Katanya Allah itu Ada, Mana Buktinya? Kenapa Tidak Bisa Kita Lihat? Kisah

Oleh: Asfuri Bahri, Lc
Assalamu’alaikum William… Maaf ya tadi pembicaraan kita terpotong shalat Maghrib. Maaf juga tadi saya janji mau sampaikan jawabannya bukan melalui pesan ke inbox William tapi lewat catatan ini. Selain agar bisa dibaca oleh teman-teman lain, juga kalau ada yang kurang, ada yang menambahkan, atau kalau ada yang salah ada yang meluruskan… Saya lupa William cerita itu dari mana sumber bacaannya, kalau tidak salah dari buku aqidah. Saya juga lupa William di mana saya sampaikan cerita itu, di kelas atau di masjid. Yang jelas kamu waktu itu masih kecil, dan masih di SMP, soalnya di angkatanmu sudah tidak ada SMU-nya di Alka. Kisah ini termasuk kategori ‘Raddus-Syuhubuhat’ (jawaban atas tuduhan) tentang Islam. Musuh-musuh Islam selalu mencari-cari permasalahan dalam agama ini yang sulit dijawab oleh logika kita dan tujuannya agar kaum Muslimin ragu terhadap kebenaran agama mereka, terutama masalah aqidah. Saya juga kurang ingat betul William apakah ketiga pemuda itu beragama Kristen atau Atheis yang anti agama. Intinya ketiga orang pemuda itu ingin menguji pemahaman seorang ulama tentang Islam. Kalau ia tidak bisa menjawab ketiga pertanyaan itu, apalagi orang awam. Dan kalau tidak ada jawaban yang logis dan memuaskan, maka ada kelemahan dalam agama ini. Ketiga pemuda itu menemui sang ulama, dengan penuh yakin bahwa sang ulama tidak bisa menjawab salah satunya mulai berbicara, “Ya syeikh, katanya Allah itu ada, mana buktinya? Kenapa tidak bisa kita lihat?” “Cukup? Ya, ada pertanyaan lagi?” sambut ulama itu. “Ada syeikh, katanya Allah telah menentukan segalanya, termasuk amal perbuatan kita sudah ditentukan dan ditakdirkan. Kalau memang demikian, kenapa musti ada hisab? Dan kenapa musti ada hukuman bagi orang yang melakukan kesalahan?” pemuda kedua bertanya. “Ya bagus. Ada lagi yang ditanyakan?” tantang syeikh itu. “Ya ada lagi syeikh. Katanya syetan itu diciptakan dari api. Dan kita tahu bahwa syetan nanti akan dimasukkan ke dalam neraka. Apa ada pengaruhnya, api dibakar dengan api?” Tanya pemuda ketiga. “Cukup atau ada lagi?” “Cukup syeikh.” “Ya sebentar ya…” Sang ulama tidak menjawab melainkan mengambil beberapa genggam tanah keras lalu… Pluk… prak…duss… Dilemparkan tanah keras itu ke muka ketiga pemuda itu, dan ketiganya meringis kesakitan. Darah pun bercucuran dari wajah mereka. “Ya syeikh, kami bertanya baik-baik, kenapa Anda melempar kami?” “Itu jawabannya…” jawab ulama itu. Kedua pemuda itu pergi dan langsung membawa kasus ini ke pengadilan. Melaporkan perbuatan ulama itu agar diadili karena kezhalimannya. Pengadilan menerima aduannya dan ulama itu pun dipanggil. Saat sudah berada di atas kursi terdakwa hakim mulai memproses hukumnya dan menanyakan kepada ulama itu perihal dakwaan ketiga pemuda itu. “Ya syeikh,” kata hakim. “Benarkah Anda telah menyakiti ketiga pemuda ini? Bisa Anda jelaskan?” “Ketiga pemuda itu menanyakan tiga hal dan saya telah menjawabnya.” “Jawaban macam syeikh? Lalu kenapa mereka terluka seperti itu?” “Ya, itu jawabannya.” “Saya tidak mengerti, bisa Anda jelaskan?” “Mereka bertanya bahwa Allah itu ada, jika ada, mana buktinya? Kenapa kita tidak bisa melihatnya? Sekarang saya bertanya, bagaimana rasanya saya lempar dengan tanah keras itu? Sakit?” “Jawab wahai pemuda?” minta hakim kepada salah satunya. “Ya sakit.” “Kalau memang sakit, berarti sakit itu ada, kalau memang ada, mana buktinya? Kenapa saya tidak melihat ‘sakit’ itu?” “Ini, darah ini syeikh. Darah ini tanda bahwa sakit itu ada.” “Begitulah pak Hakim, dia tidak bisa membuktikan adanya sakit dan tidak bisa melihat sakit itu, hanya menunjukkan tandanya, darah. Bahwa sesuatu yang ada tidak mesti bisa dilihat. Tapi ada tanda-tandanya. Sakit itu ada dan tidak bisa kita lihat, hanya ada buktinya, darah. Demikian halnya dengan Pencipta kita, Allah Azza wa Jalla. Ia ada, namun keterbatasan akal kita tidak bisa menangkap keberadaan-Nya. Dan seluruh makhluk di jagad raya ini adalah bukti bahwa Allah itu ada.” “Bisa diterima,” sela hakim. “Pertanyaan yang kedua pak hakim, mereka bertanya bahwa Allah telah menentukan segalanya termasuk amal perbuatan manusia dan mentakdirkannya, jika demikian, apa gunanya hisab dan kenapa mesti ada hukuman bagi orang yang berbuat salah?” “Apa jawaban Anda syeikh?” “Sekarang saya bertanya kepada kalian. Kalau Anda berkeyakinan seperti itu, kenapa melaporkan perbuatan saya ke pengadilan? Perbuatan saya kan sudah ditentukan?” “Bisa diterima syeikh, ada lagi? “Yang ketiga bertanya, syetan adalah makhluk yang diciptakan dari api, lalu di akhirat nanti akan masuk neraka dan disiksa dengan api. Dan saya telah melempar mereka dengan tanah, kita tahu bahwa mereka, kita diciptakan dari tanah, kalau memang sama-sama dari tanah kenapa mesti meringis kesakitan?” Hakim pun menerima argumentasinya dan memutuskan bebas untuk sang ulama… Gitu dach William ceritanya. Semoga bermanfaat. Wassalam. Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/12/17826/katanya-allah-itu-ada-mana-buktinya-kenapa-tidak-bisa-kita-lihat/#ixzz1hvabpCIY /@cwi

selengkapnya...

Ahmad Dhani Dicekal Ormas Islam, Infotainment Bungkam

Cirebon (SI ONLINE) - Pasca pencekalan Ahmad Dhani Yahudi Indonesia yang selalu mempropagandakan pemujaan setan secara terselubung oleh 11 Ormas Cirebon 16 desember lalu, berkembang issu bahwa acara-acara infotainmen di televisi tidak akan menayangkan berita itu, karena dibayar oleh pihak sponsor yang berkepentingan dengan citra Ahmad Dhani. Dan memang kemudian terbukti tidak ada satupun televisi yang menayangkan berita itu hingga tanggal 21 desember 2011 ini. Ahmad Dhani semula akan tampil tanggal 16 desember lalu di Cirebon, untuk meramaikan acara HUT sebuah diskotek terkenal di Kabupaten Cirebon yang berbatasan dengan Kota Cirebon, pada malam harinya, sedangkan siang harinya direncanakan tampil di sebuah waralaba Amerika di Kota Cirebon. Hal itu menimbulkan kemarahan 11 Ormas Islam, yaitu Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Persatuan Islam (Persis), Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI), Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (GAPAS), Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Muslim Cirebon (GMC), Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Pagar Aqidah (Gardah), Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) dan Forum Silaturrahmi Kota Wali (FOS Kawal). Mereka bergerak cepat meminta aparat keamanan untuk membatalkan tampilnya Ahmad Dhani. Bukan hanya Ahmad Dhani, ormas Islam juga meminta kepada seluruh tempat hiburan untuk tidak menampilkan semua grup atau personel yang terkait dibawah naungan manajemen Ahmad Dhani, dan semua artis ikon pornografi dan porno aksi, seperti Julia Perez, Dewi Persik, Trio Macan dan lain-lain. Artis yang sudah batal tampil di Cirebon adalah Annisa Bahar. Ormas-ormas Islam menerima informasi dari sebuah sumber yang layak dipercaya, bahwa Ahmad Dhani kemudian bersedia tidak tampil di Cirebon, dengan catatan tidak boleh ada pihak infotainmen yang menayangkan berita itu. Dan untuk itu dia meminta kepada sponsor yakni sebuah perusahaan rokok untuk bertanggungjawab menanganinya. Pihak sponsor kemudian membayar pihak-pihak infotainmen supaya tidak menayangkannya. Sumber ini menyebutkan, walaupun pihak sponsor konon mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membayar, tapi uang itu tidak ada artinya dari keuntungan yang mereka miliki. Sumber ini juga menegaskan, tidak ada sponsor yang berpihak pada kepentingan Islam dan Ummat islam. Sedangkan Ahmad Dhani merupakan ikon penting bagi kepentingan mereka. Jadi pihak sponsor pasti akan bekerja keras untuk melindunginya. Jadi jelas bagi Ummat Islam, bahwa infotainmen dan segala yang berhubungan dengannya, adalah upaya penting dari perang pemikiran dan perang informasi untuk melumpuhkan Islam. Pihak Ahmad Dhani melakukan serangan balik melalui pengacaranya Syamsul Huda, dia menuding, Ormas-Ormas Islam itu hanya mencari popularitas dengan mencekal dirinya, “Ada anggapan pada Ormas-ormas Islam itu, kalau ingin terkenal, lawan saja Ahmad Dhani” ungkap Syamsul, seperti yang ditulis sebuah harian Ibu Kota 15 Desember lalu. Tentu saja hal itu jadi bahan tertawaan Ormas-Ormas Islam. Laporan: Humas Forum Ukhuwah Islamiyah dan Ormas-Ormas Anti Yahudi Cirebon /@cwi

selengkapnya...

Di belakang Pria yang Kuat, Selalu Ada Wanita Hebat!

BETAPA hebat menjadi wanita. Lembut, penuh kasih, dilindungi, dihormati dan dihargai. Kehadirannya diperlukan oleh setiap manusia di semua peringkat usia. Sebagai anak dia menyenangkan. Sebagai saudara, dia menenteramkan. Sebagai isteri, dia menginspirasi. Sebagai ibu, dia pendidik ulung dan sebagai teman, dia dikenal sebagai penasihat yang ikhlas. Di sebalik kekurangannya dari sisi akal dan agama, dalam banyak situasi, wanitalah pemeran utama di belakang layar. Baik pendidikan yang diterimanya, baiklah pula pengaruh yang dibawanya. Boleh dikatakan, wanita adalah penentu jatuh atau tegaknya pria. Malah dalam banyak kisah dari seluruh dunia , dialah yang membangunkan pria, memberikan motivasi dan buah fikiran yang tak dapat ditepikan. Hal yang sama berlaku kepada keluarga Muslim-mukmin yang cinta li ilah li kalimatillah, jihad fi sabilillah. Dalam sebuah keluarga, posisi paling penting adalah sebagai isteri, karena dialah orang yang paling dekat dan paling mengerti suaminya. Di sinilah letaknya makna syarikatul hayah (pasangan kehidupan), yang setia menjadi sayap suami dalam keadaan suaminya hadir dan sewaktu ketiadaannya. Bersungguh-sungguh berusaha membantu secara hakiki dan maknawi dalam mencapai cita-cita hidup mulia atau mati syahid. Firman Allah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) di dalam surah At-Taubah, ayat 71; وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ “Dan orang-orang yang mukmin pria dan wanita, sebahagian daripada mereka adalah penolong bagi sebahagian yang lain, mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, mereka mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan ta’at kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan dirahmati Allah. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Bijaksana.” Apakah syarikatul hayah (partner kehidupan?), apakah kriteria yang diperlukan? Secara ideal, seorang wanita Muslim haruslah memiliki modal: 1. Memiliki tingkat iman dan taqwa yang memadai Paling tidak, mampu membedakan mana yang haq dan mana yang batil. Cukup pula untuk dia memilih dan memilah yang halal, haram dan yang syubhat. Dengan demikian, dia menggenggam izzah-nya dengan kuat. Bila sudah berbekal dengan iman dan taqwa, dia tidak akan mudah berputus asa dan kemudian diserang kemurungan apabila ditimpa musibah. Dan dua bekal tersebut akan menjadi benteng dirinya dari terjebak ke dalam perbuatan atau kerja yang berisiko mengancam aqidah dan akhlaq. 2. Sebaiknya dia menguasai ilmu dien dan akademik Wanita yang berwawasan akan menyadari kepentingan ilmu lantaran dialah yang akan memikul tanggung-jawab sebagai guru besar kepada anak-anaknya, baik semasa keberadaan suami di rumah maupun pada saat ketidakhadiran suami. Dengan ilmu, dia mampu berperan sebagai pembantu pribadi suami dan berupaya menjadi pendidik kepada anak-anaknya. Sementara dengan kemahiran atau skil-skil tertentu, antara lain, memasak, menjahit, mengajar, memandu kenderaan dan lain-lain, dia akan memiliki inisiatif dan kreativitas dalam menjalani hidup, baik bersama suami mahupun ketika bersendirian. 3. Berkemampuan mengendali emosi Wanita Muslim yang baik, ia harus sanggup bersusah-payah dan berusaha untuk qanaah, karena suami yang cintakan Allah, agama dan jihad akan otomatis menjadikan dunia sebagai sarana menuju akhirat, bukan sebagai kesenangan dunia semata. Menurut istilah Imam Asy-Syafii rahimahullah, “Hakikat zuhud adalah tidak meletakkan dunia di hatinya.” Ini bermakna, bahwa seorang isteri harus kuat menahan hati dan emosi bila kekayaan sewaktu-waktu bila keperluan dunia makin tidak sempurna dan mulai berkurang. 4. Memiliki mental yang kuat Dalam bahasa yang lebih mudah, wanita ahrus kuat menahan perasaan. Ada banyak kondisi dan situasi yang menuntut kemampuan ini; kepergian suami dalam waktu lama, anak yang sakit di kala suami sibuk dan tak dapat mendampingi, keperluan ummat yang menyita waktu bersama suami. Atau ujian berat, ketika para wanita mendapi suami-suami mereka di penjara. Sementara keluarga yang tidak mendukung dan kondisi keuangan yang tidak stabil, adalah satu hal yang tak dapat tepiskan begitu saja. Bahkan berat pula kondisi ketika para suami berkeinginan “membantu” mengangkat derajat kaum hawa menjadi pendamping. Sungguh luar biasa semua itu, jika perasaan marah, cengeng, dan cemburunya mampu diletakkan di tempat yang betul dan baik serta wajar. 5. Mampu mengawal diri dari sifat buruk yang timbul dari situasi tertentu Sifat buruk di sini antara lain adalah; membanggakan diri sebagai isteri, dengan itu dia paling tau banyak hal. Membanggakan suami dan merendahkan orang lain bisa juga menganggap dirinya orang paling malang dan paling memerlukan perhatian banyak orang ketika sedang ditimpa musibah dan lain sebagainya. 6. Memiliki daya tahan dan kemahuan yang kuat Daya tahan seorang istri-lah yang menjadi inspirasi dan menjadi pendorong utama para suami untuk melaksanakan amal dan karir. Dia ibarat antibodi yang gigih melawan sembarang jenis bakteri, kuman dan virus yang menyerang jiwa dan semangat suami dan keluarga. Dia berkemauan kuat untuk bersama-sama suaminya menempuh ombak lautan perjuangan di dalam kapal bernama “jihad” dan rumahtangga menuju jannah Rabbnya. Dengan kemauan kuat yang kadang kelihatan seperti sebuah kedegilan, jiwa rapuh ditegakkan, semangat layu disegarkan dan air mata diusap dan diganti dengan senyuman. 7. Selalu berinisiatif untuk kelihatan menarik di mata suami Wanita Muslim harus menarik dari berbagai segi; penampilan, cara berpakaian, berfikir, bersikap, berbicara dan mengambil keputusan, dalam waktu senang maupun susah. Wanita sebeginilah yang Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) maksudkan dalam sebuah ucapannya, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kamu tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? Wanita sholehah adalah wanita yang bila dilihat suaminya menyenangkan, bila diperintah ia mentaatinya dan bila suaminya meninggalkannya, ia menjaga diri dan harta suaminya.” [Hadith riwayat Abu Daud dan An-Nasa’i) Berbahagialah wanita yang membahagiakan suaminya. Pria yang berjaya adalah pria yang bahagia lantaran telah memperoleh sebaik-baik perhiasan. Rasulullah dalam sebuah haditsnya mengatakan, "Ad dunya mata', wa khoiru mata'iha al mar'atus Shalihat." (dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah isteri Shalihat, HR. Muslim) Pria yang berjaya adalah pria yang jiwanya bahagia dan merdeka, adalah pria yang tidak terpenjara oleh ulah dan ragam wanita di sisinya. Untuk itu, kesempatan belajar dan hak dididik perlulah diberi kepada kaum wanita. Tak ada ruginya pria memberi kesempatan wanita belajar. “You get what you give.” Yakinlah, tangan yang menghayun buaian, akan mampu menggoncangkan dunia. Wallahu a’lamu bish-shawabi. (Hanya Allah yang Maha tahu kebenarannya) Paridah Abbas, penulis ibu rumah tangga dan seorang pengajar / hidayatullah.com
@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |