Siapakah Dr Aafia Siddiqui? Dan mengapa penyandera Aljazair meminta pembebasannya?


Permintaan inti dari penyandera Aljazair adalah dilepaskannya
seorang ibu tiga anak asal Pakistan yang
sekarang menjalani hukuman 86 tahun
penjara di penjara Amerika Serikat (AS).
Jadi mengapa kasusnya hampir tidak
disebutkan di media mainstream? Jurnalis Yvonne Ridley, yang juga pernah menjadi
sandera Taliban pada tahun 2001,
melaporkan. satunya yang membuat saya kaget adalah
ketika penculik Aljazair menyerukan
pembebasan Dr Aafia Siddiqui dan itu tidak
segera dikabulkan. Jangan salah sangka
dulu, sebagai mantan sandera, saya tidak
mungkin membenarkan aksi yang terjadi di gurun terpencil di pedalaman Aljazair. Dan
saya bersimpati kepada keluarga yang
kehilangan yang dicintai di dalam drama
(penyanderaan) di kilang gas In Amenas
yang dikatakan di dalangi oleh Mokhtar
Belmokhtar. Militan bermata satu yang terkenal di Aljazair yang tampaknya
memiliki hubungan dengan al Qaidah,
mengaku bertanggung jawab atas serangan
dilakukan hari Rabu. Saya juga tidak lupa
mengatakan bahwa tidak bisa para penculik,
baik dengan motivasi politik maupun kriminal, dapat membenarkan tindakan
mereka. Tetapi ketidakadilan tetaplah
ketidakadilan, dan sebagai satu-satunya
jurnalis Barat yang secara khusus datang ke
Afghanistan untuk menyelidiki kasus Dr
Aafia Siddiqui, saya harus mengatakan
bahwa keadaannya telah menjadi cause celebre (kasus yg terkenal -red) di seluruh
dunia Muslim. Dan saya punya perasaan
tidak nyaman ketika makin banyak orang
Barat yang akan diculik ketika penyandera
meminta pembebasan dari Dr Aafia
Siddiqui, yang saya sebut sebagai seorang wanita yang paling dirugikan di seluruh
dunia. Jadi siapakah Dr Aafia Siddiqui dan
mengapa sebuah kelompok di Afrika Utara
meminta pembebasannya? Ya, sangat mudah untuk jadi emosional
ketika bicara tentang seorang wanita Muslim
yang terperangkap dalam Perang Melawan
Teror tetapi saya tidak mendasarkan kasus
saya pada emosi dan hanya beberapa fakta-
fakta dingin sederhana, dan bukti-bukti forensik... atau kurang dari itu, tetapi lebih
dari itu dan akan menceritakan kisah ganjil
dari wanita itu nanti.
Keluarganya jelas tidak akan suka ketika
sebuah kelompok “teroris” Aljazair meminta
pembebasannya karena itu akan memberikan
sedikit persepsi bahwa Dr Aafia pasti
seorang ekstrimis Islam. Itu adalah narasi
yang dipaksakan intelejen AS meskipun sudah dikatakan di pernyataan terbuka
penuntut bahwa dia bukanlah al Qaidah atau
simpatisan teroris. Kasus dari ibu-tiga-anak yang sudah terkenal
diseluruh rumah tangga dari yang paling
relijius sampai yang paling sekuler di
Pakistan ... dimana telah bertahun-tahun
mayoritas dari mereka meminta
pemulangannya. Sekarang dia dikenal sebagai Putri Bangsa meskipun kisahnya
telah berkelana melampaui batas negara
Pakistan. Ribuan anak muslim telah diberi
nama sama dengannya karena itu dia telah
menjadi simbol. Segala sesuatu yang dia
wakili berasal dari ketidakadilan yang diciptakan oleh Perang Amerika terhadap
Teror ... dengan penculikan, renditions,
penyiksaan, pemerkosaan, dan
waterboarding. Akademisi cerdas, neurosaintis, mendapat
pendidikan di universitas-universitas kelas
atas di AS, sekarang ini terbaring lemah di
penjara Texas menjalani 86 tahun hukuman
setelah dituduh bersalah mencoba
membunuh tentara Amerika. Fakta bahwa mereka menembaknya dari jarak dekat dan
hampir membunuhnya sering diabaikan.
Begitu hinanya, tentara AS yang bertugas di
Afghanistan yang dibawah sumpah
pengadilan mengklaim bahwa akademisi
kecil dan rapuh itu melompat dibalik tirai sel penjara, menyambar salah satu senjata
mereka untuk menembak dan membunuh
mereka. Itu adalah cerita yang dikarang
dimana pengacara manapun yang
berpengalaman bisa membantahnya. Sekenario yang digambarkan di pengadilan
meragukan dan lebih penting lagi, ketiadaan
bukti – tidak ada residu tembakan di
pakaian dan tangannya, tidak ada peluru
dari senjata yang ditembakkan, tidak ada
sidik jari milik Dr Aafia pada senapan ... bukti penting lainnya yang diambil oleh
militer AS dari TKP hilang sebelum sidang.
Ayolah, kita semua sudah menonton episode
dari CSI - ilmu tidak berbohong. Setelah
diobati di bagian medis di Bagram, dia
kemudian di 'rendition' (dipindahkan secara rahasia -red) ke Amerika untuk diadili atas
kejahatan yang diduga dilakukan di
Afghanistan. Dengan mencemoohkan
Konvensi Wina dan Jenewa, dia tidak diberi
akses konsuler sampai hari ia tampil
pengadilan pertama. Pengadilannya diadakan di New York,
selemparan batu dari dimana Menara
Kembar pernah berdiri membuatnya tidak
mungkin untuk tidak membangkitkan
kenangan yang mengerikan di hari 11
September dimana bagi sebagian orang selamanya mengubah umat Islam menjadi
Musuh Publik Nomer Satu. Sebuah tim legal
yang tak bersemangat dipaksakan kepada
Dr Aafia oleh pemerintah AS gagal
meyakinkan juri bahwa dia tidak bersalah,
meskipun ada bukti ilmiah kuat bahwa dia tidak bisa merebut pistol tentara apalagi
menarik pelatuk. Saya telah melihat penjara di Ghazni
beberapa minggu setelah penembakan di
Juli 2008 dan menemukan bahwa para
tentara ketika itu panik dan menyembur
ruangan dengan peluru saat mereka
berusaha melarikan diri. Buktinya ada disana dalam rekaman film ketika kunjungan
saya dan diserahkan kepada tim pembela.
Penuntut tidak mempercayai seorang
jurnalis barat telah melakukan perjalanan
di Afghanistan bagian ini dan mendapatkan
kesaksian dan bukti yang menarik. Segera setelah itu bukti forensik penting termasuk
peluru yang dihabiskan telah dicungkil dari
dinding dalam sel, hilang. Melihat Dr Aafia muncul dari balik tirai
tanpa borgol dan tutup kepala menyebabkan
kepanikan buta di antara para prajurit
muda yang telah diberi penjelasan singkat
oleh FBI bahwa mereka akan menangkap
salah satu wanita yang paling berbahaya di dunia. Saya mewawancarai saksi mata,
petugas polisi senior Afghanistan dan satu
demi satu mengatakan laporan mereka
tentang apa yang terjadi. Namun satu-
satunya orang Afghanistan yang dibawa ke
pengadilan untuk memberikan kesaksian terhadap dirinya adalah penerjemah FBI
yang sekarang memiliki “Green Card” (ijin
bekerja di AS -red) dan tinggal di New York
bersama keluarganya. Yang tidak diberitahukan kepada juri
adalah bahwa Dr Aafia, dan ketiga anaknya,
semuanya dibawah umur lima tahun ketika
itu, telah diculik dari jalanan di dekat
rumah mereka di Karachi dan hilang sejak
tahun 2003. FBI mengeluarkan cerita pada waktu itu dia sebenarnya pergi jihad ke
Afghanistan - itu adalah sebuah kisah
menggelikan tanpa dasar dan, karena setiap
ibu dari anak-anak tahu, perjalanan ke sudut
toko lokal dengan balita adalah tantangan
monumental jadi berangkat untuk berperang di Afghanistan dengan kereta dorong bayi,
dan menggendong balita ditangan adalah
hal yang tak terbayangkan. Narasi FBI
dimentahkan oleh Elaine Whitfield Sharp,
seorang pengacara berbasis di Boston yang
disewa oleh keluarga Siddiqui ketika Dr Aafia pertama kali menghilang. Dari tahun-tahun yang hilang dari
kehidupan akademisi ini terungkap cerita
yang sekarang dikenal hampir semua orang
di dunia Muslim di mana dia secara luas
dianggap sebagai korban Perang George W
Bush melawan Teror. Saat ia mencoba untuk memberitahu juri bagaimana dia ditahan di
penjara rahasia, tanpa perwakilan hukum,
terputus dari dunia luar sejak 2003 dimana
digunakan teknik interogasi brutal untuk
melemahkannya, tetapi dia dibungkam oleh
hakim yang mengatakan ia hanya tertarik dalam insiden penembakan sel. Hakim Richard Berman, seorang pria kecil
sederhana yang terlalu sederhana,
bersikeras ia tidak tertarik pada tahun-
tahun yang hilang, itu tidak ada
relevansinya dengan kasus ini, dia
bersikeras. Dia (Dr Aafia) bersaksi bahwa setelah menyelesaikan studi doktor dia
mengajar di sekolah, dan minatnya adalah
dalam pemberdayaan kemampuan disleksia
dan anak berkebutuhan khusus lainnya. Dia
muncul sebagai pengasuh yang cinta
kemanusiaan dan pendidik, lembut namun tegas untuk mencari kebenaran dan
keadilan. Ketika bukti terus diunngkap kita jadi tahu
bahwa dia tidak tahu di mana ketiga
anaknya - itu sesuatu yang menggemparkan
bagi mereka yang tahu kisah sebenarnya.
Dia berbicara tentang kecemasan dan
ketakutan diserahkan kembali ke Amerika ketika ia ditahan di Ghazni dan ditahan
oleh polisi. Ketakutan jika penjara rahasia lain
menunggunya dia menceritakan bagaimana
dia mengintip dibalik tirai yang membatasi
bagian ruangan lain dimana tentara
Afganistan dan Amerika ketika itu sedang
berbicara, dan bagaimana ketika tentara Amerika terkejut melihatnya, dia melompat
dan berteriak bahwa tahanan telah lepas,
dan menembaknya di bagian perut. Dia
menggambarkan bahwa dia juga ditembak
disamping oleh orang kedua. Dia juga
menggambarkan bagaimana setelah roboh di tempat tidur di ruangan itu, dia secara
kasar dilempar di lantai dan kehilangan
kesadaran. Rangkaian cerita ini persis seperti yang
diceritakan Kepala Polisi Anti Terorisme
yang saya wawancarai di Afghanistan pada
musim gugur 2008 lalu – Saya ingat ketika
dia tertawa menceritakan saya bagaimana
tentara AS panik, menembak secara acak di udara ketika menyerbu ruangan dalam
kepanikan membabi buta. Tentu saja tidak mungkin sekelompok
tentara itu akan mengakuinya, tetapi
berdasarkan mereka yang saya wawancarai
untuk film saya “In Search of Prisoner 650”
di Afghanistan , itulah yang terjadi. Dua
dari anak-anaknya yang hilang telah ditemukan dan bersatu kembali dengan
keluarga mereka di Karachi. Masih tidak
jelas di mana anak-anak ini ditahan ketika
mereka diculik dari sebuah jalan di Karachi
tapi ada tidak ada yang bisa menyamarkan
aksen Amerika mereka ... mungkin diambil dari sipir penjara mereka. Jadi mengapa FBI ingin berbicara dengan
Dr Aafia sedari awal dan mengapa mereka
menggambarkan dia sebagai seorang teroris
berbahaya yang buron? Jika memang dia
adalah orang yang mereka tuduhkan
mengapa dia tidak didakwa dengan terorisme dan mengapa jaksa berhati-hati
untuk menunjukkan bahwa dia bukan al
Qaeda? Satu orang yang mungkin memegang kuncinya
adalah mantan suami Dr Aafia yang telah
menolak untuk saya wawancarai. Dia akan
melalui perceraian yang sangat agresif dan
pahit di bulan-bulan sebelum Dr Aafia
menghilang. Dia yang pertama kali jadi perhatian FBI pada tahun 2002 ketika ia
tinggal di Amerika, tapi apa yang ia katakan
kepada mereka (FBI) menjadikan mereka
mencurigai mantan istrinya melakukan
kesalahan, itu adalah tebakan semua orang. Siapa yang merenggut Dr Aafia dan anak-
anaknya? Saya tidak tahu, tapi saya juga
telah melacak beberapa mantan tahanan
Bagram yang mengatakan kepada saya
mereka melihat Dr Aafia ditahan di
Bagram pada tahun 2005 dan memberikan identitas positifnya dengan foto sebelum dia
diculik dan setelah penangkapannya di
Ghazni. Intinya adalah Dr Aafia Siddiqui
tidak boleh di penjara dan selama
ketidakadilan ini terus berlangsung dia akan
menjadi ajakan bagi siapa saja yang ingin memilih memerangi Amerika. Mengakui ketidakadilan dan mengembalikan
Dr Aafia ke rumahnya di Pakistan tidak
akan menghentikan para ekstremis dari
menyebabkan teror, tapi mungkin membuat
kehidupan warga AS jauh lebih aman jika
kesalahan ini diluruskan. Yvonne Ridley adalah wartawati Inggris dan
pelindung LSM hak asasi manusia
cageprisonners.com yang berbasis di London
serta menjadi presiden Eropa dari
Persatuan Perempuan Muslim Internasional
dan Wakil Presiden Liga Muslim Eropa. Yvone mengelola situs www.yvonneridley.org
dan Twitter @ yvonneridley. *Diterjemahkan oleh Sena Indra dari tulisan Yvonne Ridley di situs ceasefiremagazine.co.uk http://
ceasefiremagazine.co.uk/algerian-
kidnappers-demand-release-dr-aafia-
siddiqui//@cwi

selengkapnya...

Bagaimana Kita Mempersiapkan Anak Untuk Menghafal Al Quran?


Proses penyiapan anak untuk hafal Al
Quran terlihat pada beberapa poin berikut: 1. Menciptakan lingkungan rumah Qur’ani
untuk anak. Dalam arti seorang anak
tidak akan memberikan perhatian dan
cintanya kepada Al Quran, selama
tidak ada contoh dari keluarganya
yang terdiri dari kedua orangtua dan saudara-saudaranya. Oleh karena itu
hendaknya kedua orangtua harus
memulai menghafal dan mempelajari
Al Quran terlebih dahulu. Pasti
setelah itu anak akan belajar dari
mereka. Dan hendaknya ada jadwal- jadwal khusus membaca Al Quran
walaupun hanya beberapa
rubu’ (seperempat halaman) saja
sehari. 2. Orang tua harus berusaha menghafal
Al Quran beberapa juz dari Al Quran
dan konsisten dengannya. Mereka bisa
menghafal 10 ayat dalam sepekan
dengan berusaha untuk menyetorkan
juz yang dihafalkannya itu kepada orang lain. Atau bisa saling berlomba
siapa yang bisa menyesaikan juz yang
sedang dihafal terlebih dahulu. Dan
itu dilakukan dengan disaksikan anak-
anak mereka. Bisa juga dilakukan di
depan seorang qori atau pakarnya. Entah di rumah atau di masjid. Anak-
anak juga harus dibiasakan diajak ke
masjid agar mereka juga terbiasa
melakukannya. Perlu juga kita ingatkan
bahwa hafalan Al Quran harus
diiringin dengan amal. Sehingga perilaku kedua orang tua sejalan
dengan ajaran-ajaran Al Quran. Para
sahabat dahulu tidak sampai melewati
10 ayat Al Quran sampai mereka bisa
mengamalkan apa yang mereka hafal. 3. Kedua orangtua saling memberi
hadiah ketika keduanya menyelesaikan
juz yang telah dihafal. Dan hendaknya
anak-anak juga mengetahuinya. Atau
kalau bisa juga turut serta membelikan
hadiah untuk keduanya. 4. Kedua orangtua konsisten
mendengarkan program-program
radio atau mendengarkan rekaman-
rekaman kaset (atau yang lainnya) dan
mendiskusikannya di depan anak-anak.
Nah dari sini keduanya bisa mengembangkan skill pendengaran
pada anak. 5. Memperdengarkan kepada anak suara
kaset-kaset rekaman salah seorang
qori terkenal dan memiliki suara dan
bacaan yang bagus ketika mereka
sedang mengerjakan hal-hal yang
mereka senangi seperti menggambar (melukis) atau mewarnai. 6. Menggunakan rekaman-rekaman
hafalan Al Quran di komputer
sehingga akan membangkitkan
keinginan anak duduk di depan
komputer dan melatihnya mengikuti
ayat-ayat yang hendak dihafal. 7. Memperkenalkan anak dengan Al
Quran yang mulia ini. Misalnya tentang
kisah turunnya Al Quran kepada
Rasulullah saw, jumlah juz-juz dan
surat-surat di dalamnya. Serta
menceritakan kepadanya beberapa kisah-kisah Al Quran seperti kisah
dalam surat al-Baqoroh, dua orang
pemilik kebuh dan kisah-kisah para
nabi. Kapan Seorang Anak Mulai Menghafal
Al Quran?
Sebagian orang mengatakan bahwa anak
mulai bisa menghafal Al Quran sejak usia 3
tahun. Sementara yang lain mengatakan
pada usia empat tahun. Tapi saya yakin
menghafal bisa dilakukan sebelum itu dan
semuanya tergantung dari pengalaman. Oleh karena itu banyak anak-anak yang
cerdas sepanjang sejarah yang telah
menyelesaikan hafalan Al Quran di usia-
usia ini. Sebagian mereka ada yang hafal
pada usia 5 tahun. Dan ini tergantung dari
kondisi individunya. Perlu kita ketahui bahwa Allah tidak membeban suatu jiwa
melainkan apa yang ia sanggupi. Untuk anak
anda hendaknya anda memperhatikan hal-
hal berikut: Kenali sejauh mana kemampuan anakmu
dalam mengafal. Pada umumnya, setiap ibu
pasti tahu apakah anaknya cepat dalam
menghafal, kuat ataukah lemah
memorinya? Apabila sekarang anda belum
mengenal, maka kenalilah saat ini juga. Apabila anda sudah mengetahui bahwa dia
cepat dalam menghafal atau sudah bagus
hafalannya –dan itu bisa dilihat dari
kemampuannya menyanyikan nasyid-nasyid,
lagu-lagu yang ia lihat di TV, radio atau
rekaman-rekaman lainnya, maka yang harus anda lakukan adalah: 1. Buatlah perencaaan bersama suami
(rencana tahunan, bulan, pekanan dan
harian menghafal Al Quran) dalam
sebuah jadwal yang dipantau oleh
mereka misalnya dalam menyelesaikan
6 juz dalam setahun. Atau menyelesaikan hafalan Al Quran
seluruhnya dalam 5 tahun Insya Allah.
Anak bisa menghafal 20-25 ayat
dalam sepekan atau sekitar
seperempat hizb. Ada orang yang bisa
menghafal lebih banyak dari itu. Tapi cukuplah kadar di atas agar tidak
menjadi beban atau kesulitan. Tapi
ada juga orang yang tidak
memperhatikan ini semua. Tapi saran
saya jangan ada paksaan dalam hal
ini. Sesuatu yang sedikit tapi tetap dilakukan secara rutin lebih baik dari
pada banyak tapi terputus-putus, tidak
ada berkah dan cepat lupa karena
tidak dijaga. 2. Anak memulai hafalannya dari juz
Amma. 3. Anak mendengarkan sampai juz yang
sudah ditentukan dalam sehari melalui
kaset rekaman 4-5 ayat. Bisa jadi
ayatnya akan lebih apabila ayat-ayat
yang hendak dihafal adalah ayat-ayat
pendek. Dan itu bisa dibiasakan saat sedang mewarnai atau menggambar.
Kita tidak harus memaksakan anak
duduk mendengarkan ayat-ayat yang
akan dihafal dan mengulang-
ulanginya. 4. Pada akhir pekan kita bisa melihat
ayat-ayat Al Quran sudah mulai
melekat di benaknya. Akan tetapi
hanya butuh pengikatan saja pada
ayat-ayatnya. Nah saat itu usahakan
anak diajak pergi ke masjid untuk melihat anak-anak lainnya yang juga
sedang melakukan apa yang ia lakukan.
Dan ini akan membangkitkan semangat
perlombaan. “dan untuk yang demikian
itu hendaknya orang berlomba-lomba.
”(Qs al-Mutaffifin: 26). Hendaknya anak difokuskan di bawah penanganan
seorang guru yang spesialis. Apabila
belum memungkinkan, maka ayahnya
bisa melakukan hal itu. Dan itu
dilakukan pada setiap akhir pekan
(weekend). Caranya, anak duduk di depan ayahnya, lalu ayahnya
membacakan ayat terlebih dahulu,
kemudian anaknya mengikutinya. Dan
umumnya aktifitas ini hanya memakan
waktu 20 menit saja. Seyogyanya ini
dilakukan secara terus-menerus dan jangan sampai meninggalkannya
sampai anak benar-benar
melakukannya dengan baik. Ini dilihat
dari satu sisi. Dari sisi lainnya, agar
terbentuk pada anak kebiasaan
membaca Al Quran, menjaga, memelihara dan mencintainya. Akan
lebih bagus lagi apabila kegiatan ini
dilakukan dengan sesuatu yang disukai
anak, misalnya mengajaknya jalan-
jalan atau rihlah di akhir pekan. Saya
tidak bermaksud mengajaknya rihlah atau jalan sebagai syarat ia
menghafal. Sebagaimana saya juga
mengingatkan keharusan
membangkitkan semangat kegembiraan
dan gairah terhadap kegiatan ini
tanpa mengurangi sedikitpun perasaan menghormati dan menjunjung tinggi
dari yang dibaca. 5. Mengapresiasi anak ketika ia bisa
melakukan hafalannya lebih cepat
dengan kata-kata yang baik, penuh
pujian dan mengingatkannya bahwa
apa yang dilakukannya itu akan
membahagiakan kedua orangtuanya sebelum ia mendapatkan ridho dari
Tuhannya. Atau bisa juga dengan
mentraktirnya makan di luar rumah. 6. Mengadakan pesta setelah ia berhasil
menghafal satu juz. 7. Agar hafalan Al Quran tidak mudah
hilang, maka kita harus menjaganya
dengan murojaah secara
berkesinambungan. Anak harus
melakukan murojaah hafalannya
setiap pekan dengan cara yang sudah saya sebutkan di atas. Ia juga harus
melakukan murojaah bulanan.
Murojaah dilakukan dengan
mendengarkan kembali ayat-ayat yang
dihafal pada 3 hari terakhir dalam
sebulan, lalu dengan cara yang juga disebutkan sebelumnya. Seorang ayah
hendaknya menyimak hafalan anak di
sela-sela bulanan. Akan lebih bagus
lagi apabila proses murojaah ini
dilakukan dalam bentuk musabaqoh
(perlombaan) yang diadakan, misalnya di masjid dan memberikan hadiah-
hadiah secara simbolis. 8. Berperan sebagai pengganti guru
tahfiz -ini berfungsi sebagai motivasi
bagi anak yang pandai dalam tilawah
Al Quran dan hafal beberapa juz Al
Quran secara itqon. Seperti misalnya
dengan cara menjadi guru tahfiz pada juz ini bagi siapa saja yang belum
hafal di antara saudara-saudaranya
atau teman-temannya di masjid
dengan syarat berada dalam
bimbingan ayah atau seorang syekh di
masjid. Bagaimana Mengatasi Rasa Bosan? Jarang sekali rasa bosan hinggap dalam
jiwa seorang anak ketika ia menghafal,
kalau kita mengikuti metode yang lalu.
Karena kita tidak menganjurkannya ia untuk
banyak duduk dan mengulang-ulang kecuali
hanya satu kali saja sepekan. Itu juga dikarenakan hafalan sudah melekat di
dalam dirinya dengan sesuatu yang ia
senangi. Adapun apabila ada sesuatu yang
meresap seperti futur (patah semangat)
atau bosan, maka kita harus membahas
dalam beberapa perubahan, misalnya: 1. Apabila anak dihinggapi rasa futur
maka pertama kali janganlah kedua
orang tua memperlihatkan
perhatiannya akan hal itu. Akan tetapi
keduanya tetap fokus pada cara yang
dilakukan (membaca Al Quran harian, hafalan dan mengkhatamkan tilawah
dan seterusnya). Jangan sampai
jadwal keduanya berubah, merubah
metode yang digunakan atau
memperlihatkan kesedihan terhadap
anak yang futur menghafal. Tapi mereka harus terus menyibukkan
rekaman-rekaman ayata Al Quran
kepada anak sebelum tidur. 2. Hendaknya seorang anak belajar
menyibukkan sendiri ayat-ayat yang
akan dihafal melalui rekaman.
Kemudian melakukan kegiatan
menggambar, mewarnai atau
membantu ibunya mengerjakan tugas- tugas rumah tangga dalam keadaan
tetap mendengarkan ayat. 3. Masjid mengadakan program rihlah
khusus. Di perjalanan anak-anak selalu
diperdengarkan ayat-ayat –kalau bisa-
untuk memastikan hafalan Al Quran
mereka. Hal itu juga bisa dilakukan di
mobil ketika pergi dalam salah satu rihlah keluarga di akhir pekan.
Orangtua seyogyanya menjadi teladan
dalam hal ini. Ayah meminta ibu untuk
mengulangi ayat-ayat yang sudah
dihafal dan sebaliknya ayah juga
melakukan hal yang sama. Kemudian anak. Bagaimana Kita Membantu Meningkat
Konsentrasi Pada Anak? Apabila anak anda tidak bisa menghafal
dengan baik, maka anda harus mengikuti
cara-cara sebelumnya dan anda harus: 1. Membuat planning menghafal yang
sesuai dengan kemampuan anak,
misalnya menghafal rubu hizb
(seperempat hizb) dalam dua minggu
sebagai ganti dari seminggu. 2. Mengulang-ulang ayat lebih dari sekali
sebelum tidur. Hendaknya ini menjadi
terakhir dari apa yang ia dengar
sebelum tidur. 3. Tidak membentak anak apabila lambat
dalam menghafal. 4. Memberikan apresiasi setiap kali ia
bisa menghafal lebih cepat. 5. Menambah jumlah ayat yang hendak
dihafal dalam sehari sebagai ganti
dari 2 ayat. Jadikan ia 4 ayat. Teslah
anakmu bagaimana responnya dengan
penambahan ini. Apabila tidak terjadi
kesalahan apapun, teruskanlah ia untuk melakukan cara-cara itu. Jika ia
tidak bisa menjawab (pertanyaan),
kembalilah ke peraturan yang ia
sanggupi. 6. Bagilah ayat-ayat yang panjang
menjadi beberapa penggal sampai
bisa memudahkan hafalan. Dan terakhir saya menasehi rekan-rekan
pemerhati tarbiyyah untuk bersabar dan
tabah. Karena ini adalah kunci kesuksesan
hakiki bagi anak. Wallahu A’lam bish Shawab/@cwi

selengkapnya...

Wahai Muslimah, Ayo Berjilbab !!!


Wahai kaum wanita jangan lupa, ketahuilah hari 1 Pebruari yang lalu adalah Hari Jilbab Sedunia! Mari galakan pemakaian jilbab atau hijab bagi
semua wanita di hari ini! Atau jangan-
jangan ada yang belum mengetahui, bahwa
hari ini adalah Hari Jilbab Sedunia. Ini
sebuah gagasan yang membanggakan bagi
seluruh ummat manusia, khususnya bagi kaum hawa! Dan uniknya Hari jilbabn
Sedunia bukan hanya buat kaum wanita
Muslim ,tapi juga yang non muslim. “Ah ada-ada saja, yang wanita muslim saja
masih banyak yang belum menggunakan
jilbab, loh kok wanita non muslim di bawa-
bawa atau diajak-ajak”, mengkin ada yang
komen begitu, mengapa tidak? Hijab atau
jilbab itu pakaian yang digunakan untuk menutup aurot dan menjaga kesopanan bagi
kaum hawa, sekaligus menjaga diri dari
laki-laki “hidung belang”. Walau banyak
yang tak suka atau tak setuju, pencanangan Hari Jilbab Sedunia merupakan hal yang menarik dan patut
menjadi perhatian dunia. Karena dengan pemakaian jilbab bagi kaum hawa sudah
dapat mengurangi kejahatan atau
pelecehan bagi wanita, memang perlu data
dan fakta, namun yang jelas bagi wanita
yang berjilbab dan jilbabnya memenuhi
syariat, akan terlihat lebih anggun dan tidak mengurangi kecantikan kaum wanita.
Walau ada yang bilang, itu kan kebudayaan
Arab! Loh apa yang salah kalau kebudayaan
Arab mendunia atau apa yang salah kalau
kebuidyaan Islam mendunia dan diakui
keberadaannya oleh dunia.Dengan berjilbab wanita, baik yang muslim maupun non
muslim, tidak lagi berjarak, ini disebabkan
sejak peritiwa 1 September atau yang
dikenal dengan 911 telah menjadi sebuah
trauma yang berkepanjangan bagi wanita
muslim yang berjilbab. Perempuan berjilbab dicurigai, diintimidasi, dikenakan
diskriminasi dalam kehidupan dan
disingkirkan dalam kehidupan sosial,
seakan-akan wanita berjilbab suatu penyakit
yang perlu dijauhi.Nah dengan adanya Hari
Jilbab Sedunia, membawa dampak postif bagi kaum wanita berjilbab, khususnya di
negara-negara Amerika dan Eropa
termasuk di rusia, mengapa? Dengan
adanya hari berjilbab sedunia, dimana
wanita diseluruh dunia dianjurkan untuk
mengenakannya, ini membawa perdamiana dan tak lagi terlihat perbedaan yang
sangat mencolok, antara wanita muslim dan
non muslim! Apa lagi di Rusia pada saat
musim dingin, semua wanita berpakaian
tetutup oleh hijab, baju tebal yang menutup
seluruh anggota tubuh, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dan kejahatan di musim
dingin terhadap wanita berkurang drastis. Namun jangan dibalik, kalau tujuannya
persamaan, atau mengurangi kejahatan.
loh yang pakai jilbab dibuka saja jilbabnya,
agar sama! Bukan, bukan ini yang dinginkan,
tapi yang berjilbab semakin dihormati,
dihargai dan tak merasa teracam oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.
Ayo jangan ragu-ragu lagi memakai jilbab,
awalnya memang agak susah, lama-lama
akan terbiasa. Paling tidak, dihari in mulai
berniat, di Hari Jilbab Sedunia sudah
berniat akan memakai jilbab bagi yang belum berjilbab, khususnya bagi wanita
muslimah.

Oleh: Syaripudin Zuhri./@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |