Kausnya Dipakai Anak Palestina yang Gugur, Ozil “Real Madrid” Terpukul

Bintang sepak bola asal Jerman dan gelandang Real Madrid, Mesut Ozil, menangis ketika melihat foto jenazah seorang anak Palestina mengenakan kaus tim El Real dengan nomor punggung 23. Anak tak berdosa itu gugur akibat kebrutalan militer rezim Israel. Pesepakbola Muslim itu terpukul ketika menyaksikan foto jenazah Hamid Younis Abu Daqqa, seorang anak 12 tahun warga Gaza yang tergeletak bersimbah darah mengenakan kaus timnya, karena dihantam bom Israel. Di akun Twitter-nya Ozil menulis, “Sangat memilukan dan sangat disayangkan ketika anda melihat seorang anak kecil Palestina tak berdosa mengenakan kaus timmu terbunuh. Saya berdoa untuk kemerdekaan bangsa Palestina.” (Endah Hapsari/IRIB/IRNA/ROL)

 Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/11/24547/kausnya-dipakai-anak-palestina-yang-gugur-ozil-real-madrir-terpukul/#ixzz2DDSBYleD

  /@cwi

selengkapnya...

Khilafah Kontemporer Merespon Provokasi Israel

Oleh: Arya Sandhiyudha AS
Memasuki hari ke 6 agresi Zionis Israel, Al-Jazeera menyebutkan (20/11/2012) sudah 108 korban jiwa, sebagian besar ialah anak-anak, orang tua, dan 854 orang luka-luka. Serupa dengan tragedi agresi di tahun 2008. Akan tetapi, penyerangan ke Gaza kali ini sebenarnya agak istimewa. Israel menyerang di tengah momentum pra-Pemilu Israel dan pasca-Pemilu AS untuk menciptakan ketidakseimbangan kawasan Timur Tengah. Itulah kenapa Turki yang dalam 1 dekade terakhir kini bersama Mesir meresponnya juga dengan cara yang berbeda. Hemat kami, pertemuan ini tidak hanya sekadar agenda kerjasama bisnis dan investasi akan tetapi juga terkait dengan arah politik luar negeri Turki yang asertif dalam tajuk “Utsmani Baru” (Neo-Ottoman) yang menjadi pesan dari buku Ahmet Davotuglu. Namun juga terdapat pula agenda bagi Turki untuk memuluskan transisi pemulihan ekonomi Mesir demi penguatan kolektif perannya sebagai aktor domestik baru yang dicap “Islamis” di konteks pluralitas politik dunia dan demokrasi. Agenda Ekonomi untuk Kepentingan Non-Ekonomi Recep Tayep Erdogan, Perdana Menteri Turki, dua hari setelah agresi Israel ke Gaza, langsung berkunjung ke Mesir bersama 10 Menteri dan 350 pengusaha (17/11/2012). Kunjungan tersebut merupakan perjalanan resmi terbesar dalam sejarah kedua negara. Apa sebenarnya logika di balik agenda bisnis dan investasi besar-besaran Turki ke Mesir di momentum Gaza ini? Turki memberi pinjaman investasi 2 miliar USD ke Mesir, tanpa kejelasan tanggal pengembalian, dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan demokratisasi pemerintahan Presiden Mohammad Mursi. Turki yang sudah berinvestasi ke Mesir sebesar 1,5 miliar USD, berarti dengan kedatangan tersebut menambahnya menjadi 3,5 miliar USD serta berkomitmen menambah investasi hingga 5-10 miliar USD, serta membuka jaringan pasar internasional milik Turki untuk Mesir. Dalam bahasa lain, agenda bisnis dan investasi Turki ke Mesir itu merupakan strategi merespon provokasi Israel untuk menjebak Mesir untuk masuk turut berperang. Saya melihat, Israel hendak menyeret “aktor domestik baru” Mesir seperti Mursi dan Ikhwanul Muslimin (IM) yang kini memimpin Mesir ke dalam citra yang merugikan. Provokasi Israel ini sangat mungkin memberikan dampak masuknya kembali Mursi dan IM dan Mesir “baru” ke dalam persepsi negative dunia internasional kemudian tertolak dari sistem global sebagai negara Demokratis. Ada adagium bahwa perang tidak terjadi di antara dua negara demokratis. Israel hendak menyeret Mesir dalam dilema ini. Betapapun, aktor-aktor negara besar di dunia Barat, seperti negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS), masih menganggap Israel negara “demokrasi”. Inilah dilema Mesir. Jika Mesir masuk ke Gaza untuk berperang dengan Israel. Maka Barat punya alasan mempertanyakan kembali apakah Mursi dan IM itu demokratis, persis seperti keraguan di masa sebelum musim semi Arab terjadi. Israel mau mempersulit Obama dengan mendorong Mesir vis-à-vis Israel, maka citra “anti-Israel” itu akan digunakan untuk mencegah AS untuk merangkul Mursi dan menghentikan kerjasama ekonomi-politik antar keduanya. Ingat, Mursi & IM baru berkuasa di Mesir beberapa bulan (24/6/2012) dari proses panjang yang dramatis setelah penantian 84 tahun sebagai oposisi di bawah tekanan dan penindasan rezim. Israel menyerang Gaza, tapi membidik target yang lebih luas dari teritorial Gaza untuk mengurai benang yang telah dirajut lama. Israel hendak mencegah tiap langkah aktor-aktor domestik baru di kawasan yang berlabel “Islamis” untuk bersosialisasi dalam pergaulan Internasiona Poros Strategis Turki-Mesir Mesir mengalami dilema karena ia juga memiliki masalah ekonomi yang serius. Oleh sebab itu, Turki hadir dengan agenda ekonomi, bisnis dan investasi, bukan agenda kerjasama politik, militer dan persenjataan. Erdogan hendak memastikan secara dini Mursi tidak terpancing Israel, sekaligus memberikan intimidasi mental bagi Israel dengan tajuk pertemuan “Turkey-Egypt High Level Strategic Cooperation Council” (Dewan Kerjasama Strategis Tingkat Tinggi Turki-Mesir) berikut penanda-tanganan 27 perjanjian. Turki memahami permasalahan ekonomi Mesir yang pelik. Para aktor revolusi Mesir yaitu mayoritas penduduk di bawah 35 tahun mengharapkan perbaikan lapangan kerja dan standar hidup yang lebih baik. Sementara hanya punya subsidi pangan sebesar 2% dari produk domestik bruto (PDB). Serta industri manufaktur di Mesir yang turun 12% sejak musim semi Arab bergolak. Jadi jika Mesir tidak menemukan 40-50 miliar USD dari investasi maka Mursi dan IM akan dipermalukan di depan rakyatnya karena tidak mampu menangani permasalahan dalam negeri dan rakyatnya sendiri. Erdogan hendak menjadi sahabat yang menemani Mursi menemukan solusi terbaik untuk menyusun strategi jangka panjang. Strategi jangka panjang itu tidak lain dimulai dari fokus masalah dalam negeri dan menghindari risiko resistensi internasional di masa transisi berlangsung seperti keterlibatannya dalam isu-isu keamanan di kawasan. Erdogan datang dengan komitmen bahwa dari 40 miliar USD investasi yang dibutuhkan Mursi untuk Mesir, Turki akan membantu 10 miliar USD. Neo-Khilafah dalam Praks
is Kontemporer Ini mungkin “khilafah” dalam praksis demokrasi, bukan sekadar retorik lapangan demonstrasi dan ceramah agama. Ia berbentuk negara jaringan yang saling peduli persoalan negara lain atas dasar nilai kemanusiaan, kesetaraan, kemerdekaan, dan keadilan yang sama. Erdogan menganggap masalah ekonomi Mesir juga masalah Turki. Erdogan juga sampai memerintahkan Hakan Fidan wakil ketua MİT (BIN-nya Turki) dan Ömer Çelik wakil ketua AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) tetap berada di Mesir selama Israel belum menghentikan agresinya ke Gaza. Ini adalah pesan pada dunia Islam agar pemulihan ekonomi Mesir harus dibantu oleh sebab secara geopolitik ia sangat penting dan unik, terutama sekali dalam kaitannya dengan isu Al-Aqsha dan Palestina. Erdogan juga paham bahwa seperti laporan PBB bahwa kondisi Gaza sudah tidak layak lagi menjadi “tempat tinggal manusia” di 2020 karena ketidakamanan pangan dan runtuhnya infrastruktur. Tingkat pengangguran kaum muda adalah sekitar 60%. Mirip dengan apa yang memicu revolusi di Tunisia pada tahun 2011, Israel hendak membunuh mereka perlahan dengan kemiskinan. Oleh sebab itu Mursi, IM dan Mesir harus dibantu menjalani transisi demokrasi negeri terutama dalam pemulihan ekonomi. Ada saldo yang harus diselamatkan demi perannya pada Gaza dan Palestina. Mereka memang butuh waktu menyusun strategi jangka panjang yang dapat menyukseskan sosialisasi Islamis dalam pergaulan global. Turki-Mesir hanyalah inisiatif dua negara yang nantinya diharapkan memiliki dampak besar di kawasan dan dunia Islam. Emir Qatar ialah pimpinan negara di Majelis Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) pertama yang datang ke Gaza dan juga datang ke Mesir untuk bantu 400 Juta USD untuk membantu Palestina. Kunjungan Menlu Turki dan Menteri-menteri negara Liga Arab (20/11/2012) ke Gaza merupakan kunjungan bersejarah pertama. Semoga ada perubahan sikap yang lebih tegas di Saudi Arabia, negara cadangan minyak terbesar yang jadi eksportir energi AS dan pengaman kebijakan AS di TimTeng belum bersikap tegas. Inilah yang membuat AS masih bisa berjalan dengan Israel secara nyaman di Timur-Tengah. Sikap Indonesia tentu tegas terkait hal ini, tidak hanya parlemen yang melalui Komisi I DPR-RI pekan ini direncanakan berangkat ke Gaza dan Tepi Barat, namun para pemuda di jejaring sosial seperti twitter dan Facebook dan lembaga-lembaga kemanusiaan juga sudah bergerak menunjukkan kepeduliannya secara opini dan memberikan bantuan ke Gaza, Palestina. Adapun Presiden SBY, tentu saja beliau memiliki alasan kuat kenapa tidak mau terlalu asertif dengan isu semacam ini. Wallahu A’lam. Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/11/24436/khilafah-kontemporer-merespon-provokasi-israel/#ixzz2DDOplGqI /@cwi

selengkapnya...

Kapitalis Amerika, Komunis Rusia dan Zionis Israel Berasal Dari Akar Yang Sama

Oleh ustadz Ahmad Thomson
Gelombang pertama Yahudi yang pindah ke dunia baru (Amerika) yang terjadi selama abad ke 18 dan ke 19 dan diikuti oleh gelombang kedua yang jauh lebih banyak dari gelombang pertama, Dalam perjalanan waktu, seiring dengan jumlah mereka yang bertambah, Yahudi yang berada di Amerika menjadi begitu berpengaruh dalam pemilihan presiden, dimana bagi kandidat yang mengamankan suara Yahudi maka Yahudi pun akan mengamankan kursi kepresidenannya. Dengan begitu Yahudi Kuasai Amerika dengan senjata kapitalisme. Komunisme Rusia dan Zionisme Israel Ringkasnya, selama setengah pertama dari abad ini, komunis (yang dirumuskan oleh Karl Marx, seorang Yahudi Azkenaz) mendominasi politik Rusia, dan zionis (yang diperjuangkan oleh Chaim Weizmann, seorang Yahudi Azkenaz) mendominasi politik Amerika. Dalam kata lain Douglas Reed menyatakan, “Komunis dirancang untuk menundukkan rakyat jelata/masa” sementara “zionis dibentuk untuk menundukkan penyelenggara pemerintahan dari level atas” – dan bahkan sepanjang abad ke 20 telah terlihat dengan jelas indikasi kedua tujuan tersebut diatas telah tercapai: Buku Dr. Chaim Weizmann merupakan sumber informasi terbaik tentang akar rumput komunis dan zionis serta tujuan utama mereka. Dia hadir pada saat kelahiran zionis, dia menjadi penguasa bagi sekitarnya, dan dia telah menjadi kesayangan pengadilan barat selama 40 tahun, dengan diberikan kantor kepresidenan dan ruang kabinet maka dia menjadi presiden pertama Negara zionis Israel dan dia mengatakan keseluruhan kisahnya dengan keterus terangan yang menakjubkan. Dia menunjukkan bagaimana menggerakkan para komunitas pengikut Talmud 100 tahun lalu, strategy yang diambil dan memperhitungkan segala resiko yang timbul, seperti didalam pusaran, semua orang dari barat, Amerika dan Inggris, Jerman dan Perancis, Italia, Polandia, Scandinavia, Baltik, Balkan dan lain-lainnya harus dilibatkan. Hidup – darah dan harta para penduduk barat harus dibelanjakan dan sengaja dikorbankan untuk mempromosikan tujuan-tujuan zionis seperti air yang mengalir dari keran. Jutaan yang hidup dan mati, selama terjadinya 2 perang yang melibatkan mereka untuk kemajuan dimasa depan. Yahudi didisain harus mengambil bagian dari semua kesengsaraan tersebut. Pikiran Dr. Weizmann telah membuat para peneliti saat ini mampu untuk melihat awal kesemuanya ini, dan kisah tersebut telah sampai kepada kita pada masa kini, dalam bentuk yang berbeda dengan fakta apa yang telah terjadi. Dia menerangkan bahwa Yahudi Rusia terbagi dalam 3 group. Group yang pertama adalah Yahudi, yang mencari “kedamaian di dalam kota”, mereka mempunyai keinginan yang sederhana saja yaitu menjadi warga Negara Rusia yang damai, seperti Yahudi yang berada di barat, sebagian besar mereka pada saat itu setia kepada Jerman, Perancis atau warga Negara lainnya. Emansipasi adalah tujuan akhir group ini, dan group ini terutama berisikan orang-orang yang Yahudi yang berbakat, rajin dan takut kepada peraturan Talmud, dan orang-orang yang telah melarikan diri dari getto. Dr. Weismann menolak group ini karena jumlah mereka yang sangat kecil, tidak mewakili kaum Yahudi dan dianggap sebagai “penghianat”, sehingga mereka disapu habis, dikorbankan dan harus dihilangkan dari kisah ini, lalu serta merta kisah ini hanya berisikan kisah 2 kelompok lainnya. Dengan dekrit dari pemerintahan Talmud “mereka harus dihilangkan dari muka bumi”, atau dikucilkan. Sedangkan kelompok Yahudi Rusia lainnya, (bagi mereka yang tinggal di getto dibawah pemerintahan Talmud) terbagi dalam 2 group yaitu suatu group yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga secara garis lurus ,dan yang satunya group keluarga Dr. Weismann sendiri dan familinya. Kedua group tersebut revolusioner; dengan kata lain, mereka setuju bekerja untuk menghancurkan Rusia. Group komunis revolusioner meyakini bahwa “emansipasi” penuh akan tercapai ketika revolusi dunia menggantikan kedudukan Negara-negara yang ada di dunia ini. Group zionis revolusioner, menyetujui bahwa revolusi dunia tidak bisa dihapuskan dari proses, dan meyakini bahwa”emansipasi” penuh akan dapat dicapai ketika bangsa Yahudi mendirikan Negara Yahudi. Dari kedua group ini, zionis lah yang menjadi superior di dalam umat Talmud orthodox, sebagai perusak seperti yang tertulis di dalam undang-undang mereka, namun maksudnya adalah dominasi, dan sebagai bangsa yang dominan yang telah ditahbiskan untuk mendirikan Negara Yahudi di Yerusalem. Di group keluarga mereka, pertentangan terjadi sangat sengit. Komunis, yang mengaku untuk menolak “ras dan keyakinan” berpendapat bahwa zionis akan memperlemah revolusi; sedangkan zionis berpendapat bahwa revolusi harus dipimpin oleh orang-orang yang terpilih, yang didasarkan kepada ras dan kepercayaan. Dr. Weismann memberikan sedikit gambaran terang , Dia mengutip kata-kata ibunya, pemimpin Yahudi, yang berkata jika komunis – revolusi terbukti benar, dia akan senang tinggal di Rusia, dan jika zionis – revolusi yang benar, dia akan senang tinggal di Palestina. Dan hasilnya ternyata kedua revolusi tersebut baik dari komunis maupun zionis berhasil, setelah menghabiskan beberapa waktu di Bolshevized Moscow, akhirnya dia pergi ke Palestina yang dikuasai zionis hingga akhir hidupnya. Dia lakukan hal tersebut setelah kedua konspirasi tersebut berkembang berdampingan secara rahasia, mendapatkan kemenangan pada minggu yang sama pada tahun 1917…. Seperti itulah keadaan 2 kelompok konspirasi yang terdapat di Rusia ketika Dr. Weizmann tumbuh menjadi dewasa dan memulai memainkan perannya.
/@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |