Ilmuwan Barat Terus Menerus Buat Stigma Negatif Pada Sayyid Quthb

(voa-islam) – Ketika ditanya, mengapa anda tertarik untuk menulis buku biografi Sayyid Quthb? Nuim Hidayat, penulis buku Sayyid Quthb: Biografi dan Kejernihan Pemikirannya, memberikan beberapa alasan mengapa dirinya tertarik untuk menulis perjalanan hidup Sayyid Quthb dan karya-karyanya. Pertama,seiring dengan meluasnya kampanye terorisme yang disponsori Amerika, ternyata nama Sayyid Quthb selalui dirujuk oleh ilmuwan politik Barat ketika membahas Syaikh Usamah bin Ladin, misalnya disebut-sebuh oleh John L. Esposito (ilmuwan politik Islam asal AS), sebagai “guru” atau tokoh idola dari Dr. Syaikh Abdullah Azzam. Sedangkan Azzam adalah guru daru Usamah bin Ladin. “Memang bila dibaca buku-buku Syaikh Abdullah Azzam, terutama dalam buku monumentalnya Tarbiyah Jihadiyah akan didapati bagaiman Dr. Azzam sering mengambil teladan-teladan dakwah dan pergerakan Sayyid Quthb dalam perjuangan Islam,” kata Nuim yang menulis tesis Program Studi Kajian Timur tengah & Islam, Universitas Indonesia yang berjudul "Pemikiran Jihad Menurut Sayyid Quthb dalam Fi Zhilalil Qur'an". Kedua, Sayyid Quthb adalah tokohikhwan yang paling awal dan banyak karyanya serta dianggap sebagai pelanjut Syaikh Hassan Al Banna. Ketika itu Al-Banna yang berumu pendek 43 tahun (1906-1949), tampaknya tidak sempat menuliskan secara terperinci ide-ide ikhwan, karena keburu syahid diberondong peluru dimobilnya oleh tentara Dinasi Faruk, Mesir. Setelah kembali dari Amerika tahun 1951, Sayyid Quthb langsung memutuskan untuk masuk Ikhwanul Muslimin. Quthb kemudian mempunyai pengaruh yang besar di kalangan ikhwan. Suatu ketika Gemal Abdul Nasser – yang kemudian mengkhianati Quthb – mengajak Sayyid Quthb dan ikhwan untuk bersama-sama menggulingkan Raja Faruk. Naser dan Quthb berpisah, karena Quthb menginginkan Negara Islam, sedangkan Nasser menginginkan Negara sosialis. Stigma Ilmuwan Barat Ketika, Nuim Hidayat selaku penulis, mengaku curiga, ketika ilmuwan politik atau penulis Barat membicarakan Sayyid Quthb dengan sudut pandang negatif. Esposito saja, yang sering dianggap moderat terhadap Islam, menyatakan Quthb adalah tokoh Islam militant dan radikal. Hal yang sama dikatakan oleh beberapa pakar politik Barat atau pro Barat lain, diantaranya: Leonard Binder, Ahmad S. Mousalli, dan Bassam Tibi. Beberapa dari mereka menyebut Quthb sebagai periintis gerakan Islam radikal atau Islam fundamentalis. “Saya melihat, ilmuwan-ilmuwan Barat itu sudah membenci seorang tokoh, sehingga berupaya untuk mencari-cari kelemahannya. Karena itu, pada buku-buku ilmuwan Barat, banyak didapati hal-hal sinis ketika membicarakan Sayyid Quthb. Hampir-hampir tidak didapatkan butir-butir pemikiran yang cemerlang dari Quthb. Buku yang sering dikritik ilmuwan Barat itu adalah yang berkisar konsep hakimiyah (kedaulatan), jihad dan revolusi, yang ditulis didalam Ma’alim fith-Thariq dan Fi Zhilalil Qur’an. Sayangnya, ada ulama seperti Rabi’ bin Hadi al-Madkhali, yang juga ikut-ikutan mengecam keras Sayyod Quthb,” jelas Nuim. Karena banyak penulis Barat yang benci pada Quthb itulah, mendorong Nuim untuk membaca karya-karyanya. Nuim berkeyakinan, bila mereka terus menerus membuat stigma dan menjauhkan masyarakat muslim dari karya-karya Quthb, tentu ada magnet yang besar pada karya beliau. “Dan benar saja, setelah membaca banyak karya Quthb, saya melihat ide-idenya yang menggugah, cemerlang dan autentik dalam pemikiran Islam. Meski ada kata-kata emosional di dalam karya-karya Quthb, tetapi “emosi kata” pada buku Quthb itu tetap rasional dan dalam bingkai Al-Qur’an dan Sunah. Bagi kalangan muda Islam, membaca karya Quthb dapat menumbuhkan pemikiran yang tajam dan semangat menyala dalam memperjuangkan Islam,” tandas Nuim. Menurut Nuim sang penulis buku biografi Sayyid Quthb, membaca karya Quthb, laksana membaca pemikiran Hasan al-Banna, An-Nabhani, dan Al-Maududi yang membuah ghirah dakwah seorang Muslim akan terjaga nyalanya. (Desastian/dbs) /@cwi

selengkapnya...

Sayyid Quthb: Karya-karyanya Membangunkan Umat yang Tertidur (Bag- I)

(voa-islam) - Ma’alim fit Thariq dan Fi Zhilalil Al-Qur’an adalah dua karyanya yang telah memerahkan telinga para penguasa Negara-negara besar dan negerinya. Mereka tidak berhasil menghentikan peredaran bukunya di Mesir dan Negara-negara Muslim lainnya. Menjadi aneh, jika rezim di negeri ini bernafsu untuk mensweeping buku-buku karya Sayyid Quthb yang telah diakui dunia itu. Dalam sejarah hidupnya, Sayyid Quthb benar-benar tidak lelah untuk berdakwah. Meski ia dizalimi, disiksa, dan dipenjara puluhan tahun, ia tidak pernah putus asa. Bahkan dalam penjara, ia torehkan karya yang lebih besar lagi. Ia revisi dan selesaikan Tafsir Fi Zhilalil Al-Qur’an dalam ruang-ruang sel yang sempit. Walaupun fisiknya dikerangkeng, pikirannya menerobos keluar tembok-tembok penjara dan menembus langit untuk tetap menyampaikan risalah ilahi. Bukan karena pistol yang digenggamnya, Sayyid Qutbh dizalimi dan dipenjara rezim yang berkuasa. Justru karena pena dan karya-karyanya itulah yang mampu menggugah ribuan pemuda untu bangkit melawan kejahiliahan dan menegakkan Islam. Ketika berbicara tentang jihad dan perjuangan Ikhwanul Muslimin di Mesir, kita tidak akan melewati seorang tokoh pejuang sejati. Betapa tidak, perjuangan dan kerja kerasnya telah mengubah pandangan dunia Islam tentang jihad. Sebagai seorang penulis produktif, Sayyid Quthb menorehkan tintanya pada lembar-lembar kertas dengan gaya bahasa yang tinggi dan dengan tekanan kata yang tercurahkan begitu hebat. Berbekal hafalan Qur’an pada usia sebelas tahun, kuliah di fakultas sastra, dan master dari USA, beliau mampu menyelesaikan karya monumentalnya Tafsir Fi Zhilalil Al-Qur’an, meskipun berada di dalam bui. Ketertarikannya dengan Hasan al-Banna (Pendiri Jamaah Ikhwanul Muslimin), Quthb iku bergabung dan berjuang bersama Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir. Sayyid Quthb dan IM memperjuangkan hak masyarakat muslim kepada pemerintah Mesir, hingga suatu saat Quthb difitnah telah bergabung dengan gerakan radikal dan dituduh melakukan maker terhadap pemerintah Gamal Abdul Naser. Dengan tuduhan inilah,Quthb dijebloskan ke dalam penjara, dan berakhir di tiang gantungan sebagai syahid. Jiwa As-Syahid Sayyid Quthb telah tiada, namun begitu banyak karya-karyanya yang menghidupkan lentera umat dan menjadi cahaya kebekuan berpikir kita dalam memperjuangkan Islam. Tokoh Besar Dr. Hidayat Nur Wahid dalam sebuah kata pengantar buku Sayyid Quthb (biografi dan Kejernihan Pemikirannya) memberi apresiasinya. Dikatakan Hidayat, membaca karya-karya Sayyid Quthb ibarat menyimak pemikiran tokoh besar. Meski ada yang mengkritiknya, pemikiran-pemikiran Quthb tetap memberikan sinarnya sampai kini. Tokoh-tokoh Islam, dari Timur Tengah sampai Eropa tidah habis-habisnya membahas dan mengambil hikmah pemikran dari pemikir terkemuka Ikhwanul Muslimin ini. Sayyid Quthb telah menulis karya lebih dari dua puluh buku tentang Islam. Buku-bukunya sebagian besar kini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan mendapat sambutan yang luas di kalangan aktivis Islam. Ia membahas mulai dari ekonomi Islam, revolusi Islam, keadilan Islam sampai tafsir Al-Qur’an. Dalam menulis, sebagai seorang ahli sastra dan punya keilmuan Islam yang mendalam, kalimat-kalimat yang dibuat Sayyid Quthb menyentuh akal dan emosional pembaca. Disinilah kadang-kadang para orientalis “terpeleset” hanya menyimak sisi emosinalitas Sayyid Quthb dan mengesampingkan sisi rasional karya-karyanya.Padahal kalimat-kalimat “emosionalnya” lebih dimaksudkan untuk membuat pembaca tersentuh dan merasakan gairah semangat Islam. Sayyid Qutb sangat menyadari kekuatan dan kelemahan kata-kata. Dalam bukunya, Dirasah Islamiyah, ia menyatakan: “Di beberapa saat, yaitu saat-saat perjuangan yang pahit dilakukan umat di masa lalu, saya terkadang didatangi gagasan putus asa, yang terbentang di depan mata dengan jelas sekali. Dalam saat seperti itu, saya bertanya kepada diri sendiri, “Apa gunanya menulis? Apa gunanya makalah-makalah yang memenuhi halaman-halaman harian? Apakah tidak lebih baik dari semuanya ini kalau kita mempunyai sebuah pistol dan beberapa peluruh, setelah itu kita berjalan keluar dan menyelesaikan persoalan kita berhadapan dengan kepala-kepala yang berbuat sewenang-wenang dan melampaui batas? Apa gunanya kita duduk di meja tulis, lalu mengeluarkan semua kemarahan kita dengan kata-kata dan membuang seluruh tenaga kita untuk sesuatu yang tidak akan sampai kepada kepala-kepala yang harus dihancurkan itu?” Hidayat Nur Wahid lalu menegaskan, apakah Sayyid Quthb kemudian turun ke jalan dengan membawa senjata dan bom, berhadapan dengan penguasa Mesir yang zalim saat itu? “Tidak, ia tetap berdakwah menyampaikan risalah dengan lisan dan tulisannya. Sayyid Quthb tidak pernah turun ke jalan dengan membawa senjata dan menembak orang-orang yang tidak berdaya,” kata Hidayat Nur Wahid. Sayyid Quthb sadar, bahwa senjata penanya lebih banyak diharapkan dan ditungu masyarakatnya. Quthb lalu menjawabnya sendiri,”Saya merasa bahwa tulisan-tulisan para pejuang yang independen tidak semuanya hilang begitu saja. Karena ia dapat membangunkan orang-orang yang tidur, ,membangkitkan semangat orang-orang yang tidak bergerak, dam menciptakan suatu arus publik yang mengarah kepada sutu tujuan tertentu, kendatipun belum mengkristal. Tapi ada suatu yang dapat diselesaikan di bawah pengaruh pena itu.” Sayyid Quthb melanjutkan,”Tapi kata-kata itu sendiri, walaupun bagaimana ikhlas dan penuh daya ciptanya, ia tidak dapat melakukan apa-apa, sebelum ia menempatkan diri dalam suatu gerakan…” Bila kita baca sejarah kehidupan dan pemikiran-pemikiran Sayyid Quthb, kita akan menemukan mutiara-mutiara yang indah untuk diambil hikmahnya. Usaha para orientalis untuk menyingkirkan karya-karyanya dari khazanah pemikiran islam, terbukti gagal hingga kini. Buku Sayyid Quthb tidak dapat lagi dibaca oleh para pemuda Islam di Mesir, tapi dinikmati oleh jutaan kaum Muslimin di seluruh dunia. Hidayat Nur Wahid mengatakan, buku-buku Sayyid Quthb, yang hadir hingga kini, benar-benar menjadikan dirinya sebagai “Syahid yang Hidup” (As-Syahid al-Hayyi). (Desastian/dbs) /@cwi

selengkapnya...

Ukhuwah Atas Nama Allah

--Muslim satu dengan Muslim yang lain itu ibarat satu tubuh, kata Nabi. Itulah ukhuwah atau persaudaraan. Ukhuwah islamiyah atau persaudaran Islam adalah sendi pokok untuk membangun tatanan masyarakat Muslim yang kokoh. Tatanan masyarakat Islam yang kokoh merupakan cita-cita kita semua dimana Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin akan benar- benar terwujud.

Memperkokoh pilar-pilar ukhuwah islamiyah adalah kewajiban setiap Muslim. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kaum Muslimin untuk menegakkan ukhuwah. Hal itu termaktub dalam beberapa ayat di Al-Quranul Karim.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai hadits juga memerintahkan ummatnya untuk melakukan hal yang sama. Di bawah ini adalah beberapa hadits yang menjelaskan kedudukan ukhuwah dalam Islam. Di bawah ini adalah anjuran ukhuwah menurut Islam.

Lillahi Ta’ala

Semangat ukhuwah di antara sesama Muslim hendaknya didasari karena Allah semata, karena ia akan menjadi barometer yang baik untuk mengukur baik-buruknya suatu hubungan. Rasulullah bersabda, ”Pada hari kiamat Allah berfirman: Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku ini, aku menaungi mereka dengan naungan-Ku.” (HR Muslim)






Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang bersaudara dengan seseorang karena Allah, niscaya Allah akan mengangkatnya ke suatu derajat di surga yang tidak bisa diperolehnya dengan sesuatu dari amalnya.” (HR Muslim)

Dalam keterangan yang lain Nabi Muhammad menjelaskan, ”Di sekeliling Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah (cemerlang) pula. Mereka bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepada kami tentang mereka.” Beliau menjawab, ”Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling mengunjungi karena Allah.” (HR Nasa’i dari Abu Hurairah Radiallahu ‘anhu)

Tidak Saling Menzhalimi

“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzhalimi atau mencelakakannya. Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya sesama Muslim dengan menghilangkan satu kesusahan darinya, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.” (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar ra)

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda, ”Janganlah kalian saling mendengki, melakukan najasy, saling membenci, memusuhi, atau menjual barang yang sudah dijual ke orang lain. Tetapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain, tidak menzhalimi, dan tidak membiarkan atau menghinakannya. Takwa itu di sini (beliau menunjuk ke dadanya tiga kali).”

Ibarat Satu Tubuh

Ukhuwah dalam Islam memperkuat ikatan antara orang-orang Muslim dan menjadikan mereka satu bangunan yang kokoh. “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai dan berkasih sayang adalah ibarat satu tubuh; apabila satu organnya merasa sakit, maka seluruh tubuh akan sulit tidur dan merasa demam.” (HR Muslim)

“Orang-orang Muslim itu ibarat satu tubuh; apabila matanya marasa sakit, seluruh tubuh ikut merasa sakit; jika kepalanya merasa sakit, seluruh tubuh ikut pula merasakan sakit.” (HR Muslim)

Merasakan Lezatnya Iman

“Barangsiapa ingin (suka) memperoleh kelezatan iman, hendaklah ia mencintai seseorang hanya karena Allah.” (HR Ahmad)

Mengenal Baik Sahabatnya

“Jika seseorang menjalin ukhuwah dengan orang lain, hendaklah ia bertanya tentang namanya, nama ayahnya, dan dari suku manakah ia berasal, karena hal itu lebih mempererat jalinan rasa cinta.” (HR Tirmidzi). [www.hidayatullah.com]

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |