Metode Berpikir Islami


Berpikir adalah cara khas manusia yang membedakannya dari makhluk lain. Di kalangan ahli mantiq sangat masyhur istilah yang mendefinisikan manusia sebagai (hewan yang berpikir). Karena kemampuan berpikir itu pulalah manusia merupakan makhluk yang dimuliakan Allah SWT, seperti dijelaskan dalam Al-Qur'an (yang artinya), (Al-Israa': 70). Bahkan, amanah kekhalifahan yang hanya diserahkan Allah kepada manusia (Adam) pun adalah karena faktor berpikir yang hanya dimiliki oleh manusia itu. Sebab, dengan kemampuan berpikir, manusia akan dapat menyerap ilmu pengetahuan dan mentransfernya. Peristiwa dialog antara malaikat, Adam, dan Allah SWT memberikan gambaran yang jelas kepada kita betapa pemuliaan itu berpangkal pada kemampuan berpikir dan menyimpan ilmu. Mari kita simak ayat-ayat berikut.

"Dan Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) itu seluruhnya, kemudian Allah mengajukannya kepada para malaikat sambil berkata, 'Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang benar.' Mereka menjawab, 'Maha Suci Engkau, tiada yang kami ketahui selain apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.' Allah berfirman, 'Hai Adam, beri tahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.' Maka setelah diberitahukannya, Allah berfirman, 'Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu zahirkan dan yang kamu sembunyikan'." (Al-Baqarah: 31-33).

Penghargaan Allah kepada manusia demikian besarnya, sampai ke tingkat memerintahkan malaikat agar bersujud kepada Adam. Bahkan, yang menolak perintah sujud itu dicap sebagai kafir. Adakah pemuliaan yang melebihi penghargaan yang luar biasa itu?

Berpikir dalam Islam

Islam memandang berpikir itu sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab dengan berpikir, manusia menyadari posisinya sebagai hamba dan memahami fungsinya sebagai khalifatullah di muka bumi. Tugasnya hanyalah menghambakan diri kepada Allah SWT dengan beribadah. Dengan berpikir juga, manusia mengetahui betapa kuasanya Allah menciptakan alam semesta dengan kekuatan yang maha dahsyat, dan dirinya sebagai manusia sangat kecil dan tidak berarti di hadapan Allah Yang Maha Berkuasa.


Al-Qur'an berkali-kali merangsang manusia, khususnya orang beriman, agar banyak memikirkan dirinya, lingkungan sekitarnya, dan alam semesta. Karena dengan berpikir itu, manusia akan mampu mengenal kebenaran (al-haq), yang kemudian untuk diimani dan dipegang teguh dalam kehidupan. Allah berfirman, "Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran." (Ar-Ra'd: 19).

Islam memandang kaitan antara keilmuan dengan ketakwaan itu sangat erat. Dalam arti, semakin dalam ilmu seseorang akan semakin takut kepada Allah SWT. Disebutkan di dalam Al-Qur'an, "Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah SWT adalah orang-orang yang berilmu dari hamba-Nya." (Faathir: 28).

Menurut kacamata Al-Qur'an, orang-orang yang mendurhakai Allah itu karena disebabkan "cacat intelektual". Betapapun mereka berpikir dan bahkan sebagian mereka ada yang turut bersaham untuk mengembangkan peradaban manusia, namun selama proses berpikir tidak mengantarkan mereka ke derajat "bertakwa", maka selama itu pula mereka tetap berada dalam kategori orang-orang yang "tidak mengerti" atau meminjam istilah Al-Qur'an "laa yafgahuun", "laa ya'lamuun", "laa ya'qiluun".

Ilmuwan sejati ialah ilmuwan yang konsekuen dengan ilmunya. Siap mengubah pendirian, sikap, kepribadian, bahkan idiologi, sesuai dengan tuntutan dan konsekuensi pengetahuannya. Jika seorang ilmuwan bersikap jujur dengan ilmunya, ia akan sampai pada konklusi bahwa ilmu apa pun--khususnya ilmu-ilmu empirik dan eksperimental--yang didalami seseorang akan sampai pada kesimpulan mentauhidkan Allah dan mengimani-Nya. Sikap ilmiah sejati tidak hanya berhenti pada pengakuan pasif, tetapi menuntut keberanian untuk menyikapi keyakinan itu dan mempertahankannya dari segala bentuk serangan yang dapat mengganggu stabilitas dan eksistensinya.

Contoh yang spektakuler dalam sejarah mempertahankan kebenaran ialah sikap para tukang sihir Fir'aun yang berbalik memusuhi Fir'an setelah mereka percaya akan kenabian Musa a.s. melalui mukjizat yang ditampakkannya di hadapan para tukang sihir itu. Bahkan, mereka tidak hanya sebatas percaya dan menerima, tetapi siap menghadapi segala konsekuensi kebenaran tersebut. Fir'aun menghukum gantung dan menyalib mereka. Akan tetapi, sikap mereka tidak menunjukkan penyesalan, bahkan keberanian yang cukup menakjubkan. Jawaban mereka ketika mendengar ancaman Fir'aun seperti diceritakan di dalam Al-Qur'an, "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan dari Tuhan yang menciptakan kami. Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya dapat menghukum kehidupan di dunia ini saja." (Thaahaa: 72).

Sumber-Sumber Ilmu

Dalam Islam, sumber-sumber ilmu berasal dari: wahyu dan akal. Wahyu adalah informasi tentang sesuatu dari Yang Maha Mengetahui, Allah SWT. Wahyu Allah diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dalam bentuk Al-Qur'an dan As-Sunnah. Ciri khas wahyu itu adalah mengandung kebenaran mutlak, yang tidak perlu didiskusikan kebenarannya. Fungsi manusia dalam kaitan ini adalah memahami wahyu dan mengoperasionalkannya. Manusia hendaknya tidak terjebak dalam mempersoalkan kebenaran wahyu dan validitasnya. Sebab, hal itu hanya sekadar pemborosan energi dan kurang bermanfaat.

Adapun sumber ilmu yang kedua, yaitu akal. Akal manusia ditakdirkan dan disetting oleh Allah agar mampu menemukan pengetahuan. Berbagai perangkat kasar dan perangkat lunak telah Allah siapkan untuk tujuan itu. Sebab dalam Islam, akal adalah kunci penugasan manusia. Tanpa akal, manusia tidak dapat dibebani dengan hukum-hukum syariat.

Metode akal dalam menangkap pengetahuan melalui tiga jalur: a. Melalui indera yang dapat berupa penglihatan dan pendengaran. Informasi itu diteruskan ke akal dan diterjemahkannya secara benar. b. Melalui logika, seperti tiga lebih besar daripada dua. c. Melalu berita yang disampaikan oleh orang lain. Kebenaran pengetahuan ini tergantung pada kebenaran nara sumbernya. Dalam kaitan ini, Islam sangat berjasa merumuskan disiplin ilmu yang dapat menguji kebenaran suatu informasi. Ilmu ini dikenal dalam ilmu hadits dengan nama "ilmu al-jarh wa at-ta'dil".

Metode Berpikir Islami

Oleh karena berpikir adalah suatu aktivitas yang dapat dilakukan oleh semua orang, baik muslim atau nonmuslim, yang akan menghasilkan kesimpulan yang beragam, sudah barang tentu diperlukan suatu kerangka yang dapat mengarahkan manusia dalam berpikir untuk mencapai sasarannya. Sebab, tanpa rumusan pola itu, manusia akan dapat terperangkap pada cara berpikir yang lepas kendali. Konsekuensinya tidak segampang yang dibayangkan manusia. Akan tetapi, tidak menemukan kebenaran itu dalam Islam identik dengan kesesatan. Allah berfirman (yang artinya), "Adakah di luar kebenaran itu kalau bukan kesesatan?" (Yunus: 32).

Jika mengamati petunjuk-petunjuk Al-Qur'an, hadits Nabi, dan pengalaman sejarah intelektual dalam Islam, maka dapat dikemukakan beberapa metode--atau dapat disebut sebagai kaidah--berpikir dalam Islam, yang mengantarkan seseorang berpikir secara proporsional dan benar untuk selanjutnya keluar dengan pemikiran yang jernih, lurus, dan relefan dengan kehendak Allah SWT. Metode tersebut adalah sebagai berikut.

a. Wahyu adalah Satu-satunya Sumber Aqidah dan Ayari'ah Setiap peneliti muslim diminta agar menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sumber dalam konsep dan operasional sekaligus, tanpa memilah-milahnya, dalam arti bahwa kita sebagai muslim hendaknya mengajukan pertanyaan kepada Al-Qur'an, kemudian mendengar jawabannya dari Allah SWT. Akan tetapi, mencari jawaban itu hanya dari Al-Qur'an dan As-Sunnah saja, bukan dari sumber-sumber lainnya.

Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai wahyu dari langit adalah hakikat yang sudah merupakan aksioma dan menjadi prinsip Islam. Akan tetapi, sayangnya banyak peneliti dan kaum intelektual melangkai prinsip ini, sengaja atau tidak. Mereka cenderung menggunakan sumber-sumber produk manusia, di samping sumber-sumber utama Islam. Mereka juga menyimpan seperangkat pemikiran, teori, dan hipotesa sebagai peninggalan peradaban kuno yang cenderung berlainan dengan konsep Islam. Kondisi seperti ini sudah tentu tidak sejalan dengan kaidah menempatkan wahyu sebagai satu-satunya sumber dalam jalur aqidah, hukum, dan maslaah metafisik.

Seharusnya sikap muslim pencari kebenaran ketika membaca Al-Qur'an mengosongkan pikirannya dari seluruh jenis teori dan konsep yang dihasilkan manusia tanpa dasar wahyu.

b. Hubungan antara Wahyu, Akal, dan Metode Interpretasi Rasional Kaidah ini berkaitan dengan penempatan posisi akal dan perannya dalam menangkap pesan (teks) Ilahi. Pada prinsipnya, Islam telah menetapkan adanya dua alam yang harus dibenarkan manusia sebagi prasarat diterima keislamannya. Kedua alam itu ialah alam ghaib dan alam nyata.

Spesifikasi alam ghaib ialah berada di luar batas ruang dan waktu. Dua kawasan yang merupakan jalur operasi akal manusia. Alam ghaib seperti, Allah, malaikat, langit, jin, akhirat adalah kawasan yang berada di luar jangkauan manusia. Manusia tidak bakal mengetahuinya secara rinci dengan mengandalkan kemampuan dirinya sendiri. Fungsi akal di sini sekadar menerima informasi, memahami, dan membenarkan. Adapun alam nyata, objek dan komponennya berada dalam batas ruang dan waktu. Akal manusia bertugas menyelidikinya untuk sampai pada hakikat.

Atas dasar ini, kebenaran di sekitar alam ghaib tidak dapat didiskusikan secara rasional dan menggunakan logika, tetapi kita terima melalui teks secara apa adanya. Peran akal berada pada batas pengklasifikasian, penempatan, dan penetapan, agar keluar dengan kesimpulan yang general dan sempurna serta tidak bertentangan dengan akal dan logika.

Dalam Islam dikenal dua kategori hakikat: hakikat tawqifiyah yang berskala ghaib dan didapatkan melalui informasi Al-Qur'an dan As-Sunnah. Posisinya berada di atas akal manusia. Dan, hakikat tawfiqiyah yang sesungguhnya menjadi objek dan lapangan akal manusia.

Kekeliruan banyak orang, seperti perkembangan filsafat Yunani, mencampuradukkan dua kategori tersebut, sehingga membebankan kepada akal hal-hal yang sebenarnya berada di luar kemampuannya. Manusia juga sering tertipu ketika akal mampu memerankan fungsinya secara baik dan prima pada ruang "tawfiqiyah", mengira bahwa akal juga mampu menembus wilayah "tawqifiyah", atau setidak-tidaknya tergiur untuk menerobos ke kawasan itu.

Pada zaman modern ini, kita perhatikan akal manusia mampu menemukan hal-hal menakjubkan di alam materi. Lalu kita mengira bahwa akal yang selama ini mampu menciptakan pesawat, roket, menghancurkan atom, membuat bom hidrogen, menjelajah ruang angkasa, juga memiliki kemampuan untuk merumuskan peraturan yang menata hidup manusia. Kita lupa bahwa keberhasilan yang diraih akal selama ini ketika ia beroperasi pada jalurnya secara natural, karena memang ia dipersiapkan untuk itu. Akan tetapi, sekiranya akal beroperasi di jalur "alam manusia", berarti ia beroperasi dalam alam yang tidak mengenal batas dan amat kabur. Akibatnya, akal menemukan jalan buntu dan keluar dengan konklusi yang keliru.

c. Mencari Kebenaran dengan Sikap Jernih

Yang dimaksud di sini ialah sikap objektif sebagai pencari kebenaran dari wahyu Al-Qur'an, bukan dengan tendensi tertentu, seperti mencari-cari dalil untuk melemahkan pendapat lawan. Hakikat Al-Qur'an adalah parameter untuk mengukur kebenaran suatu paham, teori, dan filsafat-filsafat yang ada, oleh karena itu harus diketahui secara utuh dan dengan cara langsung dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sebaliknya, perjalanan yang ditempuh pemikiran manusia untuk sampai kepada kebenaran amat lamban, sebab ia tidak mampu menemukan kebenaran secara spontan tanpa bantuan kekuatan lain.

d. Kebenaran dalam Al-Qur'an Senantiasa Paralel

Yang dimaksud di sini ialah keharusan membandingkan antara kesimpulan yang didapat dari Al-Qur'an--melalui metode deduktif--dengan kebenaran-kebenaran Al-Qur'an yang mutlak. Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa kebenaran dalam Al-Qur'an tidak akan mengalami kontradiksi dengan sesamanya, karena ia berasal dari sumber yang sama. Jika ditemukan adanya kelainan, secara otomatis kesimpulan yang diperoleh adalah keliru dan ditolak. Hal ini didasarkan pada dua ketentuan yang aksiomatik dan disepakati oleh kaum muslimin dan didukung oleh metodologi ilmiah dalam kritik sejarah, yaitu sebagai berikut. 1. Semua ayat-ayat Al-Qur'an berasal dari Allah SWT, dan Allah menjanjikan pemeliharaan mutlak atas kesucian Al-Qur'an. 2. Al-Qur'an secara keseluruhan merupakan satu kesatuan yang utuh. Antara sebagian dengan bagian lainnya bersesuaian dan tidak ditemui kontradiksi.

e. Bersikap Jujur, tanpa Prakonsepsi

Peneliti Al-Qur'an dituntut agar bersikap jujur dan ikhlas untuk mencri kebenaran murni. Peneliti hendaknya membebaskan dirinya dari pengaruh hawa nafsu, kepentingan, fanatisme kelompok, dan paham yang dianutnya.

Hal ini memang berkaitan kepada individu peneliti dan mentalitas serta moralitasnya. Akan tetapi, manusia adalah satu kesatuan. Memilah-milah antara sarana dan kemampuannya dalam memberi interpretasi atas aktivitas manusia adalah cara yang keliru. Tidaklah semua orang yang membaca Al-Qur'an akan mendapat petunjuk. Bahkan, ada yang membacanya tetapi disesatkan oleh Allah. Lalu, siapa yang mendapat petunjuk dan siapa pula yang tersesat? Jawabannya dari Al-Qur'an itu sendiri.

Menurut Al-Qur'an, motivasi juga memegang peran penting dalam menerima kebenaran atau menolaknya. Allah memberikan gambaran, perumpamaan, peringatan, dan janji-janji agar dipikirkan, tetapi orang-orang kafir justru semakin menyimpang dari jalan yang benar.

Pemikiran Islam di Tengah Pemikiran-Pemikiran Lainnya

Jika kita mencari perumpamaan antara pemikiran Islam dengan pemikiran produk manusia lainnya, ibarat bunga mawar yang dikelilingi oleh duri-duri yang tajam. Setidaknya ada dua filsafat yang saling kontradiktif dalam ajarannya, sementara posisi Islam berada di tengah dan berjalan secara seimbang. Kedua filsafat itu ialah materialisme dan spiritualisme.

a. Paham Materialisme

Jika kita memperhatikan sistem yang berlaku sekarang, kebanyakan berdiri di atas paham "materialisme", suatu paham yang mengumandangkan "sekularisme" dan menyanjung-nyanjungnya. Memang penerapan paham ini di sebagian negeri masih memberikan ruang bagi "agama", tetapi ia menempatkan agama pada posisi yang sangat terbatas. Sementara, di negara-negara tertentu agama benar-benar diperangi dan diharamkan.

Sesungguhnya materialisme adalah paham yang dasar dan akarnya sudah sangat jauh ditelan sejarah, tetapi muncul ke permukaan dengan nama dan simbol yang berbeda-beda, namun akarnya sama, yaitu mementingkan materi dan menjadikannya sebagai dasar dan pijakan, baik mengakui posisi agama ataupun mengingkarinya secara total.

Al-Qur'an sudah lama mengidentifikasi paham ini dengan mengatakan, "Kehidupan kami tidak ada lain dari kehidupan dunia, kami mengalami mati dan hidup dan kami tidak akan dibangkitkan lagi." (Al-Mu'minun: 37).

Kehidupan yang didasarkan atas paham ini akan mengalami tantangan-tantangan yang cukup berat, karena tuntutan manusia yang cukup mendesak pada pemenuhan kebutuhan rohani dan alam ghaib, sebagaimana kebutuhan fisik dan materi. Kenyataan yang dialami umat manusia belakangan ini sebenarnya sudah cukup menjadi "jawaban" bagi mereka yang memandang hidup ini hanya materi, dan mereka membangun teori, sikap, dan kehidupannya atas dasar materi murni. Tidak ada kondisi di mana manusia dalam keadaan paling sengsara dari kondisi kehidupan materialis.

b. Tenggelam dalam Spiritualisme (Pola Hidup Kerahiban)

Paham ini kebalikan dari paham pertama, dan sama-sama tidak memberikan jawaban yang memuaskan bagi manusia. Bagi penganut paham ini, penyiksaan diri, menjauhi kehidupan materi adalah ukuran kebahagiaan seseorang.

Dalam sejarah umat manusia, filsafat ini ditampilkan oleh pemuka-pemuka agama Nasrani (rahib) yang cenderung hidup menyiksa dirinya untuk meraih ridha tuhannya. Sangat mengerikan jika kita mendengar gaya hidup para rahib itu. Ada di antara mereka yang tidak menyentuh air selama empat puluh tahun, karena menurut keyakinannya bahwa hidup bersih dan rapi dapat mengurangi penghambaan manusia kepada Tuhan. Ada pula yang hidup dan tidur di comberan hingga ulat-ulat menyantapi daging-daging tubuhnya. Ada lagi yang berdiri dengan kaki sebelah selama lima belas tahun. Banyak cerita-cerita aneh yang dilakukan para rahib untuk menjauhi kehidupan.

Dengan demikian, paham yang sesuai dengan fitrah manusia adalah Islam. Islam berada di tengah-tengah dari kedua keadaan yang ekstrem tersebut. Betapa indahnya hidup di bawah naungan Islam yang mencarikan bagi manusia jalan kehidupan yang seimbang di dunia dan selamat di akhirat.

Sumber: Diadaptasi dari Islam dalam Berbagai Dimensi, Dr. Daud Rasyid, M.A. (Jakarta: Gema Insani Press, 1998), hlm. 87-97).

Oleh: Abu Annisa (www.alislamu.com) /@cwi

selengkapnya...

Wanita Dahulu dan Sekarang

Fadly
Allah SWT menciptakan makhuknya berpasang-pasangan. Di antara makhluknya yang paling indah dan sempurna adalah manusia. Allah SWT juga telah menurunkan petunjuknya yang paling sempurna. Sehingga, bila manusia menerima dan mengamalkan petunjuk itu, betapa indahnya manusia itu. Sebaliknya, bila ia menolaknya, betapa rendah dan jeleknya manusia itu, bahkan Al-Qur'an menyebutnya lebih hina dari binatang.

Allah SWT menjadikan keindahan ada dalam wanita meskipun pada hakikatnya antara pria dan wanita sama di hadapan Allah SWT. Hanya saja, Allah menjadikan keindahan itu ada pada wanita karena kelembutan, kasih sayang, dan emosinya yang lebih daripada kaum pria. Betapa indahnya sang wanita jika dihiasi dengan syariat Allah. Ia menjadi anak yang taat kepada Allah dan kedua orang tuanya. Jika ia menikah, ia menjadi penyayang bagi suaminya. Jika ia menjadi ibu, ia menyayangi dan mendidik anak-anaknya dengan sebaik mungkin. Dari wanita shalehah seperti inilah lahir pejuang-pejuang yang tangguh dan pemimpin yang bijaksana. Perhatikan keadaan wanita pada masa Rasulullah saw. dengan generasi salafus saleh sesudahnya. Mereka, kaum wanita itu, ada di balik segala keberhasilan dan kecemerlangan peradaban Islam. Apakah wanita dewasa ini bisa mengikuti jejak para pendahulunya? Marilah kita lihat kenyataannya.

Wanita dalam Al-Qur'an

Di dalam Al-Qur'an terdapat 114 surah. Di dalamnya tidak ada satu pun surah tentang pria (ar-rijal), tapi menariknya ada surah tentang wanita (An-Nisaa'), bahkan lebih spesifik ada surah Maryam, meskipun dia bukan nabi. Umar ra. memerintahkan kepada wanita untuk mempelajari surah An-Nuur (cahaya) karena di dalamnya mengandung pelajaran bagi kaum wanita agar lebih bercahaya. Keberadaan kaum wanita sama dengan kaum pria di hadapan Allah.

Allah SWT berfirman (yang artinya), "Maka, Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): 'Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain ...'." (Ali Imran, 3: 195).

"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik ..." (An-Nahl: 97).

Keberadaan wanita sebagaimana pria dalam kehidupan ini mengalami ujian yang bermacam-macam. Namun, mereka harus tetap tegar dan shalehah seperti yang dicontohkan Al-Qur'an dengan Asiyah, istri Fira'un yang sabar dalam menghadapi ujian dari suaminya, atau seperti Maryam yang tabah menghadapi ujian hidup tanpa suami. (Lihat At-Tahrim 11-12). Sebaliknya, jangan seperti istri Nabi Nuh a.s. dan Nabi Luth a.s. yang berkhianat terhadap suaminya dan tidak taat kepada Allah. (At-Tahriim: 10).

Wanita pada Masa Rasulullah

Rata-rata kaum wanita pada masa Rasulullah saw. tidak ketinggalan ikut berlomba meraih kebaikan, meskipun mereka juga sibuk sebagai ibu rumah tangga. Mereka ikut belajar dan bertanya kepada Rasulullah saw.

Wanita yang paling setia kepada Rasulullah adalah Khadijah yang telah berkorban dengan jiwa dan hartanya. Kemudian Aisyah, yang banyak belajar dari Rasulullah kemudian mengajarkannya kepada kaum wanita dan pria. Bahkan, ada pendapat ulama yang mengatakan, seandainya ilmu seluruh wanita dikumpulkan dibanding ilmu Aisyah, maka ilmu Aisyah akan lebih banyak. Begitulah Rasulullah saw. memuji Aisyah.

Ada seorang wanita bernama Asma binti Sakan. Dia suka hadir dalam pengajian Rasulullah saw. Pada suatu hari dia bertanya kepada Rasulullah,"Ya Rasulullah saw., engkau diutus Allah kepada kaum pria dan wanita, tapi mengapa banyak ajaran syariat lebih banyak untuk kaum pria? Kami pun ingin seperti mereka. Kaum pria diwajibkan shalat Jum'at, sedangkan kami tidak; mereka mengantar jenazah, sementara kami tidak; mereka diwajibkan berjihad, sedangkan kami tidak. Bahkan, kami mengurusi rumah, harta, dan anak mereka. Kami ingin seperti mereka. Maka, Rasulullah saw. menoleh kepada sahabatnya sambil berkata, "Tidak pernah aku mendapat pertanyaan sebaik pertanyaan wanita ini. Wahai Asma, sampaikan kepada seluruh wanita di belakangmu, jika kalian berbakti kepada suami kalian dan bertanggung jawab dalam keluarga kalian, maka kalian akan mendapatkan pahala yang diperoleh kaum pria tadi." (HR Ibnu Abdil Bar).

Dalam riwayat Imam Ahmad, Asma meriwayatkan bahwa suatu kali dia berada dekat Rasulullah saw. Di sekitar Rasulullah berkumpullah kaum pria dan juga kaum wanita. Maka beliau bersabda, "Bisa jadi ada orang laki-laki bertanya tentang hubungan seseorang dengan istrinya atau seorang wanita menceritakan hubungannya dengan sumianya." Maka tak seorang pun yang berani bicara, maka saya angkat suara. "Benar ya Rasulullah, ada pria atau wanita yang suka menceritakan hal pribadi itu." Rasulullah menimpali, "Jangan kalian lakukan itu, karena itu jebakan syaitan seakan syaitan pria bertemu dengan syaitan wanita, kemudian berselingkuh dan manusia pada melihatnya."

Ada juga wanita yang tabah dalam kehidupan rumah tangga yang serba pas-pasan tapi tidak pernah mengeluh seperti Asma' binti Abi Bakar dan Fatimah. Kutub Tarajim membenarkan cerita tentang Fatimah. "Suatu saat dia tidak makan berhari-hari karena nggak ada makanan, sehingga suaminya, Ali bin Abi Thalib, melihat mukanya pucat dan bertanya,"Mengapa engkau ini, wahai Fatimah, kok kelihatan pucat?"

Dia menjawab,"Saya sudah tiga hari belum makan, karena tidak ada makanan di rumah."

Ali menimpali,"Mengapa engkau tidak bilang kepadaku?"

Dia menjawab,"Ayahku, Rasulullah saw., menasehatiku di malam pengantin, jika Ali membawa makanan, maka makanlah. Bila tidak, maka kamu jangan meminta."

Luar biasa bukan?

Ada juga wanita yang diuji dengan penyakit, sehingga dia datang kepada Rasulullah saw. meminta untuk didoakan. Atha' bin Abi Rabah bercerita bahwa Ibnu Abbas r.a. berkata kepadaku,"Maukah aku tunjukkan kepadamu wanita surga?"

Aku menjawab,"Ya."

Dia melanjutkan,"Ini wanita hitam yang datang ke Rasulullah saw. mengadu, 'Saya terserang epilepsi dan auratku terbuka, maka doakanlah saya.' Rasulullah saw. bersabda, "Jika kamu sabar, itu lebih baik, kamu dapat surga. Atau, kalau kamu mau, saya berdoa kepada Allah agar kamu sembuh."

Wanita itu berkata,"Kalau begitu saya sabar, hanya saja auratku suka tersingkap. Doakan supaya tidak tersingkap auratku."

Maka, Rasulullah saw. mendoakannya.

Ada juga wanita yang ikut berperang seperti Nasibah binti Kaab yang dikenal dengan Ummu Imarah. Dia becerita,"Pada Perang Uhud, sambil membawa air aku keluar agak siang dan melihat para mujahidin, sampai aku menemukan Rasulullah saw. Sementara, aku melihat pasukan Islam kocar-kacir. Maka, aku mendekati Rasulullah sambil ikut berperang membentengi beliau dengan pedang dan terkadang aku memanah. Aku pun terluka, tapi manakala Rasulullah saw. terpojok dan Ibnu Qamiah ingin membunuhnya, aku membentengi beliau bersama Mush'ab bin Umair. Aku berusaha memukul dia dengan pedangku, tapi dia memakai pelindung besi dan dia dapat memukul pundakku sampai terluka. Rasulullah saw. bercerita,"Setiap kali aku melihat kanan kiriku, kudapati Ummu Imarah membentengiku pada Perang Uhud." Begitu tangguhnya Ummu Imarah.

Ada juga Khansa yang merelakan empat anaknya mati syahid. Ia berkata,"Alhamdulillah yang telah menjadikan anak-anakku mati syahid."

Begitulah peranan wanita pada masa Rasulullah saw. Mereka berpikir untuk akhiratnya, sedang wanita sekarang yang lebih banyak memikirkan dunia, rumah tinggal, makanan, minuman, kendaraan, dan lain-lain.

Kaum Wanita paa Masa Berikutnya

Ketika Utsman bin Affan mengerahkan pasukan melawan manuver-manuver Romawi, komandan diserahkan kepada Hubaib bin Maslamah al-Fikir. Istri Hubaib termasuk pasukan yang akan berangkat perang. Sebelum perang dimulai, Hubaib memeriksa kesiapan pasukan.

Tiba-tiba istrinya bertanya,"Di mana saya menjumpai Anda ketika perang sedang berkecamuk?"

Dia menjawab,"Di kemah komandan Romawi atau di surga."

Ketika perang sedang berkecamuk, Hubaib berperang dengan penuh keberanian sampai mendapatkan kemenangan. Segera dia menuju ke kemah komandan Romawi menunggui istrinya. Yang menakjubkan, saat Hubaib sampai ke tenda itu, dia mendapatkan istrinya sudah mendahuluinya. Allahu Akbar.

Pada masa Dinasti Abbasiyah yang dipimipin oleh Harun al-Rasyid, ada seorang Muslimah disandera oleh tentara Romawi. Maka, seorang ulama bernama Al-Manshur bin Ammar mendorong umat Islam untuk berjihad di dekat istana Harun al-Rasyid dan dia pun menyaksikan ceramahnya. Tiba-tiba ada kiriman bungkusan disertai dengan surat. Surat itu lalu dibuka dan dibaca oleh ulama tadi dan ternyata berasal dari seorang perempuan dan berbunyi,"Aku mendengar tentara Romawi melecehkan wanita Muslimah dan engkau mendorong umat Islam untuk berjihad, maka aku persembahkan yang paling berharga dalam diriku. Yaitu, seuntai rambutku yang aku kirimkan dalam bungkusan itu. Dan, aku memohon agar rambut itu dijadikan tali penarik kuda di jalan Allah agar aku dapat nantinya dilihat Allah dan mendapatkan rahmatnya." Maka, ulama itu menangis dan seluruh hadirin ikut menangis. Harun al-Rasyid kemudian memutuskan mengirim pasukan untuk membebaskan wanita Muslimah yang disandera itu.

Seorang istri Shaleh bin Yahya ditinggal suaminya dan hidup bersama dua anaknya. Ia mendidik anak-anaknya dengan ibadah dan qiyamul lail (shalat malam). Ketika anak-anaknya semakin besar, dia berkata,"Anak-anakku, mulai malam ini tidak boleh satu malam pun yang terlewat di rumah ini tanpa ada yang shalat qiyamullail."

"Apa maksud ibu?" tanya mereka.

Ibu menjawab,"Begini, kita bagi malam menjadi tiga dan kita masing-masing mendapat bagian sepertiga. Kalian berdua, dua pertiga, dan saya sepertiga yang terakhir. Ketika waktu sudah mendekati subuh, saya akan bangunkan kalian."

Ternyata kebiasan ini berlanjut sampai ibu mereka meninggal. Dan amalan itu tetap dilanjutkan oleh dua anak itu karena mereka sudah merasakan nikmatnya qiyamullalil.

Wanita Dewasa Ini

Kalau kita perhatikan perkembangan wanita dewasa ini, memang cukup mengkhawatirkan, meskipun di lain pihak masih banyak kaum wanita berjilbab yang semarak. Bahkan, pengajian-pengajian justru dipenuhi oleh kaum wanita. Tapi, melihat berbagai upaya musuh Islam untuk menghancurkan kaum hawa dengan berbagai cara melalui media massa yang destruktif (merusak), maka tantangannya semakin berat. Kalau tidak berbekal ilmu agama yang cukup dan disertai semangat juang yang tinggi, niscaya wanita pada zaman sekarang sulit untuk selamat. Bayangkan, kehidupan masyarakat di sekeliling kita sampai pergaulan di tingkat nasional dan internasional sudah sangat bejat. Kebejatan itu diliput dan disampaikan ke rumah-rumah kita melalui saluran-saluran TV. Dan, yang tidak puas ditambah dengan VCD dan internet. Sehingga, waktu untuk beribadah kepada Allah semakin terpinggirkan atau tergeser oleh otak yang merekam semua adegan itu.

Sementara, penangkalnya relatif kecil, dengan cara tradisional melalui pengajian minimal seminggu sekali. Maka, kita perlu kunci-kunci keselamatan.

Kunci kebahagiaan adalah taat keada Allah dan Rasul-Nya.
Kunci surga adalah tauhid.
Kunci keimanan adalah berpikir tentang ayat-ayat Allah dan ciptaan-Nya.
Kunci kebaikan adalah kejujuran.
Kunci kehidupan hati adalah membaca dan mendalami Al-Qur'an serta menjauhi dosa.
Kunci rizki adalah berusaha sambil beristighfar dan bertakwa.
Kunci ilmu adalah pandai bertanya dan mendengar.
Kunci kemenangan adalah sabar.
Kunci kesuksesan adalah takwa.
Kunci tambah rizki adalah bersyukur.
Kunci sukses akhirat adalah zuhud terhadap dunia.
Kunci dikabulkan permintaan adalah doa, dll.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sumber: alislamu.com /@cwi

selengkapnya...

Irhabi 007 (Younus At Tsouly) : Sang Legenda Cyber Jihad


Prince of Jihad
Forum Al Ansar Al Islami, Agustus, tahun 2004. Seseorang dari forum jihad yang memiliki ribuan anggota tersebut mengirimkan sebuah pesan kehormatan dan pujian kepada Irhabi 007. Berikut pesannya :

‘” Kepada saudara kami Irhabi 007. Saudara kami Irhabi 007, Anda telah menunjukkan kemampuan yang sangat bagus dalam menyediakan pelayanan message board ini, sebagaimana yang saya lihat, dan juga dalam melayani hal-hal yang berkenaan dengan jihad, masya Allah. Demi Tuhan, kami tidak suka mendengar ada yang menyakiti Anda, jadi kami mohonkan kepada Allah, agar Anda selalu berada dalam perlindunganNya.

Anda adalah salah satu dari orang-orang top yang begitu peduli melayani saudara Anda. Semoga Allah menambahkan semua di samping kerja Anda yang bagus, dan semoga Anda selalu berhati-hati dan sukses.

Kami ucapkan lanjutkan kerja Anda dengan berkah dari Allah. Lanjutkan, semoga Allah melindungi Anda. Lanjutkan melayani hal-hal yang berkaitan dengan jihad dan para pendukungnya. Dan saya mohonkan kepada Allah Yang Maha Perkasa, Maha Mulia dan Maha Pemberi Ampunan untuk menjaga semua orang yang ingin membantu agamaNya.

Amin.”

Penghormatan dan pujian kepada Irhabi 007 di atas memang tidak berlebihan. Seseorang yang kemudian dikenal sebagai Irhabi 007 layak mendapatkannya. Nama Irhabi 007 telah begitu melegenda dalam dunia Cyber Jihad. Keahlian dan aktivitas Irhabi 007 telah begitu dikenal di dunia maya, baik oleh kawan maupun lawan. Banyak pengguna internet, terutama forum-forum jihad manca negara yang mengharapkan bisa berjumpa, bertegur sapa dengannya, meski hanya sejenak Dialah Sang Legenda Cyber Jihad, Irhabi 007.

Awal Kemunculan Irhabi 007

Siapakah Irhabi 007 ? Apa saja yang telah dia lakukan sehingga namanya menjadi legenda ? Mengapa dia melakukan semua hal yang bisa dikatakan penuh resiko tersebut ? Sejak kapan identitasnya diketahui secara umum ?

Pada awalnya, nama Irhabi 007 hanya dikenal di dunia maya. Irhaby berarti teroris dan 007 adalah angka terkenal bagi agen rahasia kerajaan Inggris (dalam film) yang bernama James Bond. Namun Irhabi 007 yang ini tidak membela Ratu (Inggris) melainkan memeranginya. Tidak ada seseorang pun yang mengetahui siapa dia sebenarnya dan dimana dia berada. Irhabi 007 hanya dikenal sebagai seorang yang sangat aktif dalam dunia maya, khususnya dalam cyber jihad. Irhabi 007 bisa dikatakan selalu dalam kondisi on line, 24 jam penuh. Irhabi 007 dikenal sebagai seorang simpatisan Al Qaeda yang juga seorang ahli komputer dan dunia cyber. Setiap harinya Irhabi 007 melakukan aktivitas dengan internet, seperti meng-convert video, termasuk video-video jihad, aksi syahid dan eksekusi murtadin di Iraq ke dalam format yang bisa ditampilkan di situs. Kelihatan sekali kalau Irhabi 007 ini banyak menguasai masalah-masalah tehnologi informasi. Salah satu aktivitasnya yang paling menonjol adalah membuat sebuah situs dengan nama youbomit dan menjadi administrator Forum Al Ansar Al Islami yang sangat bergengsi karena melibatkan sekitar 4500 member yang kebanyakan adalah Mujahidin.

Tidak ada yang tahu kapan persisnya nama Irhabi 007 mulai malang melintang di jagat Cyber Jihad. Kemunculan namanya pun tidak serta merta bisa memastikan dimana keberadaannya. Ini juga merupakan salah satu keahlian Irhabi 007. Hanya saja, aktivitas Irhabi 007 mulai bisa dideteksi di tahun 2001. Aktivitas Irhabi 007 meningkat bersamaan dengan dimulainya invasi Amerika ke Iraq, tahun 2003. Saat itu, Irhabi 007 mulai aktif mengupload gambar-gambar perang Iraq di internet. Di tahun itu pula dia mulai mempublikasikan materi-materinya termasuk bagaimana menghack komputer. Bahkan dia juga sudah menulis metodenya tersebut ke dalam sebuah buku. Aktivis dan Mujahidin yang aktif di forum-forum Islam mulai mengenal dan terkagum-kagum pada keahlian dan keberanian Irhabi 007. Pihak musuh, Amerika dan sekutu-sekutunya pun mulai menyadari keberadaan Irhabi 007, yang dari namanya saja sudah cukup menyakitkan hati mereka. Maka perburuan kepada Irhabi 007 pun dimulai!

High Tech Dari Sebuah Kamar

Hampir selama dua tahun, dinas intelijen dari seluruh dunia mencoba mengungkapkan identitas Irhabi 007. Musuh-musuh Islam telah mengetahui bahwa Irhabi 007 adalah pendukung dan simpatisan Al Qaeda. Bahkan keberadaannya diyakini sebagai kunci penghubung Al Qaeda. Mereka kerapkali melihat Irhabi 007 mempropagandakan mujahidin Iraq pimpinan Syekh Abu Musab Az Zarqawi dan mengajarkan secara on line kepada mujahidin bagaimana menggunakan komputer untuk tujuan tersebut. Irhabi 007 bahkan pernah menghack komputer universitas di Amerika. Irhabi 007 memang ahlinya. Dia mampu membuat sebuah terobosan baru tentang kegunaan internet. Tidak terhitung banyaknya situs dan forum-forum Islami dengan password tertentu bermunculan. Para mujahidin yang berkumpul dalam komunitas dunia maya dengan cepat mempunyai keahlian dalam menghack, membuat program, membuat serangan on line serta menguasai desain digital dan media, dan Irhabi 007 merupakan seorang ahli dalam semua bidang ini sekaligus menjadi instrukturnya.

Irhabi 007 dengan keahlian dan keikhlasannya telah menggerakkan para mujahid menuju serangan abad 21 melalui kemampuannya secara tersembunyi dan terlindungi dengan menyebarkan buku pedoman persenjataan, video yang memuat aksi mujahidin, seperti eksekusi murtadin, dan materi lain yang bersifat propaganda.

Kesuksesan Irhabi 007 berasal dari kombinasi antara keahlian dan pemilihan waktu. Di awal tahun 2004, Irhabi 007 bergabung dengan forum dengan pesan yang terlindungi oleh password, yang dikenal sebagai Muntada atau Forum al-Ansar al-Islami, dan tidak lama sesudahnya dengan Forum al-Ekhlas, dua dari forum yang terlindungi password dengan ribuan anggota yang telah digunakan oleh Al-Qaeda untuk instruksi militer, propaganda, dan perekrutan. Pada saat yang sama, Syekh Zarqawi, r.h. mulai menggunakan internet sebagai alat utamanya untuk menyebarkan propaganda mengenai perjuangan mujahidin di Iraq. Syekh Zarqawi memerlukan rekan-rekan yang cerdas di bidang komputer, dan Irhabi 007 terbukti menonjol diantara pendukung lainnya, yang kebanyakan berada di Eropa.

Peranan utama Irhabi 007 mulai menjadi pembicaraan di jagat Cyber Jihad di bulan April pada tahun yang sama, ketika mujahidin di bawah kendali Syekh Zarqawi mengubah nama mereka menjadi Tandzim Al Qaeda di Iraq dan mulai mengeluarkan pernyataan resmi melalui juru bicaranya, Syekh Abu Maysara al-Iraqi, di Forum Al Ansar Al Islami. Pada pemunculan pertamanya, al-Iraqi menuliskan dengan bahasa Arab mengenai kabar baik yaitu sebuah kelompok yang terdiri dari orang-orang yang berani dan membanggakan yang diharapkan bisa menyerang kepentingan ekonomi agresor kuffar Amerika dan memenangkan pertarungan tersebut demi kebangkitan Islam.

Pada waktu itu, beberapa orang meragukan keautentikan pemunculan tersebut, namun Irhabi 007 menjadi orang pertama yang memberikan respon, menawarkan kata-kata dukungan. Tidak lama al-Iraqi menjawab tawaran tersebut dan mengukuhkan kerjasama mereka, atas peranan utama Irhabi 007.

Melewati satu setengah tahun berikutnya, Irhabi 007 membuktikan dirinya sebagai mujahidin yang dapat diandalkan yang memiliki keahlian dalam berbagai bidang berkaitan dengan internet. Irhabi 007 menjadi seorang anggota yang sangat aktif di forum-forum jihad dengan bahasa Inggris dan Arab. Dia bekerja melindungi dan memikirkan keamanan on line, membuat jaringan multimedia, dan menyelenggarakan seminar secara on line mengenai kegunaan internet. Irhabi 007 terlihat on line siang dan malam, siap menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana cara mengirimkan video, bahkan ia seringkali bersedia mengambil alih serta melakukan pengiriman itu sendiri. Irhabi juga memiliki kemampuan menghack situs serta berkonsentrasi mengajarkannya kepada para surfer internet secara rahasia dengan browsing tanpa nama.

Suatu ketika, Irhabi 007 pernah mengirimkan pesan sebanyak 20 halaman berjudul “ Seminar Hacker Website “, kepada forum Al-Ekhlas. Pesan-pesan tersebut berisi informasi mendetail tentang seni hacker, lusinan daftar website yang mudah diserang, website yang dapat di upload . Irhabi 007 menggunakan sendiri strategi ini, meng up load data ke web site yang dijalankan oleh negara bagian Arkansas, kemudian Irhabi 007 juga meng up load data ke web site yang dijalankan oleh Universitas George Washington. Keahliannya tersebut membuat pihak musuh meyakini bahwa Irhabi 007 bedomisili di Amerika Serikat.

Irhabi 007 juga menggunakan website-website lain yang tidak terhitung jumlahnya untuk memberikan panduan secara gratis mengenai bahan-bahan yang diperlukan oleh para mujahid untuk di up load dan share. Sebagai tambahan dari situs-situs tersebut, Irhabi 007 menyediakan cara-cara untuk menemukan server yang mudah diserang, sekaligus juga saran untuk mengamankan situs tersebut. Dengan cara ini, para mujahid dapat menggunakan bantuan pihak ketiga untuk menyebarkan propaganda mereka, sehingga mereka tidak perlu beresiko menggunakan ruang web mereka sendiri dan yang terpenting mereka tidak menggunakan uang mereka sendiri.

Kemampuan Irhabi 007 dalam Cyber Jihad bermanfaat tidak hanya dalam pertukaran media, tetapi juga dalam pendistribusian dalam skala besar semua produksi Al Qaeda. Dalam suatu kejadian, Irhaby membuat sebuah page untuk menyebarluaskan sebuah film yang diproduksi oleh Al-Qaeda, khususnya Syekh Zarqawi yang berjudul “ Semua Demi Agama Allah “. Alamat page tersebut adalah www.alaflam.net/wdkl.

Jaringan itu, di up load di bulan Juni 2005, menyediakan berbagai outlet dimana para pengunjung dapat menemukan video tersebut. Bila ada sebuah kejadian yang menyebabkan salah satu situs tidak dapat digunakan, maka ada banyak sumber lain yang tersedia sebagai pendukung. Beberapa di antaranya berada pada domain seperti www.irhabi007.ca atau www.irhabi007.tv , menunjukkan keterlibatan Irhaby yang sangat kuat. Film tersebut, yang dikeluarkan secara khusus oleh Al Qaeda di Iraq, menampilkan ceramah dan nasihat dari Syekh Usama bin Laden yang sangat bermanfaat bagi para mujahidin, uraian mengenai penjara Abu Ghraib, dan pernyataan politik mengenai aturan Perdana Menteri Murtadin Iraq Ayad Allawi.

Siapa sangka, kecanggihan dunia maya dalam Cyber Jihad ini dilakukan oleh Irhabi 007 melalui kamar tidurnya yang berantakan. Semua itu tidak menghalangi Irhabi 007 yang kemudian dikenali sebagai seorang pemuda muslim berusia 23 tahun, mahasiswa TI di sebuah universitas di London. Dialah Younus At Tsouly, alias Irhabi 007.

Keahlian-Keahlian Irhabi 007

Jika dikumpulkan, keahlian-keahlian dan sepak terjang Irhabi 007 dalam dunia Cyber Jihad meliputi ; keahlian di bidang hacking (membobol ke dalam sistem komputer) dan cracking (dapat melewati penjagaan keamaanan software). Beliau juga mengajarkan kaum muslimin bagaimana cara untuk menyembunyikan diri mereka sendiri dari deteksi.

Komputer yang digunakan Irhabi 007 juga memiliki kemampuan membobol ke dalam server-server web yang tidak terproteksi dan menggunakan File Transfer Protocol (FTP), sebuah mekanisme untuk tukar-menukar file melalui Internet, untuk memposting file yang berhubungan dengan jihad. Teknik ini memungkinkan yang lainnya untuk mengakses secara cepat sejumlah besar file yang beliau posting ke server-server yang di hack. Di antara file-file Irhabi 007 yang disebarkan melalui metode ini adalah file klip-klip audio dan video pimpinan Al Qaeda, termasuk Syekh Usama bin Laden, Syekh Ayman al Zawahiri dan Syekh Abu Musab al Zarqawi.

Irhabi 007 juga berkemampuan menggunakan jasa web hosting gratis, beberapa diantaranya berlokasi di Amerika Serikat, untuk membuat situs-situs web baru. Dalam kaitannya dengan bandwidth yang terbatas (jumlah dan kecepatan data yang dikirimkan) yang biasanya ditawarkan oleh jasa hosting gratis, jasa ini merupakan jasa paling utama yang digunakan beliau untuk memasang link kepada materi yang berlokasi di server-server lainnya, termasuk bermacam-macam situs FTP yang kendalinya telah dia ambil alih.

Beberapa alamat Web yang dibuatnya merupakan variasi dari nicknamenya (nama panggilan, pent) saat online, seperti "erhabi", "007irhabi," dan "irhaby007;" dia menamakan dua dari situsnya yang lain "alqa3edah" (seperti Al Qaeda) dan "deadzionists" (matilah para zionis, pent). Para pengunjung situs ini bisa mengakses link-link untuk buku pedoman penggunaan senjata dan klip-klip audio dan video yang mendukung usaha-usaha Al Qaeda di Iraq dan Eropa, termasuk video-video pasukan Amerika yang dipenggal di Iraq.

Dalam rangka untuk mengambil manfaat dari jasa web hosting yang lebih baik, yang tersedia bagi pelanggan yang membayar, Irhabi 007 menggunakan informasi kartu kredit dan kartu identitas pada musim panas 2005. Salah satu situs yang beliau buat dengan memanfaatkan informasi dikenal sebagai "alerhaab." Beliau menyatakan bahwa "alerhaab" digunakan oleh kelompok jihad sesungguhnya untuk mengirim materi-materi jihadi, tetapi informasi registrasi situs tersebut terdaftar atas nama seorang wanita Inggris yang tinggal di daerah London. Situs ini dapat menelusur balik kepada Irhabi 007 karena alamat email yang terdaftar di registrasi bukan atas nama wanita Inggris, tetapi benar-benar alamat yang digunakan oleh Irhabi 007. Beliau mengulangi kecakapannya untuk mendaftarkan situs-situs web dengan informasi yang telah dimanfaatkannya secara cepat beberapa kali. Sebagai contoh, situs "irhaab007" yang didaftarkan atas nama anggota pasukan Khusus Angkatan Darat Amerika Serikat yang tinggal di Pennsylvania.

Pada bulan Juli 2004, Irhabi 007 melakukan tindakan yang luar biasa berani menyita perhatian FBI ketika dia membajak server FTP yang dioperasikan oleh Departemen Jalan Raya Arkansas dan Transportasi menjelmakannya menjadi papan pesan Al Qaeda. Beliau memposting lusinan file audio dan video jihadi sehingga yang lainnya dapat dengan bebas mendownloadnya. File-file ini termasuk video-video yang dibuat oleh kelompok gabungan Al Qaeda di Saudi Arabia yang bertanggung jawab terhadap serangan atas perumahan yang didiami para karyawan luar negeri di Kerajaan pada bulan November 2003.

Pada bulan Agustus 2004 Irhabi 007 kembali menarik perhatian pelaksana hukum Austria karena memposting peta garasi bawah tanah di Vienna. Dalam kisaran waktu tersebut, pemerintah di Amerika Serikat dan Kerajaan Inggris, seperti halnya ahli-ahli di luar pemerintahan, dibuat kebingungan dengan sepak terjang Irhabi 007 di dunia maya. Mereka pun dengan serius berusaha melacak lokasi Irhaby 007 dengan dengan menggunakan beragam metode pelacakan.

Sang Legenda Cyber Jihad Yang Terus Hidup

Takdir Allah pasti terjadi pada setiap hambaNya. Di bulan Oktober 2005, Irhabi 007 menghilang dari message boards. Nick Name Irhabi 007 tidak terlihat lagi on line di forum-forum jihad. Sebagian anggota pun mulai bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan ‘pahlawan’ mereka. Teryata, pihak kepolisan Skotland Yard, Inggris, berhasil menahan seorang pemuda berusia 23 tahun yang berasal dari London Barat, bernama Younus At Tsouli. Penangkapan ini lebih banyak karena faktor keberuntungan.

Awalnya, di bulan Oktober 2005, polisi Bosnia menahan beberapa orang pemuda di Sarajevo atas tuduhan terorisme. Selama penggeledahan apartemen mereka, pihak kepolisian juga membongkar dan mengacak-acak rekaman telepon dan email mereka. Dari sinilah penyelidikan juga mengarahkan polisi Inggris untuk menangkap Younus Tsouli, Waseem Mughal, dan Tariq Al-Daour, dengan dakwaan di bawah Undang-undang Terorisme Kerajaan Inggris. Tsouli dan Mughal didakwa dengan 10 pelanggaran, termasuk konspirasi pembunuhan, konspirasi untuk melakukan peledakan, konspirasi untuk memperoleh uang dengan melakukan penipuan, pengembangan dana dan memiliki artikel-artikel untuk tujuan terorisme. Sebelumnya, pihak kepolisian Inggris tidak mengetahui siapa Tsouli yang telah ditangkapnya itu. Tapi, bagaikan mendapat durian runtuh, Tim investigator Inggris akhirnya dengan gembira menyatakan mereka yakin bahwa Younus At Tsouli adalah Irhabi 007. Anehnya, sejauh ini tidak ada dakwaan yang secara langsung berkaitan dengan aktifitasnya sebagai Irhabi 007 di internet, tetapi dakwaan yang diberikan pada Tsouli sudah banyak sekali.

Memang, sebagian orang akan beranggapan bahwa butuh waktu yang sangat lama bagi Younus At Tsouli alias Irhabi 007 untuk dapat on line kembali. Namun, pada kenyataannya, meski pun dia telah ditangkap, diadili, dan saat ini telah dijatuhi hukuman penjara oleh pemerintahan Inggris, namun nama Irhabi 007 sudah terlanjur menjadi legenda bagi dunia Cyber Jihad. Dalam forum-forum jihad Islam, bermunculan Copy Cat yang menggunakan nick name serupa atau paling tidak hampir sama dengan nick name beliau, misalnya Teroris 007, Mujahid 007, atau Terrorist. Juga situs-situs dengan nama Irhaby. Hal ini menunjukkan bahwa di dunia maya banyak yang mengagumi Irhaby 007.

Sebuah lembaga kontra terorisme bernama Institut SITE bahkan secara khusus membuat sebuah studi kasus tentang sepak terjang Irhabi 007 dengan cara memonitor dan kemudian menggabungkan antara forum yang terlindungi password dan berkomunikasi dengan komunitas jihad online.

Sebuah stasiun televisi juga telah membuat laporan tentang Irhabi 007, berbahasa Inggris, lengkap dengan analisa dan perspektif dari para pakar IT, pihak kepolisian, hingga kalangan awam. Semua ini menggambarkan pengaruh yang sangat luar biasa dalam bidang Cyber Jihad dari seorang Irhabi 007.

Irhaby 007 pun sudah membuat sebuah buku berjudul Panduan Menjadi Hacker Muslim yang ditulisnya sendiri dan telah tersebar di hampir seluruh forum-forum Islam. Bahkan, dengan sangat canggih Irhabi 007 telah mengantisipasi ketidakmunculannya (seakan tahu bahwa aktivitasnya beresiko terhadap penahanan dirinya). Beberapa bulan sebelumnya, Irhabi 007 mengeluarkan surat wasiatnya di internet. Di dalamnya ia menyediakan jaringan yang membantu keamanan internet dari para pengunjung dan keahlian menghack di tengah ketidakhadirannya, yakni sebuah rubrik bagi para mujahid mencari cara untuk melanjutkan pelayanan untuk tindakan berani mereka. Irhabi 007 mungkin telah ditangkap, tetapi warisan on linenya akan menghasilkan ribuan Irhabi 007 yang baru. Sungguh, nama Younus At Tsouli alias Irhabi 007 telah menjadi legenda bagi para mujahidin dalam dunia Cyber Jihad. Wallahu’alam bis showab!

Source:
Jihad Magazine edisi II
Rubrik Support Jihad Media
Ar Rahmah Media Network
http://ww.arrahmah.com /@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |