Kapitalis Amerika, Komunis Rusia dan Zionis Israel Berasal Dari Akar Yang Sama

Oleh ustadz Ahmad Thomson
Gelombang pertama Yahudi yang pindah ke dunia baru (Amerika) yang terjadi selama abad ke 18 dan ke 19 dan diikuti oleh gelombang kedua yang jauh lebih banyak dari gelombang pertama, Dalam perjalanan waktu, seiring dengan jumlah mereka yang bertambah, Yahudi yang berada di Amerika menjadi begitu berpengaruh dalam pemilihan presiden, dimana bagi kandidat yang mengamankan suara Yahudi maka Yahudi pun akan mengamankan kursi kepresidenannya. Dengan begitu Yahudi Kuasai Amerika dengan senjata kapitalisme. Komunisme Rusia dan Zionisme Israel Ringkasnya, selama setengah pertama dari abad ini, komunis (yang dirumuskan oleh Karl Marx, seorang Yahudi Azkenaz) mendominasi politik Rusia, dan zionis (yang diperjuangkan oleh Chaim Weizmann, seorang Yahudi Azkenaz) mendominasi politik Amerika. Dalam kata lain Douglas Reed menyatakan, “Komunis dirancang untuk menundukkan rakyat jelata/masa” sementara “zionis dibentuk untuk menundukkan penyelenggara pemerintahan dari level atas” – dan bahkan sepanjang abad ke 20 telah terlihat dengan jelas indikasi kedua tujuan tersebut diatas telah tercapai: Buku Dr. Chaim Weizmann merupakan sumber informasi terbaik tentang akar rumput komunis dan zionis serta tujuan utama mereka. Dia hadir pada saat kelahiran zionis, dia menjadi penguasa bagi sekitarnya, dan dia telah menjadi kesayangan pengadilan barat selama 40 tahun, dengan diberikan kantor kepresidenan dan ruang kabinet maka dia menjadi presiden pertama Negara zionis Israel dan dia mengatakan keseluruhan kisahnya dengan keterus terangan yang menakjubkan. Dia menunjukkan bagaimana menggerakkan para komunitas pengikut Talmud 100 tahun lalu, strategy yang diambil dan memperhitungkan segala resiko yang timbul, seperti didalam pusaran, semua orang dari barat, Amerika dan Inggris, Jerman dan Perancis, Italia, Polandia, Scandinavia, Baltik, Balkan dan lain-lainnya harus dilibatkan. Hidup – darah dan harta para penduduk barat harus dibelanjakan dan sengaja dikorbankan untuk mempromosikan tujuan-tujuan zionis seperti air yang mengalir dari keran. Jutaan yang hidup dan mati, selama terjadinya 2 perang yang melibatkan mereka untuk kemajuan dimasa depan. Yahudi didisain harus mengambil bagian dari semua kesengsaraan tersebut. Pikiran Dr. Weizmann telah membuat para peneliti saat ini mampu untuk melihat awal kesemuanya ini, dan kisah tersebut telah sampai kepada kita pada masa kini, dalam bentuk yang berbeda dengan fakta apa yang telah terjadi. Dia menerangkan bahwa Yahudi Rusia terbagi dalam 3 group. Group yang pertama adalah Yahudi, yang mencari “kedamaian di dalam kota”, mereka mempunyai keinginan yang sederhana saja yaitu menjadi warga Negara Rusia yang damai, seperti Yahudi yang berada di barat, sebagian besar mereka pada saat itu setia kepada Jerman, Perancis atau warga Negara lainnya. Emansipasi adalah tujuan akhir group ini, dan group ini terutama berisikan orang-orang yang Yahudi yang berbakat, rajin dan takut kepada peraturan Talmud, dan orang-orang yang telah melarikan diri dari getto. Dr. Weismann menolak group ini karena jumlah mereka yang sangat kecil, tidak mewakili kaum Yahudi dan dianggap sebagai “penghianat”, sehingga mereka disapu habis, dikorbankan dan harus dihilangkan dari kisah ini, lalu serta merta kisah ini hanya berisikan kisah 2 kelompok lainnya. Dengan dekrit dari pemerintahan Talmud “mereka harus dihilangkan dari muka bumi”, atau dikucilkan. Sedangkan kelompok Yahudi Rusia lainnya, (bagi mereka yang tinggal di getto dibawah pemerintahan Talmud) terbagi dalam 2 group yaitu suatu group yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga secara garis lurus ,dan yang satunya group keluarga Dr. Weismann sendiri dan familinya. Kedua group tersebut revolusioner; dengan kata lain, mereka setuju bekerja untuk menghancurkan Rusia. Group komunis revolusioner meyakini bahwa “emansipasi” penuh akan tercapai ketika revolusi dunia menggantikan kedudukan Negara-negara yang ada di dunia ini. Group zionis revolusioner, menyetujui bahwa revolusi dunia tidak bisa dihapuskan dari proses, dan meyakini bahwa”emansipasi” penuh akan dapat dicapai ketika bangsa Yahudi mendirikan Negara Yahudi. Dari kedua group ini, zionis lah yang menjadi superior di dalam umat Talmud orthodox, sebagai perusak seperti yang tertulis di dalam undang-undang mereka, namun maksudnya adalah dominasi, dan sebagai bangsa yang dominan yang telah ditahbiskan untuk mendirikan Negara Yahudi di Yerusalem. Di group keluarga mereka, pertentangan terjadi sangat sengit. Komunis, yang mengaku untuk menolak “ras dan keyakinan” berpendapat bahwa zionis akan memperlemah revolusi; sedangkan zionis berpendapat bahwa revolusi harus dipimpin oleh orang-orang yang terpilih, yang didasarkan kepada ras dan kepercayaan. Dr. Weismann memberikan sedikit gambaran terang , Dia mengutip kata-kata ibunya, pemimpin Yahudi, yang berkata jika komunis – revolusi terbukti benar, dia akan senang tinggal di Rusia, dan jika zionis – revolusi yang benar, dia akan senang tinggal di Palestina. Dan hasilnya ternyata kedua revolusi tersebut baik dari komunis maupun zionis berhasil, setelah menghabiskan beberapa waktu di Bolshevized Moscow, akhirnya dia pergi ke Palestina yang dikuasai zionis hingga akhir hidupnya. Dia lakukan hal tersebut setelah kedua konspirasi tersebut berkembang berdampingan secara rahasia, mendapatkan kemenangan pada minggu yang sama pada tahun 1917…. Seperti itulah keadaan 2 kelompok konspirasi yang terdapat di Rusia ketika Dr. Weizmann tumbuh menjadi dewasa dan memulai memainkan perannya.
/@cwi

selengkapnya...

Aksi Militer Israel dan Kejahatan Perang

Oleh: Frassminggi Kamasa
Israel telah menggempur Gaza sejak hari Rabu (14/11/2011) melalui operasi militer Pillar of Defence. Aksi militer ini dilakukan lewat serangan udara dan laut yang hingga Rabu (21/11/2011) telah menewaskan 130 orang, 27 di antaranya anak-anak, dan korban luka-luka mencapai lebih dari 1000 orang. Sementara dari pihak Israel, lima orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.[1] Aksi militer Israel ini mendapat dukungan dari negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa karena dianggap sebagai hak Israel untuk membela diri.[2] Hal ini berdasarkan klaim dari Israel bahwa mereka harus menyerang untuk mempertahankan diri dari serangan roket Hamas seminggu sebelum operasi militer. Hal ini bertentangan dengan fakta bahwa Israel menyerang terlebih dahulu sejak Rabu (14/11/2011) dengan tewasnya komandan Hamas Ahmed Jabari setelah dibom oleh serangan udara tentara Israel hanya beberapa jam setelah ia menerima rancangan perjanjian gencatan senjata jangka panjang dengan Israel.[3] Israel justru lebih memilih aksi militer daripada perjanjian damai. Klaim bahwa Israel membela diri juga sulit untuk diterima karena faktanya mereka menjajah Palestina dan kini berusaha mempertahankan wilayah jajahannya melawan penduduk yang telah mereka jajah. Ini adalah kejahatan perang. Kejahatan perang adalah tindakan yang melanggar hukum internasional, perjanjian, kebiasaan, dan praktek-praktek yang mengatur konflik militer antara negara-negara atau pihak-pihak yang berperang. Kejahatan perang dapat dilakukan oleh angkatan bersenjata suatu negara atau angkatan bersenjata yang tidak teratur. Kejahatan perang dapat jatuh dalam tiga kategori: kejahatan terhadap perdamaian, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang tradisional. Sulit dibantah Israel terlibat dalam tiga jenis kejahatan perang tersebut. Selama 66 tahun, rakyat Palestina terus menerus terbunuh karena dunia internasional gagal menetapkan resolusi untuk menghentikan masalah di Palestina atau mengkriminalisasikan pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang dilakukan militer Israel terhadap rakyat Palestina. Jika kita melihat dengan cermat ke belakang, tidak ada kejahatan perang atau gerakan sistematik terorisme di luar Eropa sebelum bangsa Eropa dan bangsa Yahudi mendirikan negara Zionis Yahudi di tanah Palestina. Aksi kejahatan perang dalam bentuk terorisme negara justru pertama kali dilakukan oleh Haganah dan Irgun Zeva’i Le’umi untuk membujuk Inggris agar mendirikan Israel. Rakyat Palestina kemudian diusir dari tanah airnya dan dipaksa untuk menjalani hidup sengsara sebagai pengungsi selama lebih dari 50 tahun. Karena perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kembali tanah mereka inilah terjadi perang konvensional, kemudian protes sipil, dan pada akhirnya demonstrasi dengan kekerasan. Israel menuntut Eropa dan dunia internasional untuk menebus kejahatan terhadap mereka di masa lalu tetapi mereka terus menerus melakukan kejahatan perang di Palestina. Dalam keadaan putus asa, rakyat Palestina terpaksa menggunakan apa yang disebut sebagai aksi teror. Dunia pun mengutuknya. Tetapi dunia tidak mengutuk aksi teror yang lebih mengerikan yang dilakukan oleh Israel seperti pembantaian di Sabra dan Shatila, penembakan dan pembunuhan anak-anak, penggunaan peluru yang dilapisi uranium terdeplesi yang apabila terkena satu objek akan meledak dan mengeluarkan 40 persen uranium radioaktif yang menyebabkan partikelnya menyebar di atmosfir bertahun-tahun setelah perang usai, merusak DNA sperma dan sel telur sehingga menyebabkan cacat pada bayi yang baru lahir hingga kematian fatal, bom fosfor putih yang ketika meledak maka fosfor putih yang mematikan akan tumpah dan mengenai penduduk sipil yang akhirnya akan memakan korban dalam jumlah besar, penghancuran rumah warga Palestina sementara penghuninya berada di dalam, serangan pesawat dan helikopter tempur Israel, dan bahkan kini Israel mengancam menggunakan senjata nuklir. Impunitas dan kebiadaban Israel tidak boleh dibiarkan berlanjut terus menerus. Karena apabila ini terjadi, maka akan menunjukkan kejelasan standard ganda yang digunakan Barat dengan paradigma HAM-nya dan akibatnya justru akan menimbulkan reaksi teror yang tiada habisnya. Penindasan dan ketidakadilan yang dirasakan rakyat Palestina akan terus berlanjut dan tak terperikan, konflik akan terus memanas, dan eskalasinya semakin menajam. Komunitas internasional termasuk juru damai, seperti Indonesia, dapat mengambil peran penting dalam konflik ini. Pertama, Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia dapat membuat pernyataan jelas dan tegas kepada Israel agar menghentikan serangan militer ke Gaza. Setelah itu kemudian dapat menindaklanjutinya dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina, khususnya Gaza, untuk menunjukkan bahwa Indonesia mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. Hal ini sesuai dengan amanat UUD 1945 bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Sebagai umat Islam, kita meyakini bahwa “sesungguhnya orang Mukim itu bersaudara…” (surah al-Hujurat (49): 10) dan sabda Rasulullah SAW bahwa “perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan di antara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur” (HR. Bukhari, Muslim). Kedua, Indonesia dapat mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah cepat dan nyata untuk menghentikan aksi militer Israel ini agar tidak berkembang menjadi invasi seperti yang terjadi di tahun 2008-2009. Invasi ini dilakukan dengan dalih yang sama untuk membela diri guna merespon terorisme yang dilakukan oleh Hamas dari Gaza. Invasi tiga minggu ini telah membumihanguskan kota Gaza, memakan korban sebanyak 1417 orang, 926 warga sipil tewas termasuk 313 anak-anak dan 116 wanita, dan 5303 orang terluka. Sementara dari pihak Israel 13 orang tewas, tiga di antaranya warga sipil, dan 518 orang terluka.[4] Kali ini harus ada sanksi yang tegas kepada Israel agar tercipta efek jera dan kejahatan perang tidak terulang lagi. Ketiga, komunitas internasional harus memperjelas bahwa aksi militer Israel dianggap sebagai kejahatan perang karena telah melakukan serangan secara indiskriminatif. Israel harus diseret ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mempertanggungjawabkan penjajahan dan penindasan yang mereka lakukan terhadap bangsa Palestina. Meski Indonesia belum menjadi negara pihak dalam ICC, namun Indonesia dapat mendorong komunitas internasional agar kejahatan Israel diselidiki dan ditindak tegas karena telah melanggar hukum humaniter internasional dan hukum HAM. Bentuk dukungan terhadap Pengadilan Kejahatan Perang di Kuala Lumpur yang telah mengadili secara simbolis G.W. Bush dan T. Blair sebagai penjahat perang, yang diinisiasi oleh mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad, dapat dijadikan bentuk alternatif dukungan untuk melawan kejahatan perang.[5] Instrumen hukum humaniter internasional yang utama adalah Konvensi Jenewa (I-IV) tahun 1949. Konvensi Jenewa 1949 adalah pranata hukum internasional yang pada pokoknya mengatur cara memperlakukan tentara yang cedera, sakit atau mengalami kecelakaan di medan perang. Konvensi ini disepakati pada 12 Agustus 1949 di Jenewa, Swiss. Pada tahun 1977, sejumlah negara sepakat membuat aturan tambahan terhadap Konvensi itu, kemudian dikenal sebagai Protokol Tambahan I tentang Perlindungan Terhadap Korban Sengketa Bersenjata Internasional, dan Protokol Tambahan II tentang Perlindungan Terhadap Korban Sengketa Bersenjata Non Internasional.[6] Indonesia sendiri adalah negara pihak dalam Konvensi Jenewa 1949 setelah diratifikasi tahun 1958, tetapi hingga saat ini masih belum meratifikasi Protokol Tambahan tersebut. Indonesia dapat mendorong agar komunitas internasional yang termasuk dalam negara pihak Konvensi Jenewa memenuhi kewajiban hukum mereka, seperti yang diatur dalam pasal 146 Konvensi Jenewa Keempat, untuk menghukum setiap orang yang diduga melakukan pelanggaran berat terhadap Konvensi Jenewa. Keempat, Indonesia dapat menggalang solidaritas internasional untuk membuka perbatasan di jalur Gaza agar bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi internasional bisa masuk. Ini penting untuk memulihkan kehidupan warga sipil yang hancur akibat aksi militer Israel. Indonesia dapat mendorong dunia internasional untuk mendesak Israel mematuhi kewajiban hukum pasal 55 Konvensi Jenewa agar penjajah (Israel) menyediakan barang yang diperlukan untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga sipil karena sumber daya yang terbatas di Gaza. Terakhir, agar pemerintah Indonesia juga bersikap konsisten melihat permasalahan lain terhadap umat Islam, seperti di Rohingya, Myanmar, misalnya. Perlu diberikan catatan penting juga agar umat Islam tidak lupa dengan saudara-saudaranya di tanah air yang sedang membutuhkan uluran tangan kita semua. Kita dapat membantu saudara-saudara kita, tidak hanya umat Islam, secara bersamaan di tanah air dan dunia internasional tanpa harus mempermasalahkan kedua-duanya. Skala prioritas memang ada di tanah air tetapi tidak sewajarnya kita berdiam diri di saat krisis kemanusiaan saat ini sedang terjadi di Gaza. Setidaknya kita bisa berdoa, memberikan sumbangan apabila memungkinkan, peduli dengan mengikuti perkembangannya, dan mendorong agar pemerintah kita aktif membantu perjuangan bangsa Palestina yang saat ini sedang dijajah dan ditindas oleh Israel. Komunitas internasional sesungguhnya mengetahui bahwa bangsa Palestina, baik yang Muslim dan yang non-Muslim, sedang dijajah oleh Israel dan pemukiman Yahudi di wilayah yang dijajah Israel jelas ilegal. Sudah banyak hukum internasional atau norma universal sebagai bangsa beradab yang dilanggar Israel. Israel jelas melanggar Konvensi Jenewa Keempat pasal 49 yang menyebutkan bahwa “penjajah tidak akan mendeportasi atau mentransfer sebagian penduduknya sendiri ke wilayah yang dijajah.” Kenyataannya, Israel telah menjajah di Tepi Barat, Jerusalem Timur, Jalur Gaza, dan Dataran Tinggi Golan. Fakta ini didukung oleh Palang Merah Internasional, PBB, dan Mahkamah Internasional.[7] Tetapi apa daya mereka tak berkutik di hadapan Israel. Catatan Akhir: [1] http://news.xinhuanet.com/english/world/2012-11/21/c_123977769.htm, http://www.tehrantimes.com/component/content/article/103493 [2] http://www.guardian.co.uk/world/2012/nov/16/us-full-backing-israel-gaza, http://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/israel/9679747/Israel-to-take-whatever-action-necessary-in-Gaza.html, http://www.jpost.com/DiplomacyAndPolitics/Article.aspx?id=292602. [3] http://www.globalresearch.ca/israel-approved-killing-of-hamas-commander-amid-talks-on-long-term-truce/5311922 [4] http://web.archive.org/web/20090612193512/http://www.pchrgaza.org/files/PressR/English/2008/36-2009.html [5] http://www.stuff.co.nz/world/americas/6924694/George-W-Bush-guilty-of-war-crimes, http://www.globalresearch.ca/breaking-historic-judgment-bush-associates-found-guilty-of-torture/30816 [6] http://hukumonline.com/berita/baca/hol17528/indonesia-berniat-ratifikasi-protokol-konvensi-jenewa-1949, http://www.icrc.org/ihl.nsf/full/380 [7] http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/1682640.stm Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/11/24483/aksi-militer-israel-dan-kejahatan-perang/#ixzz2DDLwBr1f
/@cwi

selengkapnya...

Khutbah Idul Fitri 1433 H: Kunci Kebahagiaan dan Kesejahteraan

Oleh: Drs. Ahmad Yani
الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ :اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu. Kaum Muslimin Yang Berbahagia. Ilustrasi (photobucket/onik_1980) dakwatuna.com -Suatu kebahagiaan bagi kita bila kewajiban yang Allah swt bebankan kepada kita dapat kita laksanakan dengan sebaiknya. Salah satunya adalah ibadah Ramadhan, khususnya puasa yang baru saja kita selesaikan. Kita berharap makna-makna penting dari ibadah Ramadhan memberi warna positif dalam kehidupan kita ke depan, paling tidak hingga Ramadhan tahun yang akan datang. Meskipun demikian setelah merenung dan mengevaluasi, kita juga menjadi sedih karena Ramadhan yang begitu cepat berlalu belum optimal rasanya kita isi dengan ibadah dan dakwah. Ya Allah, Ya Tuhan kami. Begitu banyak waktu kami tersita untuk hal-hal yang tidak penting, menghabiskan malam dan menunggu saat berbuka dengan sesuatu yang sekadar hobi dan hura-hura. Kurangnya rasa syukur atas rizki juga membuat kami selalu merasa kurang dengan apa yang sudah engkau berikan sehingga terlalaikanlah diri kami hingga tidak sedikit orang yang meskipun sedang berpuasa Ramadhan tetap saja menghalalkan segala cara dalam mendapatkan rizki. Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu. Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt. Terwujudnya kehidupan keluarga, masyarakat dan bangsa yang bahagia dan sejahtera merupakan dambaan semua orang. Untuk mencapainya, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Paling tidak, ada tiga kunci yang harus kita miliki dan kita laksanakan dalam hidup ini. Pertama, Taqwa. Pada diri manusia, ada dua potensi sekaligus yang dapat membuat dirinya menjadi orang yang sangat baik atau sangat buruk, dua potensi itu adalah sifat taqwa dan sifat fujur (durhaka). Allah swt berfirman: وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا. فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا. وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwa itu dan merugilah orang-orang yang mengotorinya” (QS. Asy Syams [91]:8-10). Taqwa adalah memelihara diri dari siksa Allah dengan mengikuti segala perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga, bahkan di manapun seseorang berada. Ketaqwaan kepada Allah swt merupakan kunci kemuliaan bagi manusia, karenanya setiap mukmin harus berusaha untuk bertaqwa dengan sebenar-benar ketaqwaan sehingga hal ini tidak hanya ditekankan kepada umat Nabi Muhammad saw, tapi juga kepada umat-umat sebelumnya, Allah swt berfirman: وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَكَانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا “Dan kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertaqwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. An Nisa [4]:131). Manakala ketaqwaan kepada Allah swt sudah ditunjukkan, maka kebahagiaan dan kesejahteraan akan diraih manusia dengan diperolehnya jalan keluar atas persoalan hidup, memperoleh rizki, bahkan rizki yang tidak terduga, memperoleh kemudahan dari kesulitan dan yang lebih membahagiakan adalah memperoleh ampunan dan ditutupinya dosa, Allah swt berfirman: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS Ath Thalaq [65]:2-3). Pada ayat lain, Allah swt juga berfirman: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS Thalaq [65]:4). Sedangkan yang juga amat membahagiakan ketaqwaan disebutkan oleh Allah swt: وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا “Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.” (QS Thalaq [65]:5). Bila taqwa sudah bisa kita wujudkan dalam hidup ini, maka kita pun akan menjadi manusia yang paling mulia di hadapan Allah swt: يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu terdiri dari seorang lelaki dan perempuan dan menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah di antara kamu adalah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat [49]:13). Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu. Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt. Kunci Kedua untuk meraih Kebahagiaan dan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat adalah saling sayang menyayangi dengan sesama. Di samping itu keindahan hidup juga bisa dilihat dan dirasakan bila kasih sayang antar sesama menjelma dalam kehidupan sehari-hari. Paling tidak, ada empat hal yang harus diwujudkan sebagai cermin dari saling sayang menyayangi antar sesama kita. Pertama, saling menghormati sehingga tidak ada buruk sangka, tidak mengejek, dan tidak memanggil dengan panggilan yang buruk, tidak mencari aib atau kejelekan, serta tidak menggunjing, Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan) dan jangan pula wanita wanita-wanita mengolok-olokan wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al Hujurat [49]:11-12). Kedua, Tolong Menolong, ini merupakan sesuatu yang saling dibutuhkan, sehebat dan sekuat apapun manusia ia membutuhkan pertolongan. Kerjasama dalam kebaikan, bahkan sedapat mungkin menolongnya bila dalam kesusahan, meskipun dia sendiri berada dalam kesusahan, dia harus berusaha mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri, seperti dalam firman Allah: “Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS Al Maidah [5]:2). Di dalam satu hadits, Rasul SAWbersabda: لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ مَايُحِبُّ لِنَفْسِهِ “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas). Di antara maksud ta’awun dalam kebajikan adalah menghilangkan atau paling tidak mengurangi kesulitan orang lain, bila ini dilakukan, keutamaannya adalah ia akan dihilangkan kesusahannya oleh Allah Swt dalam kehidupan di akhirat, bahkan orang yang suka menolong akan mendapatkan pertolongan dari Allah Swt, Rasulullah saw bersabda: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَعَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَهُ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلأَخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barangsiapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (HR. Muslim). Ketiga, Saling Memberi Nasihat (taushiyah), sehingga seorang muslim yang hendak melakukan kesalahan akan meninggalkannya, dan bila terlanjur salah, maka kesalahan itu tidak sampai menjadi kebiasaan. Oleh karena itu, orang baik membutuhkan nasihat agar ia bisa mempertahankan dan meningkatkan kebaikan, sedangkan orang yang belum baik membutuhkan nasihat agar menjadi baik, ini akan mencegah manusia dari kerugian, Allah SWT berfirman: وَالْعَصْرِ.إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ”Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih serta nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Ashr [103]:2-3). Keempat, Melindungi Keselamatan Harta dan Jiwa sehingga adanya seorang muslim akan memberikan ketenangan bagi muslim lainnya, Rasulullah saw bersabda: مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيْهِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُعْتِقَهُ مِنَ النَّارِ “Siapa saja yang melindungi harta benda saudaranya, Allah akan lindungi wajahnya dari sentuhan api neraka.” (HR. Ahmad).” Di dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda: أَلْمُؤْمِنُ مَنْ أَمِنَهُ الْمُؤْمِنُوْنَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ “Seorang mukmin adalah mereka yang mampu memberikan keamanan bagi mukmin lainnya, baik keamanan diri maupun harta.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Hakim). Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu. Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt. Kunci ketiga untuk meraih kebahagiaan dan kesejahteraan adalah melaksanakan Tanggung jawab. Kehidupan yang baik akan terwujud manakala masing-masing orang, sebagai apapun dia dan di manapun berada dapat menunjukkan rasa tanggungjawab, baik sebagai pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa. Karena itu, harus kita sadari bahwa banyak sebutan yang ada pada diri kita, dibalik itu ada kewajiban yang harus kita tunaikan, sebutan sebagai suami, istri, orang tua, anak, pengurus masjid hingga pemimpin dan pejabat pada setiap tingkatannya. Namun, yang amat kita sayangkan adalah banyak orang yang tidak bertanggung jawab sehingga terjadi kekacauan dan kesengsaraan, padahal segala sesuatu akan dimintai pertanggungjawaban, Allah SWT berfirman: وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al Isra [17]:36) Dalam kehidupan pribadi dan keluarga, masing-masing orang bertanggung jawab hingga ke akhirat nanti, karenanya Allah swt menegaskan kepada kita agar jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka. Bahkan dalam konteks kepemimpinan, kita juga memahami bahwa Rasulullah saw pernah bersabda yang menyebutkan bahwa setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinan itu. Karena itu, pemimpin yang bertaqwa kepada Allah swt amat kita butuhkan dalam hidup ini. Dengan demikian, setiap kita harus berusaha untuk terus berjuang mengembangkan kehidupan yang baik dan sejahtera, meskipun kendala yang kita hadapi sangat besar. Akhirnya mari kita tutup ibadah shalat Id kita hari ini dengan berdoa: اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ. “Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang zhalim dan kafir.” اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ “Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.” اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا “Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.” اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ. “Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.” رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. “Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.” Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/08/22229/khutbah-idul-fitri-1433-h-kunci-kebahagiaan-dan-kesejahteraan/#ixzz23VnaKuhg /@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |