Mengapa Harus Mengeluarkan Anggaran Untuk Melawan Hujan?

Seperti ingin melawan kehendak alam dan Tuhan, usaha menghentikan hujan dengan berbagai rekayasa. Sekarang ini bukan hanya menggunakan  teknologi modern, tetapi sampai menggunakan “dukun” alias pawang hujan menghadapi anomali cuaca. Mengerahkan “dukun” menghentikan hujan, dan menghalau awan, agar tidak jatuh di daratan, tetapi jatuh di laut. Amerika negara yang paling modern, dan memiliki teknologi yang sangat  canggih, tidak mampu melawan badai yang berkali-kali menghantam daratan Amaerika, dan memporak-porandakan sebagian negara itu. Segala kemampuan teknologi, riset dan usaha-usaha menggunakan ilmu pengetahuan yang bertujuan menjinakkan badai yang sangat dahsyat yang menerjang  di berbagai negara bagian Amerika, tak pernah berhasil. Di Jakarta, usaha-usaha menghentikan curah hujan, dan mengarahkan curah hujan ke arah laut, sebagai usaha pemerintah DKI agar wilayah ibukota itu, tidak terendam banjir. Sekarang DKI Jakarta menghadapi cuaca yang buruk, dan curah hujan yang tinggi, dan berpotensi terjadinya banjir. Maka, Pemprov DKI Jakrta melakukan upaya mengurangi curah hujan di Jakarta dengan rekayasa cuaca. Namun, usaha-usaha rekayasa itu yang dijalankan Pemprov DKI itu dinilai bukanlah solusi. Namun merupakan pemborosan mengingat kebutuhan dana cukup besar. "Anggarannya besar sekali, itu ‘kan pakai pesawat, sekali terbang sudah berapa uang yang dikeluarkan? Bisa tahan lama nggak? Saya pikir itu bukan solusi mengatasi banjir di Jakarta," kata politisi Martin Manurung. Yang perlu diperhatikan, lanjutnya, pembangunan perumahan di Jakarta dan sekitarnya yang tidak memperhatikan pembuangan saluran air. Termasuk pertumbuhan sektor properti yang tidak bertanggung jawab merupakan penyumbang terbesar banjir di Jakarta. Di Jakarta Utara dan Barat sampai Tangerang yang dahulunya rawa-rawa dan hutan bakau telah disulap menjadi perumahan mewah, dan apartemen serta padang golf. Sejak mulai daerah Pluit, Pantai Indah Kapuk (PIK),sampai Tangerang, dan sepanjang pantai utara Jakarta sudah berubah menjadi komplek perumahan dan aparrtemen, dan mall. Semuanya itu mengakibatkan manpetnya saluran air dan resapan air  di Jakarta. Masih ditambah buruknya drainase yang banyak tidak jalan. Jadi, kalau Pemprov DKI bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan rekayasa cuaca untuk mengurangi curah hujan yang tinggi di Ibukota Jakarta, dan  rekayasa cuaca akan dilaksanakan selama dua bulan terhitung mulai hari ini, maka itu langkah yang sia-sia dan hanya pemborosan belaka. Menurut laporan yang ada dalam rekayasa yang menggunakan teknologi penggaraman, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 20 miliar dan Rp8 miliar dari dana siap pakai BNPB. Sementara anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Firdaus Ali mengatakan, banjir yang terjadi di beberapa wilayah merupakan dampak dari intensitas hujan yang terus menerus terjadi. Menurutnya, apa yang terjadi masih awal musim penghujan. Jakarta masih akan dihadapkan cuaca yang lebih ekstrim lagi. "Ini ramalan bahwa kita sedang menghadapi cuaca sangat ekstrem. Jakarta terkena efek negatif lebih buruk dibanding daerah lain," ujar Firdaus. Ia mewanti-wanti agar Gubernur DKI Jokowi tidak lengah selama musim penghujan tahun ini. "Dan, ingat Pak Jokowi, ini baru awal. Kita masih akan diterpa hal seperti ini paling tidak tiga setengah bulan ke depan," ungkapnya. Lebih baik dana yang besar itu, digunakan menyantuni rakyat miskin yang rumahnya terendam banjir. Banjir bisa merendam nama Jokowi yang sudah melambung oleh hasil survei calon presiden. af/hh 

selengkapnya...

Inilah 12 Kaum yang Dibinasakan Allah

Dalam Alquran, banyak sekali diceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena mereka mengingkari utusan-Nya dan melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang. Berikut adalah kaum-kaum yang dibinasakan. 1. Kaum Nabi Nuh Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh. Lalu, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh (QS Al-Ankabut : 14). 2. Kaum Nabi Hud Nabi Hud diutus untuk kaum 'Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa (QS Attaubah: 70, Alqamar: 18, Fushshilat: 13, Annajm: 50, Qaaf: 13). 3. Kaum Nabi Saleh Nabi Saleh diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Saleh diberi sebuah mukjizat seekor unta betina yang keluar dari celah batu. Namun, mereka membunuh unta betina tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka (QS ALhijr: 80, Huud: 68, Qaaf: 12). 4. Kaum Nabi Luth Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri (QS Alsyu'araa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12). 5. Kaum Nabi Syuaib Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perdagangan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa (QS Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44). Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang padang tanah yang pepohonannya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah) (QS AlHijr: 78, Alsyu'araa: 176, Shaad: 13, Qaaf: 14). 6. Firaun Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun malah mengaku sebagai tuhan. Ia akhirnya tewas di Laut Merah dan jasadnya berhasil diselamatkan. Hingga kini masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92). 7. Ashab Al-Sabt Mereka adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestina). Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka akhirnya dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina (QS Al-A'raaf: 163). 8. Ashab Al-Rass Rass adalah nama sebuah telaga yang kering airnya. Nama Al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Saleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib. Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (adapula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan karena mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam sumur sehingga mereka dibinasakan Allah (Qs Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12). 9. Ashab Al-Ukhdudd Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Sementara itu, sekelompok orang yang beriman diceburkan ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yanga tengah menggendong seorang bayi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT (QS Alburuuj: 4-9). 10. Ashab Al-Qaryah Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab Al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Anthakiyah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras (QS Yaasiin: 13). 11. Kaum Tubba' Tubaa' adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat ingkar kepada Allah hingga melampaui batas. Maka, Allah menimpakan azab kepada mereka hingga binasa. Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah bendungan air (QS Addukhan: 37). 12. Kaum Saba Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pepohonan untuk kemakmuran rakyat Saba. Karena mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghancurkan bendungan Ma'rib dengan banjir besar (Al-Arim) (QS Saba: 15-19). Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci. Aamiin

selengkapnya...

Pekan Kondom Nasional Akhirnya Di Hentikan !!

Panitia Penyelenggara akhirnya memutuskan untuk membatalkan kegiatan sosialisasi pemakaian kondom melalui Pekan Kondom Nasional (PKN) 2013. Derasnya tekanan umat Islam, termasuk dari dua organisasi Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, diakui menjadi faktor kuat di balik keputusan pembatalan itu. “Kami sampaikan bahwa PKN dibatalkan sesuai hasil diskusi Kemenkes dan juga dengan kesepakatan Direktur DKT (perusahaan kondom merek sutra, red),” kata Budi Harnanto, Deputi Dukungan Umum Komisi Penanggulangan AIDS NAsional melalui pesan singkat. “Telah terjadi misinterpretasi dan misinformasi terkait tujuan kampanye kondom, sehingga acara dihentikan.” Besarnya tekanan dan kritik menurut pegiat AIDS Dr Sri Pandam Pulungsi, menunjukkan strategi yang dipilih panitia tak tepat. Dalam agenda yang sempat dirilis sejak sebulan lalu, Pekan Kondom Nasional sedianya akan menjadi ajang kampanye besar-besaran untuk sosialisasi pemakaian kondom pada masyarakat. Kegiatan tadinya akan digelar antara 1-7 Desember, dilakukan dengan sarana penunjang berupa sebuah bus yang akan dibawa berkeliling (roadshow) ke berbagai titik, termasuk lokasi umum dan kampus di Jakarta. Selain melakukan penyuluhan, memberikan kesempatan tes HIV/AIDS gratis, juga sempat direncanakan ada acara pembagian kondom gratis. Bus berukuran besar bercat merah dengan logo Pekan Kondom Nasional 2013 itu kemudian memantik debat di sejumlah jejaring sosial karena bergambar bintang iklan kondom Julia Perez dalam busana dan pose seronok. “Ini jadinya malah seperti menganjurkan hubungan seks bebas,” kritik salah satu Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah, Syafiq Mughni. Syafiq mempersoalkan akses terhadap kondom yang dibuat mudah bahkan gratis sehingga masyarakat bisa tergoda mencobanya dalam hubungan seksual yang tak terikat pernikahan. “Kalau tadinya mau berhubungan takut kena HIV/AIDS, sekarang sudah dibilang aman, diberi kondom jadi malah kepengen mencoba,” ujarnya. Muhammadiyah, seperti juga pengurus NU menyerukan agar umat tak ikut terlibat dalam agenda PKN 2013 ini, kata Syafiq. Sebelumnya sejumlah tokoh dan ormas Islam mendesak pemerintah untuk menghentikan kegiatan Pekan Kondom Nasional. Di antara alasannya, kegiatan ini bisa disebut memfasilitasi seks bebas dan melegalkan perzinahan. (bbc), salam-online

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |