Waktumu adalah Umurmu!

E-mail Print PDF
Tanda orang yang merugi adalah banyak berkumpul namun tidak untuk menambah ilmu. Banyak berbasa-basi, bercanda, dan banyak bicara 
Dari Ibnu 'Abbas ra, Rasulullah bersabda:
وَالْفَرَاغُالصِّحَّةُ:النَّاسِ مِنَ كَثِيْرٌ فِيْهِمَا مَغْبُوْنٌ نِعْمَتَانِ
“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya, nikmat sehat dan waktu luang.” (Riwayat Bukhori). (HR. Bukhori no.6412, At-Tirmidzi no.2304, Ibnu Majah no.4170, Ahmad no. I/258-344), Ad-Darimi no.II/297, Al-Hakim no.IV/306)

Waktu adalah ukuran zaman. Hari-hari yang kita lewati adalah umur kita. Apabila ia berlalu, maka hilanglah bagian dari hidup kita. Waktu adalah karunia terbesar dan paling berharga bagi manusia. Waktu menjadi rahasia berbagai prestasi cemerlang bagi seseorang ketika mampu menatanya dengan seksama.
Mumpung seseorang masih punya kesempatan waktu muda, maka seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Masa muda sebagai waktu emas, saat masih memiliki kekuatan semangat, pikiran masih jernih, kesibukan masih sedikit, dan tekat yang kuat. Sebaliknya pada usia tua, jasad semakin lemah, beban semakin berat, penyakit sering mampir, dan kekuatan pun kian berkurang.
Semua bentuk tindakan, kesungguhan, kekuatan, kemuliaan, kenikmatan, dan pencapaian tujuan adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan ketika badan sehat dan adanya waktu luang. Kewajiban yang seharusnya kita tunaikan teramat banyak, sementara waktu terluang sangat terbatas. Dengan waktu pula, betapa banyak lahan yang bisa diolah, berapa banyak perusahaan yang bisa didirikan, berapa ribu orang yang bisa dibantu dan yayasan yang bisa dikembangkan. Namun betapa banyak pula yang sudah puas dengan sedikit kualitas, sudah bangga dengan amal yang belum ada apa-apanya.
Tidaklah Allah bersumpah dalam al-Quran dengan meggunakan kata waktu, wal-‘ashri, wad-dhuha, wal-laili, bis-syafaqi, wal-fajri, dan sebagainya, kecuali semuanya mengisyaratkan tentang betapa pentingnya waktu. Dimaksudkan agar manusia disiplin penuh perhatian terhadap masa hidupnya. 
Waktu yang Allah berikan kepada kita lebih berharga daripada emas karena ia adalah kehidupan itu sendiri. Seorang Muslim tidak pantas menyia-nyiakan waktu luangnya untuk hanya bercanda, bergurau, main-main, dan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena ia tidak akan pernah mampu mengganti waktunya yang telah berlalu. Siapa yang mengabaikan waktunya, maka semakin besarlah kerugiannya, sebagaimana kerugian orang sakit, dia merasa rugi kehilangan kesehatan dan kekuatannya.
Seorang Muslim yang pada dirinya terkumpul dua nikmat ini, yakni kesehatan badan dan waktu luang, maka hendaknya menunaikan hak keduanya untuk melakukan ketaatan dan meraih kedekatan kepada-Nya. Tapi jika menyia-nyiakannya maka sebenarnya ia adalah manusia yang tertipu. Sebab, kesehatan akan digantikan dengan sakit dan waktu luang akan digantikan dengan kesibukan. Sebagaimana seorang pedagang yang memiliki modal, yaitu kesehatan dan waktu luang, maka ia tidak boleh menyia-nyiakan modalnya yang ada padanya selain ketaatan kepada Allah.


Seseorang yang memiliki badan yang sehat tanpa menggunakannya untuk tindakan yang berguna dan tidak pula berbuat untuk akhiratnya adalah orang yang merugi. Dalam kenyataan memang kebanyakan manusia tidak menggunakan kesehatan dan waktu luang. Mereka malah membuang usia dan mempermainkan umur. Kadang-kadang manusia juga tidak memiliki waktu luang. Waktunya habis hanya untuk mencari makan dan kebutuhan periuk nasi. Sebaliknya terkadang memiliki waktu luang namun badannya sakit, jiwanya juga sakit, malas, loyo, tidak bergairah yang pada akhirnya berujung pada kebangkrutan.
Seorang Muslim hendaknya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ia tidak boleh menunda-nunda kesempatan melakukan amal kebaikan.
Diriwayatkan bahwa Ibnu ‘Umar pernah berkata; "Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Al-Bukhariy no.6416)
Ibnu Qoyyim berkata: ”Ada 4 hal yang dapat merusak hati, yaitu berlebihan dalam berbicara, berlebihan makan, berlebihan tidur, dan berlebihan dalam bergaul.” (Al-fawaid hal 262).
Beliau juga berkata: ”Pintu taufiq tertutup bagi seseorang karena melakukan 6 perkara, yaitu (1) meninggalkan syukur kepada Allah dengan menggunakan karunia bukan pada jalan-Nya, (2) gemar terhadap ilmu namun tidak mau mengamalkannya, (3) men
/@cw

selengkapnya...

Tujuh Kiat Tinggalkan Maksiat



E-mail Print PDF
Bahkan di saat istirahat dan di tempat yang kita anggap aman dari gangguan mata, masih saja ada kesempatan bermaksiat


“Tiada hari tanpa maksiat”, kata ini mungkin lebih tepat untuk suasana hidup di zaman ini. Di kantor, di kampus, di jalan, bahkan di rumah sendiri, fasilitas maksiat tersedia.

Di kantor, godaan maksiat ada di mana-mana. Teman, orang luar, bahkan diri sendiri. Jika tidak karena iman, bukan mustahil akan mudah bermaksiat di hadapan Allah baik dengan terang-terangan atau tersembunyi. Kesempatan terbuka luas. Jadi kasis kita bisa memanipulasi uang, jadi pemasaran kita bisa memanipulasi dan korupsi waktu.  

Televisi kita 24 jam menyediakan tontonan penuh fitnah dan umbar aurat. Bahkan di saat istirahat dan di tempat yang kita anggap aman dari gangguan mata, masih saja ada kesempatan bermaksiat.

Memang, meninggalkan maksiat adalah pekerjaan yang tidak ringan. Ia lebih berat daripada mengerjakan taat (menjalankan yang diperintah oleh Allah dan Rasul-Nya), karena mengerjakan taat disukai oleh setiap orang, tetapi meninggalkan syahwat (maksiat) hanya dapat dilaksanakan oleh para siddiqin (orang-orang yang benar, orang-orang yang terbimbing hatinya).

Terkait dengan hal tersebut Rasulullah Sallallahu aalaihi wa sallam. bersabda: "Orang yang berhijrah dengan sebenarnya ialah orang yang berhijrah dari kejahatan. Dan mujahid yang sebenarnya ialah orang yang memerangi hawa nafsunya."

Apabila seseorang menjalankan sesuatu tindak maksiat, maka sebenarnya ia melakukan maksiat itu dengan menggunakan anggota badannya. Orang yang seperti ini sejatinya telah menyalahgunakan nikmat anggota tubuh  yang telah dianugerahkan Allah pada dirinya. Dalam bahasa lain dapat dikatakan, ia telah berkhianat atas amanah yang telah diberikan kepadanya.

Setiap kita berkuasa penuh atas anggota tubuh kita, pikiran dan jiwa kita. Akan tetapi, terkadang, kita begitu susah menggendalikan apa yang menjadi ‘milik kita’ itu. Tangan, mata, kaki dan anggota tubuh yang lain, kerap bergerak diluar kendali diri, yang tak jarang bertentangan dengan idealisme atau nilai-nilai keyakinan  yang kita anut dan kita yakini. Padahal, rekuk relung kalbu  kita bersaksi bahwa semua anggota tubuh itu, kelak  akan menjadi saksi atas segala perbuatan kita di Padang Mahsyar.

Firman Allah SWT : "Pada hari ini (Kiamat) Kami tutup mulut-mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian lah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka lakukan (di dunia dahulu)." (Yassin:  65).

Bagaimana agar kita selamat dari maksiat?

Di bawah ini beberapa ikhtiar, yang bila dijalankan secara sungguh-sungguh, insya Allah membawa faedah.

1. Menjaga Mata

Peliharalah mata dari menyaksikan pemandangan yang diharamkan oleh Allah SWT seperti  melihat perempuan yang bukan mahram. Hindari, atau minimal kurangi-- untuk pelan-pelan tinggalkan sejauh-jauhnya--  melihat gambar-gambar yang dapat membangkitkan hawa nafsu. Termasuk menjaga mata, janganlah memandang orang lain dengan pandangan yang rendah(sebelah mata/menghina) dan melihat keaiban orang lain.

2. Menjaga Telinga

Menjaga telinga dari mendengar perkataan yang tidak berguna seperti: ungkapan-ungkapan mesum/kotor/jahat. Poin kesatu dan kedua ini menjadi tidak mudah di saat di mana gosip telah menjadi komuditas ekonomi. Gosip telah menjadi kejahatan berjamaah yang dianggap hal yang lumrah dilakukan, dan wajib ditonton dan disimak. Kehadirannya disokong dana yang tidak sedikit, dimanajeri, ada penulis skenarionya, ada kepala produksinya, ada reporternya dan seterusnya.

Rasulullah S.A.W. bersabda : "Sesungguhnya orang yang mendengar (seseorang yang mengumpat orang lain) adalah bersekutu (di dalam dosa)dengan orang yang berkata itu. Dan dia juga dikira salah seorang daripada dua orang yang mengumpat."

Oleh karenanya, menjaga mata-telinga adalah pekerjaan yang memerlukan energi dan kesungguhan yang kuat dan gigih.

3.Menjaga Lidah

Lidah adalah anggota tubuh tanpa tulang yang kerap mengantarkan pada perkara-perkara besar. Kehancuran rumah tangga, pertengkaran sahabat karib, hingga peperangan antar negara, dapat dipicu dari sepotong daging kecil di celah mulut kita ini.

Rasulullah Saw. bersabda : “Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya.” (Riwayat Athabrani dan Al Baihaqi)

Jagalah lidah dari perkara-perkara seperti berbohong, ingkar janji, mengumpat, bertengkar / berdebat / membantah perkataan orang lain, memuji diri sendiri, melaknat(mncela) makhluk Allah, mendoakan celaka bagi orang lain dan bergurau( yang mengandung memperolok atau mengejek) orang lain.

4. Menjaga Perut

Yang hendaknya selalu di ingat:  perut kita bukan tong sampah! Input yang masuk ke dalam perut akan berpengaruh langsung/tidak langsung terhadap tingkah laku/sikap/tindakan kita. Karenanya, peliharalah perut dari makanan yang haram atau yang syubahat. Sekalipun halal, hindari memakannya secara berlebihan. Sebab hal itu akan menumpulkan pikiran dan hati nurani. Obesitas (kelebihan berat badan) adalah penyakit modern sebagai akibat lain dari tidak terkontrolnya urusan perut. 

5. Menjaga Kemaluan

Kendalikan sekuat daya dorongan melakukan apa-apa yang diharam kan oleh Allah SWT. Firman Allah-Nya:"Dan mereka yang selalu menjaga kemaluan mereka, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau apa-apa yang mereka miliki (daripada hamba jariah) maka mereka tidak tercela." (Al Mukminun:  5-6)

6.Menjaga Dua Tangan

Kendalikan kedua tangan dari melukai seseorang (kecuali dengan cara hak seperti berperang, atau melakukan balasan yang setimpal). Katakan “stop”, pada tangan, ketika akan bertindak sesuatu yang diharamkan, atau menyakiti makhluk Allah, atau menulis sesuatu yang diharamkan atau menyakiti perasaan orang lain.

7.Menjaga Dua Kaki

Memelihara kedua kaki dari berjalan ke tempat yang diharamkan atau berjalan menuju kelompok orang atau penguasa yang zalim tanpa ada alasan darurat karena sikap dan tindakan itu dianggap menghormati  kezaliman mereka, sedangkan Allah menyuruh kita berpaling dari orang yang zalim.

Firman Allah SWT. : "Dan jangan kamu cenderung hati kepada orang yang zalim, nanti kamu akan disentuh oleh api neraka." (Hud: 113)

Pintu-pintu bagi masuknya maksiat terbuka lebar pada ketujuh anggota tubuh di atas. Pun kunci-kuncinya ada dalam genggaman tangan kita untuk membendungnya. Jadi, semua kembali kepada manusianya. Tentu hamba Allah yang cerdik, adalah mereka yang  mempergunakan amanah tubuh untuk senantiasa berjalan di atas rel keridhaan-Nya.

Akhirul kalam, ada sebuah hadits Nabi mengatakan, “Barangsiapa meninggalkan maksiat terhadap Allah karena takut kepada Allah, maka ia akan mendapatkan keridhaan-Nya.” (Riwayat Abu Ya’li). Nah, bagaimana dengan kita?  [Ali Athwa/hidayatullah.com]
  /@cw

selengkapnya...

Antara Syiah, Barat dan Jihad Global: Dilema Masa Depan Arab


Tensi pergolakan makin panas di Timur Tengah, meski sebagian lain sudah berada pada fase pasca krisis tinggal menata hari depan. Tapi sejumlah berita yang berkembang di Timur Tengah akhir-akhir ini menegaskan bahwa Timur Tengah sedang memasuki era baru yang menjadi ajang perebutan tiga komponen kekuatan penting dunia.

Tiga kekuatan itu bukan semata mewakili kekuatan militer, tapi juga kekuatan ideologi dan massa. Masing-masing Syiah, Al-Qaeda dan Barat (yang di dalamnya termasuk Israel dan kroni-kroni penguasa yang belum tumbang). Ketiganya merupakan kekuatan yang paling potensial untuk mengendalikan Timur Tengah pasca krisis kelak. Oleh karenanya, menarik untuk menganalisa akan seperti apa Timur Tengah 10 atau 20 tahun kemudian.

Kita asumsikan pekerjaan menumbangkan rejim-rejim Arab akan selesai sebagian besarnya pada akhir 2011, atau maksimal tahun 2012. Apa yang akan terjadi sesudah itu?

Barat dan Israel

Barat dan Israel selalu dalam posisi mendukung siapapun rejim yang berkuasa di Timur Tengah sepanjang dua syarat terpenuhi; tidak mendukung terorisme dan kooperatif dalam menjual minyak kepada Barat. Mereka sejatinya tak meributkan soal sikap represif para rejim kepada rakyatnya. Kalaupun menyuarakan kecaman, tak lebih pemanis bibir sebagai basa-basi politik tingkat tinggi.

Barat sudah lama tahu sikap otoriter Husni Mubarak, Qadafi dan tiran lain kepad rakyatnya, tapi selama ini diam saja tak melakukan tindakan yang berarti. Barat pernah bermusuhan dengan rejim Muamar Qadafi semata karena ia memerintahkan pengeboman pesawat milik Barat di Lockerbie. Sama sekali tak ada hubungannya dengan kebrutalan rejimnya kepada rakyat.


Setelah Qadafi 'minta maaf' kepada Barat, Barat bisa berangkulan dengan Qadafi, seolah tak ada masalah sebelumnya. Wajar, karena Qadafi kooperatif dalam menjual sumber daya alamnya, dan lebih penting, sangat anti Al-Qaeda dan terorisme (baca: jihad).

Tapi ketika Qadafi mulai ditinggalkan rakyatnya dan tersudut, Barat tak segan mencampakkannya. Pola ini menjadi standar sikap Barat terhadap rejim manapun di Timur Tengah, bahkan dunia.

Intinya, Barat melihat potensi Timur Tengah dan Afrika Utara hanya dalam dua pertimbangan strategis; sejauh mana sumber daya alamnya bisa dimanfaatkan, dan sejauh mana jarak para penguasa dari gerakan terorisme, sebagai upaya melindungi Israel. Masalahnya, Barat yang dipimpin Amerika sedang dirundung masalah bertubi-tubi. Krisis ekonomi yang makin akut, dan kemerosotan moral tentaranya di semua front pertempuran (untuk tidak mengatakan kekalahan) membuat mereka memilih hati-hati dalam menyikapinya.

Artinya, pergolakan Timur Tengah ini sudah agak terlambat bagi Amerika dan Barat secara umum, karena mereka terlanjur terperosok di kubangan Afghanistan dan Iraq yang membuat mereka tak lagi bisa lincah bergerak. Dahulu ketika Amerika masih kuat, pergolakan semacam ini akan menjadi peluang emas, karena tak ada saingan. Tapi kini, pesaingnya sudah banyak.

Namun ini sama sekali tidak berarti Barat sudah lumpuh. Mereka masih kuat dan berbahaya, tapi tidak lagi menjadi pemain tunggal dalam memanfaatkan momentum pergolakan semacam ini, apalagi di kawasan sepenting Timur Tengah yang merupakan panggung utama pergolakan dunia.

Syiah, Ancaman Paling Nyata

Saat Husni Mubarak berkuasa, di balik kebengisannya kepada rakyat, ada manfaat geopolitik yang tak disadari, yakni kebenciannya kepada Iran. Sejak Iran sukses menumbangkan tiran Reza Pahlevi tahun 1979, dan haluan negara berobah menjadi Syiah tulen, Mesir tak pernah mengijinkan kapal Iran melintas di terusan Suez. Tapi setelah Mesir menumbangkan Husni Mubarak, untuk pertama kali terusan Suez dilintasi kapal perang Iran (http://www.eramuslim.com/berita/dunia/setelah-tak-ada-mubarak-akhirnya-kapal-iran-melintas-suez.htm)

Pergolakan di Bahrain juga meresahkan, di mana para demonstrannya adalah Syiah melawan rejim penguasa yang Sunni. Arab Saudi dalam posisi delematis, jika membiarkan rejim Bahrain ditumbangkan oleh demonstran Syiah, maknanya rejim Sunni yang notabene sahabat Saudi akan hilang. Jelas Saudi dalam bahaya, karena ancaman Syiah makin mendekat ke garis perbatasannya. Meski akan mengundang pandangan miring dari dunia internasional, Arab Saudi merasa perlu mengirimkan bala tentara secara langsung ke Bahrain, sebagai upaya membendung gerak maju Syiah. (http://www.eramuslim.com/berita/dunia/mengapa-saudi-melakukan-intervensi-ke-bahrain.htm) dan ( http://www.voa-islam.com/news/islamic-world/2011/03/15/13760/aksi-protes-makin-mengkhawatirkan-bahrain-datangkan-pasukan-asing/ )

Tak jauh beda Oman, Kuwait dan Yaman, yang semuanya menyimpan potensi penganut Syiah yang cukup besar. Jika pergolakan rakyat ini bisa dimainkan dengan baik oleh Iran, bukan mustahil Arab Saudi makin terdesak oleh gerak maju pengaruh Iran yang Syiah di kawasan. Sebelum pecah pergolakan saja, pemberontak Houtsi di Yaman sudah sangat merepotkan Saudi.

Belum lagi ditambah pergolakan dalam negeri Saudi, yang juga disulut oleh penganut Syiah yang asli berkewarga-negaraan Saudi. Mereka terkonsentrasi di kota-kota bagian timur Saudi, seperti Hufuf, Qatif dan Awamiya. Rejim Saudi yang berpaham Sunni sedang diguncang gerakan rakyat yang ditunggangi Syiah (http://hizbut-tahrir.or.id/2011/03/14/rakyat-saudi-tuntut-perubahan-%E2%80%9C20-maret%E2%80%9D-demo-besar/ ).

Perkembangan ini jika terus bergulir makin membesar, membuat Timur Tengah dalam ancaman bahaya yang nyata dari Syiah dan Iran. Memang, sejarah akan selalu berputar pada poros yang sama. Jika zaman dahulu terjadi persaingan laten antara bangsa Arab dengan bangsa Persia, kini sejarah itu berulang. Kini Arab diwakili Saudi dan Persia diwakili Iran. Dan Iran sejak dahulu selalu menjadi biang masalah, karena ditaqdirkan menjadi tanah yang subur untuk berkembangnya berbagai penyimpangan dan kedengkian. Tak heran dalam sejarah Persia, mereka yang paling sering berkawan dan saling tolong-menolong dengan bangsa Yahudi.

Iran saat ini sedang dalam masa keemasan dengan Syiahnya. Sejak berhenti berperang melawan Iraq tahun 80-an, praktis konsentrasinya hanya menyebarkan pengaruh melalui ajaran Syiah ke seluruh kawasan bahkan dunia. Bahkan Indonesia dijadikan obyek garapan serius. Tak kurang dari 300 siswa Indonesia tiap tahun digembleng dengan ajaran Syiah di Qum Iran dan kota lainnya untuk menjadi kader pejuang Syiah di bumi Indonesia. Mereka dikenal licik, karena tidak membawa Nabi baru, tapi hanya menggugat Sahabat Nabi. Namun inti dari ajarannya adalah menanamkan kebencian membara kepada Ahlus Sunnah wal Jamaah yang mayoritas di negeri ini.

Boleh dibilang, Iran lebih berpeluang memanfaatkan pergolakan Timur Tengah dibanding Barat, karena sejumlah faktor:

Iran negara kaya dengan uang minyak yang melimpah, hanya kalah dari Saudi.
Iran tak terlibat dalam peperangan dengan bangsa manapun, sehingga dana mereka utuh.
Iran punya kaki tangan di semua negara Timur Tengah dengan ajaran Syiahnya. Mereka bisa dimanfaatkan untuk membelokkan agenda reformasi, atau minimal mengurangi resistensi masyarakat Sunni terhadap ajaran Syiah.
Iran sangat dekat dengan tempat-tempat pergolakan di Timur Tengah, dan memiliki postur yang relatif sama, juga bisa berbahasa Arab. Mudah bagi mereka menyusup, apalagi ditunjang dengan aqidah Taqiyah, yang membolehkan berpura-pura Sunni untuk menggunting dalam lipatan.
Iran juga mandiri secara teknologi, yang bisa menjadi alternatif jika masyarakat Timur Tengah menolak Barat. Militernya juga kuat, bahkan mungkin terkuat di kawasan.
Iran juga konsisten bersandiwara dengan menampakkan permusuhan kepada Amerika dan Israel, yang membuat rakyat Timur Tengah sulit untuk mengabaikan Iran, misalnya dalam kasus pembelaan terhadap gaza.
Iran juga tak dipusingkan dengan Al-Qaeda, berbeda dengan Saudi atau Barat. Wajar, sebab Al-Qaeda hanya bisa beroperasi jika ada basis Sunni-nya, sementara Iran sedikit sekali penganut Sunninya. Artinya, kekuatan ekonomi dan militer Iran dalam keadaan stabil, tak ada gangguan lain yang berarti.

Dengan semua pertimbangan tersebut, maka dapat disimpulkan Iran dengan Syiahnya akan makin mengepakkan sayap ke sejumlah kawasan di Timur Tengah dan Afrika Utara untuk menancapkan hegemoninya. Era pergolakan dan buahnya kemudian berupa keterbukaan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Iran, saat negara Sunni lain di kawasan sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.

Misalnya Mesir, saat para aktifis Ikhwan sibuk bertarung melawan kaum sekuler dalam menentukan warna negaranya, Syiah dengan leluasa berdakwah di tengah masyarakat. Tak ada lagi undang-undang atau kekuasaan yang bisa melarangnya, karena eranya sudah terbuka. Dalam 10 atau 20 tahun ke depan, Iran tinggal menuai hasilnya. Demikian pula di negara-negara lain.

Iran vs Al-Qaeda dan Jihadis Global

Rangkaian ujian yang Allah berikan kepada umat Islam untuk menaikkan derajatnya ternyata datang bergiliran dengan sangat cepat. Ketika Al-Qaeda dan aktifis jihad global sedang diuji ketahanannya melawan super power dunia - Amerika - di beberapa tempat sekaligus, Syiah dengan dukungan Iran sudah siap menggeliat. Syiah dan Iran sudah siap menunggu untuk menjadi musuh berikutnya, pasca tumbangnya Amerika dan koalisi. Sekitar 10 atau 20 tahun ke depan, Iran dengan Syiahnya akan jauh lebih kuat dari sekarang. Kakinya berpijak di sejumlah kawasan dengan lebih kuat, wal 'iyadzu billah.

Umat Islam yang dipimpin Al-Qaeda, Taliban dan aktifis jihad global sedang "dilatih" oleh Allah untuk mempraktekkan ibadah jihad fi sabilillah, dengan cara diberi lawan tanding yang top power. Hal ini disebabkan pelaksanaan ibadah jihad berbeda dengan ibadah lain seperti shalat dan zakat. Jihad harus ada masuh untuk bisa dilaksanakan, sementara shalat cukup dengan menghadap kiblat dan menggelar sajadah.

Entah kepada, titik awal perkembangan jihad dan dan geliat Syiah ternyata bersamaan. Pada tahun 1979, para mullah Syiah berhasil memberangus rejim Reza Pahlevi dan mendirikan negara Syiah yang berdaulat. Pada tahun yang sama, Uni Sovyet menyerbu Afghanistan, yang mulai dilawan oleh mujahidin dengan modal awal tak lebih dari 6 pucuk senapan. Pada tahun 1991, alhamdulillah, Uni Sovyet bisa dikalahkan dengan ijin Allah, bahkan imperium itu pecah berkeping-keping, tinggal tersisa Rusia. Seolah kita diberi kesempatan adu cepat berlari dengan titik start yang sama; tahun 1979.

Setelah 30 tahun kemudian, Iran menjadi kekuatan yang diperhitungkan. Ia punya pengaruh luas di dunia Islam. Iraq sudah berada dalam kontrol Iran setelah ditinggal Amerika, meski tidak penuh. Jika Bahrain berhasil, akan bertambah lagi negara Syiah. Dan banyak lagi.

Sebaliknya, setelah 30 tahun pula, jihad global berhasil menancapkan pengaruh kuat di Afghanistan, sebagian Pakistan, Iraq (meski sebagian), Somalia, Chechnya, Kashmir, dan beberapa wilayah pergolakan bersenjata lain. Cepat atau lambat, pertarungan besar antara mujahidin global melawan Iran akan pecah. Sebab, pasca Amerika melemah, Timur Tengah harus dibersihkan dari Iran.

Perkembangan Iran sebetulnya bisa menjadi inspirasi bagi penguasa Saudi dan rejim lain. Ketika mereka khawatir oleh gerak maju Syiah, mitra terbaik untuk membendungnya adalah Al-Qaeda dan aktifis jihad global. Tapi sayang, rejim Saudi tak bisa lepas dari Amerika. Kelak mereka akan menyesal, karena mengambil mitra yang salah.

Intinya, sebetulnya Timur Tengah menghajatkan Al-Qaeda dan aktifis jihad global, tapi kadung gengsi karena merasa izzah itu masih di tangan Amerika. Padahal izzah sejatinya ada pada Allah dan Rasul-Nya dengan ibadah bernama jihad fi sabilillah. Mencari izzah kepada Amerika hanya akan mendapat kehinaan.

Peluang Jihad Global di Timur Tengah dan Afrika Utara

Gerakan jihad global dihadapkan pada peluang yang sulit. Libya sebetulnya sangat potensial untuk diisi dengan gerakan jihad fi sabilillah, tapi banyak aktifis jihad yang masih terkonsentrasi di Afghan, Somalia, Pakistan, Iraq, Cechnya dan lain-lain.

Oleh karenanya, yang bisa dilakukan minimal menyeru rakyat yang bergolak untuk membawa misi jihad fi sabilillah. Libya coraknya berbeda dengan Mesir. Mesir bergaya protes sipil murni, sementara Libya bercorak perlawanan bersenjata.

Itulah sebabnya, Barat sangat khawatir jika situasi dan kondisi ini dimanfaatkan Al-Qaeda untuk menyemai bibit perlawanan. Barat merasa perlu memastikan Libya tidak berubah menjadi medan jihad baru.

Rakyat Libya, sebaliknya, juga dalam dilema. Mereka dalam pilihan sulit. Jika meminta bantuan Barat untuk menumbangkan Qadafi, ini akan berbuntut hegemoni Barat terhadap Libya kelak. Tapi jika tidak minta bantuan, terbukti pasukan loyalis Qadafi masih kuat, dengan senjata yang lebih canggih.

Sementara jika menggandeng Al-Qaeda, akan diberangus Barat, dan Qadafi akan mendapat simpati dunia. Qadafi bisa dengan mudah memainkan kartu ini bahkan untuk mencari dukungan rakyat yang anti jihad. Di sisi lain, saat rakyat (umat islam) Libya melakukan perlawanan bersenjata kepada rejim Qadafi, mereka membutuhkan spirit yang bisa menggerakkan umat Islam. Dan tak ada spirit keberanian dan perlawanan kecuali jihad fi sabilillah, yang menjadi ciri khas Al-Qaeda. Apalagi Libya punya tokoh mujahid legendaris, Umar Mukhtar, maka sejatinya peluang jihadis global masih terbuka lebar.

Akankah Libya menjadi medan jihad baru? Wallahu a'lam!

Sumber: elhakimi /@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |