Perkembangan Terakhir Tentang Manusia Flores


Pernyataan para pendukung evolusi bahwa Homo floresiensis merupakan suatu spesies tersendiri yang terpisah dari manusia zaman modern semakin memudar di hadapan penentangan yang semakin menguat. The Times Online, edisi internet dari surat kabarThe Times dan The Sunday Times, merangkum sejumlah perkembangan terakhir seputar bahasan tersebut dalam kalimat berikut:
"Sebuah temuan yang diumumkan sebagai penemuan terbesar di bidang antropologi selama seabad telah terpuruk dan menjadi salah satu sengketa tersengit di bidang itu." (1)
Perkembangan yang menyulut api perselisihan tersebut adalah adanya para pakar lain yang mendukung pandangan para ilmuwan Indonesia yang berkeberatan atas dikemukakannya H. floresiensis sebagai suatu spesies tersendiri yang terpisah dari Homo sapiens. Yang terkemuka dari sederetan ilmuwan tersebut adalah ilmuwan Australia Dr. Maciej Henneberg dan Dr. Alan Thorne, dan para peneliti dari Field Museum Chicago di Amerika.
Sejumlah sanggahan baru, sebagaimana yang dilontarkan oleh para ilmuwan Indonesia, menegaskan bahwa Manusia Flores mungkin telah menderita penyakit syaraf yang dikenal sebagai microcephaly (kelainan berupa kepala yang berukuran kecil). Dukungan penting bagi pandangan ini datang dari Profesor Maciej Henneberg, ilmuwan anatomi dan pakar palaeopatologi selama 32 tahun. Henneberg, ketua Departement of Anatomical Sciences, the University of Adelaide, Australia, pertama-tama mengkaji hasil pengukuran tengkorak Manusia Flores yang diterbitkan di situs internet majalah Nature. Di sinilah ilmuwan tersebut teringat akan tengkorak lain dengan bentuk dan ukuran yang mirip. Tengkorak tersebut adalah spesimen Homo sapiens berusia 4.000 tahun yang didapatkan dalam penggalian di pulau Kreta. Tengkorak milik individu H. sapiens ini memiliki ukuran agak kecil, dan para ilmuwan yang menelitinya telah menjelaskan fenomena ini sebagai microcephaly.
Berdasarkan hasil perbandingan statistik yang ia lakukan pada 15 hasil pengukuran tengkorak, ilmuwan Australia itu mengungkapkan bahwa terdapat "perbedaan tidak nyata" antara keduanya. Henneberg, yang sanggahannya diberitakan dalam jurnal terkenal terbitan Amerika Serikat Science (2), menyimpulkan bahwa ukuran tengkorak Manusia Flores diakibatkan oleh microcephaly. Peneliti tersebut juga menyatakan bahwa anatomi wajah Manusia Flores masih dalam batas H. sapiens.
Pengkajian lain oleh Henneberg yang mengungkap hasil mengejutkan tentang Manusia Flores adalah perhitungannya tentang tulang lengan depan (radius) yang ditemukan di dalam sebuah gua. Dari panjang tulangnya, yang ditetapkan sebagai 210 mm (8,3 inci), Henneberg menghitung bahwa pemiliknya bertinggi tubuh antara 151 dan 162 cm (4,9 - 5,3 kaki). Angka ini agak lebih besar daripada 1 meter (3 kaki) yang diduga merupakan ukuran tinggi Manusia Flores, dan masih dalam batas yang dianggap normal untuk manusia zaman sekarang. Henneberg mengumumkan kesimpulan yang ia capai sebagai hasil dari penelitian ini:
"Hingga tambahan tulang-tulang lain dari 'spesies baru' dugaan ini diketemukan, saya akan tetap menyatakan bahwa suatu kondisi yang sudah sangat dikenal yang diakibatkan oleh penyakitlah yang menjadi penyebab timbulnya penampakan khusus dari rangka tersebut." (3)

Sebagaimana dijelaskan para ilmuwan, perbedaan dalam hal ukuran tengkorak maupun struktur rahang antara Manusia Flores dan Homo sapiens dapat dijelaskan dengan fenomena microcephaly (kelainan berupa ukuran kepala yang kecil).
Peneliti evolusi manusia terkemuka lainnya, antropolog Dr. Alan Thorne dari Australian National University, menyatakan penemuan Manusia Flores hanya memperlihatkan bahwa "tak seorang pun memperkirakan sesuatu seperti itu ada di sana," dan menyebutkan bahwa adalah melebih-lebihkan fakta untuk menyatakan H. floresiensis mewakili suatu spesies tersendiri. (4)
Robert Martin, ilmuwan primatologi dari Field MuseumChicago, dan arkeolog James Phillips melontarkan pernyataan berikut yang mendukung teori microcephalyberkaitan dengan volume otak Manusia Flores yang berukuran kecil:
"Satu-satunya tengkorak adalah milik seorang perempuan yang menderita microcephaly, suatu kelainan yang jarang terjadi yang berakibat pada kepala dan otak yang berukuran kecil. Microcephalymenyebabkan wajah tumbuh pada laju yang normal, tapi kepalanya tidak. Orang [tersebut] akhirnya berdahi miring dan tanpa dagu -- persis sepertiHobbit." (5) (Hobbit: Julukan untuk Manusia Flores yang diambil dari film The Lord of the Rings.)
Karena sejumlah sanggahan ini, tidak beralasannya penggambaran Manusia Flores sebagai suatu spesies tersendiri yang terpisah dari H. sapiens sekali lagi terungkap. Pengkajian oleh Henneberg sudah pasti berperan besar dalam hal ini: karena individu H. sapiens yang berusia 4.000 tahun dikabarkan telah menderita kelainan microcephaly, lalu mengapa Manusia Flores, dengan ukuran tengkorak yang sama, digambarkan sebagai suatu spesies yang berbeda?
Barangkali penafsiran paling mencolok tentang debat seputar Manusia Flores ini berasal dari Robert Matthews, seorang penulis ilmu pengetahuan yang berpengalaman untuk surat kabar Inggris The Sunday Telegraph. Matthews mendukung gagasan microcephaly, dan mengecam keinginan sebagian kalangan untuk menampilkan Manusia Flores sebagai suatu spesies tersendiri. Ia juga mengutip skandal Manusia Nebraska, salah satu skandal terbesar dalam sejarah paleoantropologi, dalam mengungkap betapa tidak beralasannya keinginan itu. Dengan judul utama "Big Claims, meagre evidence; welcome to palaeontology" (Klaim Besar, bukti sangat kurang; selamat datang di palaeontologi), Matthews menulis:
"Minggu yang lain, dan perseteruan yang lain lagi di kalangan ilmuwan tentang sejumlah tulang kuno dan pernyataan tentang telah ditemukannya suatu spesies manusia baru yang lain lagi. Kali ini perselisihan tersebut tertuju pada penemuan tulang belulang berusia 18.000 tahun milik sejenis manusia dengan tinggi badan 3 kaki di pulau Flores, Indonesia.
... para ilmuwan yang menggalinya telah menerbitkan makalah di jurnal Nature, mengumumkannya sebagai suatu spesies baru manusia, dan memberinya nama Latin yang terdengar indah: Homo floresiensis.
Kemudian, sebagaimana kebiasaan lama, para ilmuwan lain bermunculan untuk membantah klaim tersebut sebagai terlalu dini. Seorang pakar terkemuka di bidang palaeoanatomi mengatakan kepada jurnal tandingan Science bahwa tengkorak berusia 18.000 tahun yang seukuran dengan jeruk besar tersebut mirip dengan tengkorak yang ditemukan di pulau Kreta yang merupakan milik spesimen berusia 4.000 tahun dari jenis Homo sapiens kuno yang sudah terlalu sering, dengan microcephaly sekunder, suatu keadaan yang ditandai dengan tengkorak yang secara tidak wajar berukuran kecil.
... Microcephaly sekunder memiliki banyak sekali penyebab, mulai dari infeksi virus selama kehamilan hingga luka atau kekurangan gizi ketika baru lahir. Spesimen-spesimen tersebut ditemukan di sebuah gua di suatu pulau. Siapakah yang bisa mengatakan bahwa pulau itu belum pernah dilanda wabah virus 18.000 tahun lalu yang menyebabkan berjangkitnya kelainan tersebut? Atau mungkin penghuni [pulau itu] telah terkena wabah itu di tempat lain di gugusan kepulauan Indonesia, dan telah diusir ke Flores karena penampakan mereka yang aneh.
Atau mungkin saja bahwa mereka yang mengidap microcephaly sekunder dapat bertahan hidup dan bahkan beranak pinak: kelainan itu tidak selalu harus dihubungkan dengan kecerdasan yang rendah.  Sebenarnya, [tingkat kecerdasan] bukan dikarenakan ukuran otak yang kecil saja: penentu terpenting adalah jumlah bagian [otak yang berwarna] abu-abu. Karena bagian ini tidak terawetkan pada sisa-sisa peninggalan fosil, kita tidak memiliki gambaran apakah para "hobbit"tersebut cerdas, bodoh atau biasa saja. Apa yang jelas adalah bahwa para palaeontolog terlalu bernafsu mendasarkan klaim besar pada bukti yang sudah dipastikan sangat kurang. Ini adalah kecenderungan kuat yang tidak begitu membantu mereka di masa lalu. Pada tahun 1922, pakar fosil Amerika, Henry Fairfield Osborn menjadi judul utama pemberitaan dengan mengumumkan penemuan tentang apa yang ia nyatakan sebagai kera mirip manusia pertama yang pernah ditemukan di Amerika, yang ia beri nama Hesperopithecus ( yang berarti "Ape from the Land of the Evening Sun" atau Kera dari Daratan Matahari Sore").
Ilmuwan anatomi terkenal Profesor Grafton Elliot Smith dari London University melangkah lebih jauh, ia bersikukuh bahwaHesperopithecus setidaknya merupakan "anggota paling awal dan paling primitif dari keluarga manusia yang masih dapat ditemukan". Namun apakah bukti dari klaim yang lantang ini? Sebuah gigi tunggal yang sudah menjadi fosil yang ditemukan di Nebraska.
Tanggapan Prof Smith kepada mereka yang meragukan kearifan berpegang pada bukti yang sangat sedikit sungguh mirip dengan apa yang kini sedang dilakukan oleh para penemu Manusia Hobbit dari Flores: "Orang akan memandang kesimpulan yang demikian sangat penting dengan keraguan", ujar Prof Smith, "jika saja bukan karena kepakaran para ilmuwan Amerika di bidang itu yang tidak perlu dipertanyakan lagi."
Gertakan itu tidak menyurutkan langkah the American Museum of Natural History untuk mencari bukti lebih lanjut. Bukti itu ditemukan di saat yang tepat di Nebraska, dan mengungkap bahwa "Hesperopithecus" tak lebih dari seekor babi punah. Prof Smith di kemudian hari menjadikan dirinya tenar dengan membuat gambar populer dari manusia Neanderthalsebagai manusia berpenampilan dungu yang sedang mengunyah tulang, sembari pula mendukung klaim bahwa potongan-potongan tengkorak yang ditemukan di Inggris pada tahun 1912 adalah milik nenek moyang tertua H. sapiensyang pernah diketahui. Di kemudian hari diketahui bahwa manusia Neanderthal "khas bikinan" Prof Smith sebenarnya adalah seorang pria yang diketahui pasti tidak bertubuh normal dan bungkuk karena menderita radang sendi. Sedangkan mengenai potongan tulang tengkorak, ternyata berasal dari sebuah lubang galian di Sussex yang dikenal sebagai Piltdown; kelanjutannya bisa dipahami.
Tampaknya, tak satu pun dari kejadian ini menyurutkan semangat para palaeontolog untuk terus mengkhayal tentang keberadaan lebih banyak lagi "spesies" di luar pohon kekerabatan manusia. Semua yang dibutuhkan adalah beberapa potongan tulang yang tidak biasa ditambah dengan kamus bahasa Latin yang bagus, dan tempat dalam sejarah palaeontologi pun akan diperoleh.
Semuanya tampak bergantung pada bisa tidaknya potongan tulang tersebut dianggap "tidak seperti biasanya" sehingga berada di luar batasan spesies mana pun yang diketahui. Orang ngeri membayangkan kesimpulan apa yang akan dicapai para palaeontolog jika mereka diberi tulang belulang seorang cebol zaman sekarang dan seorang penambang minyak dari Texas." (6)
Kesimpulan:
Fakta yang terungkap melalui perkembangan ilmiah terkini tentang Manusia Flores maupun pelajaran dari sejarah sebagaimana yang diingatkan oleh Matthews adalah: Para ilmuwan evolusionis dan media massa sama-sama sangat bernafsu untuk menampilkan dan memberitakan fosil-fosil yang baru ditemukan sebagai spesies baru. Hasilnya, hampir setiap penemuan fosil diumumkan dengan kehebohan dan kegemparan besar oleh media massa, meskipun klaim ini lalu dengan senyap terbantahkan di kemudian hari.
Perkataan berikut dari Robert Locke, editor pelaksana majalah Discovering Archaeology, tentang penelitian di bidang palaeoantropologi adalah menyerupai gambaran tentang keraguan dan propaganda fanatik yang melingkupi pengkajian di bidang ini:
"Mungkin tidak ada bidang ilmu pengetahuan yang lebih banyak dipenuhi persengketaan daripada pencarian tentang asal usul manusia. Para paleontolog terkemuka saling tidak sepakat bahkan mengenai bagan paling mendasar dari pohon kekerabatan manusia sekalipun. Cabang-cabang baru bermunculan di tengah-tengah keriuhan, hanya untuk kemudian layu dan mati di hadapan temuan-temuan fosil baru." (7)
Akan tetapi, skenario khayal evolusi manusia, yang dipertahankan keberadaannya melalui propaganda, hasutan, pemutarbalikan fakta dan bahkan pemalsuan, akan pasti tersingkirkan di hadapan penemuan-penemuan ilmiah modern. Hal ini dikarenakan temuan ilmiah nyata mengungkap bahwa kehidupan terlalu rumit untuk dapat terbentuk melalui ketidaksengajaan, dan bahwa mekanisme mutasi acak dan seleksi alam tidak dapat menjelaskan keberadaan informasi genetik pada DNA suatu spesies. Klaim evolusi seputar masalah tersebut tidak lagi memiliki dasar ilmiah di hadapan penemuan-penemuan yang dibuat hampir setiap harinya. Karenanya tak dapat dihindarkan, upaya dari mereka yang meyakini bahwa memaparkan kisah khayal tentang masa lampau berdasarkan kemiripan antartulang sebagai ilmu pengetahuan akan berakhir dengan kegagalan.
Manusia diciptakan oleh Allah, beserta seluruh perangkat sempurna pada tubuhnya. Hal ini dinyatakan Allah dalam Al Qur'an:
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (Al Qur'an, 32: 7-9)

Keterangan gambar: Sebagaimana dijelaskan para ilmuwan, perbedaan dalam hal ukuran tengkorak maupun struktur rahang antara Manusia Flores dan Homo sapiens dapat dijelaskan dengan fenomena microcephaly (kelainan berupa ukuran kepala yang kecil).



1- Nigel Hawkes, "Kidnap marks the latest chapter in Hobbit's story," Times Online, December 4, 2004; online at: http://www.timesonline.co.uk/article/0,,3-1386936,00.html
2- Michael Balter, "Skeptics Question Whether Flores Hominid Is a New Species," Science, Vol 306, Issue 5699, 1116 , November 12, 2004
3- Maciej Henneberg, "Why The 'Hobbitt' May Not Be a New Species of Humans;" online at: http://www.thinkinganglicans.org.uk/archives/000884.html
4- Heather Catchpole, "Tiny Human a Big Evolutionary Tale," October 27, 2004; online at: http://dsc.discovery.com/news/afp/20041025/tinyhuman.html
5- Jim Ritter, "Experts here knock claim of new 'Hobbit' species," Chicago Sun-Times, November 16, 2004; online at: http://www.suntimes.com/output/news/cst-nws-human16.html
6- Robert Matthews, "Big claims, meagre evidence; welcome to palaeontology," The Telegraph, December 8, 2004; online at: http://gardening.telegraph.co.uk/connected/main.jhtml?xml=/connected/2004/12/08/ecrqed08.xml
7- Robert Locke, "Family Fights," Discovering Archaeology, July/August 1999, h. 36-39

@cwi

selengkapnya...

LUBANG HITAM



Abad ke-20 menyaksikan banyak sekali penemuan baru tentang peristiwa alam di ruang angkasa. Salah satunya, yang belum lama ditemukan, adalah Black Hole [Lubang Hitam]. Ini terbentuk ketika sebuah bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakarnya ambruk hancur ke dalam dirinya sendiri, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan tak hingga dan volume nol serta medan magnet yang amat kuat. Kita tidak mampu melihat lubang hitam dengan teropong terkuat sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang hitam tersebut sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu melepaskan diri darinya. Namun, bintang yang runtuh seperti itu dapat diketahui dari dampak yang ditimbulkannya di wilayah sekelilingnya. Di surat Al Waaqi'ah, Allah mengarahkan perhatian pada masalah ini sebagaimana berikut, dengan bersumpah atas letak bintang-bintang:
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (QS. Al Waaqi'ah, 56: 75-76)
Istilah "lubang hitam" pertama kali digunakan tahun 1969 oleh fisikawan Amerika John Wheeler. Awalnya, kita beranggapan bahwa kita dapat melihat semua bintang. Akan tetapi, belakangan diketahui bahwa ada bintang-bintang di ruang angkasa yang cahayanya tidak dapat kita lihat. Sebab, cahaya bintang-bintang yang runtuh ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari sebuah lubang hitam disebabkan lubang ini merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam sebuah ruang yang kecil. Gravitasi raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel tercepat, seperti foton [partikel cahaya]. Misalnya, tahap akhir dari sebuah bintang biasa, yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir setelah nyala apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil)! Lubang hitam berwarna "hitam", yang berarti tertutup dari pengamatan langsung. Namun demikian, keberadaan lubang hitam ini diketahui secara tidak langsung, melalui daya hisap raksasa gaya gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya. Selain gambaran tentang Hari Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk pada penemuan ilmiah tentang lubang hitam ini:
Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan (QS. Al Mursalaat, 77: 8)
Selain itu, bintang-bintang bermassa besar juga menyebabkan terbentuknya lekukan-lekukan yang dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun, lubang hitam tidak hanya menimbulkan lekukan-lekukan di ruang angkasa tapi juga membuat lubang di dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuh ini dikenal sebagai lubang hitam. Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu bahasan penting lain yang menunjukkan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah:
Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3) 
PULSAR: BINTANG BERDENYUT
Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)

Pulsar adalah sisa-sisa bintang padam yang memancarkan gelombang radio teramat kuat yang menyerupai denyut, dan yang berputar pada sumbunya sendiri dengan sangat cepat. Telah dihitung bahwa terdapat lebih dari 500 pulsar di galaksi Bima Sakti, yang di dalamnya terdapat Bumi kita.
Kata "Thaariq," nama surat ke-86, berasal dari akar kata "tharq," yang makna dasarnya adalah memukul dengan cukup keras untuk menimbulkan suara, atau menumbuk. Dengan mempertimbangkan arti yang mungkin dari kata tersebut, yakni "berdenyut/berdetak," "memukul keras," perhatian kita mungkin diarahkan oleh ayat ini pada sebuah kenyataan ilmiah penting. Sebelum menelaah keterangan ini, marilah kita lihat kata-kata selainnya yang digunakan dalam ayat ini untuk menggambarkan bintang-bintang ini. Istilah "ath-thaariqi" dalam ayat di atas berarti sebuah bintang yang menembus malam, yang menembus kegelapan, yang muncul di malam hari, yang menembus dan bergerak, yang berdenyut/berdetak, yang menumbuk, atau bintang terang. Selain itu, kata "wa" mengarahkan perhatian pada benda-benda yang digunakan sebagai sumpah – yakni, langit dan Ath Thaariq.
Melalui penelitian oleh Jocelyn Bell Burnell, di Universitas Cambridge pada tahun 1967, sinyal radio yang terpancar secara teratur ditemukan. Namun, hingga saat itu belumlah diketahui bahwa terdapat benda langit yang berkemungkinan menjadi sumber getaran atau denyut/detak teratur yang agak mirip pada jantung. Akan tetapi, pada tahun 1967, para pakar astronomi menyatakan bahwa, ketika materi menjadi semakin rapat di bagian inti karena perputarannya mengelilingi sumbunya sendiri, medan magnet bintang tersebut juga menjadi semakin kuat, sehingga memunculkan sebuah medan magnet pada kutub-kutubnya sebesar 1 triliun kali lebih kuat daripada yang dimiliki Bumi. Mereka lalu paham bahwa sebuah benda yang berputar sedemikian cepat dan dengan medan magnet yang sedemikian kuat memancarkan berkas-berkas sinar yang terdiri dari gelombang-gelombang radio yang sangat kuat berbentuk kerucut di setiap putarannya. Tak lama kemudian, diketahui juga bahwa sumber sinyal-sinyal ini adalah perputaran cepat dari bintang-bintang neutron. Bintang-bintang neutron yang baru ditemukan ini dikenal sebagai "pulsar." Bintang-bintang ini, yang berubah menjadi pulsar melalui ledakan supernova, tergolong yang memiliki massa terbesar, dan termasuk benda-benda yang paling terang dan yang bergerak paling cepat di ruang angkasa. Sejumlah pulsar berputar 600 kali per detik.1
Kata "pulsar" berasal dari kata kerja to pulse . Menurut kamus American Heritage Dictionary, kata tersebut berarti bergetar, berdenyut. Kamus Encarta Dictionary mengartikannya sebagai berdenyut dengan irama teratur, bergerak atau berdebar dengan irama teratur yang kuat. Lagi menurut Encarta Dictionary, kata " pulsate ", yang berasal dari akar yang sama, berarti mengembang dan menyusut dengan denyut teratur yang kuat.
Menyusul penemuan itu, diketahui kemudian bahwa peristiwa alam yang digambarkan dalam Al Qur'an sebagai "thaariq," yang berdenyut, memiliki kemiripan yang sangat dengan bintang-bintang neutron yang dikenal sebagai pulsar.
Bintang-bintang neutron terbentuk ketika inti dari bintang-bintang maharaksasa runtuh. Materi yang sangat termampatkan dan sangat padat itu, dalam bentuk bulatan yang berputar sangat cepat, menangkap dan memampatkan hampir seluruh bobot bintang dan medan magnetnya. Medan magnet amat kuat yang ditimbulkan oleh bintang-bintang neutron yang berputar sangat cepat ini telah dibuktikan sebagai penyebab terpancarnya gelombang-gelombang radio sangat kuat yang teramati di Bumi.
Di ayat ke-3 surat Ath Thaariq istilah "an najmu ats tsaaqibu," yang berarti yang menembus, yang bergerak, atau yang membuat lubang, mengisyaratkan bahwa Thaariq adalah sebuah bintang terang yang membuat lubang di kegelapan dan bergerak. Makna istilah "adraaka" dalam ungkapan "Tahukah kamu apakah Ath Thaariq itu?" merujuk pada pemahaman. Pulsar, yang terbentuk melalui pemampatan bintang yang besarnya beberapa kali ukuran Matahari, termasuk benda-benda langit yang sulit untuk dipahami. Pertanyaan pada ayat tersebut menegaskan betapa sulit memahami bintang berdenyut ini. (Wallaahu a'lam)
Sebagaimana telah dibahas, bintang-bintang yang dijelaskan sebagai Thaariq dalam Al Qur'an memiliki kemiripan dekat dengan pulsar yang dipaparkan di abad ke-20, dan mungkin mengungkapkan kepada kita tentang satu lagi keajaiban ilmiah Al Qur'an.
BINTANG SIRIUS (SYI'RA)

Bintang Sirius [Syi’ra] muncul di Surat An Najm (yang berarti "bintang"). Bintang ganda yang membentuk bintang Sirius ini saling mendekat dengan sumbu kedua bintang itu yang berbentuk busur setiap 49,9 tahun sekali. Peristiwa alam tentang bintang ini diisyaratkan dalam ayat ke-9 dan ke-49 dari Surat An Najm.
Ketika pengertian-pengertian tertentu yang disebutkan dalam Al Qur'an dikaji berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah abad ke-21, kita akan mendapati diri kita tercerahkan dengan lebih banyak keajaiban Al Qur'an. Salah satunya adalah bintang Sirius (Syi'ra), yang disebut dalam surat An Najm ayat ke-49:
… dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'ra (QS. An Najm, 53: 49)
Kenyataan bahwa kata Arab "syi'raa," yang merupakan padan kata bintang Sirius, muncul hanya di Surat An Najm (yang hanya berarti "bintang") ayat ke-49 secara khusus sangatlah menarik. Sebab, dengan mempertimbangkan ketidakteraturan dalam pergerakan bintang Sirius, yakni bintang paling terang di langit malam hari, sebagai titik awal, para ilmuwan menemukan bahwa ini adalah sebuah bintang ganda. Sirius sesungguhnya adalah sepasang dua bintang, yang dikenal sebagai Sirius A dan Sirius B. Yang lebih besar adalah Sirius A, yang juga lebih dekat ke Bumi dan bintang paling terang yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Tapi Sirus B tidak dapat dilihat tanpa teropong.
Bintang ganda Sirius beredar dengan lintasan berbentuk bulat telur mengelilingi satu sama lain. Masa edar Sirius A dan B mengelilingi titik pusat gravitasi mereka yang sama adalah 49,9 tahun. Angka ilmiah ini kini diterima secara bulat oleh jurusan astronomi di universitas Harvard, Ottawa dan Leicester.2 Keterangan ini dilaporkan dalam berbagai sumber sebagai berikut:
Sirius, bintang yang paling terang, sebenarnya adalah bintang kembar… Peredarannya berlangsung selama 49,9 tahun. 3
Sebagaimana diketahui, bintang Sirius-A dan Sirius-B beredar mengelilingi satu sama lain melintasi sebuah busur ganda setiap 49,9 tahun. 4
Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah garis edar ganda berbentuk busur dari dua bintang tersebut yang mengitari satu sama lain.
Namun, kenyataan ilmiah ini, yang ketelitiannya hanya dapat diketahui di akhir abad ke-20, secara menakjubkan telah diisyaratkan dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu. Ketika ayat ke-49 dan ke-9 dari surat An Najm dibaca secara bersama, keajaiban ini menjadi nyata:
dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'ra (QS. An Najm, 53: 49)
maka jadilah dia dekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). (QS. An Najm, 53: 9)
Penjelasan dalam Surat An Najm ayat ke-9 tersebut mungkin pula menggambarkan bagaimana kedua bintang ini saling mendekat dalam peredaran mereka. (Wallaahu a'lam). Fakta ilmiah ini, yang tak seorang pun dapat memahami di masa pewahyuan Al Qur'an, sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah Yang Mahakuasa.


Daftar pustaka:
1. Double Pulsar Found," January 9, 2004; www.atnf.csiro.au/news/press/double_pulsar/
2. Leicester edu dept of Physics & astronomy; www.star.le.ac.uk/astrosoc/whatsup/stars.html; University of Ottowa;
    www.site.uottawa.ca:4321/astronomy/index.html#Sirius; Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics;
    http://cfa-www.harvard.edu/~hrs/ay45/Fall2002/ChapterIVPart2.pdf
3. "Exposes Astronomiques, La troisième loi de KEPLER;" http://www.astrosurf.com/eratosthene/HTML/exposetheoastro.htm
4. http://www.dharma.com.tr/dkm/article.php?sid=87


@cwi

selengkapnya...

Laporan tentang Penciptaan dan Evolusi oleh Panitia Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan, Sidang Parlemen Dewan Eropa adalah Bukti Kepanikan Serius di Kalangan Materialis


Laporan tentang Penciptaan dan Evolusi oleh Panitia Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan, Sidang Parlemen Dewan Eropa adalah Bukti Kepanikan Serius di Kalangan Materialis
Kedatangan karya besar Harun Yahya “Atlas Penciptaan” di Eropa telah memunculkan kepanikan besar di kalangan kaum materialis dan Darwinis di seantero benua itu. Mereka berkata bahwa Atlas Penciptaan, yang mereka katakan tidak memiliki kemiripan dengan karya mana pun yang menentang evolusi yang mereka saksikan sebelumnya, adalah ancaman yang jauh lebih besar dari sudut pandang sistem pemikiran mereka sendiri dibandingkan seluruh karya anti-Darwinis lain hingga kini; sedemikian hingga mereka bahkan benar-benar berupaya melarang buku tersebut.
Tidak ada keraguan bahwa ketakutan ini adalah bukti terpenting tentang kebenaran dan nilai penting informasi dalam Atlas tersebut. Penemuan-penemuan ilmiah dalam buku itu, yang meruntuhkan evolusi, telah menyadarkan banyak orang Eropa bahwa bertahun-tahun mereka telah dibohongi. Misalnya, sebuah jajak pendapat baru-baru ini oleh Science Actualités di Prancis menyingkapkan bahwa 92% orang tidak yakin bahwa manusia muncul menjadi ada melalui evolusi, sedangkan hanya 5% percaya evolusi.
Masyarakat Eropa, yang telah mulai sadar bahwa evolusi adalah dongeng yang disebabkan keterbelakangan abad ke-19, kini telah menyaksikan, dengan bukti melimpah yang mendukung, bahwa Penciptaan telah dibuktikan. Awal pencerahan pemikiran di Eropa ini telah menimbulkan kegelisahan mendalam di kalangan kelompok materialis, ateis dan Darwinis. Salah satu isyarat terakhir dari kegelisahan ini adalah laporan yang disusun Panitia Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan, Sidang Parlemen Dewan Eropa. Dokumen ini, yang berjudul “The Dangers of Creationism in Education“ (Bahaya Paham Penciptaan dalam Pendidikan), disusun oleh penganut paham sosialis asal Prancis Guy Lengagne. Keputusasaan mereka di hadapan bukti bahwa evolusi tidaklah ilmiah jelas terlihat hampir di setiap baris laporan itu.
(Petikan langsung dari laporan itu dikutip di bawah ini. Sudah pasti Allah dan kaum beriman terbebas dari pernyataan mana pun di dalamnya yang tidak memperhatikan penghargaan dan penghormatan semestinya.)
1- Panitia tersebut memaparkan bagaimana keyakinan terhadap evolusi telah menurun dan semakin banyak orang menerima fakta Penciptaan di Eropa di tahun-tahun belakangan:
… Kini teori-teori penganut paham penciptaan cenderung merambah Eropa dan penyebarannya berpengaruh pada sejumlah besar negara anggota Dewan Eropa.

2- Alasan upaya mempertahankan Darwinisme agar tetap hidup adalah dukungan yang dianggap ilmiah yang diberikannya bagi paham materialisme. Keruntuhan Darwinisme bermakna hilangnya satu dari landasan-landasan utama paham materialisme dan ateisme. Laporan tersebut benar-benar menggambarkan bagaimana pengajaran Penciptaan telah melemahkan cara pandang, dengan kata lain paham materialisme, “yang dengan sabar telah dibangun” selama bertahun-tahun:
          
Kita sedang menyaksikan tumbuhnya pola pemikiran, yang lebih baik untuk menanamkan ajaran agama, yangsedang menyerang bagian paling inti dari pengetahuan yang dengan sabar telah kita bangun tentang alam kehidupan, evolusi, asal usul kita dan kedudukan kita di alam semesta.

3- Ada kekhawatiran nyata dalam laporan tersebut bahwa orang-orang muda mulai menyaksikan kebenaran. Apa yang diistilahkan sebagai “kebingungan pemikiran” sesungguhnya adalah kewaspadaan dalam berpikir. Akal yang telah dilumpuhkan oleh propaganda materialis, ditipu oleh kebohongan-kebohongan evolusionis, dan diajari berpikir hanya dalam satu arah, kini mulai berpikir tanpa prasangka dan menyaksikan bahwa evolusi tidaklah didukung oleh ilmu pengetahuan:
Terdapat bahaya nyata berupa KEBINGUNGAN SERIUS yang sedang ditanamkan ke dalam benak anak-anak kita… [penekanan ditambahkan]

4- Isyarat bahwa orang-orang mulai memiliki keraguan tentang teori evolusi, yang telah ditampilkan sebagai fakta tak terbantahkan selama 150 tahun terakhir, adalah satu di antara tanda-tanda terpenting keruntuhan evolusi. Ketika mereka yang merasakan kecurigaan yang beralasan seperti itu mulai mengkaji dan menyelidiki masalah tersebut sedikit lebih dalam mereka akan menyadari betapa mereka bertahun-tahun telah dibohongi oleh dongeng evolusi. Itulah penyebab bunyi tanda bahaya para Darwinis:
… Melalui sarana-sarana ini para pendukung penciptaan … menanamkan keraguan dan kebingungan di dalam benak mereka.

5- Laporan itu menyatakan bahwa ini adalah kali pertama peradaban materialis Eropa telah menghadapi ancaman sedemikian serius. Ini, selanjutnya, adalah bukti ketepatan dan kekuatan informasi yang terkandung dalam buku Atlas Penciptaan. Informasi dalam buku tersebut telah mendorong kaum materialis mengambil tindakan pencegahan dalam berbagai bentuk untuk kali pertama:
Penelitian tentang pengaruh menguat para pendukung penciptaan menunjukkan bahwa silang-pendapat antara paham penciptaan dan evolusi melebar jauh melebihi perseteruan pemikiran. Jika kita tidak hati-hati, nilai-nilai yang merupakan hal paling hakiki dari Dewan Eropa akan berada dalam ancaman langsung para fundamentalis pendukung penciptaan. Adalah bagian dari peran anggota parlemen Dewan Eropa untuk bertindak sebelum terlalu terlambat.

6- Rendahnya jumlah penganut Darwinisme di negara-negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat dan Australia adalah kenyataan yang membuat para Darwinis sangat cemas:
Namun begitu, paham penciptaan (atau paham penciptaan baru) masih sangat mapan di negara-negara berbahasa Inggris, khususnya di Amerika Serikat dan Australia. … Di bulan Juli 2005, Pew Research Centermengadakan jajak pendapat yang menunjukkan bahwa 64% warga Amerika memilih pengajaran perancangan cerdas disamping teori evolusi dan bahwa 38% mendukung penghapusan sama sekali pengajaran evolusi di sekolah-sekolah milik umum. ... Kini, 20 dari 50 negara bagian Amerika sedang menghadapi kemungkinan penyesuaian kurikulum sekolahnya yang memihak perancangan cerdas.

7- Namun, penyebab sesungguhnya ketakutan di kalangan materialis adalah kenyataan bahwa peradaban materialis Eropa yang didasarkan pada Darwinisme sebentar lagi akan lenyap. Di mata kaum materialis, karya-karya yang menyingkap ketidakabsahan paham materialisme merupakan “ancaman” paling serius terhadap rencana-rencana Eropa.
Banyak orang berpikir bahwa fenomena ini hanya menimpa Amerika Serikat dan bahwa, kalaulah tidak mungkin berdiam diri terhadap apa yang sedang terjadi di sisi lain Samudera Atlantik, bukanlah tugas Dewan Eropa untuk menangani masalah ini. Namun tidaklah demikian. Sebaliknya, tampaknya sangat mendesak bagi kita untuk mengambil tindakan pencegahan semestinya di 47 negara anggota kita.

8- Satu di antara hal yang secara khusus dicermati para Darwinis adalah kegiatan intelektual yang dilakukan kalangan Muslim sejak tahun 1980-an yang secara intelektual menghancurkan Darwinisme.
Di samping paham penciptaan Kristen kini terdapat paham penciptaan Muslim: pembuktian paham penciptaan dari sumber Kristen diterima luas di kalangan Muslim seiring dengan kebangkitan pergerakan Islam di awal tahun 1980-an.

9- Buku Adnan Oktar “Atlas Penciptaan” secara khusus dianggap berbahaya bagi Darwinisme. Buku ini telah sampai di negara-negara Eropa dan telah menimbulkan kepanikan serius di kalangan Darwinis:
… Alhasil, kita telah menyaksikan beberapa upaya dari berbagai pergerakan ini di benua Eropa-Asia di beberapa tahun terakhir, dengan sekolah-sekolah terlihat sebagai sasaran utama. Awal 2007 menyaksikan serangan penganut penciptaan Turki Harun Yahya, yang mengirimkan karya terakhir dan sangat-mewahnya, berjudul “Atlas Penciptaan”, yang menyatakan kecaman terhadap kebohongan teori evolusi, ke sejumlah besar sekolah Prancis, Belgia, Spanyol dan Swiss....

10- Dampak buku Atlas Penciptaan di Eropa dan karya-karya lain Adnan Oktar yang melemahkan Darwinisme di Turki dipaparkan di paragraf-paragraf lain laporan itu:
Dai Islam Turki Harun Yahya, yang nama aslinya Adnan Oktar, adalah satu di antara tokoh yang paling melambangkan gerakan ini. Ia berusia sekitar lima puluh tahun dan telah menerbitkan karya-karya tentang penciptaan atau agama selama sekitar dua puluh tahun. Ia juga memiliki rumah penerbitan sendiri, Global, yang berkantor pusat di Istanbul. Pada tahun 1991, Oktar mendirkan yayasan ilmu pengetahuan dan penelitian Bilim Arastirma Vakfi (BAV). Sejak pendiriannya, BAV sangatlah giat berupaya agar paparan apa pun tentang evolusi dihilangkan dari pendidikan Turki. Yayasan ini juga menyelenggarakan banyak konferensi tentang paham penciptaan di kota-kota kecil dan besar penting di Turki. …

Karya terkini Harun Yahya muncul di bulan Desember 2006 dan diberi judul “Atlas Penciptaan”. Ini adalah buku besar dan jilid pertama dari serangkaian tujuh jilid. Buku ini berupaya menyanggah Darwinisme dan teori evolusi dalam 772 halaman penuh gambar. Kesimpulannya jelas: “penciptaan adalah fakta” and “evolusi adalah penipuan”. Lebih jauh, sang pengarang mengecam tajam “kaitan rahasia antara Darwinisme dan ideologi-ideologi penumpah darah, seperti fasisme dan komunisme”. Di awal tahun 2007 Yahya melancarkan serangan dengan tujuan penyebarluasan besar-besaran karyanya di Eropa dan seluruh dunia.

Di Prancis:
Serangan Harun Yahya: Di awal 2007, penganut penciptaan Turki Harun Yahya mengirimkan karyanya yang berjudul “Atlas Penciptaan” ke sejumlah besar sekolah dan pusat informasi Prancis. …

11- Tak punya sanggahan ilmiah apa pun terhadap isi buku Atlas Penciptaan, para Darwinis menggunakan watak Abad Pertengahan dan berupaya melarang buku tersebut. Namun sesungguhnya pemikiran tidak dapat dihentikan dengan cara melarangnya. Pada kenyataannya, yang menyebabkan kepanikan itu di kalangan kaum materialis Eropa adalah karena mereka telah menyaksikan keruntuhan evolusi yang tak dapat dicegah.
… Sebagai tanggapan, Menteri Pendidikan, Gilles de Robien, menyeru para kepala kantor pendidikan agar memastikan bahwa buku ini "yang tidak sesuai dengan isi kurikulum yang dirumuskan oleh Kementerian, tidak tersedia di pusat-pusat informasi di sekolah”. Hervé LeGuyader, Profesor Biologi Evolusi di Universitas Paris VI, ditugaskan oleh Inspektorat Pendidikan Nasional Umum untuk membuat telaah rinci terhadap atlas ini. …

12- Ini adalah kali pertama mereka mendapati sebuah buku yang sedemikian telak meruntuhkan evolusi yang dipenuhi bukti-bukti yang mendukung, hingga mengguncang para Darwinis. Kenyataan bahwa informasi yang dikandung dalam buku tersebut tak terbantahkan telah mengejutkan para Darwinis, yang mengakuinya sendiri:
… Ia [Hervé LeGuyader]menganggap buku tersebut “JAUH LEBIH BERBAHAYA daripada upaya-upaya penganut penciptaan sebelumnya, yang seringkali berasal dari Inggris”. Ia yakin bahwa ...cara yang digunakan sang pengarang dapat “TERBUKTI SANGAT MENGENA untuk masyarakat awam. … [penekanan ditambahkan]

13- Keadaannya sama di banyak negara Eropa. Atlas Penciptaan telah sampai di banyak negara. Dihadapkan pada bukti nyata dalam Atlas Penciptaan dan tidak mampu memberikan sanggahan ilmiah apa pun, kaum Darwinis berupaya agar buku tersebut dilarang.
Kegiatan Harun Yahya di Swiss berbahasa Prancis: Di bulan Maret 2007, sejumlah besar sekolah di Swiss berbahasa Prancis juga menerima karya Harun Yahya “Atlas Penciptaan”. …

Upaya pendukung penciptaan menyusup ke sekolah-sekolah Belgia: Setelah Prancis, dan bersamaan dengan serangan di Swiss, Harun Yahya melancarkan penyebarluasan Atlas Penciptaannya di Belgia di bulan Maret 2007. Dalam surat edaran tertanggal 22 Maret 2007, Marie Arena, Menteri urusan pendidikan wajib dan pembangunan sosial, memperingatkan “seluruh pegawai pendidikan tentang nilai-nilai yang dianjurkan oleh buku ini” dan kemudian berkata bahwa ia “mengandalkan setiap orang agar WASPADA [...] untuk memastikan bahwa [buku] itu bagaimana pun tidak (boleh) menjadi satu sarana pendidikan bagi murid-murid”  [penekanan ditambahkan]

Sebulan setelah Prancis, Atlas Penciptaan Harun Yahya diterima oleh sejumlah profesor di fakultas biologi Universitas Barcelona dan oleh perpustakaan universitas itu.

14- Bagian akhir laporan itu sekali lagi menegaskan bagaimana peradaban materialis Eropa berada dalam ancaman besar. Isyarat bagaimana Darwinisme didukung karena alasan ideologis terlihat jelas. Apa yang dimaksud laporan tersebut dengan kata-kata “bertindak sebelum hal itu terlalu terlambat ” adalah kekhawatiran atas kehancuran mutlak Darwinisme, dan yang berarti pula terhapusnya materialisme secara menyeluruh.
Pengkajian terperinci tentang PENGARUH MENGUAT PARA PENDUKUNG PENCIPTAAN menunjukkan bahwa perbincangan antara paham penciptaan dan paham evolusi melebar jauh melebihi perseteruan pemikiran. Jika kita tidak hati-hati, nilai-nilai yang merupakan hal paling hakiki dari Dewan Eropa akan berada dalam bahaya ancaman langsung oleh para fundamentalis pendukung penciptaan. Adalah bagian dari peran anggota parlemen Dewan Eropa untuk bertindak sebelum terlalu terlambat. [penekanan ditambahkan]

@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |