Menyoal Lontaran Quraish Shihab, Nabi Muhammad SAW Tidak Dijamin Masuk Surga.

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Pada tayangan “Tafsir Al-Misbah” yang disiarkan oleh Metro TV pada Sabtu, 12 Juli 2014/ 14 Ramadhan 1435H, Prof DR Quraish Shihab mengeluarkan pernyataan kontroversial bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak dijamin masuk surga.

Pernyataan Quraish Shihab itu dapat dinilai, menimbulkan keraguan bagi Umat Islam. Karena mengandung mafhum mukhalafah (pengertian tersirat), lha Nabi saja tidak dijamin masuk surga, apalagi hanya sahabatnya, apalagi hanya pengikutnya dan seterusnya. Lha Nabi yang diutus membawa Islam untuk umatnya saja tidak dijamin masuk surga, kenapa yang hanya umatnya cape’-cape’ mengikutinya? Dan ungkapan lain yang senada. 

Tentu saja lontaran itu dari segi kehidupan da’wah Islamiyah membahayakan. Karena akan menimbulkan aneka macam perendahan terhadap Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam, yang dampak buruknya beraneka macam, menyangkut akan timbulnya keraguan terhadap benarnya Islam. Di samping membahayakan, memang lontaran Quraish Shihab itu secara metode pemahaman (Islam) perlu dipertanyakan. Karena Quraish Shihab berbicara masalah sangat besar, tentang Nabi tidak dijamin masuk surga, itu adalah wilayah ghaib. Berbicara tentang hal ghaib hanya boleh bila berdasarkan dalil yang jelas. Sedangkan Quraish Shihab tidak menempuh jalan itu. Coba mari kita simak tentang pernyataan Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam kaitannya dengan dirinya di surga. Dalam hadits shahih riwayat Imam Al-Bukhari sebagai berikut : 5304-

 حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ ، عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَهْلٍ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا.

 Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda: Saya dan penjamin / pemelihara anak yatim itu di surga begini, dan beliau mengisyartkan dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau merenggangkan antara keduanya sedikit. (HR Al-Bukhari nomor 5304).

Dari hadits riwayat Al-Bukhari itu, apakah mungkin, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (kalau mengikuti faham Quraish Shihab bahwa Nabi saw tidak dijamin masuk surga) berani menjamin orang lain? Sedangkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah bohong. Lagi pula beliau hanya mengikuti wahyu. Dan itu telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, 

 { قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلَا بِكُمْ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ } [الأحقاف: 9] 9. 

Katakanlah: “Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara Rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.(QS Al-Ahqaf/46:9).

 Ketika hanya mengikuti wahyu, berarti perkataan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa dia dan yang menjamin/ memelihara anak yatim itu di dalam surga, berarti perkataannya itu tentu dari wahyu. Pasti itu jaminan Allah Ta’ala yang disampaikan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya. Lantas ketika Quraish Shihab mengatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak dijamin masuk surga, itu mengikuti wahyu siapa? Wahyu hanya bisa dibatalkan oleh wahyu pula. Tidak bisa wahyu dari Allah Ta’ala yang telah disampaikan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam itu dibatalkan oleh siapapun, karena wahyu sudah sempurna, tidak ada wahyu yang datang lagi untuk membatalkan yang telah diterima dan disampaikan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal itu telah ditegaskan dalam Al-Qur’an, 

 الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا 

 Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS Al-Maaidah: 3).

 زاد المسير في علم التفسير (2/ 170، بترقيم الشاملة آليا) أنه أمن هذه الشريعة من أن تنسخ بأخرى بعدها ، كما نسخ بها ما تقدمها 

Bahwasanya syari’at Islam ini aman dari penghapusan/penggantian dengan yang lainnya setelahnya, sebagaimana (telah diketahui, justru) syari’at Islam telah menghapus/ mengganti syari’at yang sebelumnya. (Zadul Masir 2/170 menurut maktabah syamilah).

 Kasus Quraish Shihab mengatakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak dijamin masuk surga itu ada beberapa kelancangan, di antaranya: Dia berbicara tentang Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan dikatakan tidak dijamin masuk surga, namun bicaranya tanpa nash (dalil yang jelas). Mestinya, Quraish Shihab mengemukakan nashnya bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak dijamin masuk surga. Yang dilakukan Quraish Shihab hanyalah seperti dalam berita ini: 

 Pada tayangan “Tafsir Al-Misbah” yang disiarkan oleh Metro TV pada Sabtu, 12 Juli 2014, Prof DR Quraish Shihab mengeluarkan pernyataan kontroversial bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak dijamin masuk surga. Tayangan yang akhirnya diunggah di Youtube itu, alumni universitas Al Azhar ini berdalil dengan hadits tentang amalan shalih itu merupakan salah satu faktor yang bisa memasukkan seseorang ke dalam surga. “Tidak benar. Saya ulangi lagi tidak benar bahwa Nabi Muhammad mendapat jaminan Surga. Nahh.. surga itu hak prerogratif Allah. Ya tho? memang kita yakin bahwa beliau mulia. kenapa saya katakan begitu? Karena ada seorang sahabat nabi dikenal orang… terus teman-teman disekitarnya berkata, bahagialah engkau akan mendapat surga. Kemudian nabi dengar, siapa yang bilang begitu, nabi berkata, tidak seorang pun orang masuk surga karena amalnya, dia berkata baik amalnya akan masuk surga, surga adalah hak prerogratif Tuhan,” ujar Quraish Shihab dalam rekaman yang diunggah di Youtube.“Kalau ditanya, kamu pun tidak wahai Muhammad? kecuali kalau Allah menganugerahkan rahmat kepada saya. jadi kita berkata, kita berkata dalam konteks surga dan neraka tidak ada yang dijamin tuhan kecuali kita katakan bahwa tuhan menulis di dalam kitab sucinya bahwa yang taat itu akan dapat surga. Ada ayatnya,” tambah Quraish Shihab yang kemudian langsung menuai kecaman.

 Demikianlah beritanya. Penjelasan itu hanyalah rekaan Quraish Shihab. Bukan nash. Sedangkan tentang Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam di surga, coba kita lihat kembali hadits shahih tersebut:

 أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا

 Saya (Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam) dan penjamin/ pemelihara anak yatim itu di dalam surga begini… 

 Itu nash, jelas. Di dalam Islam, nash (dalil ayat atau hadits yang jelas tegas) itu tidak dapat dibantah dengan dalil yang maknanya belum/ tidak tegas. Lha ini, sudah ada nash, lalu Quraish Shihab membuat analisa sendiri, yang tingkatnya bukan dalil. Bagaimana jadinya ketika memahami Islam apalagi hal ghaib tentang surga dan ketentuan Allah tapi landasannya hanya analisa ? Tentu saja analisa itu gugur sebelum berkembang. Apalagi ketika ternyata ada nash dan jelas bertentangan dengan analisa itu. Kecuali kalau Quraish Shihab sengaja mendudukkan diri sebagai pembawa agama baru, misalnya, maka itu soal lain. Selama masih mengaku bahwa itu berbicara untuk memahami Islam, maka Quraish shihab hanya disebut lancang itu sudah terlalu halus. Bagaimanapun, ungkapan Quraish Shihab itu berbahaya. Baik secara makna, dampak, maupun apalagi manhaj (metode) dalam memahami Islam. Yang jadi pertanyaan sekarang, orang yang manhajnya membahayakan, masih layakkah menyiarkan fahamnya terhadap Umat Islam di negeri yang jumlah Islamnya terbesar di dunia ini ? Dan masih layakkah bukunya yang disebut Tafsir Al-Misbah itu disodorkan ke hadapan Umat Islam ? Lagi pula masih layakkah dia jadi guru besar di perguruan tinggi Islam ? 

 (Ditulis dalam perjalanan Jakarta-Semarang, Selasa 17 Ramadhan 1435H/ 15 Juli 2014).

 /@putra_f4jar

selengkapnya...

Prabowo Ajak Bantu Gaza dan Palestina lebih Nyata

Prabowo dan tim Koalisi Merah Putih di tengah massa
Calon Presiden (Capres) yang diusung Koalisi Merah Putih, Prabowo Subianto mengajak dunia mengecam tindakan Israel terhadap Palestina.
Paksakan dunia internasional diharapkan agar segera mengakhiri kekejaman Ziois-Israel.
“Kita kecam dan tuntut. Paksakan seluruh dunia hentikan Israel,” tegas Prabowo Subianto saat berorasi  dalam aksi peduli kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Bundaran Hotel Indonesia hari Jumat (11/07/2014).
Dalam aksi yang diprakarsai oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) bersama sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam ini mantan Danjen Kopassus tersebut juga mengajak massa  melakukan sesuatu yang lebih nyata untuk rakyat Gaza, Palestina. Misalnya dengan kumpulkan dana, darah dan relawan.
“Saya hari ini uang pribadi saya komit Rp 1 miliar,” tuturnya.
Tindakan ini ia nilai lebih nyata dibanding dengab hanya berteriak kecaman yang efeknya tidak terlalu besar.
Prabowo Subianto, juga mengajak rakyat Indonesia agar segera rapatkan barisan dan tidak terpecah-belah dalam menanggapi masalah ini.
“Rapatkan barisan. Kita harus bersatu, kuat, dan jangan terpecah,” tutupnya.
Acara yang berlangsung di HI, Jakarta kemarin (11/07/2014), dihadiri ribuan lebih massa dari berbagai elemen ormas. Di antaranya Dompet Dhuafa, FUI, KISPA, FSLDK, FPI, Gerakan Pemuda Ka’bah, dan ormas Islam lainnya.*
Rep: Robigusta Suryanto
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan aplikasi hidcom untuk Android .Install Sekarang !/@cwi

selengkapnya...

9 Hal ini Bisa Kita Lakukan Bantu Gaza

“Tidak sempurna iman seseorang diantaramu hingga mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri,” bunyi hadits. Jadi lakukan sesuatu!
Maryam telah lama menyimpan uangnya di tabungan berbentuk ayam untuk membeli sepatu roda. Tapi, suatu hari, ia berikan tabungannya untuk membantu saudara-saudaranya di Suriah. Kita bisa meniru cara Maryam membela Gaza
Oleh: Afriadi Sanusi 

 DI TENGAH kenikmatan umat Islam menjalankan ibadah Ramadhan, kita semua harus disuguhi kesedihan dengan berita kekejaman Zionis-Israel menyerang umat Islam di Gaza. Siapapun tahu, Gaza adalah benteng “pertahanan terakhir” kehormatan umat Islam di seluruh dunia. Lebih dari 60 tahun lamanya penjajah Israel mencapok dan merampok wilayah umat Islam, dan ratusan ribu saudara-saudara kita di tempat itu telah menjadi martir membela kehormatan umat Islam. Seperti kata para pemimpin dunia, PBB tidak akan bisa bisa kita harapkan apa-apa dalam menyelesaikan masalah Gaza ( dan seluruh Palestina). Amerika –sebagai negara kuasa besar dunia– bahkan kembali menolak resolusi PBB untuk campur tangan dalam masalah ini. Setiap hari manusia tidak berdosa dibantai, lalu kemana menghilangnya suara-suara LSM HAM dan kaum liberal yang dulunya heboh di saat diijatuhkannya eksekusi mati Febianus Tibo dkk pada 12 Agustus 2006 atas peristiwa pembantaian umat Islam di Poso? Sementara di saat sama mereke membisi saat hukuman yang sama dijatuhkan kepada Amrozi cs? Rakyat Palestina adalah juga manusia yang memiliki hak untuk hidup damai, aman dan merdeka. Penderitaannya bahkan jauh lebih lama, lebih buruk dan lebih sadis dari korban bom Bali. Lebih 60 tahun lamanya mereka dijajah, hak-hak mereka dirampas, dizalimi dan disaat mereka melawan dan mempertahankan wilayahnya sendiri dicap “teroris” dan ketika Zionis-Israel menyerang dan memborbardir, mereka menyebutnya “mempertahankan diri”. Sementara di saat yang sama semua negara (termasuk media massa) ikut ambil bagian dan mendiamkannya. Inilah “kejahatan sistematis” dunia kepada Muslimin di Palestina. Masalahnya, apakah kita hanya diam? Dan cukup puas melihat gambar dan berita saja? Di bawah ini ada sembilan poin (kerja jangka pendek & jangka panjang), setidaknya hal ini bisa kita lalukan untuk Muslimin di Gaza & Palestina dan untuk masa depan umat Islam. 

Jangka Pendek
Pertama, berdoa
Doa adalah senjatanya orang mukmin. Doa bahkan merupakan pangkalnya ibadah. Sebagaimana Sabda Rasulullah: “Doa adalah pangkalnya Ibadah.” (HR. Tirmidzi)
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah, selain daripada doa.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Hurairah)
Mushollah/Masjid/khatib di mana saja bisa melakukan qunut nazilah. Malam-malam qiyamul lail kita juga bisa kita panjatkan untuk saudara-saudara kita yang sedang dijajah.
Kita harus yakin bahwa sebesar apapun peralatan yang dimiliki musuh Allah, masih ada kekuatan yang tidak tertandingi dan tidak bisa dikalahkan yaitu Allah Subhanahu Wata’ala itu sendiri. Maka kuncinya adalah keteguhan kita untuk terus-menerus bermohon pada Allah dalam doa (bisa dilakukan oleh seluruh umat Islam di mana saja, khususnya saat Ramadhan ini)
Kedua , mendesak PBB dan Amerika
Dengan mengadakan demonstrasi ke kedutaan mereka diseluruh dunia (Mungkin bisa dilakukan oleh Ormas-ormas Islam seperti PKS, Muhammadiyah, NU, Persis, al-Wasliyah, hidayatullah, Al Iryad, lembaga-lembaga kampus dll). Boleh jadi kecil merubah pikiran Amerika yang selalu condong Israel. Setidaknya menunjukkan pada semua orang, siapa mereka.
Ketiga, berjihad (termasuk jihad dengan harta)
Faktanya,  dengan berjihad ke Palestina dalam keadaan lemah, tiada persenjataan, sementara musuh-musuh menggunakan tank baja dan peralatan canggih, sama saja dengan bunuh diri.
Tetap lakukan sesuatu, sekecil apapun itu lebih berarti daripada cuma melihat saja. Setidaknya kita masih bisa berjihad dengan harta kita. Sisihkanlah sebahagian harta untuk membantu saudara (umat Islam itu bersaudara –al-Qur`an-). Saudara kita di Palestina yang sangat memerlukan bantuan.
Gunakan ilmu kita untuk “berjihad”. Lewat tulisan, opini,  facebook, twittwer, poster, desain, gambar bahkan karikatur sekalipun. Itu jauh lebih baik dibanding kita tidak melakukan apa-apa.
Umur, ilmu dan harta kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Apalagi jika cuma diam saja.
“Tidak akan beranjak kaki seorang hamba dari tempat berdirinya dihadapan Allah pada hari kiamat sebelum dia ditanya tentang empat perkara, yaitu tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmu bagaimana diamalkan, tentang harta bagaimana cara memperoleh dan kemana dibelanjakan, dan yang terakhir yaitu tentang jasmani untuk apa dipergunakan.” (HR Thabrani)
Abi Hamzah Anas bin Malik ra. pelayan Rasulullah dari Nabi telah berkata: “Tidak sempurna iman seseorang diantaramu hingga mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (Bukhari – Muslim)
Jadi lakukan sesuatu!
Keempat, kampanye boikot
Meski sederhana, ini bisa berdampak besar. Serukan saudara, teman, keluarga untuk menghindari dan memboikot produk-produk yang mendukung Zionis-Israel.
Menteri Keuangan ‘Israel’, Yair Lapid, pernah mengatakan bahwa peluang kerugian ‘Israel’ adalah mencapai 20 miliar shekel (sekitar 68 triliun rupiah) gara-gara boikot masyarakat. (SahabatAlAqsha.com)
Akibat kampanye Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap penjajah zionis ‘Israel’ di Eropa telah membuat
‘Israel’ meningkatkan perhatian mereka terhadap BDS dengan membangun departemen khusus untuk melawan kampanye. Meski sepele, tapi ini punya pengaruh.
Karenanya, galakkan ‘kampanye boikot produk Zionis” mulai sekarang.
Jangka Panjang
Pertama, mendesak OKI (Organisation of the Islamic Conference) harus bisa berperan sebagai pemersatu negara-negara Islam yang terpecah. Setidaknya bersatu kerjasama yang rapat dalam bidang ekonomi, (export-inport, perbankan, makanan halal, mata uang mas dan dinar) ketenteraan (membentuk tentera2 Islam seperti NATO) politik, (yang berperan memperjuangkan Islam), pendidikan, kesehatan, pariwisata dan sebagainya.
Walaupun menyatukan negara hampir saja mustahil, namun setidaknya kita bersatu dalam hal2 dasar diatas
Kedua, umat Islam harus makin cerdas
Kita harus makin pandai dan bijak serta menguasai semua disiplin ilmu pengetahuan. Agar tidak lagi meriam dilawan dengan batu ataupun bambu runcing layaknya zaman Belanda dahulu.
Kekayaan negara harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk biaya pendidikan, membangun infrastruktur, sebab dengan demikian ekonomi akan berjalan lancar di tengah masyarakat yang pintar dan memiliki infrastruktur lebih baik.
Ketiga,  umat Islam harus menguasai ekonomi dunia
Diantaranya mensosialisasikan perbankan Islam, mensosialisasikan makanan halal agar makin diterima di tingkat internasional
Keempat, jangan lagi tergantung asing
Kita haru mampu mengelola sendiri sumber daya alam dan tidak lagi diserahkan kepada orang asing
Kelima, umat Islam harus bersatu
Setidaknya tidak berpecah hanya karena partai, ormas dan kepentingan sesaat. Kita harus terus memperkecil masalah yang besar dan menghilangkan masalah yang kecil, terutama dalam hal khilafiyah.*
Penulis sedang melanjutkan studi di Universiti Malaya Kuala Lumpur, Malaysia
 Rep: Administrator
Editor: Cholis Akbar
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan aplikasi hidcom untuk Android .Install Sekarang !

/@putra_f4jar

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |