatan bagi Muslim Albania kembali mendalami ajaran Islam. Saat Ramadhan, lembaga Muslim tertinggi di Albania, Islamic Sheikdom, memfasilitasi warga Muslim dengan berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di seluruh negeri. Bahkan untuk kegiatan ini Islamic Sheikdom sengaja mendatangkan cendikiawan Muslim dari negara-negara teluk.

Lembaga ini juga menggunakan media televisi untuk menggalang kegiatan dakwah selama Ramadhan. Meski Islamic Sheikhdom harus membali hak siar dari televisi pemerintah untuk menyukseskan program dakwahnya itu. Maklum saja, sejak keruntuhan komunis pada 1990-an pemerintah Albania mengambil paham sekuler untuk menjalankan kegiatan pemerintah.

Meski demikian, negara mengakui keberadaan agama dan memberikan kebebasan pemeluk agama untuk menjalankan keyakinannya. Maka Islamic Sheikdom harus mengeliuarkan kocek untuk menyiarkan acara dakwah para da’i, baik berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Lembaga ini juga membeli hak siar untuk siaran adzan Maghrib.

Meski harus membayar hak siar televisi pemerintah, namun hal ini tak dilakukan untuk stasiun televisi swasta. Mereka justru memberikan keleluasaan bagi Islamic Sheikdom untuk menjalankan dakwah. Bahkan televisi swasta berlomba menampilkan acara Ramadhan yang menarik bagi Muslim Albania. Para pengelola stasiun televisi swasta itu juga memberikan hak siarnya secara gratis kepada Islamic Sheikdom. Yaitu melalui program ceramah yang disiarkan setiap hari. Juga siaran adzan Maghrib serta siaran langsung sholat tarawih dari Makkah. Melalui siaran dakwah ini, warga Muslim Albania kian memiliki pemahaman yang baik tentang agamanya.

Tak hanya melalui seminar dan kerjasama dengan televisi, selama Ramadhan warga Muslim Albania juga memberdayakan masjid. Beragam kegiatan seperti sholat tarawih, tadarus Al Qur’an dipusatkan di masjid-masjid di seantero negeri. Paling tidak, kini terdapat 270 masjid yang menjadi pusat kegiatan selama Ramadhan.

Biasanya, Muslim Albania mengundang imam yang berasal dari Turki dan negara-negara Balkan ke masjid mereka untuk memimpin sholat Tarawih juga tadarus Al Qur’an. Tradisi yang biasanya ada di negeri Muslim lainnya juga dilakukan di Albania. Buka puasa bersama, juga menjadi tradisi yang biasa dilakukan di Albania.

Patut diketahui bahwa selama bertahun-tahun mengalami penindasan, terutama dengan praktik keagamaan di negeri ini. Klimaks dari penindasan tersebut menjadikan Albania menganut paham Atheis pada tahun 1967. Saat itu, pemerintah melarang segala macam praktik keagamaan. Dan mereka yang ketahuan melakukan ritual agama maka akan mendapatkan hukuman.

Mereka yang melanggar aturan pemerintah tersebut akan mendapatkan hukuman yang beragam. Juga tergantung dari siapa yang melakukan pelanggaran. Jika pemerintah menganggap bahwa yang melanggar aturan itu adalah seorang tokoh agama, maka orang tersebut bisa dibuang atau dihukum mati. Minimal mereka dipenjarakan.

Namun demikian ancaman tersebut tak menghentikan warga Muslim di Albania untuk menjalankan agamanya. Mereka memang tak menjalankan ajaran agamanya secara terang-terangan tetapi secara diam-diam. Salah satu ritual yang dilaksanakans ecara diam-diam itu adalah puasa di bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan secara diam-diam oleh umat Islam di Albania selama paham komunis berkuasa.

Langkah seperti itu juga dilakukan oleh warga Muslim Albania hingga runtuhnya komunisme pada 1990an. Setelah masa itu, secara terang-terangan menjalankan ajaran agamanya. Bangunan masjid yang sebelumnya dialihfungsikan kemudian dikembalikan lagi fungsinya. Masjid-masjid itu juga dibangun kembali.

Pengajaran tentang agama kemudian digalakkan kembali dipusatkan di masjid. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar bagi warga Muslim di Albania untuk terus menjalankan ajaran agamanya. Sejarah kelam di negeri ini tak mempengaruhi umat Islam di sana untuk menanggalkan keyakinannya. Justru mereka semakin giat menjalankan ibadah. Meski setelah keruntuhan komunis pemerintah Albania mengambil sistem sekuler. Dan kini Albania memiliki warga Muslim mayoritas di Eropa. Setelah mengalami masa-masa tekanan, mereka kini menemukan kembali identitas dan tradisinya sendiri. Dari 3,2 juta penduduk Albania sebanyak 75% adalah Muslim.

(Disarikan dari Majalah Indonesia Islami edisi I/Th.II/2007M/1428H dengan beberapa penambahan)
Technorati Tags: Albania,Tirana,Islam,Dunia Islam,Muslim

/@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |