Kalian Semua Akan Memerangi Kaum Yahudi



Dunia modern dewasa ini didominasi oleh politik Barat yang dikomandani oleh Amerika Serikat. Segenap keputusan politik internasional tidak ada yang terlepas dari pengaruh kepentingan negara adidaya itu. Tanpa kecuali konstelasi politik yang berkembang di kawasan dunia Arab. Dan secara lebih khusus yang berkenaan dengan nasib bangsa Palestina. Amerika terus menerus menjanjikan bakal berdirinya sebuah negara Palestina berdaulat dan merdeka yang hidup berdampingan dengan negara Zionis Israel. Janji tinggal janji. Hingga hari ini janji tersebut tidak kunjung terrealisasi. Namun demikian, apakah memang umat Islam perlu berharap bahwa janji tersebut bakal terwujud? Bukan karena kita sudah sangat kenal dengan watak Amerika yang memang terlalu biasa menghumbar janji untuk kemudian tidak ditepati bilamana menyangkut kepentingan bangsa Palestina. Tetapi lebih karena seorang muslim semestinya bertanya terlebih dahulu kepada Allah (Al-Qur’an) dan RasulNya (Al-Hadits) sebelum melabuhkan harapannya kepada manusia manapun di muka bumi, terlebih kepada Amerika dan Israel. Sepatutnya seorang muslim bertanya terlebih dahulu: benarkah suatu bangsa seperti Amerika layak dijadikan tempat berharap? Benarkah sebuah kaum seperti bangsa Zionis Yahudi Israel layak dijadikan tetangga dimana umat Islam hidup damai berdampingan disebelahnya?



Jika kita buka berbagai keterangan Allah di dalam kitabNya, kita jumpai begitu banyak penjelasan mengenai watak bangsa Yahudi dan siapa saja yang ber-wala’ (berloyalitas) kepada bangsa Yahudi. Mengenai karakter asli bangsa ini terdapat suatu ayat yang sangat jelas dan tegas berbunyi:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

”Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS Al-Maidah ayat 82)

Inilah gambaran Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang mengenai kaum Yahudi. Allah telah memperingatkan kita akan berbahayanya watak dasar mereka. Mereka pada umumnya memiliki jiwa permusuhan terhadap umat Islam orang-orang beriman. Sudah barang tentu ada pengecualian satu dua di sana-sini, yaitu orang Yahudi yang kemudian memperoleh hidayah Allah sehingga memeluk Islam. Mantan Yahudi yang kemudian menjadi muslim umumnya bersikap damai terhadap sesama muslim karena dia sendiri telah memiliki identitas baru yang lebih dia hargai daripada identitas lamanya. Kitapun biasanya tidak lagi menganggap dia sebagai seorang Yahudi bila sudah masuk Islam. Namun secara umum watak mereka ialah penuh kebencian terhadap orang-orang beriman. Coba perhatikan hadits berikut:

إن اليهود قوم حسد

“Sesungguhnya bangsa Yahudi merupakan kaum yang penuh sifat hasad. (HR Shohih Ibnu Khuzaimah 1500)



Adapun bangsa yang berloyalitas kepada kaum Yahudi, Allah gambarkan mereka di dalam KitabNya sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ

بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al-Maidah ayat 51)

Allah mencap kaum yang loyal kepada Yahudi dan Nasrani adalah sama dengan masuk menjadi bagian dari golongan mereka. Bangsa Amerika yang meng-claim diri sebagai permanent ally (sekutu abadi) negara Zionis Israel berarti sama dengan telah mengumumkan diri menjadi bagian dari bangsa Yahudi itu sendiri. Maka kitapun tidak heran bilamana terjadi konflik Palestina-Israel selalu saja Amerika memberikan dukungan penuh tidak bersyarat kepada sekutu utamanya Israel bagaimanapun keadaannya, sekalipun sudah sangat jelas terungkap betapa zalimnya tingkah fihak Zionis terhadap rakyat Palestina seperti yang terjadi pada perang Furqon di Gaza akhir tahun 2008 awal tahun 2009 kemarin. Segala watak dan karakter asasi bangsa Yahudi telah diadopsi oleh bangsa Amerika sebagai akibat mereka menyerahkan loyalitas penuh kepada fihak Yahudi. Hal ini tidak saja berlaku bagi bangsa Amerika, tetapi siapa saja bangsa mana saja bilamana sudah mulai menyerahkan wala’-nya (loyalitasnya) kepada kaum Yahudi maka lambat laun watak dan karakter yahudi akan segera menjelma di dalam diri person maupun bangsa terkait.

Maka setelah kita bertanya kepada Allah dan RasulNya kemudian memperoleh jawabannya, mari kita kembali kepada pertanyaan di atas: ”Masih layakkah kita ummat Islam menyerahkan kepercayaan atau menaruh harapan kepada Amerika apalagi kepada Israel dalam penyelesaian konflik di tanah suci kiblat pertama umat Islam Baitul Maqdis (Jerusalem)?” Saya kira siapapun muslim yang berakal sehat dan berhati nurani tentu tahu jawaban semestinya atas pertanyaan itu. Islam tidak membenarkan kita bertoleransi apalagi berdamai kepada fihak seperti kaum Yahudi yang dewasa ini mengangkangi masjid Al-Aqsa dan setiap hari menggelar kezalimannya di tanah suci umat Islam di sana. Dewasa ini bahkan mereka tidak saja berlaku zalim terhadap umat Islam melainkan kaum Nasrani-pun dianiaya. Malah kita juga mendengar kabar bahwa sebagian rakyat mereka sendiri dizalimi oleh pemerintah Yahudi Zionis Israel bilamana menunjukkan sedikit saja empati dan simpati kepada rakyat Palestina.



Maka saudaraku, mengertilah kita sekarang mengapa Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam lima belas abad yang lalu telah mempersiapkan umat beliau yakni umat Islam untuk bersiap-siaga memerangi bangsa Yahudi. Beliau tanpa keraguan sedikitpun telah memprediksi bahwa umat Islam orang-orang beriman semuanya bakal terlibat dalam perang semesta menghadapi kaum Yahudi di akhir zaman.

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتُقَاتِلُنَّ الْيَهُودَ فَلَتَقْتُلُنَّهُمْ

حَتَّى يَقُولَ الْحَجَرُ يَا مُسْلِمُ هَذَا يَهُودِيٌّ فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ

Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a katanya: Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Kamu semua akan membunuh orang-orang Yahudi. Maka kamu semua akan membunuh mereka sehingga batu akan berkata: Wahai para muslimin! Di sini ada orang Yahudi, datanglah kemari dan bunuhlah dia.” (HR Muslim)



Bayangkan saudaraku, ini adalah ucapan manusia paling berakhlak Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam…! Beliau yang dikenal cinta damai dan sangat menghargai nyawa manusia, namun bila menyangkut kaum Yahudi bersikap sangat tegas dan tanpa keraguan barang sedikitpun. Melalui hadits ini menjadi jelaslah bagi kita umat Islam bahwa bilamana menyangkut bangsa Yahudi sudah semestinyalah kita bersikap ekstra waspada, sebab pada gilirannya kita semua orang-orang beriman bakal terlibat dalam memerangi mereka sehingga batupun turut berfihak dan bakal diizinkan Allah untuk sanggup berbicara mengungkap keberfihakannya itu: ”Wahai para muslimin! Di sini ada orang Yahudi, datanglah kemari dan bunuhlah dia.” Dan coba perhatikan bagaimana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan bahwa tatkala batu berbicara saat itu, ia akan memanggil kita tidak dengan panggilan berdasarkan bangsa atau atribut identitas lainnya. Batu bakal menyapa para mujahidin hanya dengan satu panggilan identitas yang memang Allah banggakan atas mereka, yaitu identitas keislamannya..!!! Batu tidak akan diizinkan Allah memanggil dengan sapaan: ”Wahai bangsa Palestina, wahai bangsa Arab, wahai bangsa Mesir, bangsa Yordan, bangsa Saudi, bangsa Indonesia, bangsa Malaysia…” TIDAK..!!! Allah hanya mengizinkan batu berbicara untuk memanggil para pejuang yang memerangi kaum Yahudi dengan satu panggilan universal: ”Wahai para muslimin!”

Wahai kaum muslimin, bangkitlah dari tidur panjang kalian..!!! Sadarilah bahwa segala upaya pemersatu kumpulan manusia tidak akan mencapai keberhasilan kecuali dengan kembali kepada identitas asli kita sebagai suatu umat. Tinggalkan dan tanggalkanlah segala bentuk bendera dan fanatisme kelompok, apakah itu berdasarkan bangsa, suku, adat, partai, golongan, nama Jamaah, atau nama pergerakan atau apapun. Kembalilah hanya kepada identitas asli yang memang Allah banggakan kita atasnya, yaitu Islam. Jika anda ditanya termasuk bangsa mana, jawablah dengan tegas: “Saya bangsa Muslim. Suku saya dan tanah air saya adalah Islam.!!!” Semua bentuk fanatisme kelompok tidak memiliki pembenaran di dalam ajaran Allah Yang Maha Suci ini. Satu-satunya fanatisme yang dibenarkan adalah menjadi seorang yang fanatik kepada komitmen ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah ’Azza wa Jalla. Mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dengan murni dan konsekuen.

هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ

الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ

”Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia.” (QS Al-Hajj ayat 78)



Saat kita bangga mengungkap identitas diri hanya sebagai bagian dari kaum muslimin sedunia, maka bilamana tiba harinya dimana Allah taqdirkan umat Islam memerangi kaum Yahudi ada harapan diri kita dipilih Allah menjadi bagian dari barisan para mujahid yang turut serta memerangi kaum Yahudi tersebut. Namun bilamana kita terus saja bermimpi dengan aneka identitas lainnya selain sebagai seorang muslim, jangan-jangan ketika hari itu tiba kita tidak termasuk yang dipilih Allah masuk ke dalam barisan mujahidin memerangi kaum Yahudi, bahkan sebaliknya Allah paksakan kita berada di fihak pembela kaum Yahudi itu sendiri. Wa na’udzu billaahi min dzaalika…!

selengkapnya...

BONGKAR !!! Terdapat 5 agen Amerika dan Israel Menghilangkan MH370 ?

JAKARTA (voa Islam) - Adakah anda pernah mendengar teori konspirasi mengenai kehilangan MH 370? Perkara ini berlaku seperti ini: Amerika telah keluar daripada Afghanistan, salah satu sistem kawal dan perintah (command and control system - CNC) mereka (yang digunakan untuk mengawal Drone tanpa pemandu) telah dirampas oleh Taliban ketika konvoi pengangkutan Amerika sedang bergerak ke bawah dari salah satu pangkalan di atas bukit. Taliban menyerang diam-diam konvoi tersebut dan membunuh 2 kaki tangan Navy Seal Amerika, merampas peralatan/senjata, termasuk CNC yang beratnya 20 ton dan dimasukkan ke dalam enam peti. Peristiwa ini terjadi lebih kurang sebulan yang lalu pada Februari 2014. Tiada liputan dalam peristiwa ini. (http://america.aljazeera.com/articles/2014/2/23/taliban-ambush-killsscoresofafghantroops.html.)

Apa yang Taliban mau ialah uang. Mereka mau menjual sistem CNC tersebut kepada Rusia atau China. Rusia terlalu sibuk dengan urusan di Ukraina. China pula amat haus sistem teknologi ini. Bayangkan jika China dapat menguasai teknologi di belakang sistem CNC ini, semua Drone Amerika akan tidak berguna lagi. Oleh itu China telah mengirim delapan saintis pakar pertahanan mereka untuk memeriksa sistem yang dirampas tersebut dan setuju untuk membayar jutaan dollar untuk itu. Sekitar awal Maret 2014, delapan saintis China tersebut bersama 6 peti melakukan perjalanan mereka ke Malaysia, dengan berpendapat laluan ini adalah yang terbaik untuk mengelakkan dari dikesan. Kargo ini kemudian disimpan dalam Kedutaan China di bawah perlindungan diplomatik. Sementara itu, Amerika dengan bantuan perisikan Israel, bersama-sama merangka pelan untuk memintas dan menawan semula kargo tersebut. China berfikiran adalah lebih selamat untuk mengangkut kargo tersebut menggunakan pesawat umum untuk mengelakkan syak wasangka.

Lagi pula penerbangan langsung dari KL ke Beijing mengambil masa hanya 4 jam setengah, dan Amerika dipercayai tidak akan merampas atau memudaratkan pesawat awam itu. Jadi MH370 adalah pilihan yang terbaik. Terdapat 5 agen Amerika dan Israel, yang sudah biasa dengan operasi Boeing 777 di dalam pesawat ini. 2 warga “Iran” dengan pasport curi kemungkinan diantaranya. Sebaik sahaja MH370 meninggalkan ruang udara Malaysia dan melapor diri kepada kawalan udara Vietnam, satu pesawat AWACS Amerika telah menyekat isyarat komunikasi mereka (jammed the signal), mematikan sistem kawalan pilot dan menukar kawalan kepada mod kawalan jauh (remote control). Pada ketika itu pesawat hilang ketinggian secara tiba-tiba untuk seketika. Bagaimana AWACS boleh melakukannya? Ingat peristiwa 911? Selepas peristiwa itu, semua pesawat Boeing (Airbus dan mungkin semua) dipasang dengan sistem kawalan jauh untuk menentang rampasan pesawat oleh teroris. Sejak itu semua Boeing boleh terbang dengan kawalan jauh oleh menara kawalan di daratan. Sistem kawalan jauh yang sama digunakan untuk mengawal pesawat pengintai tanpa awak dan Drone. Seterusnya, 5 agen Amerika dan Israel mengambil alih kawalan pesawat, mematikan transponder dan sistem komunikasi yang lain, mengubah laluan dan terbang ke arah barat. Mereka tidak terbang timur, ke Filipina atau Guam kerana Laut China Selatan dan keseluruhan ruang udaranya diawasi sepenuhnya oleh radar dan satelit pengawasan China.

Radar tentera Malaysia, Thailand dan India sebenarnya telah mengesan pesawat yang tidak dikenali itu tetapi seperti dijangka mereka bertindak balas secara tidak profesional. Pesawat itu kemudian terbang ke atas Sumatra Utara, Anambas, India Selatan dan kemudian mendarat di Maldives (beberapa penduduk kampung menyaksikan pendaratan pesawat), mengisi bahan bakar dan meneruskan penerbangannya ke Deigo Garcia, Pangkalan Udara Amerika di tengah-tengah Lautan Hindi. Sebaik mendarat, kargo dikeluarkan dan kotak hitam ditanggalkan. Penumpang disenyapkan (dibunuh) melalui kaedah secara semula jadi, iaitu kekurangan oksigen. Mereka percaya hanya orang mati sahaja yang tidak akan membocorkan rahsia. Pesawat MH370 dengan penumpang yang sudah mati sekali lagi berlepas dan diterbangkan dengan kawalan jauh menuju selatan Lautan Hindi, untuk menjadikan orang percaya bahawa pesawat kehabisan bahan bakar dan akhirnya terhempas ke lautan, dengan menyalahkan kapten dan co-pilot. Amerika telah melakukan persembahan yang baik. Pertama, mereka mengalihkan semua perhatian dan usaha pencarian di Laut China Selatan padahal MH370 terbang ke arah barat ke Lautan Hindia. Kemudian mereka dengan bantuan media-media mereka telah mengeluarkan kenyataan-kenyataan yang bercanggah dan bukti-bukti untuk mengelirukan dunia.

Australia memainkan peranan sebagai pembantu pelakon. Jika dilihat usaha yang dibuat oleh China, dari segi jumlah pesawat pencari, kapal dan satelit, mula-mula mencari di Laut China Selatan, kemudian di Selat Melaka dan Lautan Hindia, ini agak luar biasa. Ini menunjukkan bahwa China amat prihatin, bukan kerana ramainya penumpang awam China, tetapi lebih kepada nilai tinggi kandungan pesawat dan nyawa lapan ahli-ahli sains pertahanannya. Jangan percaya cerita? Saya tidak mengharapkan anda untuk mempercayai tetapi mari kita tunggu dan lihat bagaimana episode ini mendedahkan diri akhirnya nanti. Atau mungkin ia tidak akan berlaku sehingga kemunculan Snowden (Edward Snowden – pakar komputer US, bekas kakitangan CIA yang berpaling tadah dan mendedahkan pelbagai program dan dokumen rahsia US).(AM Hasan/FB/kompasiana/voa Islam)

selengkapnya...

Suriah Awal Perang Akhir Zaman

Penulis : Zulfahmi, MA

Konflik yang terjadi di timur tengah beberapa tahun lalu telah merambah hingga negeri yang di berkahi yaitu Syam. Banyak pakar analisis telah memberi analisa masing-masing terhadap konflik Suriah. Berbeda dengan Arab spiring yang terjadi di negara-negara lain seperti Tunisia, Libya dan Mesir para pakar analisis secara gamblang menyimpulkan bahwa revolusi tersebut merupakan konspirasi Zionis untuk mengusai wilayah timur tengah. Hal senada  sebagaimana yang di jelaskan oleh pakar ilmu akhir zaman syekh Imran Hosein bahwa jihad yang dilakukan seperti Libya merupakan Jihad Zionis artinya jihad yang bertujuan untuk melaksanakan agenda Zionis di timur tengah. Pergantian rezim Muammar Khadafi yang beraliansi ke Rusia dan di gantikan dengan rezim yang beraliansi dengan zionis merupakan sebuah agenda untuk memuluskan jalan berdirinya Israel Raya yang merupakan proyek besar kaum Yahudi yang di kenal dengan the new word order..

Namun bagaimana yang terjadi di Suriah apakah konflik suriah juga merupakan agenda Zionis untuk mengusai timur tengah? Kita tidak bisa pungkiri bahwa awal konflik suriah merupakan revolusi yang di rancang oleh zionis yang bertujuan untuk pergantian rezim yang telah berkuasa selama puluhan tahun. Dan suriah tercatat sebagai sekutu dekat Rusia. Dilansir Russia Today, Jumat (06/09/2013), usai memastikan Obama membatalkan pertemuan empat mata, Presiden Putin mengatakan Rusia mungkin akan datang untuk membantu Suriah menyerang AS. “Pesan kami adalah, jika Anda menyerang sekutu kami, maka kami mungkin akan datang,” tegas Putin.

Sehingga tidak heran jika ada sebahagian ulama yang mengharamkan jihad di suriah, seperti Syehk Imran Hosein mengatakan bahwa jihad di suriah hukumnya haram. Alasannya karena beliau menganggap sama seperti membantu zionis dalam menjalankan agendanya sebagaimana yang terjadi di Libya. Hal ini sebagaimana di jelaskan dalam buku The Geopolitics of Superpowerkarya Colin S. Gray, seorang Alford Machinder abad ke 19 sudah memberi isyarat bahwa Asia Tengah dan Timur Tengah merupakan Kawasan Heartland atau World Island. Sehingga siapa menguasai Heartland yang memiliki kandungan sumber daya alam dan aneka mineral, maka akan menuju Global Imperium. Matikan Timur Tengah, Anda mematikan Cina dan Rusia, maka Anda akan menguasai dunia.

Analisa yang mengatakan jihad disuriah haram merupakan kesimpulan  analisa yang sangat dangkal dan sangat terburu-buru. Konflik di Suriah tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi saja dan secara jelas telah nampak bahwa konflik suriah mempunyai banyak kepentingan. Di satu sisi Zionis menginginkan Suriah menjadi negara yang berpihak kepadanya dan menjadi sekutu di timur tengah seperti Saudi Arabia. Sedangkan Rusia mempunyai kepentingan untuk menjaga pangkalan milternya di timur tengah serta sebagai sumber cadangan minyak bagi negaranya. Di lain sisi para Mujahidin juga mempunyai kepentingan terhadap konflik Suriah dengan menjadikan konflik Suriah tersebut sebagai awal penegakan khilafah Islamiyah di bumi Syam. Hal ini berdasarkan nubuat nabi bahwa akhir zaman kekutan umat Islam berada di Syam. Abu Darda berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesunguhnya kekuatan Muslimin pada waktu itu di Ghuthah, di samping kota yang bernama Damaskus yang paling terbaik di negeri Syam.” (HR. Abu Daud )

Persoalannya adalah bagaimana hukum kaum muslimin yang berjuang bersama-sama dengan pasukan yang beraliansi dengan barat (Eropa dan Amerika dan zionis) dengan tujuan yang sama untuk meruntuhkan rezim Bashar Asad, kemudian memiliki kepentingan yang berbeda, pasukan yang beraliansi dengan barat berkomitmen menerapkan sistem demokrasi setelah rezim Bashar Asad runtuh, sedangkan para mujahidin berkomitmen menegakkan khilafah Islamiyah. Hal ini karena banyak hadist yang menjelaskan keutamaan negeri Syam. Dan darul Islam akan tegak kembali akhir zaman di Syam.

“Salamah bin Nufail berkata: aku datang menemui Nabi saw dan berkata: aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi perang. Nabi saw menjawab: Sekarang telah tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rizki dari mereka (berupa ghanimah) hingga datang keputusan Allah (Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.” (HR. Imam Ahmad)          

Rasulullah saw telah menubuatkan  seribu empat ratus tahun yang lalu bahwa kaum muslimin akan berdamai dengan bangsa Rum. Rasulullah saw bersabda : “Kamu akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Siapakah Rum yang di maksud dalam hadis tersebut, sejarah telah mencatat bahwa Peristiwa pecahnya kerajaan Romawi berawal dari pembagian wilayah menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur tetapi masih merupakan kerajaan Romawi. Karena Romawi sudah tidak sanggup lagi mengatur wilayahnya yang terlalu luas. Romawi Timur berpusat di di Byzantium (Kostantinopel) yang sekarang bernama Istanbul(di wilayah negara Turki sekarang). Sedangkan Romawi Barat berpusat di Roma. Pendiri Kekaisaran Romawi timur ialah Costantyn yang Agung. Kaisar ini sudah dari awal membenci Islam. Juga diteruskan cucunya Kaisar Heraclius. Setelah pasukan Islam kuat mereka berupaya menaklukkan Kostantinopel tetapi selalu gagal. Akhirnya tahun 1453 M Muhammad al-Fatih menaklukkan kota benteng terkuat dan terakhir Romawi itu. Akhirnya kerajaan Romawi pun tamat. Sedangkan Romawi barat setelah terjadi revolusi di dataran Eropa kerajaan Romawi barat tetap masih berdiri kokoh meskipun wilayah kekuasaannya hanya di wilayah Vatikan. Akan tetapi semua umat kristen khatolik di wilayah Eropa masih tetap tunduk  dalam hal agama kepada pemimpin Vatikan.

Berdasarkan fakta sejarah di atas ini membuktikan bahwa Rum yang di maksudkan di atas ialah kerajaan Romawi barat karena zaman sekarang  hanya Romawi barat yang tetap eksis. Didalam hadis yang lain Rasulullah menjelaskan siapa bangsa Rum yang bedamai dengan kaum muslimin dalam hal ini Rasulullah menyebut mereka Bani Asfar yaitu bangsa berkulit kuning atau bangsa pirang dan kebanyakan ulama menjelaskan bahwa mereka adalah bangsa Eropa. Sebagaimana hadist Rasulullah saw.

“Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata: Aku menemui Nabi saw lalu aku ucapkan salam. Nabi saw: Auf ? Ya, benar. Nabi saw bersabda: Masuklah. Semua atau aku sendiri? Nabi saw menjawab: Masuklah semua. Nabi saw bersabda: Wahai Auf, hitung ada enam tanda Kiamat. Pertama, kematianku. Kalimat Nabi saw ini membuatku menangis sehingga Nabi saw membujukku untuk diam. Aku lalu menghitung: Nabi saw bersabda : yang pertama Penaklukan Baitul Maqdis:  yang kedua  Kematian yang akan merenggut umatku dengan cepat seperti wabah kematian kambing. Yang ketiga Konflik dahsyat yang menimpa umatku.  Yang keempat harta membumbung tinggi nilainya hingga seseorang diberi 100 dinar masih belum puas. Yang kelima. Terjadi gencatan senjata antara kalian dengan Bani Ashfar (bangsa pirang), lalu mereka mendukung kalian dengan 80 tujuan. Apa maksud tujuan? Nabi saw bersabda: Maksudnya panji. Pada tiap-tiap panji terdiri dari 12.000 prajurit. Benteng umat Islam saat itu di wilayah yang disebut Ghauthah, daerah sekitar kota Damaskus.” (HR. Imam Ahmad)

Dari analisis hadis di atas maka perdamaian dengan Rum merupakan perdamaian yang memang sudah di nubuatkan oleh Rasulullah. Dan hal ini di benarkan dalam Islam selama kaum muslimin tidak menjadikan mereka sebagai sekutunya. Karena sifat perdamaian itu hanya sementara. Dalam nubuat hadist diatas setelah kaum muslimin berdamai dengan Rum kemudian berhasil menaklukkan musuh bersama yaitu Rezim Suriah Bashar Asad. kemudian Rum berkhianat mereka mencoba membajak revolusi tersebut dan mengatakan merekahlah yang lebih unggul dalam peperangan dan mereka yang berhak mendapatkan kemenangan. Para mujahidin tidak bisa menerimanya Karena kenyataannya yang paling berperan dilapangan adalah kaum muslimin seperti Daulah Islam Iraq dan Syam, Ahrar Syam, Jubhah al-Nusrah dan lain-lain.

Maka berdasarkan nubuat di atas setelah Bashad Asad tumbang kaum muslimin akan berperang lagi dengan bangsa Rum yaitu Eropa. Kemudian mereka bersekutu dengan delapan puluh negara untuk memerangi mujahidin, tiap-tiap negara terdiri dari 12.000 pasukan. Inilah perang yang paling dasyat yang terjadi di akhir zaman sehingga dalam hadist di jelaskan perang tersebut di kenal dengan al-malhamah al-kubra. Rasulullah telah menjelaskan bahwa peperangan terdahsyat di akhir zaman pusat kepemimpinan kaum muslimin berada di Damaskus. Rasulullah saw bersabda : “Pusat kepemimpinan kaum Muslimin pada hari peperangan yang paling besar adalah di sebuah negeri yang bernama Ghuthah, yang mana di negeri itu terdapat sebuah kota yang bernama Damsyik (Damaskus). Ia merupakan tempat tinggal yang terbaik bagi kaum Muslimin pada waktu itu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud) Wallahua’lam
   

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |