Twins Love

oleh: aozora_hime


“Loh kok aku sih , Ma?” tanya Dini pada Mama.

“Yah, mau gimana lagi. Besok Mama ada rapat mendadak di kantor relasi Mama. Pulangnya malam. Jadi, Mama nggak bisa jemput besok.”

“Kalo gitu, suruh aja pulangnya minggu depan. Nggak usah besok,” kata Dini dengan sewot. “Atau Pak Ali aja yang jemput. Soalnya besok Dini nggak bisa, Ma. Ada rapat OSIS.” Sebenarnya, besok nggak rapat, cuma ngumpul sebentar dengan para anggota. Dina sengaja cari alasan.


“Kamu nggak usah datang. Sekali-kali kamu izin, apa payahnya sih?”
“Duh..masa’ ketua OSIS nggak datang sih, Ma! Malu dong!”
“Dini!!” Mama berkata dengan nada meninggi. Dini terkejut. “Kamu itu nggak boleh lagi nyari-nyari alasan biar kamu nggak jemput kakakmu.”
Dini terdiam. Rupanya Mama udah tahu aku nggak suka dengan dia, pikir Dini.

“Din, saat ini kesempatan kamu untuk berdekatan kembali lagi dengannya. Pasti nanti kamu tidak percaya. Kakakmu itu udah berubah, bukan seperti dulu lagi,” Mama berkata pelan.
“Dini masih nggak percaya.”
“Maka dari itu Mama menyuruh kamu jemput Dina. Pokoknya tugas ini Mama percayakan kepadamu,” tegas Mama.



***
“Huh, sebel banget!!” gerutu Dini. Ia membanting dengan keras tas sekolahnya ke meja.
“Astaghfirullah, kamu kenapa, Din? Pagi-pagi udah naik darah gitu.” Sari heran.
“Gue tuh sebel banget, Sar!”
“Sebel kenapa lagi? Akhir-akhir ini kamu kok uring-uringan terus. Sekali-kali senyum dikit, napa. Bisa-bisa nggak ada lagi deh cowok yang ngejar-ngejar kamu.”

Dini memelototkan matanya. “Enak aja. Emang gue ini cewek murahan!”

“Iya-iya. Calm down, Din. Kalo kamu ada masalah cerita dong ke aku.”

Dini mengambil napas, lalu menghembuskannya perlahan. Ia ingin meredakan amarahnya. Memang benar apa yang dikatakan Sari, akhir-akhir ini ia jadi sering uring-uringan akibat tugas dan ekskulnya. Ditambah lagi tugas yang diberikan oleh Mama.

“Siang nanti, gue harus jemput kakak gue di bandara.”

“Wah, nanti kamu jemput kakakmu? Aku ikut ya!” Sari girang. Ia bakalan ketemu dengan kakaknya Dini. Ia sebenarnya udah lama pengen ketemu dengan Dina yang merupakan kembarannya Dini itu.

“Tapi, kok kamu jadi sebel gitu hanya gara-gara menjemput kakakmu?” tanya Sari tak habis pikir. Seharusnya, seorang adik itu pasti girang dengan kedatangan kakaknya, apalagi mereka sudah setahun berpisah. Apa nggak punya rasa sayang si Dini? pikir Sari.

“Iya, gue sebel aja. Loe tau kan gue tuh nggak suka dengan kakak gue. Gue masih trauma pas kedatangan dia tahun lalu, sikapnya udah berubah banget!” kata Dini.

Masih ingat di pikiran Dini, saat kedatangan kakaknya ke rumah. Gara-gara ia sekolah di London, makanya ia ikut-ikutan gaya barat disana. Penampilannya udah berubah, ditambah lagi sikapnya yang membuat Dini jengkel. Menyuruh-nuyruh dia memenuhi segala keinginannya. Mentang-mentang dia adik, jadi bisa menyuruh seenak perut.
“Mana tahu dia berubah kali. Bukan Dina yang dulu lagi!”
“Gue nggak yakin dia bisa berubah. Malahan besok udah tambah ancur aja tuh orangnya atau lebih parah lagi.”
“Huss! Kamu nggak boleh berkata gitu, Din. Setiap perkataan itu adalah doa. Mending kamu mendoakan yang baik aja.”
“Tapi, loe kok girang banget kalo gue besok jemput dia. Emang loe mau ngapain? Minta tanda tangan?” tanya Dini heran.
“Aku bukan aja minta tanda tangan, tapi ingin mengenal lebih dekat lagi.”
“Gila loe! Berani amat. Gue aja eneg deket dengan dia. Belum lagi kata-katanya kasar bikin hati sakit, tau nggak!”
“Biarin deh! Yang penting aku bisa ketemu sama dia. Kalo kamu nggak percaya dia udah berubah, nggak seperti dulu, liat aja besok.”
“Loe tahu darimana Dina udah berubah. Loe kan nggak kenal dia.”
“Ada deh!” Sari mengedipkan sebelah matanya. Dini mendengus.

***
princess_cute : “Assalamu’alaikum...........!!”
theBlue_girl : “Wa’alaikumsalam warrahmatullah...”
Malam Dini ingin curhat dengan salah satu teman chat-nya di London. Masalah ia dan kakaknya.
princess_cute : “Kaifa haluk?” ?
theBlue_girl : “Alhamdulillah bi khair! Ehem2 udah pinter bahasa arab nih ceritanya?”
princess_cute : “Baru dikit nih , Kak! Masih harus banyak belajar. Kak, Dini ingin curhat nih!!”
theBlue_girl : “Masalah apa dulu nih? Jangan tentang pacar ya!”
princess_cute : “Ya nggak dong, Kak! Pacaran itu kan haram. Ini tentang kakaknya Dini. Besok Dini mau jemput dia. Trus, Dini kok belum ada rasa sayang sama dia ya? Malahan, di dalam hati ini hanya ada rasa benci akibat kejadian tahun lalu itu. Kakak masih ingat dengan cerita adik kemarin?”
theBlue_girl : “Oh, kakak adik yang sekolah di London itu kan? Iya, Kakak masih ingat.”
princess_cute : “Nah, gimana dong Kak solusinya. Adik masih belum bisa menumbuhkan rasa kasih sayang buat dia.”
theBlue_girl : “Hm..gimana ya? Kakak pikirkan dulu nih jawabannya.”
princess_cute : “Jangan lama-lama ya, Kak!”
theBlue_girl : “Adik masih yakin banget, kalo kakakmu itu masih seperti dulu?”
princess_cute : “Maybe yes, maybe no! But I don’t know.”
theBlue_girl : “Aduh, payah juga dong, Dik!”
princess_cute : “Maksudnya, Kak?”
theBlue_girl : Gini, liat aja besok. Mana tau kakakmu itu berubah nggak seperti dulu lagi. Setiap manusia kan wajib berubah , Dik! Kalo pun ia masih tetap seperti dulu, adik tetap berusaha dekat dan sayang sama dia, karena dia itu saudaramu. Setelah adik berusaha, jangan lupa berdoa kepada-Nya. Pasti Ia akan menunjukkan jalan kemudahan. Semua hal yang adik alami itu pasti ada hikmahnya. Nggak mungkin kan Dia membebankan cobaan yang tidak bisa adik pikul.
Dini menganggukkan kepalanya. Rasa sebal yang ada didalam hatinya tadi, sudah mulai pulih.
theBlue_girl : Ayo, ketahuan ya kalo adik jarang berdoa buat kakaknya?

Dini meringis.
princess_cute : “Kakak kok tahu sih?”
theBlue_girl : “Iya dong! Habisnya adik masih suka sebel dengan dia. Kalo adik berdoa dan menyerahkan semua masalah adik kepada-Nya, pasti adik tidak ada rasa sebel atau uring-uringan lagi.”
princess_cute : “Adik nggak pernah dekat dengan dia?”
theBlue_girl : “Jarang kak! Dia pas SMP sekolah disana sampai sekarang. Kalo pulang pun hanya sekali setahun. Itu pun pulang kerumah Papa jarang banget ke rumah Mama.”
theBlue_girl : “Papa dan Mama udah bercerai ya?”
princess_cute : ”Iya. Mama ngambil Dini, sedangkan Papa ngambil Dina. Makanya kami terpisah dan jarang ketemu, walaupun kami kembar. Papa itu sayang banget sama Dina. Segala yang diinginkan pasti dikabulin.
theBlue_girl : “Loh, adik nggak disayang Papa rupanya?”
princess_cute : “Disayang tapi itu dulu. Dini sedih banget saat papa dan mama cerai. Belum lagi Dini harus pisah dengan Kakak. Saat teman Dini dekat dengan saudara dan orang tuanya, Dini malahan sebaliknya.”

Dini sudah sepuluh menit menunggu jawaban dari teman chatnya itu.

princess_cute : Buzz!!
theBlue_girl : “Aduh, afwan ya Dik. Tadi kakak ke belakang dulu. Oh iya, sebenarnya kakak juga sama lho dengan adik.”
princess_cute : “Dibagian mana Kak?
theBlue_girl : “Ya sama dengan masalah adik itu. Kakak juga punya seorang adik, kayaknya ia belum ada rasa sayang sama kakak.”
princess_cute : “Trus, Kak? Gimana dengan adik kakak itu?”

Dini penasaran juga dengan teman chatnya itu. Soalnya kalo ditanya tentang keluarga ataupun hal-hal yang bersifat pribadi, ia nggak mau jawab.

theBlue_girl : “Afwan ya dik. Kakak pamit dulu. Assalamu’alaikum..”

“Yah, malah pergi deh!” Dini keluar dari chat roomnya. Dia juga lupa menanyakan nomor hape the blue girl tersebut. Salah ia juga sih, kenapa nanya-nanya adik kakak tersebut, makanya dia kabur begitu.

***

“Nih, liat aja deh!” Sari menyodorkan sebuah majalah islam kepada Dini. Dini melirik sedikit dengan judul diatas dari halaman itu. Pejuang Islam dari Indonesia.

“Apaan nih?” tanya Dini heran.

“Kamu baca aja deh! Pasti kamu terkejut.” Sari meyakinkan Dini.

Andina Chandrawinata adalah seorang mahasiswi salah satu universitas di London. Saat ini ia tiba-tiba banyak disorot oleh media. Disebabkan aksi dia dan beberapa mahasiswa melawan peraturan baru di London yang melarang pemakaian jilbab di setiap instansi pemerintah.

Dini terkejut membacanya. Kakaknya adalah seorang pejuang yang diberitakan majalah ini? Ia terhenyak. “Loe serius, Sar. Ini kakak gue?” tanyanya tidak percaya.

“Yup. Kalo masih tetap tidak percaya, baca aja tuh sampai habis.”

Akibat keberaniannya menentang peraturan tersebut, ia dipenjara selama dua hari dan berjanji tidak akan membuat onar lagi dengan aksi dia dan teman-temannya. Belum cukup sampai disitu, ia juga ditangkap akibat ketahuan mencuri barang-barang di salah satu swalayan terkemuka. Dina, yakin sekali ia difitnah oleh orang yang tak dikenal dengan melakukan pencurian tersebut. Polisi tetap tak percaya apa yang dikatakannya. Mereka masih tetap menahannya, sampai orang yang telah memfitnah Dina diketemukan oleh pengacaranya yaitu Mr. Abdullah Hakim. Polisi yakin sekali Dina adalah pembohong besar yang ingin menghina rakyat Australia.

Setelah kasus Dina diusut sampai tuntas, barulah diketahui siapa orang yang tidak bertanggung jawab yang telah mencemarkan nama baiknya. Polisi tampaknya cuek dan tidak mau diliput oleh media, disebabkan selama penjara Dina disiksa habis-habisan sampai ia mengaku kalo ia yang mencuri barang-barang tersebut.

Walaupun ia baru keluar penjara, ia masih tetap gentar. Saat ini ia akan mengajak teman-temannya untuk bergabung diri dengan organisasi islam yang ia rintis baru beberapa pekan ini. Saat ini ia dijuluki dengan nama Zainab Al-Ghazali dari Indonesia.

Dini yang membaca berita itu menangis. Baru ia tahu kalo kakaknya sudah berubah seratus delapan puluh derajat. Ia bukan Dina dulu lagi yang cuek, nakal, sombong dan segala sifat negatif yang ia tak sukai sampai sekarang. Rasa benci itu sekarang sudah berubah dengan rasa kangen, sayang dan juga tak sabaran ingin berjumpa kakaknya nanti siang. Dini melihat foto yang terpampang di majalah tersebut. Ya, ia yakin sekali itu adalah kakaknya. Sangat mirip dengannya.

***

Dini tidak menyangka yang berdiri di hadapannya Dina, sang kakak. Tak ada lagi rambutnya yang dicat pirang dan segala atribut yang sering dipakainya itu. Kini Dina adalah seorang aktivis dakwah. Ia tampak anggun dengan jilbab lebarnya.

“Ayo, Din! Masa kamu hanya pelototin aja tuh kakakmu?” Sari menyikut lengan Dini.
“Assalamu’alaikum. Dini gimana kabarmu?” tanya Dina duluan. Ia bingung juga dengan Dini yang diam mematung begitu.

“Eh, wa, wa’alaikum salam.” Dini jadi gugup. Kalo dulu, saat kepulangan Dina tak ada kata-kata ramah malah keluar kata-kata yang kasar.
“Ayo, pulang! Loe ngapain berdiri begitu terus? Dasar lelet! Angkat tuh koper gue!”
“Dini, sakit?” tanya Dina. Ia meraba kening adiknya.
“Nngg, nggak kok. Ayo, Din kita balik kerumah.”

Selama perjalanan pulang, Dini belum berani ngomong. Sedangkan di bagian duduk belakang, Sari dan Dina sedang seru-serunya ngomong. Dini tidak mau ikut gabung. Pikirannya sedang konsentrasi ke jalan.

“Din, nanti ikut aku gabung organisasi islam yang baru kamu rintis itu.”
“Boleh, kok. Insya Allah, rencananya disini akan dibuat cabangnya.”
“Subhanallah, kamu berani banget ya menentang peraturan melarang pemakaian jilbab, kalo aku pasti nggak berani.”

“Kalo, kita sudah cinta dengan agama Allah, pasti kita berani berkorban untuk menentang orang-orang yang berani menentang ajaran kita, walaupun nyawa menjemput. Itu yang namanya jihad fi sabilillah,” Dina berkata dengan mantap.

Tak terasa air mata Dini meleleh mendengar perkataan Dina barusan. Ia iri dan juga bangga dengan perjuangan Dina di London sana. Sesampai di rumah nanti, ia ingin memeluk kakaknya itu dan meminta maaf selama ini ia selalu tak suka dan benci.

***
theBlue_girl : “Assalamu’alaikum warrahmatullah...”

Dini terkejut dengan nick name yang sudah tidak asing lagi itu. Tumben nih dia chat lagi, pikir Dina. Udah satu bulan ia tidak chat dengan theBlue_girl. Dina sudah bersusah payah mencari nick name tersebut, tapi sekarang theBlue_girl menyapa duluan.

princess_cute : “Wa’alaikum salam. Wah, udah lama kita nggak chat lagi. Kakak kemana aja selama ini? Adik pengen cerita banyak kali nih! Bulan lalu, kakak Dini udah pulang. Dan tau nggak dia udah berubah seperti yang kakak bilang!
theBlue_girl : “Subhanallah, gimana ceritanya?”

Dina menceritakan dengan lengkap semuanya. Satu jam lebih mereka bercerita.

theBlue_girl : “Sebenarnya, Andina yang adik ceritakan itu sekarang ada dihadapan
Dina.”
princess_cute : “Hah?! Mana kak orangnya?”

Maksudnya apa sih? Dini berpikir sebentar. Loh, jadi theBlue_girl ini kakakku? Nggak mungkin!!, teriak Dina dalam hati. Masa’
sih?!
princess_cute : “Jadi, kakak Dina?”
theBlue_girl : “Yah, kalo nggak mau percaya ya udah! Aku pamit dulu. Hari ini ada rapat penting. Assalamu’alaikum.”

Belum sempat Dina menuliskan jawabannya, Dina keburu pergi. “Yah, nih orang pergi lagi! Gue kan nggak nanya yang aneh-aneh lagi. Tapi, dari tadi perasaan gue kok nggak enak mulu. Ada apa nih?” Dini berkata.

***
Assalamu’alaikum,

Buat adikku yang tersayang, Dini.

Maafkan kalo selama ini aku selalu berbuat salah kepadamu dari dulu. Mungkin rasa sakit hati yang kamu pendam itu belum juga hilang. Aku khilaf. Tolong maafin aku ya!

Saat aku chat denganmu dan berpura-pura memakai nick name theBlue_girl, dari sana aku sadar. Kamu memang belum bisa memaafkan kakakmu ini. Kamu masih ingat dengan perlakuan papa yang lebih menyayangi aku daripada kamu. Ditambah lagi, perlakuan kasar yang kamu terima setiap aku pulang ke rumah. Aku yakin sekali, di lubuk hatimu yang paling dalam pasti ada rasa sayang kepada saudaramu yang hina ini walaupun nilainya sangat kecil sekali.

Sebenarnya, aku sekolah di London itu bukan keinginanku tetapi itu adalah keinginan papa. Karena aku nggak suka dengan perlakuan papa yang diktator itu, akhirnya aku pun terjerumus dengan pergaulan yang ada disana. Dimasa-masa suram itu, aku mendapatkan hidayah dari-Nya dan kasih sayang lewat seorang sahabat yang sangat peduli dengan keadaanku di awal masa kuliah. Sebenarnya aku ingin mendapatkannya dari adikku. Tapi, jarak merupakan halangan kita.

Sebelum lupa, aku tidak akan melupakan pertemuan kita kemarin. Aku nggak tau apakah itu akan terus berlanjut atau itu adalah yang terakhir kalinya. Sampai kapanpun, aku masih tetap sayang kepadamu. Do’akan aku agar selalu tetap istiqomah dan semangat dijalan dakwah ini. Permintaan terakhirku, jika aku dijemput oleh-Nya tolong pimpin organisasi dakwah yang aku rintis ini. Kamu satu-satunya yang bisa melakukannya!

Sebelum berpisah, sekali lagi aku minta maaf..!

Dini menghapus air matanya, Itu adalah email terakhir yang dikirim oleh Dina sebelum ia pergi untuk selama-lamanya. Zainab Al-Ghazali itu meninggal ditembak mati oleh orang yang tak dikenal. Saat ia sedang memimpin rapat organisasi islam pertamanya di London. Sampai sekarang, para polisi belum bisa memastikan siapa tersangka penembakan tersebut.
***

/@cwi

selengkapnya...

BAHAYA Trans-Seksual

Bapak-bapak bisa hamil...? Oh ga mungkin bro bapak-bapak bakal hamil. Iya memang ga mungkin kalo seorang bapak atau seorang laki-laki mengalami kejadian yang tergolong spektakuler ini. Soalnya masalah hamil, ini khususon dialami para ibu atau perempuan.

Tapi ngomong-ngomong, bapak yang satu ini bias hamil. Kita pasti pernah tahu kan kalo kejadian seperti ini hanya ada di film Junior-nya Arnold. Ya, ini memang benar terjadi. Ga tahu siapa yang edan, pria yang hamil atau dokternya.

Seorang pria asal Amerika mengalami kehamilan 5 bulan. Nama sang ayah, sebut saja Thomas Beatie (nama sebenernya lho, bukan nama samaran). Dia menyandang status warga Oregon. Kejadian seperti ini memang pertama terjadi di dunia nyata kita. Bahkan di masa kaum Nabi Luth-pun yang konon laki-laki suka sama laki-laki, ga ada tuh yang namanya kebuntingan pria. Naudzubillah.

Bener aje... kesalahan ini bisa kok kita kupas lebih dalam. Tahu ga, siapa sih si Thomas ini, apa dia aktor yang jadi pemeran si kucing di film Tom & Jerry atau pelawak betawi yang terkenal seantero Indonesia (waduh Jeng, itu mah Omas bukan Thomas). Buseet, salah orang tuh Neng.

Ehm, by the way, pernah liat obrolah Oprah di Metro TV ga? Nah, kalo belum ngeh nih, kita certain deh. Sekitar awal tahun 2008 kemarin, pihak produser mendatangkan si bapak hamil ini dengan istrinya. Selidik punya selidik, ternyata Mas or Mbak Thomas ini, adalah seorang wanita yang telah berganti kelamin menjadi pria. Lha kok aneh, ga usah kaget deh, zaman serba edan kayak gini mah, gonta-ganti kelamin mah sudah biasa. Show tadi seakan-akan membenarkan apa yang mereka berdua lakukan. Ga jarang eksistensi mereka pun saat ini lagi diperjuangkan oleh pihak media. Ga Cuma banci, kaum homo dan lesbian, bahkan orang yang berganti kelamin-pun, dianggap sesuatu yang lumrah. Dengan dalih, menjadi laki-laki bukanlah keinginan dia kek, hak asasi kek, dan sebagainya. Sebel ga sih.

Nah, inilah contoh kasus yang kita ambil untuk ngebahas buletin kita saat ini. Ya, fenomena ganti kelamin alias trans-seksual. Kita berharap fenomena di atas ga bakal kita tiru. Malah, justru kudu kita tentang habis-habisan. Yuuk…kita baca pembahasaanya sampe kelar…




Dari Salah Persepsi Diri..

Ide trans-seksual berawal dari munculnya pemahaman seseorang yang ngerasa fisiknya terlahir lelaki, namun merasa dirinya perempuan.
Akibatnya, pola hidup mereka seperti perempuan. Memakai baju dan kosmetik perempuan, misalnya. Bisa jadi awal kesalahan persepsi anak tentang fitrah dirinya. Sebaliknya, ada juga orang yang fisiknya terlahir perempuan, tetapi merasa dirinya seorang lelaki sehingga mereka hidup seolah-olah menjadi laki-laki.

Menurut media, selama ini alat kelamin fisik, berupa alat reproduksi, sering dianggap satu-satunya penentu perilaku jenis seseorang apakah dia orang itu laki-laki ataukah perempuan. Tapi dalam hal ini, ada variabel lain atau penentu lain yang menentukan seseorang tersebut terlahir sebagai laki-laki ataukah perempuan yaitu identitas jenis kelamin (sex identity) atau identitas jender. (Kompas,27/7/2003). Tidak tahu sumber yang mereka ambil darimana. Hewan aja dari dulu ya kelaminnya cuman 2, kalo ga jantan, ya betina. Ga ada tuh hewan yang ngerasa salah “dipasangi” onderdil. Iya kan…

Ternyata sobat, pemahaman nyleneh ini pada mulanya dikemukakan oleh Money dan Erhardt pada tahun 1972. pemahaman ini diperjelas oleh Kessler dan McKeena, dalam Gender: An Ethnomethodological Approach (1978), identitas jenis kelamin adalah perasaan mendalam atau keyakinan dalam batin seseorang yang membuatnya merasa sebagai lelaki atau perempuan. Dengan kata lain, identitas jenis kelamin adalah keyakinan mendalam pada seseorang tentang apakah dia itu pria atau wanita.

Sex identity atau yang disebut jenis kelamin jiwa, semata-mata tergantung dari perasaan orang yang bersangkutan dan tidak selalu sejalan dengan penilaian orang lain atau pakar sekalipun. Jenis kelamin jiwa merupakan variabel mandiri terhadap seks fisik, artinya dapat sejalan atau bertolak belakang dengan kelamin fisik. Jenis kelamin jiwa mulai tertanam pada usia dua tahun, namun biasanya mulai disadari dengan kuat menjelang remaja. (Kompas.com/Hakekat Trans-seksual)

Penyebab trans-seksual belum dapat ditentukan secara pasti oleh para ilmuwan sekalipun (dari segi ilmu genetika). Sebagian hanya menduga-duga pengaruh hormon pada janin saat masih berada dalam kandungan. Misalnya, si janin kekurangan hormon testosteron pada janin dengan kelamin fisik lelaki dapat menyebabkannya memiliki kelamin jiwa perempuan, dan sebaliknya si janin kelebihan hormon testosteron pada janin dengan kelamin fisik perempuan, dapat menyebabkannya memiliki kelamin jiwa laki-laki. Namun penyebab sebenarnya masih merupakan sebuah misteri.

Variabel yang juga menentukan perilaku adalah orientasi seks, kecenderungan mencari pasangan. Umumnya, para trans-seksual tertarik terhadap lawan jenis sehingga mirip warga masyarakat pada umumnya. Namun, ada juga trans-seksual yang tertarik kepada kaum sejenis. Contohnya Julie Peters, politisi Australia, yang terlahir sebagai lelaki tetapi memiliki sex identity perempuan. Setelah usia 40 tahun Julie memutuskan menjalani operasi dan menjadi perempuan. Namun, Julie mengaku tetap tertarik kepada perempuan.

Sobat, berbagai pemahaman trans-seksual yang dikutip dari media di atas ga selayaknya kita anut. Karena pemahaman trans-seksual sendiri, muncul dari pola pikir manusia yang hanya didasari oleh perasaan semata. Hanya gara-gara ngerasa fisiknya ga sesuai dengan keinginan dirinya, lalu kita berusaha ngerombak tubuh kita yang sudah ada secara total. Padahal Allah SWT, ga akan mungkin membuat kesalahan sedikitpun. Karena Dia-lah yang Maha Sempurna. Buktinya, Thomas tadi. Meski dia sudah berganti kelamin menjadi laki-laki, ternyata fitrah dia sebagai wanita masih tetap ada, dan dirinya pun bisa hamil. Karena dia sebenarnya memang seorang wanita. Bukan pria. Artinya, ga ada kesalahan setitik pun yang diberikan Allah kepada kita. Fisik, perasaan ataupun jiwa, seluruhnya menyatu dengan diri kita. Dan ingat, kita masih punya akal untuk berpikir. Bener dan salah ga bisa diukur dengan perasaan. Tapi dengan wahyu Allah yang dipahami oleh akal. Ya akal...pake tuh, jangan ditaruh dengkul.

Trans-seksual Melawan Kodrat

Dengan fakta yang hanya secuil tadi, para pejuang trans-gender mati-matian berjuang demi eksistensi trans-seksual. Mereka mengatasnamakan kebebasan dalam menyuarakan trans-seksual. Mereka berusaha melawan kodrat dan juga berusaha menyatukan pemahaman masyarakat awam tentang ide ini. Padahal tindakan mereka justru malah membodohi masyarakat. Aduh-aduh, ingat masa kampanye tuh.

Kampanya trans-gender pun anehnya mendapat respon. Ga tahu darimana mikirnya (dari dengkul kali....) Ga sedikit para remaja maupun kaum dewasa berprilaku layaknya perempuan, padahal mereka sebenarnya Lanang (alias lelaki tulen)...dasar lebay!! Sebaliknya, ada juga cewek-cewek yang berperilaku layaknya laki-laki, dan membuat komunitas gank. Wah udah pada gila...

Lagi-lagi para pejuang trans-gender tetap bergeming, mereka tetap menjadikan keberadaan trans-seksual menjadi warna-warni kehidupan (nah lho..). Mereka mengatakan agar para pelaku transseksual mendapat perlakuan yang sederajat dengan manusia yang lain, sejauh yang bersangkutan tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain. Karena kita hidup dimasyarakat demokratis, seyogianya, perbedaan ini tidak dijadikan dasar untuk meminggirkan atau mendiskriminasikan mereka. Naudzubillah. Buaknnya penyakit di masyarakat diobati, eh...virus H kosong M kosong alias homo, malah dibiarkan berkembang biak. Ga salah tuh Pak...

Sobat, inilah akibatnya kalo kita menjadikan standar hukum yang muncul dari pikiran manusia diatas segala-galanya. Padahal kita masih memiliki Allah SWT sebagai sang pembuat hukum. Masa lupa seh...

Dalam Al Qur’an, trans-seksual adalah perilaku yang menyimpang dari fitrah manusia, yang telah diberikan oleh Allah. Sudah merupakan ketetapan (qodho’) Allah, bahwa kita nantinya kita terlahir sebagai perempuan atau laki-laki. Ini tidak dapat kita pilih. Sama seperti kita lahir dimana, siapa ortu kita, seperti apa wajah kita, ini juga ga bisa kita pilih. Tapi, Allah Maha Adil, karena kita tidak bisa memilih beberapa hal tadi, Allah juga ga akan menghisab kita gara-gara tadi. Kita ga akan ditanyai oleh Allah, kenapa kita terlahir laki-laki atau perempuan, tapi yang ditanyai adalah, digunakan untuk apa kelaki-lakian atau kewanitaaan kita. Justru, dengan merubah apa yang Allah berikan, kita seakan ga rela dengan ketetapan Allah tadi, dan ini yang akan ditanyakan oleh Allah nantinya.

Allah menjelaskan dengan sangat jelas dalam menciptakan manusianya, seperti yang di utarakan dalam penggalan Surat An-Najm, 45 : “...dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita...”.

Di dalam ayat tersebut sudah sangat jelas Allah hanya menciptakan dua jenis manusia yaitu laki-laki dan perempuan. Tidak ada yang namanya homoseks maupun lesbian yang muncul akibat adanya ide trans-seksual.

Di dalam Islam, kita harus kembali kepada fitrah manusia, bahwa manusia diciptakan laki-laki dan perempuan. Laki-laki berpasangan perempuan. Diantara keduanya Allah sudah ciptakan rasa saling mengasihi untuk melangsungkan keturunan dalam pernikahan (Q.S. Ar-Rum 21). Nah, sedangkan kaum homo dan lesbian yang muncul akibat ide trans-seksual, memandang rasa sayang sebagai pelampiasan nafsu, bukan untuk melangsungkan keturunan. Tuh jelas salah kan...

Trans-seksual menyalahi kodrat ilahi. Inilah alasannya kenapa Islam menolak homoseks maupun lesbian. Ini adalah buah dari ide trans-gender.

Cerita kaum nabi Luth juga menggambarkan bagaimana Allah menghinakan kaum Nabi Luth dengan azab yang sebegitu dahsyat dengan diangkatnya dataran ke langit oleh Allah lalu ditimpahkan kepada kaum Nabi Luth yaitu kaum yang berperilaku Homo dan Lesbian. Hal tersebut tergambar jelas dalam Al Qur’an dalam surat Hud : 82-83 “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim”.

Kembali Kepada Fitrah

Apakah belum cukup peringatan Allah SWT dan rasul-Nya dalam Al Qur’an dan Hadits tentang pedihnya adzab kepada kaum homoseks, lesbian dan trans-seksual.?

Apakah belum cukup kehinaan yang muncul akibat hubungan sejenis dan pelampiasan nafsu semata?

Sobat, mumpung matahari masih terbit dari timur, yuk kembali kepada Allah. Kembali ke fitrah. Buat kamu yang ngerasa sedikit lebay dan melambai, padahal kamu lelaki tulen, jangan dibiasain deh, selagi belum kasep alias telat.

Buat kamu yang ngerasa tomboy, main pukul, gampar, suka ngeludah sembarangan, padahal kamu cewek, jangan dijadikan hal rutin, nanti kamu bisa-bisa dianggap super garang, dan cuma bisa nikah ama pawang singa. Hehe.

Dan buat para pejuang trans-gender, ingat...islamuda bukan di pihakmu! (Bang)

Sekretariat LK3M Islamuda : Jl. Setro Baru II A/10

/@cwi

selengkapnya...

Unreasonable Fear

satunya adalah apa yang akan saya tulis ini, saya memberi nama fenomena baru ini sebagai fenomena “unreasonable fear”, ketakutan yang nggak beralasan.

“Gimana nanti kalau saya udah nikah lalu saya nggak bisa membiayai keluarga saya?”

“Kalau syari’at Islam ditegakkan, nanti ada potong tangan, rajam dan pluralitas nggak terjaga, non-muslim akan dimarjinalisasi!”

“Bayangkan kalau tidak ada partai Islam di pemerintahan, dan tidak ada demokrasi, maka gerakan Islam akan diberangus habis, karena itulah kalian harus berterimakasih pada kami dan pada demokrasi!”


Nah, pernyataan-pernyataan seperti inilah yang saya kelompokkan sebagai unreasonable fear. Terkadang kita selalu menakutkan sesuatu yang belum jelas atau belum pasti, sedangkan bahaya di depan mata yang sudah kita alami tidak kita rasakan. Kita mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu sedangkan menafikkan sesuatu yang sudah tentu. Mari kita mulai kajiannya:

1. “Gimana nanti kalau saya udah nikah lalu saya nggak bisa membiayai keluarga saya dengan layak (miskin)?”

Ini adalah contoh sebuah pernyataan yang belum jelas, karena ciri-ciri pernyataan yang belum jelas mengandung kata-kata seperti: bagaimana nanti… seandainya… bila… andai saja… kalaulah… dan yang semacam dengannya. Berarti ketika seseorang berbicara seperti ini, dia menunjuk pada masa depan (yang tentu saja belum jelas). Unreasonable fear adalah menakutkan sesuatu yang belum jelas tetapi malah menafikkan yang sudah jelas. Ok, kalau ada seseorang yang menyatakan seperti diatas, maka itu adalah kemungkinan masa depan yang belum jelas, tetapi ada fakta yang sudah jelas yaitu: dia belum nikah dan dia belum bisa hidup dengn layak (miskin)!



Saya sering sekali mendapatkan fenomena baru yang sangat menarik untuk dikaji, salah
Banyak orang yang belum menikah beralasan belum cukup materi-lah, belum siap-lah, belum mantap-lah, belum kaya-lah. Itu semua saya katakan unreasonable fear. Pertanyaannya adalah: apakah tidak menikah berkorelasi dengan harta? jawabannya tidak ada korelasinya. Artinya dia mengkhawatirkan seandainya dia menikah maka dia akan menanggung resiko begini dan begitu (hal-hal negatif), tetapi tidak pernah memikirkan resiko yang dia tanggung ketika dia tidak menikah (hal-hal negatif).

2. “Kalau syari’at Islam ditegakkan, nanti ada potong tangan, rajam dan pluralitas nggak terjaga, non-muslim akan dimarjinalisasi!”

Sama seperti pernyataan ini yang menakutkan sesuatu yang belum pasti dan semua pernyataan ini didasarkan pada asumsi bukan fakta. Yang ditakutkan, yaitu kengerian yang ditimbulkan penerapan syari’at Islam adalah belum pasti, malah fakta yang sudah terjadi tidak ditakutkan. Fakta membuktikan justru ketika dalam situasi tidak diterapkannya syari’at Islam, kriminalitas dan kekacauan dimana-mana dan jumlahnya sangat besar.

Data dari kepolisian misalnya, menyatakan selama Tahun 2006 terjadi tindak pidana aborsi sekitar 3,3 juta kasus dan perkosaan meningkat 200%. Data di LPA (Lembaga Pemasyarakatan Anak) Tangerang menunjukkan bahwa kejahatan seksual menempati urutan kedua setelah narkoba.

Di Jakarta, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Wahyono mengatakan, kejahatan di DKI Jakarta terjadi setiap 9 menit 21 detik. Hal ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya, 9 menit 33 detik. Jenis-jenis kejahatan yang dilakukan, antara lain, pemerkosaan, pemerasan dan pengancaman, pembunuhan, perjudian, pencurian kendaraan bermotor dan lainnya.

Indonesia juga merupakan negara teratas dibidang cybercrime (UNESCO, 2007). Di dunia internasional juga tersedia fakta yang tidak berbeda, American Demographic Magazine menyampaikan tersedia tidak kurang dari 4,2 juta website porno yang 100 ribu di antaranya pornografi anak dan 89% di antaranya berisi kekerasan seksual remaja melalui chat room.

Pada tahun 2006 lalu Kompas sempat mengeluarkan hasil survei yang sangat mengejutkan, yaitu 54% remaja Kota Kembang pernah berhubungan seks, persentasenya paling tinggi dibandingkan kota-kota besar lain, seperti Jakarta (51%), Medan (52%) dan Surabaya (47%).

Komnas Perlindungan Anak (2008) mennyampaikan hasil survei mereka kepada anak SMP, hasilnya 97 persen di antaranya mengaku pernah menonton film porno 93,7 persen mengaku pernah berciuman serta happy petting alias bercumbu berat, dan yang lebih parah lagi 62,7 persen remaja SMP mengaku sudah tidak perawan lagi

Secara keseluruhan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira menyebutkan, jika sebelumnya kasus konvensional seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan pencurian kasus dari 153.392 kasus, kini menjadi 155.413 kasus di tahun 2008. Artinya ada 425 kasus setiap harinya, dan ini yang dilaporkan, yang tidak dilaporkan tentunya seperti fenomena gunung es.

Di dunia internasional justru lebih parah, sebagai contoh, dalam tulisannya The Most Dangerous Place on Earth, Dr Shahid Qureshi mempublikasikan bahwa di Amerika terjadi pembunuhan terjadi setiap 22 menit, perkosaan terjadi setiap 5 menit, perampokan terjadi setiap 49 detik, pencurian terjadi setiap 10 detik, dan menghabiskan US$674.000.000.000 setiap tahunnya untuk menangani kriminalitas di negaranya.

Aneh bukan, ada seseorang yang menakutkan penerapan syari’at Islam, tetapi tidak menakutkan kejadian-kejadian yang sudah ada di depan matanya dan dilihat dengan mata dan kepalanya sendiri setiap hari.

3. “Bayangkan kalau tidak ada partai Islam di pemerintahan, dan tidak ada demokrasi, maka gerakan Islam akan diberangus habis, karena itulah kalian harus berterimakasih pada kami dan pada demokrasi!”

Contoh bahasan kita yang terakhir adalah pernyataan ini, seringkali beberapa pengemban dakwah yang saya temui menggunakan kata-kata seperti ini sebagai pembenaran atas tindakan mereka yang plin-plan dan tidak jelas. Ini juga termasuk unreasonable fear. Mereka menakutkan sesuatu yang belum tentu adanya, menakutkan sesuatu yang belum pasti terjadi dan membuang jauh-jauh fakta bahwa saat ini justru telah terjadi sesuatu yang jelas-jelas menakutkan dan mengkhawatirkan. Fakta membuktikan bahwa justru dalam demokrasi, Islam dihinakan dan ummat muslim menghadapi berbagai masalah yang sangat pelik serta dalam sistem seperti inilah harakah Islam tidak memiliki izzah.

Ingat, ketika terpilih untuk kedua kalinya menjadi presiden AS di tahun 2003, Bush menyampaikan pandangannya tentang demokrasi “Jika kita mau melindungi negara kita dalam jangka panjang, hal terbaik yang dilakukan adalah menyebarkan kebebasan dan demokrasi”. Dan atas alasan ”menyebarkan kebebasan dan demokrasi” itulah Irak diserang.

Atas nama demokrasi, AS yang memiliki 10.000 hulu ledak nuklir mendikte negara-negara muslim khususnya untuk tidak mengayakan nuklir dengan NPT (Nuclear Proliferation Treaty), dan membiarkan Israel dan negara-negara yang diinginkannya untuk mengembangkannya.

Dengan restu demokrasi pula pada tahun berkali-kali BBM dinaikkan walaupun ummat tidak menyetujuinya dan hanya perlu persetujuan MPR dan DPR yang notabene katanya wakil dan suara dari rakyat. Sementara kenaikan BBM hanya menghemat 65 triliun rupiah, pemerintah menghabiskan sekitar 300 triliun untuk pemilu 2009 dan membagikan 700 triliun untuk koruptor kasus BLBI

Dalam demokrasilah justru kecenderungan ummat terhadap partai Islam menurun, Pengamat politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit menilai, jika kita membandingkan Pemilu 1955 dengan Pemilu 1999 terlihat bahwa pemilih partai sekuler meningkat sebanyak 35,6 persen, sedangkan pemilih partai Islam menurun 7,51 persen. Sementara anggota legislatif (DPR) partai-partai sekuler bertambah sebanyak 32,64 persen, sementara anggota legislatif partai-partai Islam menurun sebanyak 9,95 persen. Artinya, ada pembunuhan karakter sistematis yang dilakukan demokrasi terhadap partai Islam dengan membuat partai Islam menjadi partai Islam-sekuler sehingga ditinggalkan oleh basis pemilihnya.

Dan atas peran serta demokrasi, syari’at Islam belum diterapkan sampai sekarang, politik belah bambu antar harakah Islam, penurunan pamor dan elegansi gerak partai Islam, semuanya itu di-amini oleh demokrasi. Saiful Mujani, direktur LSI mengomentari survei yang menunjukkan turunnya kecenderungan masyarakat terhadap partai Islam ”hal ini terjadi karena orientasi nilai politik sekuler di kalangan muslim indo kian menguat. Aktivis islam gagal menerjemahkan nilai politik islam dalam bentuk gerakan dan kekuatan elektoral” (Kompas, 2009)

Dengan tipu daya demokrasi, kemenangan FIS di Aljazair dianulir setelah pada putaran pertama pemilu mereka berhasil mengantongi 80% suara, lalu esoknya muncul pernyataan dari harian Inggris “The Independent”: “Kadang-kadang diperlukan tindakan yang tidak demokratis untuk melindungi demokrasi” . Sama seperti kudeta militer di Turki setelah partai Refah memenangkan pemilu pada tahun 2007. Dan juga politik AS di palestina dengan menarik HAMAS masuk ke dalam parlemen lalu menekan, memenjarakan dan membuang mereka di Gaza. Apakah kita sudah lupa?

Karena demokrasilah, kita diminta mengakui kepentingan-kepentingan asing, mentoleransi kepentingan-kepentingan ummat lain yang berusaha menyesatkan dan memurtadkan umat muslim dengan segala cara mereka, menerima keberadaan ahmadiyah dan segala kesesatannya, membayar hutang-hutang konglomerat dengan pajak yang dipaksakan dan dzalim.

Jadi sebenarnya, pemberangusan kepada partai-partai Islam dan harakah Islam itu telah dilakukan, dan harus dipahami, bahwa pemberangusan ini tidaklah mesti dilakukan secara fisik (anarkis), justru pemberangusan yang dilakukan secara sistematis dan tanpa disadari oleh harakah Islam inilah yang lebih berbahaya. Tetapi fakta yang telah terjadi ini tidak dilihat, malahan sesuatu yang belum jelas dijadikan dalil untuk berbuat.

Yang paling penting. bagi seorang muslim, unreasonable fear ini akhirnya membawa suatu konsekuensi, yaitu bahwa dia lebih percaya dan yakin pada fakta di depan matanya (pragmatis) daripada fakta yang akan dijanjikan oleh Allah SWT (visioner), lebih jauh lagi, dia lebih takut kepada manusia ataupun sesuatu apapun yang bukan Allah dibandingkan rasa takutnya kepada Allah. Dan karena rasa takutnya yang lebih besar kepada manusia ataupun keadaan yang dibisikkan oleh setan, akhirnya dia meninggalkan ketaatan dan mencari dalil untuk membenarkan perbuatannya.

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman (TQS ali-Imraan [3]: 175)

Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir (TQS al-Maaidah [5]: 44)

Allah-lah dzat yang Mahabaik dan Mahatahu, tiada yang berjalan, terbang, merangkak, ataupun melata diatas bumi ini yang lebih tahu daripada Dia. Dialah yang menentukan apa yang kita bisa dan apa yang kita tidak bisa. Dialah sesungguhnya yang benar-benar harus kita takuti.

Kesimpulannya?

1. Maka menikahlah karena Allah telah menjamin untuk mencukupkan rizqi-Nya dan menolong dengan pertolongan-Nya pada orang yang menikah karena-Nya

Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui (TQS an-Nur [24]: 32)

“Ada 3 golongan manusia yang berhak ditolong oleh Allah, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

2. Maka terapkanlah syari’at Islam karena dengan itu Allah akan menurunkan berkah-berkah dari langit dan bumi dan ummat Islam tidak akan pernah tersesat

maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu (TQS al-Maaidah [5]: 48)

Aku tinggalkan pada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh kepadanya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Sesuatu tersebut ialah sesuatu yang jelas yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya (Sirah Ibnu Hisyam II, Hal 588)

3. Maka konsistenlah dengan perjuangan Islam sekalipun perjuangan ini meminta nyawa kita. Bukankah dakwah Rasulullah saw. dan para shahabat menuntut pengorbanan harta dan nyawa? aakah kita merasa lebih istimewa dibandingkan dengan Rasulullah dan shahabatnya sehingga kita tidak perlu merasakan makian, kengerian dan goncangan yang mereka rasakan? Bukankah jihad adalah jalan kita, mati syahid adalah harapan yang selalu kita berdo’a untuk itu sebelum tidur? Apa yang membuat kita takut kepada himpitan dan celaan dalam dakwah? takut terahadap pemberangusan? apakah jalan dakwah ini telah jalan orang-orang yang mencintai dunia? Allahummahfidzna min kulli dzalik..

karena saya akan datang kepada kalian dengan orang-orang yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan (Surat Khalid bin Walid kepada Hormuz-Gubernur Persia)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (TQS al-Baqarah [2]: 214)

Saya harap apa yang saya contohkan dengn 3 kasus diatas dapat diterapkan pada kasus-kasus yang serupa sehingga kaum muslim bisa terbebasdari fenomena semacam ini. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

sumber: http://biotis.co.id/felix/2009/07/14/unreasonable-fear/

/@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |