Mengharukan, Balita Palestina Berupaya Bangunkan Ayahnya yang Telah Syahid

Palestina. Beredar di kalangan pengguna media sosial foto yang sangat mengharukan, balita Palestina di Gaza sedang menangis dan berupaya membangunkan ayahnya yang telah syahid akibat kebrutalan Israel. Sebagaimana diberitakan Islam Memo (11/7/2014), banyak respons yang menggambarkan simpati para pembaca menanggapi foto tersebut. “Foto ini, wahai pembaca yang budiman, tidak akan dilihat oleh orang-orang yang masih punya iman, sedang mereka diam membisu. Hati mereka sungguh terbuat dari batu (jika tetap diam),” komentar salah seorang mereka. Selain foto bayi yang tidak disebutkan nama dan usianya tersebut di atas, juga beredar di kalangan pengguna media sosial foto balita yang terluka bernama Syaima’ (4 tahun) dan sedang dirawat ditemani boneka mainannya. Syaima’ disebutkan kehilangan ibu dan saudara perempuannya akibat serangan Israel ke Jalur Gaza yang masih terus berlangsung hingga kini. Informasi terbaru menyebutkan korban syahid dari warga Palestina di Jalur Gaza telah mencapai 108 orang dan lebih dari 800 orang lainnya terluka. (islammemo/paltimes/rem/dakwatuna)
Bagi yang ingin membantu meringankan penderitaan warga Jalur Gaza, dapat mengirimkan donasinya ke rekening Dakwatuna Peduli Palestina di BSM, No. Rek.: 2400020601, a.n. Dakwatuna.

/@cwi

selengkapnya...

Muhabalah Rohani

Malam kian larut. Semua orang terlelap dalam peraduannya. Bermimpi sesuatu hal yg mereka harapkan besok bisa melaluinya dg kebaikan. Berharap tak ada lagi kesusahan yg bisa menjegal kehidupannya. Bisa memberi kebahagian thp Anak-anak, Istri, keluarga tercinta. Tak peduli dg apa yg akan menjegalnya. Karena keyakinan akan kewajiban jihadis meruntuhkan segalany Tak berapa lama, suara alarm berbunyi. Inilah saatnya gumanku. malam begitu dingin. Sepi, sunyi tanpa ada tanda-tanda kehidupan. Kutengok ke jendela, menerawang jauh keatas sana. Ya Allah, sungguh sempurn ciptanMu. Begitu Maha Besarnya dirimu. Dan begitu kecilnya diri ini. Ratusan, ribuan bahkan Jutaan bintang Engkau ciptakan utk menenmani hambaMu yg hina ini. Aku baru sadar kalau ini malam ke 6 d bulan Ramadhan. Akh... apakah ini malam seribu bulan yg dijanjikanNya itu. Tp gak mungkin, karan lailatul qodar hanya muncul d malam-malam terakhir di bulan Suci ini. Lagi pula, tak pantas lah kiranya diri yg hina ini mendapatkannya. Jauh.... jauh seklali impinku yg satu ini. terlepas dari itu semua, tak mengendurkan semangatku utk terus berikhtiar. Memantaskan diri msk jauh dari kata pantas. Tak pernah ada kekuatan yg bisa aku sematkan. Aku hana manusia Lemah dan Tak berdaya di tengah gelombang yg kian deras menerpaku. Tanpa gelombangpun aku akan terseret arus. Terombang-ambing d tengah buih yg memandikanku. Ketidak berdayaan ini begitu nampak dalam diri yg aku kira sosok yg kuat, sosok yg tangguh lagi perkasa. Semua ini hanyut bersama deraian air mata, seiring kubenamkan kepala d atas sajadah. Semua tampak jadi jelas, siapalah sesungguhnya diri ini. Malu harus menghadapMu dalam keadaan demikian. Namun, pada siapa lagi aku harus mengadu, pada siapa lagi aku kan memohon perlindungan. Dan takan ada siapapun yg layak aku permintai pertolongan selain daripadaMu Ya Rabb. Aku manusia hina, aku manusia pekat d mana noda-noda dosa sdh menjadi bagian dari diriku. Bersimpuh aku yg kecil ini d hadapanmu Ya Rabb. Aku lemah terkulai tanpa daya dan kekutan dari Mu. Aku insafi, aku akui, dan aku sadari, betapa rendahnya diri ini d hadapanMu. Tak ada lagi hal yang aku bisa perbuat selain terus bersujud d hadapanMu. Terus berharap Engkau mau sedikit menyentuh hatiku, menghidupkannya kembali dari kematiannya. Ya Rabb, hanya padaMu aku berharap dan hanya PadaMu pula aku memohon Hidayah dan petunjukMu. Yak Rabb, ampuni dosa-dosa yg telah aku perbuat d masa lalu dan sekarang juga nannti. Hidupkanlah hatiku... hidupkanlah Hatiku... Hidupkanlah hatiku.... Sentuh dg KasihMu. Aku tau, aku tak pantas menerimanya, namun pda siapa lgi hamba harus memohon, kemana lagi hamba harus mecari petunjuk selain KepadaMu Ya Rabb... Simpuh sujudku padaMu ya Allah /@cwi

selengkapnya...

Catatan Seorang Gembala

Di pagi yg cukup cerah ini, dan utk mengisi kekosongan waktu serta sedikit membuat nyaman hati, kucoba menghibur diri d tengah dilema yg ada. Dimensi kian merajut asa dalam kesendirian tidak, kebersamaanpun jauh dari kata nyaman. Sementara diri harus tetap berdiri teguh melantunkan melodi melodi serta syair-syair yg sekiranya bisa memberi motivasi lebih utk terus bertahan hidup. Maka akupun d bawa terbang ke alam mereka yg berusaha memboyongku dalam persimpangan masing-masing yg menurut mrk adalah jalan terbaik utkku. Namun biarlah, aku dg diriku sendiri. Dg citaku sendiri dan dg anganku sendiri. Bagiku mengikuti insting nurani yg aku merasa sdh terlatih secara alami adalah lebih menentramkan. Ujian tak hanya datang dari kesenanganbelaka, namun dalam kepedihan, ujian akan terasa lbh nyata dan lebih bermakna dalam memaknai arti dari sebuah ujian. Aku tak pernah berfikir ini adalah jalan terbaikku, mamun aku hanya ingin menikmati setiap jengkal langkah yg telah terkendali dari dalam diri secara alami. Biarkan semua mengalir dg apa adanya tanpa harus menyembunyikan setiap kekesalan yg kerap kali timbul karenanya. Biarkan semua tumbuh bersama hujan dan petir. Biarkan tanah bergolak menenggelamkanmu dalam perlawanan daripada menyerah pd keadaan. Karena Allah senantiasa bersama orang-orang yg senantiasa bertafakuqur. Berjalan tergontai memberi sedikit pencerahan bahwa kehiduan ini bukanlah sebuah perencanaan dan laminan apalagi mimpi yg kerap d khaualkan tanpa tindakan. Bahwasanya, tindakan yg real, tindakan nyata meski itu tergontai, walau sedikit terhuyung, dg sedikit pikiran maju d depan akan perencanaan cukuplah membuat sinar terang dalam mwenemani langkah-langkah gontai ini. Memang hidup tanpa perencanaan ibarat melam tanpa bintang. Hitam, pekat, dan menyeramkan. Yang acap kali membuat org tersesatkan karenanya. Namun meski demikian, hidup penuh dg rencana, hidup penuh dg ide, ataupun hidup penuh dg mimpitanpa tindakan-tinfakan ug nyata dan kongkrit hanya akan menciptakan kegilaan-kegilaan batu. Karena bagaimana bisa org yg hany bisanya membuat planing dan pinter menyusun naskah protokol tencana jangka pendek, menengah dan panjang itu sanggup menciptakan inovasi-inovasi dalam hidupnya jika bergerak saja dia kesulitan. Yak, kesulitan entah karena itu kebanyakan rencana atau kepanjangan naskah hingga bingung harus memulai dari mana. Bahkan bukankah Allah sendiri melarang umatnya utk neranjang angan-angan? Tidaklah diragukan bahwa barangsiapa yang berangan-angan bisa berjalan di siang hari maka dia akan berjalan dengan langkah yang lemah dan penuh kemalasan. Demikian juga barang siapa yang berangan-angan mendapatkan waktu subuh maka dia akan beramal di malam hari dengan amal yang ‘lemah/ala kadarnya’. Sedangkan barang siapa yang membayangkan/tergambar di depan matanya kematian akan segera datang maka dia akan bergegas dan bersungguh-sungguh. Bahkan Ibnul Jauziy Rahimahullah melanjutkan Maukah kalian aku peringatkan dari bahaya ‘nanti/menunda-nunda sesungguhnya adalah bala tentara iblis yang paling besar. Dalam setiap tindkan mmg kiya d tuntut utk sll berfikir. Tapi bukan berarti harus berfikir trz tanpa tindakan. Karenaitu hanua akan menciptakan masalah baru bagi langkah dan tindakan yg seharusnya d ambil dg cepat. Berpikirlah sblm bertindak. Lantas ambil tindakan secapatnya ug sesuai dg bisikan nurani. Kesampingkan dulu rasa nyaman. Katena kenyamanan hanya bisa di dapat setelah usaha d kerjakan. Terlepas dari hasil yang di peroleh. QS 4. An Nisaa':120 يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمْ ٱلشَّيْطَـٰنُ إِلاَّ غُرُوراً "Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka." Dalam suatu hadits, bersabda Nabi saw. : “Sesuatu yang paling mengkhawatirkan dan aku khawatir atas kamu adalah dua hal : Panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Dan sesungguhnya panjang angan-angan membuat lupa kepada akhirat, sedang mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dari kebenaran”. Maka dari itu, singsingan lengn baju. Apalagi yg hendak d tunggu, segeralah bertindak. Bismillahitawaqaltu 'alallah.... /@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |