Sunan Kdus

MESKI namanya Sunan Kudus, ia bukanlah asli Kudus. Dia datang dari Jipang Panolan (ada yang mengatakan disebelah utara Blora), berjarak 25 kilometer ke arah barat kota Kudus, Jawa Tengah. Di sanalah ia dilahirkan, dan diberi nama Ja'far Shodiq. Ia adalah anak dari hasil perkawinan Sunan Undung atau Sunan Ngudung (Raden Usman Haji) dengan Syarifah, cucu Sunan Ampel. Semasa jayanya, Sultan Undung terkenal sebagai panglima perang yang tangguh.

Sampai suatu waktu, Sunan Undung tewas dalam peperangan antara Demak dan Majapahit. Setelah itu, Ja'far Shodiq menggantikan posisi ayahnya. Tugas utamanya ialah menaklukkan wilayah Kerajaan Majapahit untuk memperluas kekuasaan Demak. Kenyataannya, Ja'far Shodiq terbukti hebat di medan perang, tak kalah dengan kepiawaian ayahnya.

Ja'far Shodiq berhasil mengembangkan wilayah Kerajaan Demak, ke timur mencapai Madura, dan ke arah barat hingga Cirebon. Sukses ini kemudian memunculkan berbagai cerita kesaktian Ja'far Shodiq. Misalnya, sebelum perang, Ja'far Shodiq diberi badong --semacam rompi-- oleh Sunan Gunung Jati. Badong itu dibawa berkeliling arena perang.

Dari badong sakti itu kemudian keluarlah jutaan tikus, yang juga ternyata sakti. Kalau dipukul, tikus itu bukannya mati, malah makin mengamuk sejadi-jadinya. Pasukan Majapahit ketakutan lari tunggang langgang. Dia juga punya sebuah peti, yang bisa mengeluarkan jutaan tawon. Banyak prajurit Majapahit yang tewas disengat tawon.

Yang pasti, pemimpin pasukan Majapahit, Adipati Terung, menyerah kepada pasukan Ja'far Shodiq. Usai perang, Ja'far Shodiq menikahi putri Adipati Terung, yang kemudian menghasilkan delapan anak. Selama hidupnya, Ja'far Shodiq sendiri juga punya istri lain, antara lain putri Sunan Bonang, yang menghasilkan satu anak.

Sukses mengalahkan Majapahit membuat posisi Ja'far Shodiq makin kokoh. Dia mendapat tugas lanjutan untuk mengalahkan Adipati Handayaningrat, yang berniat makar terhadap Kerajaan Demak. Adipati Handayaningrat merupakan gelar yang disandang Kebo Kenanga, penguasa daerah Pengging --wilayah Boyolali-- dan sekitarnya.

Kebo Kenanga berniat mendirikan negara sendiri bersama Ki Ageng Tingkir. Pasangan ini merupakan pengikut Syekh Siti Jenar, seorang guru yang mengajarkan hidup model sufi. Kebo Kenanga dan Tingkir digambarkan sebagai saudara seperjuangan, yang saling menyayangi bagaikan saudara kandung.

Tanda-tanda pembangkangan Kebo Kenanga makin kentara ketika ia menolak menghadap Raja Demak, Adipati Bintara, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raden Patah. Surat panggilan yang dibuat Raden Patah ditelantarkan hingga tiga tahun oleh Kebo Kenanga. Maka, Raden Patah memutuskan untuk mematahkan pembangkangan Kebo Kenanga itu.

Raden Patah memerintahkan Ja'far Shodiq ''meredam'' Kebo Kenanga. Dalam sebuah pertarungan, Kebo Kenanga tewas. Namun, kehebatan Ja'far Shodiq sebagai panglima perang lama-kelamaan surut. Bahkan, menjelang kepindahannya ke Kudus, Ja'far Shodiq tidak lagi menjadi panglima perang, melainkan menjadi penghulu masjid di Demak.

Terdapat beberapa versi tentang kepergian Ja'far Shodiq dari Demak. Ada kemungkinan, Ja'far Shodiq berselisih paham dengan Raja Demak. Kemungkinan lain, Ja'far Shodiq berselisih paham dengan Sunan Kalijaga. Dalam Serat Kandha disebutkan, Ja'far Shodiq memiliki murid, Pangeran Prawata. Belakangan, Pangeran Prawata justru mengakui Sunan Kalijaga sebagai guru baru.

Bagi Ja'far Shodiq, Pangeran Prawata durhaka karena mengakui dua guru sekaligus. Ketika Pangeran Prawata menjadi Raja Demak, Ja'far Shodiq berniat membunuhnya, melalui tangan Arya Penangsang, yang tiada lain dari pada adik kandung Prawata. Agaknya, Arya Penangsang tidak tega, maka dia pun menyuruh orang lain lagi, yang bernama Rangkud.

Pangeran Prawata akhirnya tewas bersama istrinya, setelah ditikam Rangkud. Jenazah Prawata bersandar ke badan istrinya, karena keduanya tertembus pedang. Rangkud juga mati. Sebab, tanpa diduga, sebelum mengembuskan napas penghabisan, Prawata sempat melempar keris Kiai Bethok ke tubuh Rangkud.

Versi lain menyebutkan, Ja'far Shodiq meninggalkan Demak karena alasan pribadi semata. Ia ingin hidup merdeka dan membaktikan seluruh hidupnya untuk kepentingan agama Islam. Belum jelas kapan persisnya Ja'far Shodiq tiba di Kudus. H.J. De Graaf dan T.H. Pigeaud dalam bukunya, Kerajaan Islam Pertama di Jawa, mencoba mengumpulkan beberapa catatan tentang aktivitas Ja'far Shodiq di sana.

Kedua peneliti itu menyatakan, ketika Ja'far Shodiq menginjakkan kaki di Kudus, kota itu masih bernama Tajug. Menurut penuturan warga setempat, yang mula-mula mengembangkan kota Tajug adalah Kiai Telingsing. Ada yang menyebut, Telingsing merupakan panggilan sederhana kepada The Ling Sing, orang Cina beragama Islam.

Cerita ini menunjukkan bahwa kota itu sudah berkembang sebelum kedatangan Ja'far Shodiq. Beberapa cerita tutur mempercayai bahwa Ja'far Shodiq merupakan penghulu Demak yang menyingkir dari kerajaan. Di Tajug, Ja'far Shodiq mula-mula hidup di tengah-tengah jamaah dalam kelompok kecil. Ada yang menafsirkan, jamaah Ja'far Shodiq itu merupakan para santri yang dibawanya dari Demak.

Mereka sekaligus para tentara yang ikut bersama-sama Ja'far Shodiq memerangi Majapahit. Versi lain menyebutkan, para pengikutnya itu merupakan warga setempat yang dipekerjakan Ja'far Shodiq untuk menggarap tanah ladang. Ini bisa ditafsirkan bahwa Ja'far Shodiq mula-mula hidup dari penghasilan menggarap lahan pertanian.

Setelah jamaahnya makin banyak, Ja'far Shodiq kemudian membangun masjid sebagai tempat ibadah dan pusat penyebaran agama. Tempat ibadah yang diyakini dibangun oleh Ja'far Shodiq adalah Masjid Menara Kudus, yang kini masih berdiri. Nama Ja'far Shodiq tercatat dalam inskripsi masjid tersebut.

Menurut catatan di situ, masjid ini didirikan pada 956 Hijriah, sama dengan 1549 Masehi. Dalam inskripsi terdapat kalimat berbahasa Arab yang artinya, ''... Telah mendirikan masjid Aqsa ini di negeri Quds...'' Sangat jelas bahwa Ja'far Shodiq menamakan masjid itu dengan sebutan Aqsa, setara dengan Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Kota Tajug juga mendapat nama baru, yakni Quds, yang kemudian berubah menjadi Kudus. Pada akhirnya, Ja'far Shodiq sendiri lebih terkenal dengan sebutan Sunan Kudus. Dalam menyebarkan agamanya, Sunan Kudus mengikuti gaya Sunan Kalijaga, yakni menggunakan model ''tutwuri handayani''. Artinya, Sunan Kudus tidak melakukan perlawanan frontal, melainkan mengarahkan masyarakat sedikit demi sedikit.

Ketika itu, masyarakat Kudus masih didominasi penganut Hindu. Maka, Sunan Kudus pun berusaha memadukan kebiasaan mereka ke dalam syariat Islam secara halus. Misalnya, Sunan Kudus justru menyembelih kerbau, bukan sapi, pada saat hari raya Idul Qurban. Itu merupakan bagian dari penghormatan Sunan Kudus kepada para pengikut Hindu.

Cara yang simpatik itu membuat para penganut agama lain bersedia mendengarkan ceramah agama Islam dari Sunan Kudus. Surat Al-Baqarah, yang dalam bahasa Arab artinya sapi, sering dibacakan Sunan Kudus untuk lebih memikat pendengar. Pembangunan Masjid Kudus sendiri tidak meninggalkan unsur arsitektur Hindu. Bentuk menaranya tetap menyisakan arsitektur gaya Hindu.

Diantara bekas peninggalan beliau adalah Masjid Raya di-Kudus, yang kemudian dikenal dengan sebutan Masjid Menara Kudus. Oleh karena di halaman masjid tersebut terdapat sebuah menara kuno yang indah. Mengenai asal-usulnya nama Kudus menurut dongeng (legenda) yang hidup dikalangan masyarakat setempat ialah, bahwa dahulu Sunan Kudus pernah pergi naik haji sambil menuntut ilmu di tanah Arab, kemudian beliau juga mengajar di sana. Pada suatu masa, di tanah arab konon berjangkit suatu wabah penyakit yang membahayakan, penyakit itu menjadi reda berkat jasa Sunan Kudus. Oleh karena itu, seorang amir disana berkenan untuk memberikan suatu hadiah kepada beliau. Akan tetapi beliau menolak, hanya kenang-kenangan sebuah batu yang beliau minta. Batu tersebut katanya berasal dari kota Baitul Makdis, atau Jeruzalem, maka sebagai peringatan kepada kota dimana Ja'far Sodiq hidup serta bertempat tinggal, kemudian diberikan nama Kudus.

Bahkan menara yang terdapat di depan masjid itupun juga menjadi terkenal dengan sebutan Menara Kudus. Mengenai nama Kudus atau Al Kudus ini di dalam buku Encyclopedia Islam antara lain disebutkan : "Al kuds the usual arabic nama for Jeruzalem in later times, the olders writers call it commonly bait al makdis ( according to some : mukaddas ), with really meant the temple (of solomon), a translation of the hebrew bethamikdath, but it because applied to the whole town."

Kebiasaan unik lain Sunan Kudus dalam berdakwah adalah acara bedug dandang, berupa kegiatan menunggu datangnya bulan Ramadhan. Untuk mengundang para jamaah ke masjid, Sunan Kudus menabuh beduk bertalu-talu. Setelah jamaah berkumpul di masjid, Sunan Kudus mengumumkan kapan persisnya hari pertama puasa.

Sekarang ini, acara dandangan masih berlangsung, tapi sudah jauh dari aslinya. Menjelang Ramadhan, banyak orang datang ke areal masjid. Tetapi, mereka bukan hendak mendengarkan pengumuman awal puasa, hanya untuk membeli berbagai juadah yang dijajakan para pedagang musiman.

Legenda Kota Kudus

Nama Sunan Kudus di kalangan masyarakat setempat, dimitoskan sebagai seorang tokoh yang terkenal dengan seribu satu tentang kesaktianya, Sunan Kudus dikatanya sebagai wali yang sakti, yang dapat diperbuat sesuatu di luar kesanggupan otak dan tenaga manusia biasa.

Dalam dongeng yang masih hidup di kalangan masyarakat, antara lain dikatakan, bahwa pada zaman dahulu pernah Sunan Kudus pergi haji serta bermukim disana. Kemudian beliau menderita penyakit kudis ( bhs. Jawa : gudigen ), sehingga oleh kawan - kawan beliau, Sunan Kudus dihina. Entah kenapa timbullah malapetaka yang menimpa negeri Arab dengan berjangkitnya wabah penyakit. Segala daya upaya telah dilakukan untuk mengatasi bahaya tersebut, namun kiranya usaha itu sia - sia belaka. Akhirnya di mintalah bantuan beliau untuk memberikan jasa - jasa baiknya. Bahaya itupun karena kesaktian beliau menjadi reda kembali. Atas jasa beliau, Amir dari negeri Arab itupun berkenan memberi hadiah kepada beliau sebagai pembalasan jasa. Akan tetapi Sunan Kudus menolak pemberian hadiah berupa apapun juga. Dan beliau hanya meminta sebuah batu sebagai kenang - kenangan yang akan dipakai sebagai peringatan bagi pendirian masjid di Kudus.

Jauh sebelum masjid kuno itu didirikan beliau konon kabarnya masjid yang terletak di desa Nganguk di Kudus itu adalah masjid Sunan Kudus yang pertama kali. Dalam dongeng di ceritakan, bahwa jauh sebelum Sunan Kudus memegang tampuk pimpinan di Kudus, telah ada seorang tokoh terkemuka disana ialah Kyai Telingsing. karena beliau sudah lanjut usia maka ia ingin mencari penggantinya. Pada suatu hari Kyai Telingsing berdiri sambil menengok ke kanan dan ke kiri seperti ada yang dicarinya (bhs. Jawa : ingak - inguk), tiba - tiba Sunan Kudus pun muncul dari arah selatan, dan masjidpun segera dibinanya di dalam waktu yang amat singkat, malahan ada yang mengatakan bahwa masjid itu tiba - tiba muncul denga sendirinya (bhs. Jawa : Majid tiban), berhubungan dengan itu desa tersebut kemudian di beri nama : Nganguk, sedangkan masjidnya dinamakan Masjid Nganguk Wali.

Lebih jauh dalam dongeng itupun disebutkan, bahwa baik Menara Kudus maupun lawang kembar, masing - masing di bawa oleh beliau dengan di bungkus sapu tangandari tanah Arab, sedangkan lawang kembar, katanya di pindahkan beliau dari Majapahit.

*

Legenda daerah Jember

Sekali peristiwa, datang seorang tamu bernama Ki Ageng Kedu yang hendak menghadap Sunan Kudus. tamu tersebut mengendarai sebuah tampah. sesampainya di Kudus Ki Ageng Kedu tidak lah langsung menghadap Sunan Kudus, melainkan memamerkan kesaktianya dengan mengendarai tampah serta berputar - putar diangkasa. Seketika dilihatnya oleh Sunan Kudus, maka beliau murka sambil mengatakan, bahwa tamu Ki Ageng Kedu ini menyombongkan kesaktianya. Sesudah di sabda oleh beliau, berkat kesaktian Sunan Kudus, tampah yang ditumpangi Ki Ageng Kedu itupun meluncur ke bawah hingga jatuh ke tanah yang becek (bhs. Jawa : ngecember), sehingga tempat tersebut kemudian dinamakan Jember

Selain itu di dalam dongeng di sebutkan bahwa pada suatu hari Sunan Kudus memakan ikan lele, kemudian setelah tinggal tulang dan kepalanya, dibuanglah oleh Sunan Kudus ke dalam sebuah sumur, maka ikan yang tinggal tulang dan kepala itupun hidup kembali.

Di dalam "Babad Tanah Jawi" serta kepustakaan Jawa lainya dikatakan, bahwa nama kecil Sunan Kudus ialah Raden Undung, beliau pernah memimpin tentara Demak melawan Majapahit. Selanjutnya juga di sebutkan bahwa Sunan Kudus lah yang membunuh Syekh Siti Jenar dan Kebo Kenanga, karena keduanya mengajarkan ilmu yang di pandang sangat membahayakan masyarakat yang baru saja memeluk agama Islam.
/@cwi

selengkapnya...

SUNAN BONANG


Tamba ati iku lima sak warnane
Maca Qur'an angen-angen sak maknane
Kaping pindo, sholat wengi lakonana
Kaping telu, wong kang soleh kencanana
Kaping papat kudu wetheng ingkang luwe
Kaping lima dzikir wengi ingkang suwe

MENURUT tembang ini, ada lima macam ''penawar hati'', atau pengobat jiwa yang ''sakit''. Yakni membaca Al-Quran, mengerjakan salat tahajud, bersahabat dengan orang saleh, berzikir, dan hidup prihatin. Inilah pula yang sering dilantunkan Emha Ainun Nadjib bersama Kelompok Kyai Kanjeng, dalam sejumlah pergelarannya.

Di luar acara Emha, Tamba Ati hingga kini masih kerap dinyanyikan sejumlah santri di pesantren dan masjid di sejumlah desa. Tapi Cak Nun --demikian Emha biasa disapa-- bukan pencipta ''lagu'' itu. Tembang ini adalah peninggalan Raden Maulana Makdum Ibrahim, yang lebih dikenal sebagai Sunan Bonang.

Pada masa hidupnya, Sunan Bonang menyanyikan Tamba Ati untuk menarik warga masyarakat agar memeluk Islam. Pada saat berdendang, pria yang diduga berusia 60 tahun itu menabuh gamelan dari kuningan, yang dibuat oleh sejumlah warga Desa Bonang, Jawa Timur. Nama desa inilah yang kemudian melekat pada gelar sang Sunan.

Meski terampil, Sunan Bonang bukan putra penabuh gamelan. Ia justru putra Sunan Ampel, yang menikah dengan Condrowati, alias Nyai Ageng Manila. Nyai Ageng merupakan anak angkat Ario Tedjo, Bupati Tuban. Tidak ada catatan mengenai tanggal kelahiran Raden Makdum. Diduga, ia lahir di daerah Bonang, Tuban, pada 1465.

Sunan Ampel semula memberi ia nama Maulana Makdum. Nama ini diambil dari bahasa Hindi, yang bermakna cendekiawan Islam yang dihormati karena kedudukannya dalam agama. Semasa kecil, Sunan Bonang sudah mendapat pelajaran dari ayahnya, Sunan Ampel, dengan disiplin yang ketat. Tak heran jika dia pun, kemudian, terhisab ke dalam Wali nan Sembilan.

Sunan Ampel kemudian mengirim Sunan Bonang ke Negeri Pasai, Aceh masa kini. Di sana Sunan Bonang menuntut ilmu pada Syekh Awwalul Islam, ayah kandung Raden Paku alias Sunan Giri. Bersama Raden Paku, ia juga belajar pada sejumlah ulama besar yang banyak menetap dan mengajar di Pasai, seperti ulama ahli tasawuf dari Baghdad, Mesir, dan Iran.

Pulang dari menuntut ilmu, Sunan Bonang diminta Sunan Ampel berdakwah di Tuban, Pati, Pulau Madura, dan Pulau Bawean di utara Pulau Jawa. Seperti halnya Raden Paku alias Sunan Giri, yang mendirikan pesantren di Gresik, Sunan Bonang juga mendirikan pesantren di Tuban.

Dalam berdakwah, Sunan Bonang kerap menggunakan kesenian rakyat untuk menarik simpati masyarakat, antara lain dengan seperangkat gamelan Bonang. Bila dipukul dengan kayu lunak, bonang itu melantunkan bunyi yang merdu. Bila Sunan Bonang sendiri yang menabuhnya, gaung sang bonang sangat menyentuh hati para pendengarnya.

Masyarakat yang mendengarnya berbondong-bondong datang ke masjid. Sunan Bonang lalu menerjemahkan makna tembangnya. Karena kekuatan suaranya itu pula, Sunan Bonang juga mendapat julukan lain: Sang Mahamuni. Tembang itu berisi ajaran Islam, sehingga tanpa sengaja mereka telah diberi penghayatan baru.

Pada masa itu, daerah Bonang masih berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit, yang mayoritas --dan ''resmi''-- beragama Hindu. Kebetulan, para penganut Hindu ketika itu sangat akrab dengan musik gamelan. Pengaruh gendingnya cukup melegenda. Bahkan gamelan itu telah menjadi bagian dari cerita kesaktian Sunan Bonang.

Misalnya dikisahkan, ia pernah menaklukkan Kebondanu, seorang pemimpin perampok, dan anak buahnya, hanya menggunakan tembang dan gending Dharma dan Mocopat. Begitu gending ditabuh, Kebondanu dan anak buahnya tidak mampu menggerakkan tubuhnya. ''Ampun... hentikan bunyi gamelan itu. Kami tak kuat,'' begitu konon kata Kebondanu.

Setelah diminta bertobat, Kebondanu dan gerombolannya pun menjadi pengikut Sunan Bonang. Tapi, kesaktian Sunan Bonang tak hanya terletak pada gamelan dan gaungnya. Cerita lain mengisahkan seorang brahmana, yang berlayar dari India ke Tuban. Tujuannya: ingin mengadu kesaktian dengan Sunan Bonang.

Namun, sebelum mendarat di Tuban, kapalnya dihajar ombak. Akibatnya, kitab-kitab kesaktiannya hanyut terbawa air. Beruntung, sang brahmana berhasil mencapai pantai. Di tepian laut itu ia berjumpa dengan seorang pria berjubah putih. Kepada pria itu ia menyatakan ingin berjumpa dengan Sunan Bonang untuk uji kesaktian.

Tapi, demikian katanya, ia tak lagi mampu melakukannya, karena semua kitabnya sudah raib di telan ombak. Pria berjubah itu mencabut tongkatnya yang tertancap di pasir pantai. Air muncrat dari lobang bekas tongkat itu... bersama semua kitab sang brahmana. Setelah pria tadi menyebut namanya, yang tiada lain daripada Sunan Bonang, Brahmana itu berlutut.

Pada masa hidupnya, Sunan Bonang termasuk penyokong kerajaan Islam Demak, dan ikut membantu mendirikan Masjid Agung Demak. Oleh masyarakat Demak ketika itu, ia dikenal sebagai pemimpin bala tentara Demak. Dialah yang memutuskan pengangkatan Sunan Ngudung sebagai panglima tentara Islam Demak.

Ketika Sunan Ngudung gugur, Sunan Bonang pula yang mengangkat Sunan Kudus sebagai panglima perang. Nasihat yang berharga diberikan pula pada Sunan Kudus tentang strategi perang menghadapi Majapahit. Selain itu, Sunan Bonang dipandang adil dalam membuat keputusan yang memuaskan banyak orang, melalui sidang-sidang ''pengadilan'' yang dipimpinnya.

Misalnya dalam kisah pengadilan atas diri Syekh Siti Jenar, alias Syekh Lemah Abang. Lokasi ''pengadilan'' itu sendiri punya dua versi. Satu versi mengatakan, sidang itu dilakukan di Masjid Agung Kasepuhan, Cirebon. Tapi, versi lain menyebutkan, sidang itu diselenggarakan di Masjid Agung Demak. Sunan Bonang juga berperan dalam pengangkatan Raden Patah.

Dalam menyiarkan ajaran Islam, Sunan Bonang mengandalkan sejumlah kitab, antara lain Ihya Ulumuddin dari al-Ghazali, dan Al-Anthaki dari Dawud al-Anthaki. Juga tulisan Abu Yzid Al-Busthami dan Syekh Abdul Qadir Jaelani. Ajaran Sunang Bonang, menurut disertasi JGH Gunning dan disertasi BJO Schrieke, memuat tiga tiang agama: tasawuf, ussuludin, dan fikih.

Ajaran tasawuf, misalnya, menurut versi Sunan Bonang menjadi penting karena menunjukkan bagaimana orang Islam menjalani kehidupan dengan kesungguhan dan kecintaannya kepada Allah. Para penganut Islam harus menjalankan, misalnya, salat, berpuasa, dan membayar zakat. Selain itu, manusia harus menjauhi tiga musuh utama: dunia, hawa nafsu, dan setan.

Untuk menghindari ketiga ''musuh'' itu, manusia dianjurkan jangan banyak bicara, bersikap rendah hati, tidak mudah putus asa, dan bersyukur atas nikmat Allah. Sebaliknya, orang harus menjauhi sikap dengki, sombong, serakah, serta gila pangkat dan kehormatan. Menurut Gunning dan Schrieke, naskah ajaran Sunan Bonang merupakan naskah Wali Songo yang relatif lebih lengkap.

Ajaran wali yang lain tak ditemukan naskahnya, dan kalaupun ada, tak begitu lengkap. Di situ disebutkan pula bahwa ajaran Sunan Bonang berasal dari ajaran Syekh Jumadil Kubro, ayahanda Maulana Malik Ibrahim, yang menurunkan ajaran kepada Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, dan Sunan Muria.

Sunan Bonang wafat di Pulau Bawean, pada 1525. Saat akan dimakamkan, ada perebutan antara warga Bawean dan warga Bonang, Tuban. Warga Bawean ingin Sunan Bonang dimakamkan di pulau mereka, karena sang Sunan sempat berdakwah di pulau utara Jawa itu. Tetapi, warga Tuban tidak mau terima. Pada malam setelah kematiannya, sejumlah murid dari Bonang mengendap ke Bawean, ''mencuri'' jenazah sang Sunan.

Esoknya, dilakukanlah pemakaman. Anehnya, jenazah Sunan Bonang tetap ada, baik di Bonang maupun di Bawean! Karena itu, sampai sekarang, makam Sunan Bonang ada di dua tempat. Satu di Pulau Bawean, dan satunya lagi di sebelah barat Masjid Agung Tuban, Desa Kutareja, Tuban. Kini kuburan itu dikitari tembok dengan tiga lapis halaman. Setiap halaman dibatasi tembok berpintu gerbang.
/@cwi

selengkapnya...

CERPEN : GADIS BERKERUDUNG MERAH JAMBU

“Ceweeekkk…,” begitulah kalau Glenn sudah gabung sama teman- temannya, Glenn bakal sering menggoda cewek- cewek yang lewat di depan komplek rumahnya.kadang mama Glenn, marah melihat anak lajangnya itu, “habis kuliah bukannya cari kerja, ehh ini malah goda- godain cewek- cewek yang jalan di depan komplek, dasar…”Ujar mama Glenn pada anak tunggalnya itu, “Mau jadi apa kamu nak, kalo setiap hari kerjaannya Cuma goda- godain cewek- cewek?”Tanya mama sama Glenn. Glenn hanya tersenyum simpul.Saat Glenn sedang asyik merokok dan nongkrong sama teman- teman se geng nya, tiba- tiba lewat seorang gadis berkerudung merah jambu, “Glenn, cewek tuh…”ujar Niko salah satu teman se geng nya Glenn, “Ah… gue lagi malas.”Ujar Glenn.”Tumben lo, lo masih normal kan?”ujar Niko, “Ya iya lah…lo pikir gue si Ryan yang dari jombang itu apa?”ujar Glenn,teman- teman geng Glenn tertawa terbahak- bahak,Glenn pun menuruti saran teman- temannya itu, “Cewek manis mau kemana?jawab dong pertanyaan aa’”. tiba- tiba,”Byuurrrr”mereka di siram gadis berkerudung itu,Mereka pun lari terbirit- birit.“Glenn, kamu kenapa?gak ada angin, gak ada hujan koq malah baju kamu basah?” Tanya Mama.”Gak ada apa- apa ma.”ujar Glenn.”Gak ada apa- apa gimana?kamu main apa sama teman- teman geng kamu?kalian ini kayak anak kecil saja.”Glenn langsung masuk ke kamar nya. Hari ini, saat Glenn sedang santai- santai sambil memainkan gitar kesayangannya, tiba- tiba Mama menghampirinya.”Glenn….kamu ngapain sich?tanya Mama.”Mama gak lihat nich, Glenn main gitar.”Ujar Gleen.”Iya mama tahu, kamu temenin Mama ke supermarket yuk.”ujar Mama. “Hah…..gak salah denger nih Ma. Nemenin Mama ke supermarket?Mama pergi sendiri aja dech, ntar Glenn ada janji ma teman- teman Glenn.”ujar Glenn.”Teman- teman?aduh Glenn,,, semenjak kamu berteman sama mereka, kamu jadi pemalas ya, kamu tahu gak kalau kita itu keluarga yang bisa di bilang keluarga baik- baik, eh kamu malah bergaul sama mereka, kamu ini kan….”bla bla bla…”Glenn udah gak mendengar lagi mama ngomong apa, “Yuk Ma, Glenn antar.”ujar Glenn, Mama Glenn tersenyum puas.Sampai juga Ibu dan Anak ini disupermarket, “Glenn, kamu ke supermarket nya ya, Mama mau lihat- lihat diskon itu dulu.”ujar Mama sambil menunjuk prmo sale pakaian- pakaian khusus wanita.Gleen pun langsung menuju supermarket, saat Glenn mengambil keranjang tiba- tiba tangannya bersentuhan dengan tangan seorang cewek, “Maaf mbak…”ujar glenn.Glenn terkejut melihat gadis itu, “Kamu?” ujar Glenn dan gadis itu bersamaaan.”Ngapain kamu di sini?”Tanya Glenn.”Emang nya mau ngapain lagi hah?”kalo ke supermarket itu mau belanja, bukan mau berobat kan?”Ujar gadis itu.Glenn mengangguk, “Ya udah gak usah Tanya.”ujar gadis itu sambil berlalu meninggalkan Glenn ynag masih kebingungan.Tanpa Glenn sadari rupanya Mama sudah ada di belakang Glenn,”Glenn, mana belanjaanya?”Tanya Mama. “Nih ma..”ujar Glenn sambil memberikan keranjang yang masih kosong, “Glenn ini masih kosong…”ujar Mama.Glenn itu sebenarnya cowok yang baik, tapi karena pergaulan, jadi penampilah Glenn agak urakan, Glenn juga sebenarnya adalah anak kesayangan orang tua nya, Glenn itu sebenarnya anak yang penurut, tapi semenjak bergaul sama teman- temannya, Sikap Glenn pun berubah di luar, tapi kalau sudah di rumah Sikap Glenn seperti sikap- sikap anak yang baik sama ortunya.”Glenn dari mana lo?”Tanya Niko.”Biasa……..”uajr Glenn.”Lo gak ngantar nyokap lo belanja lagi kan?cemen lo……”Ujar Niko.”Enggak koq, gue ada urusan bentar, jadi ya gue mesti pergi, kenapa lo kangen ya ma gue?”Ujar Glenn. “Idih… mulai kumatnya, ingat Glenn lo tuh preman di komplek kita, masa’ preman sifatnya kayak Lo sich?”ujar Niko.Glenn hanya tersenyum, sambil mengeluarkan rokok nya.Glenn pun berjalan- jalan di komplek rumahnya. Tiba- tiba sebuah motor melintas, Glenn melihat gadis yang berkerudung merah jambu itu di bonceng seorang pria, “Ahhh….beruntung banget tuch cowok, bisa bonceng gadis berkerudung itu, tapi….”Ujar Glenn dalam hati, Glenn melihat gadis itu di cium pemuda yang memboncengnya.”Dasar cewek… luar nya aja alim, pake acara ciuman segala lagi.”batin Glenn, Glenn gak menyadari kalo dia cemburu.Glenn pun mengikuti cewek itu, dia menuju ke masjid dekat rumah Glenn,”Assalamu’alaikum anak- anak……….”Ujar gadis berkerudung itu, “Wa’alaikumsalam, Bu Nadia……jawab anak- anak serentak.””oh… namanya Nadia.”batin Glenn.Sudah beberapa hari ini, Glenn selalu pergi ke masjid, teman- teman se geng Glenn pun heran melihat perubahan sikap Glenn, “Glenn, lo udah tobat ya?sekarang tempat nongkrong lu masjid.”Ujar Niko, Glenn hanya tersenyum simpul, “gue ada misi” ujar Glenn, “Misi apaan? Lo mau main detektif- detektifan ya?aduh Glenn lo bukan anak- anak lagi, tau gak sich?”Ujar Niko, “Biarin….”ujar Glenn sambil berlari.”Sebelum kita pulang ada yang mau di Tanya lagi anak- anak?”Tanya Nadia pada murid- muridnya, “gak ada bu………”teriak murid- murid, “Baik kalo gitu kita bisa pulang ke rumah masing- masing, besok kalian datang lagi ya, kita belajar sama- sama lagi, Assalamu’alaikum…”Ujar Nadia, “waalaikum salam……….”teriak murid- murid sambil berjalan pulang ke rumah masing- masing.“Nadia………..”panggil Glenn, “Kamu?mau ngapain lagi kamu?”Tanya Nadia,”Enggak koq.Cuma negur aja”ujar Glenn.”gak ada kerjaan.’’ Ujar Nadia sambil berlalu, “Nad… Nadia… bu Nadia…”panggil Glenn, “Apa lagi?”Tanya Nadia, “Ehmm…. Saya boleh ikut gabung belajar ngaji sama anak- anak yang lain gak?’tanya Glenn.”Kamu jangan main- main ya?Mesjid itu bukan untuk orang- orang seperti kamu, tahu?”ujar Nadia. “Loh.. kamu seorang guru ngaji koq ngomong seperti itu sich?bukannya Allah itu selalu memberikan kesempatan untuk hambanya bertobat ya?koq malah kamu yang melarang?”Tanya Glenn.”Ya sudah, jangan khotbah di depan saya, kalau kamu mau datang, saya ada di masjid dari hari senin sampai jum’at dari jam 10 pagi sampai Ba’ da Ashar.”Ujar Nadia.Glenn hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan Nadia.“Dari mana aja lo?”Tanya Niko, “Gue, dari mesjid.” Ujar Glenn. “Hah….. Gak salah denger gue?Preman insaf lo?”Tanya Niko, “Terserah apa kata lo dech, yang pasti niat gue untuk ngedekatin Nadia, bisa di mulai besok.”Ujar Glenn. “Nadia?siapa tuch?incaran lo lagi ya?cewek mana?body nya gimana?seksi gak?”Tanya Niko, “Ahhh…. Banyak Tanya lo, ntar lo juga tahu siapa Nadia.”Ujar Glenn sambil berlalu, “Lo mau kemana?”Tanya Niko, “Pulang…”ujar Glenn, Niko hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.”Glenn?dari mana kamu?jangan bilang kamu nongkrong gak jelas lagi sama teman- teman kamu itu.”tanya Mama, “Gak koq ma, Glenn dari mesjid.”Ujar Glenn sambil masuk ke kamar nya, “Mama gak salah dengar Glenn?Kamu gak sakit kan nak ?”Tanya Mama sambil memegang kening anak semata wayangnya itu,”Apa- apaan sich ma?mulai besok Glenn mau ikut pengajian di mesjid. “ujar Glenn,Mama Glenn langsung pingsan mendengar kata- kata anak kesayangannya itu.Glenn benar- benar pergi ke masjid hari ini, “Assalamu’alaikum…”ujar Nadia, “Waalaikumsalam.”Ujar Glenn. “Loh… kamu sendirian di sini, anak- anak belom datang?”Tanya Nadia, “Mana gue tahu, Gue kan anak baru di pengajian ini, gimana sich lo? “ujar Glenn, Nadia hanya tersenyum, “Jadi kamu beneran mau ngaji?”Tanya Nadia, ‘Iya.”ujar Glenn. “Ya udah kamu ambil Al- Qur’annya ya, kita ngaji sama- sama.”ujar Nadia.”Alqur’an?gue gak bawa.”ujar Glenn.”Ya udah kamu ambil di rak itu aja.” Ujar Nadia, Glenn pun mengambil Al- Qur’an itu, dan langsung duduk di hadapan Nadia, “Ya udah baca, kamu ngajinya sudah sampai juz berapa?”Tanya Nadia, “Gue,,,, Gue…”ujar Glenn terbata- bata.”Kenapa?”Tanya Nadia, “Gue belom bisa baca Al- qur’an.”ujar Glenn.”Apa?yang bener kamu?masa udah setua ini kamu belum bisa baca Al- qur’an?”Tanya Nadia, “Elo mau ngajarin gue gak?”ujar Glenn gusar, akhirnya Nadia mengangguk,”Ya sudah kita baca sama- sama,kamu baca Iqra’ dulu, Bismillahirrahmanirrahim…”saat Glenn sedang baca Iqra’ tiba- tiba anak- anak murid Nadia datang, “Assalmu’alaikum Bu Nadia…”ujar anak- anak itu, “Waalaikumsalam….ayo masuk anak- anak, kalian punya teman baru sekarang, namanya Kak Glenn.”ujar Nadia, semua muri- murid Nadia pun menyalami Glenn “si murid baru” .Glenn benar- benar menikmati aktivitasnya sebagai murid ngaji nya Nadia, semakin lama Glenn semakin mengenal Nadia, ternyata Nadia itu gadis yang baik, sopan, dan yang paling penting Nadia adalah gadis berkerudung, semakin lama, Glenn semakin suka dengan Nadia.”Ma,Glenn lagi jatuh cinta nich.”ujar Glenn pada Mama. “Jatuh cinta sama siapa?”Tanya Mama, “Sama Gadis berkerudung ma, namanya Nadia, dia guru untuk anak- anak yang mengaji di mesjid.”ujar Glenn. “oohh…pantas Mama sering melihat kamu pergi ke masjid, untuk ketemu dia ya?”Tanya Mama, “Iya Ma, tapi bukan itu aja Ma, Glenn juga ikut pengajian sama Nadia, “ujar Glenn.”Bagus lah… Mama senang, kalo si Nadia itu bisa memberikan kamu perubahan yang lebih baik. “ujar Mama.”Jadi Mama setuju, kalau Glenn sama Nadia?”Tanya Glenn, Mama mengangguk, “Thanks ya ma…”ujar Glenn sambil mencium pipi Mama. “Assalamu’alaikum… “Glenn datang ke masjid menemui Nadia, “Wa’alaikumsalam, masuk Glenn, masuk Glenn.”Ujar Nadia, “Kamu mau ngapain?kan pengajiannya nanti. “ujar Nadia. “Emang kalau bukan pengajian aku gak boleh datang kemari ya?”Tanya Glenn, “Aku? Tumben?biasanya “gue”?”Tanya Nadia,Glenn hanya tersenyum.”Boleh koq, aku malah senang sekarang tempat tongkrongan kamu mesjid, aku senang.”ujar Nadia.”Syukur dech kalo kamu senang, aku ngelakuin ini semua untuk kamu.”ujar Glenn. “maksud kamu?”Tanya Nadia, “Gak koq.anggap aja kamu gak dengar.”ujar Glenn.”Kamu gak boleh gitu dong Glenn, kita beribadah itu harus ikhlas karena Allah, bukan karena aku, ngerti kamu?”Tanya Nadia, “Iya.. iya… gitu aja marah, jangan marah dong..senyum aja biar ibadah terus dapat pahala dech..”ujar Glenn, Nadia pun tersenyum, “Nah.. gitu dong.”Ujar Glenn.Tiba- tiba hp Nadia bordering, “Halo, Assalamu’alaikum…”ujar Nadia, wajah Nadia langsung berubah. “Ada apa Nadia?”Tanya Glenn. “Maaf Glenn, aku harus ke rumah sakit sekarang, aku boleh minta tolong gak?”Tanya Nadia.”Kamu mau minta tolong apa? “Tanya Glenn. “Tolong selama aku pergi, kamu yang ngajarin anak- anak ya?”Ujar Nadia.”Ngajarin anak- anak?kamu kan tahu aku belom bisa baca Al- Qur’an, aku kan baru belajar Iqra’?”Tanya Glenn. “Please… kamu bisa cerita tentang perjuangan para Nabi kan?”Tanya Nadia. “Perjuangan para Nabi?aku gak tahu, jangankan perjuangan para nabi, pelajaran sejarah bangsa Indonesia aja, nilai ku pas-pasan.”Ujar Glenn. “Please… tolong bantu aku, aku harus buru- buru, nanti kalau anak- anak sudah datang kamu langsung ngajarin mereka ya, aku harus pulang dulu, Assalamualaikum..”Ujar Nadia sambil berlalu. “Nadia… Nadia…”panggil Glenn, sayang Nadia berlari meninggalkan Glenn sendirian.Sudah beberapa hari ini, Nadia gak datang ke masjid, mau- tidak mau Glenn lah yang menggantikan Nadia sebagai guru, berhubung Glenn baru belajar Iqra, jadinya Glenn gak bisa mengajarkan anak- anak baca Al-qur’an, Glenn hanya membacakan buku cerita tentang perjuangan para nabi, dan setiap anak- anak bertanya, Glenn hanya bisa bilang ke murid- murid itu, “Kalian baca saja ya, kakak juga sama belajar seperti kalian , kalo kalian masih gak ngerti, kalian bisa Tanya ke orang tua kalian masing- masing.”ujar Glenn.”Huuuuuuu….” murid- murid itu menyoraki Glenn.Hari ini Glenn jalan- jalan ke mall, disana Gleen melihat kerudung merah jambu, “Pasti bagus buat Nadia, aku beli ahh..nanti kalau Nadia sudah kembali aku berikan kerudung itu, pasti dia tambah manis dengan kerudung merah jambu ini.”batin Gleen, Glenn pun membeli kerudung itu.Glenn hanya bisa membolak- balikkan badannya, Glenn benar- benar gak bisa tidur beberapa hari ini, “Cowok yang selalu ngantar Nadia itu siapa ya?apa pacar nya?ahhh.. gak mungkin. Terus kenapa Nadia gak masuk- masuk untuk ngajar anak- anak ya?”batin Glenn, Glenn pun mencoba menelepon ke HP Nadia, tapi gak ada jawaban, “Aaargh…kamu dimana sich Nad?”Tanya Glenn dalam hati.Hari ini, Glenn kembali ke masjid untuk mengajar anak- anak, tiba- tiba Glenn melihat gadis berkerudung merah jambu itu, “Nadia……..”panggil Glenn.”Nad, kamu kemana aja?kenapa gak ada kabar?anak- anak pada nyariin tau?”Tanya Glenn, Nadia hanya tersenyum simpul. “Koq kamu seyum sich bukannya jawab pertanyaan aku.”ujar Glenn.”Makasih ya Glenn, kamu udah bantuin aku untuk ngajarin anak- anak ini, kata mereka kamu sering cerita tentang perjuangan Nabi ya?”Tanya Nadia, Glenn hanya mengangguk, “Nad, kamu belum menjawab pertanyaan aku, kamu kemana aja?”Tanya Glenn, Tapi Nadia tidak menjawab pertanyaan Glenn, “Nad, ini untuk kamu.”Ujar Glenn sambil menyerahkan bungkusan ke Nadia, “Mudah- mudahan kamu suka. “ujar Glenn lagi. Nadia pun menerima bungkusan itu, setelah di buka ternyata sebuah kerudung warna merah jambu, “Terimakasih Glenn, kamu koq tahu warna kesukaanku?”Tanya Nadia, “Rahasia..”Ujar Glenn.”kamu koq belom jawab pertanyaan ku sich?Kamu kemana aja?” Tanya Glenn,”Maaf selama ini aku udah banyak merepotkan kamu, Glenn,”Ujar Nadia, “Gak koq, aku gak merasa di repotkan, tolong Nad kamu jawab pertanyaan aku kenapa kamu gak ada kabar kemarin?”Tanya Glenn. “Aku terpaksa meriject semua panggilan karena aku sedang di rumah sakit.”Ujar Nadia. “Rumah sakit?siapa yang sakit?kamu yang sakit?kenapa gak kabarin aku?”Tanya Glenn. “Bukan aku yang sakit,”Ujar Nadia, “terus siapa?”Tanya Glenn, “Suami ku, dia kecelakaan lalu lintas,aku benar- benar kalut, makanya aku mematikan HP ku.”Ujar Nadia.”Suami?”Tanya Glenn, dia terkejut mendengar pernyataan Nadia. “Iya, aku menikah setahun yang lalu, Kamu ingat kan waktu aku menyiram kamu, waktu kamu godain aku?saat itu aku baru menikah.”Ujar Nadia, “Jadi yang membonceng mu itu suami mu?”Tanya Glenn, “Iya, kenapa?kamu melihat aku ya?kenapa gak menyapa aku?”Tanya Nadia.Glenn pun jatuh pingsan, “Glenn.. Glenn, kamu kenapa?” teriak Nadia. /@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |