Ramadhan Tinggal Kenangan


Oleh Ineu

Rasanya baru kemarin menyaksikan rona gembira terpancar di wajah anak-anak yang begitu bersemangat saat ayahnya mengajak mereka melakukan sesuatu untuk menyambut kehadiran tamu yang tinggal hitungan jam dalam penantian kami. Penuh kehati-hatian jemari mungil mereka menggunting helaian dus bekas membentuk berbagai huruf dan hiasan langit. Mereka larut dalam keasyikan menyelesaikan satu persatu guntingannya. Tak lama kemudian tangan mereka lincah mewarnainya dengan crayon berbagai warna. Kegembiraan mereka semakin meluap ketika semua guntingan huruf yang telah diwarnai itu disusun dan ditempel pada kaca jendela. Penuh semangat mereka meneriakan rangkaian huruf tersebut, M-A-R-H-A-B-A-N Y-A-A R-A-M-A-D-H-A-N.

Subhanallah! Mereka , kakak beradik itu begitu gembira menanti datangnya bulan suci Ramadhan di penghujung Sya'ban yang lalu. Aku yang sedari awal memperhatikan kegiatan kedua bocah cilik itu, terkesima melihat ekspresi mereka.Tak ingin kehilangan pancaran bahagia di wajah mungil mereka yang menggemaskan, segera kuabadikan semua tingkahnya dalam bidikan lensa kamera. Sembari kuberdoa dalam hati, semoga semangat menyambut bulan penuh kemuliaan itu tetap mewarnai jiwa mereka, juga jiwaku dan setiap kaum muslimin, tak hanya semusim apalagi sesaat!


Dan ketika rembang petang Sya'ban berakhir dengan terbenamnya sang surya di ufuk barat, kental sekali terasa nuansa Ramadhan yang lama tak kualami saat bermukim di Jerman. Gema takbir membahana di mana-mana, membuat rasa syukur terpanjatkan padaNya, karena atas kuasaNya kami bisa bertemu lagi dengan Ramadhan dalam suasana yang khas tanah air, seperti lantunan ayat-ayat suci yang terdengar sejak pukul 2 malam dari masjid, suara kentongan saat sahur, maraknya saluran televisi dengan program ceramah dan masih banyak lagi, Subhanallah!

Namun di malam pertama tarawih, dengan sangat terpaksa kami harus kembali ke rumah dikarenakan masjid di komplek perumahan tempak kami tinggal, tak mampu menampung jamaah yang membludak sampai penuh ke halaman. Subhanallah! Saat itu aku bahagia melihat masjid penuh dengan hamba-hamba Allah yang semangat menyongsong kehadiran tamu mulia itu. Terbersit dalam hati sebuah harap, semoga apa yang kusaksikan saat itu tetap akan kulihat di hari-hari mendatang. Semoga masjid akan selalu dimakmurkan oleh orang-orang yang mengharap ridha-Nya, tak hanya semusim apalagi sesaat!

Waktu terasa begitu cepat berputar, sepuluh hari pertama Ramadhan telah berlalu. Masjid di komplek itu kini mulai terasa lapang memasuki sepuluh hari kedua, apalagi ketika ustadz menyampaikan tausiyahnya usai witir, hanya tinggal segelintir orang.

Tiba-tiba aku merindukan suasana Ramadhan di Jerman khususnya Berlin, dimana para jama'ah tetap memenuhi masjid Al-Falah hingga malam terakhir saat menanti Iedul Fitri tiba. Jama'ah tetap memenuhi masjid saat menyimak tausiyah dari ustadz yang sengaja dihadirkan dari Indonesia, baik pada saat usai witir dan shubuh maupun kala ceramah tiap dhuha sampai siang hari juga saat menjelang waktu berbuka.

Jama'ah di sana begitu bersemangat, seolah-olah tak ingin kehilangan kesempatan untuk menambah pengetahuannya tentang Islam dari sang ustadz. Bagi yang berhalangan hadir di masjid, mereka dapat menyimak ceramah sang ustadz secara online yang telah dipersiapkan sedemikian rupa oleh pihak masjid. Kehadiran ustadz bagai sebuah oase yang menghilangkan dahaga keingintahuan mereka akan agama yang selama ini mereka sandang.

Di samping itu, mereka pun penuh semangat berlomba-lomba dalam berbuat amal kebajikan. Salah satunya saat waktu berbuka, makanan selalu tersedia melimpah untuk jamaah yang berbuka dan makan di masjid. Hal ini dikarenakan mereka tak ingin kehilangan kesempatan pahala bagi orang yang menyiapkan makanan untuk berbuka bagi orang yang sedang berpuasa.

Aku pun rindu melihat suasana malam pertama Ramadhan di masjid komplek kami tinggal. Kemanakah gerangan semangat menyambut Ramadhan yang beberapa waktu kusaksikan di sini? Adakah ia sudah pudar, tergilas kesibukan menyongsong hari kemenangan di penghujung Ramadhan nanti, untuk penampilan fisik yang serba baru?

Melaksanakan ibadah puasa di mana pun berada, kurasa pasti memiliki tantangan masing-masing. Seperti berpuasa di negeri empat musim, menjadi sebuah tantangan manakala bertepatan dengan musim panas yang menjadikan diri kita berpuasa lebih lama lagi disamping situasi yang tidak kondusif karena sebagai minoritas, berpuasa di tengah orang-orang yang tidak puasa.

Sementara di negeri sendiri, saking kondusifnya suasana Ramadhan maka berbagai tayangan di televisi termasuk iklannya dibuat bernuansa Ramadhan membuat kita mesti pandai mengendalikan diri agar tidak menghabiskan waktu di depan layar televisi. Begitu pula mal-mal berlomba dengan rayuan diskonnya membuat tiap kita mesti pandai menahan nafsu agar tak konsumtif dan tenggelam dalam kesibukan memilih barang-barang baru hingga kita kehilangan waktu yang berharga tiap detiknya dari Ramadhan yang belum tentu akan menjumpai kita di masa mendatang.

Ya Allah, teguhkan hati kami agar selalu bersungguh-sungguh dalam melakukan amal ibadah untuk meraih derajat taqwa dalam tiap detik sisa waktu Ramadhan yang Kau anugerahkan pada kami. Jangan biarkan Ramadhan meninggalkan kami tanpa ada perubahan diri kami menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Engkau.

Ya Allah, tumbuhkan dan kekalkan dalam jiwa kami, semangat untuk selalu memperbaharui penampilan ruhani kami agar menjadi lebih baik dari waktu ke waktu hingga layak Engkau cintai dan ridhai, amiin.

/@cwi

selengkapnya...

Jadikan puasa ini lebih berarti


syiar islam
Alhamdulillah, bulan penuh barokah Ramadhan datang lagi. Segala puji bagi Allah kita masih diberi kesempatan untuk menumpuk amal dibulan ini. Nah, biar kesempatan yg belum tentu kita temui tahun depan ini tidak berlalu begitu saja, yuk kita siapkan diri...
untuk mengoptimal momen penuh barokah ini untuk meraih pahala yg berlipat ganda:

1. Takuti diri kita dengan kematian yang senantiasa mengintai. Ingatkan diri bahwa mungkin saja Ramadhan kali ini adalah yang terakhir kita temui, sehingga terpatri niat yg kuat utk beramal dengan sungguh-sungguh.

2. Mohon ampunan kepada Allah dari semua dosa dan berusaha mencari maaf dari semua insan yg mungkin pernah tersakiti hatinya oleh kata dan perbuatan kita. Begitupun sebaliknya, maafkan mereka yg mungkin pernah melukai kita.

3. Kalau dibulan lain hanya dapat melakukan ibadat wajib, tambah kebiasaan dengan melaksanakan yang sunnah. Mulai dari shalat, tilawah, sedekah, dan semua amal ibadat lainnya.

4. Hanya menyalakan TV di program yg bermanfaat berupa ilmu dan informasi. Begitu program tersebut selesai, segera matikan TV.

5. Sediakan bahan bacaan yg bisa mengish keluangan waktu. Tentunya bahan bacaan seperti buku, majalah atau buletin islam yg menambah pengetahuan agama kita.

6. Kurangi aktifitas fisik yg terlalu berat. Karena kalau fisik loyo kemanapun untuk beribadah dengan baik juga terganggu.

7.Konsumsi makanan yg bergiji disaat berbuka hingga imsyak. Perbanyak buah dan cairan. Bila perlu minum vitamin. Apalagi buat para pekerja berat yg perlu energi lebih banyak.

8. Istirahatkan tubuh sejenak disiang hari. Dengan memberinya jeda disiang hari malam nanti bisa lebih tahan meleknya. Dengan demikian ibadat di malam haripun bisa sempurna dilaksanakan.

9. Suburkan wadah-wadah pengajian yang biasanya menjamur dibulan Ramadhan dengan ikut hadir dan beribadah bersama-sama.

10. Berdoa kepada Allah Sang Pembolak Pembalik hati agar senantiasa diberi hidayah dan hati kita dipelihara tetap istiqomah menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh. Dan juga jangan lupa meniatkan semua pekerjaan yang dilakukan karena Allah, baik sebelum, selama dan sesudah pekerjaan itu dilaksanakan. Agar apapun yg kita kerjakan memperoleh ridho dari-Nya.

Nah, sobat. Ayo kuatkan niat dan susun rencana dari sekarang biar Ramadhan tahun ini lebih bermakna dalam kehidupan kita. Semoga bermanfaat./@bhu

selengkapnya...

Marhaban yak ramadhan

'Marhaban ya ramadhan, kata itulah yg senantiasa terdengar acap kali kt menyambut bulan yg penuh dg maghfiroh ini. Dan kata itu seakan...
mewakili kegembiraan ummat akan berkah dan nikmat, merasa bersyukur karna telah d beri umur yg panjang, hingga pd akhirnya dpt d pertemukan kembali dg bulan suci ramadhan. Tp, itu cm persepsi sebagian umat yg memilikh modal keimanan yg cukup. Dan bergembiralah wahai ummat Muhammad yg menyambut bulan ramadhan dg rasa suka cita. Karna sesungguhnya Allah swt telah berfirman:


artinya: sesungguhnya
laki laki dan perempuan yg muslim. Laki laki dan perempuan yg mukmin. Laki laki dan perempuan yg tetap pd ketaatannya, Laki laki dan perempuan yg benar, Laki laki dan perempuan yg sabar, Laki laki dan perempuan yg khusuk, Laki laki dan perempuan yg bersedekah,Laki laki dan perempuan yg berpuasa, Laki laki dan perempuan yg memelihara kehormatannya, Laki laki dan perempuan yg byk menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yg besar (Q.s Al ahzab: 35)

tapi, ada st bagian lg kaum Muhammad yg mrs tak nyaman dg kedatangan bulan suci ini. Siapa mrk?. Mrk adalah org2 fasik dan munafik. Org yg d hatinya trdp iman, tp sayang tak cukup mengalahkan nafsunya. Demikianlah org yg merugi. Mendzalimi dirinya sendiri dg ketidaknyamanan yg telah mrk ciptakan sndri. Sungguh tersiksa org yg demikian. Nafsu kebathilan telah menguasai dirinya. Org yg tau kebenaran, tp tdk prnh mengamalkannya. Org yg tau kemunkaran, namun mrasa bangga akan kemungkaran itu sendiri. Naudzubillah . . .
Wahai kaum muhammad, wasapadalah akan jebakan2 iblis kriteria org yg fasik dan munafik ini. Karna sesungguhnya Allah swt telah berfirman:

artinya: iblis menjawab " karna Engkau telah menghukum kami tersesat, kami benar benar akan (menghalang halangi) mereka dari jalan Engkau yg lurus (Q s Al araf: 16)

bila d telaah lbh jauh lg, org yg demikian, secara sikologis, msk pd dirinya merasa ada kepuasan tersndr akan kemunkaran2 yg telah ia perbuat d bulan ramdhan (sedang ia sadar), namun cb tanyakan dari hati k hati. Masa iyak sih 'penjahat sekalipun tdk punya nurani ?.
Maka dari itu, bergembiralah kita yg menyambut bulan penuh maghfiroh dan ampunan ini dg suka cita. Zazakallah . . .
Dan pd akhirnya Mudah2an amal ibadat kt d bulan ramadhan ini d ridhoi Allah swt. Amin . . . .

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |