Al-Qur'an Menurut Kaum Oportunis

Oleh Saiful Islam Mubarak


Masalah:

Penulis pernah diminta beberapa orang mahasiswa untuk menanggapi pernyataan-pernyataan satu kelompok, yang menurut pengakuannya, mengajak ummat kepada kebebasan berpikir. Maka penulis menjawab: bila kita menanggapi mereka, pasti mereka akan menjadi besar. Dan itulah yang mereka harapkan. Karena itu janganlah membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang kurang berarti. Namun sayang sekali diantara kita ada yang terpancing, hingga terjadilah perdebatan di layar televisi, dan akhirnya terjadilah apa yang diduga sebelumnya. Sebenarnya mereka membuat masalah untuk mendapat perhatian masyarkat. Padahal masyarakat telah menghadapi banyak masalah yang perlu solusi. Mereka berkata:

* Kitab al Qur'an masih diragukan keasliannya, karena baru dibukukan atas perintah Khalifah Utsman bin Affan sesudah Rasulullah saw wafat.
* Al Quran harus dikoreksi segala ketentuan hukumnuya agar sesuai dengan perkembangan zaman kehidupan manusia.
* Dalam perkara yang telah ada ketetapannya dalam alQuran dan al Hadis
* boleh dipertanyakan kebenarannya dan keabasahannnya.
* Dan lain-lain.

Apa yang mereka cari hingga berani menghina al-Quran?

Pembahasan:

Sejak al-Quran turun pada empatbelas abad yang lalu, manusia terbagi dua kelompok, yaitu kelompok yang menerima dan yang menolak. Dan sejak awal, alQuran telah menantang semua pemikir dan ahli bahasa Arab untuk membuat al-Quran tandingan , bila tidak mampu satu Quran maka buatlah sepuluh surat , dan bila tidak mampu juga maka buatlah satu surat saja, ternyata sejak turun al-Quran hingga saat ini tak pernah ada yang berhasil membuat al-Quran tandingan meski mereka mencurahkan segala upaya untuk melakukannya.

Setiapkali mereka mencoba maka yang terjadi hanyalah memperlihatkan kebodohan dan kehinaannya sendiri padahal mereka adalah orang Arab yang ahli dan terkemukan seperti yang pernah dialami Musailimah al Kadzdzab. Karena itu bila saat ini ditemukan kembali kelompok manusia yang menamakan dirinya sebagai kelompok intelektual atau kelompok studi Islam actual atau lainnya, lalu mereka mencurahkan segala upaya untuk merendahkan alQuran, maka sesungguhnya mereka tidak lain kecuali merupakan pelanjut kelompok terdahulu yang akan menjatuhkan dirinya sendiri di kemudian hari, dan membuktikan bahwa mereka belum mengerti al-Quran.

Dan sungguh rasional bila orang Indonesia tidak dapat membedakan antara bahasa Arab manusia dengan bahasa Arab alQuran yang sudah tersusun sejak sebelum orang Arab lahir. Bila orang Arab yang menentang al-Quran bukan karena tidak mengakui ketinggian bahasa al-Quran akan tetapi semata-mata karena terkuasai hawa nafsunya, maka orang Indonesia mengingkari al-Quran bukan saja karena terkuasai hawa nafsu akan tetapi juga karena tidak dapat membedakan mana bahasa Arab susunan manusia dan mana bahasa Arab yang diturunkan Allah kepada hamba pilihan-Nya.

AlQuran diturunkan pada masa Bahasa Arab mencapai puncak kesusasteraannya. Namun demikian para sastrawan dan penyair ketika itu tunduk kepada ketinggian bahasa al-Quran. Seorang sastrawan dan penyair yang tiada duanya di kalangan Quraisy bernama al Walid bin al Mughirah mengakui dan merasakan ketinggian bahasa al-Quran dan kedalaman maknanya.

عن بن عباس رضي الله عنهما أن الوليد بن المغيرة جاء إلى النبي صلى
الله عليه وسلم فقرأ عليه القرآن فكأنه رق له فبلغ ذلك أبا جهل فأتاه
فقال يا عم إن قومك يرون أن يجمعوا لك مالا قال لم قال ليعطوكه فإنك أتيت
محمدا لتعرض لما قبله قال قد علمت قريش أني من أكثرها مالا قال فقل فيه
قولا يبلغ قومك إنك منكر له أو إنك كاره له قال وماذا أقول فوالله ما
فيكم رجل أعلم بالأشعار مني ولا أعلم برجز ولا بقصيدة مني ولا بأشعار
الجن والله ما يشبه الذي يقول شيئا من هذا ووالله إن لقوله الذي يقول
حلاوة وإن عليه لطلاوة وأنه لمثمر أعلاه مغدق أسفله وإنه ليعلو وما يعلى
وإنه ليحطم فاتحته قال لا يرضى عنك قومك حتى تقول فيه قال فدعني حتى أفكر
فلما فكر قال هذا سحر يؤثر يأثره من غيره فنزلت ذرني ومن خلقت وحيدا


Dari ibnu Abas ra bahwa al Walid bin al Mughirah datang kepada Nabi saw. Maka beliau membacakan al-Quran kepadanya hingga hanyutlah qalbunya. Berita ini sampai kepada Abu Jahal. Maka dia mendatanginya dan berkata: wahai pamanku, bawahanmu sepakat mengumpulkan harta untukmu. Dia berkata: untuk apa? Ia berkata: untuk diberikan padamu, karena kamu telah mendatangi Muhammad untuk menyampaikan tawaran yang dapat dia terima.

Dia berkata: orang Quraisy semua mengetahui bahwa aku adalah orang Quraisy yang terkaya. Ia berkata: kalau begitu, katakanlah satu kalimat yang dapat diketahui bawahanmu bahwa kamu mengingkari (Muhammad) dan membencinya. Dia berkata: apa yang harus kukatakan. Tak ada seorangpun diantaramu yang mengetahui syair, rajaz atau qasidah melebihi pengetahuanku.

Demikian juga pengetahuan tentang syair dari jin. Demi Allah semua itu tidak menyerupai apa yang dia bacakan. Demi Allah sungguh pada apa yang dia (Muhammad) bacakan terdapat yang sangat manis dan menarik. Ia bagaikan (pohon) yang diatasnya penuh dengan buah-buahan dan akarnya tertancap kedalam. Ia sangat tinggi tidak dapat dijangkau. Abu Jahal berkata: kamu akan dibenci rakyatmu hingga kamu mencacinya. Dia berkata: baiklah, beri aku kesempatan untuk berpikir. Setelah dia berpikir, maka berkata: ini adalah sihir yang sangat berpengaruh. Maka turunlah ayat:

ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا(11)

Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.

Pelajaran dari peristiwa diatas:

* Al Walid sebagai seorang sastrawan yang diharapkan dapat mempengaruhi Muhammad ternyata dia tenggelam dalam kedalaman makna alQuran, dan dia tunduk dihadapan keindahan susunannya.
* Al Walid terus terang kepada Abu Jahal mengungkapakan apa yang ditemukan dan dirsakannya dari al-Quran.
* Al Walid mencabut pengakuannya karena karena takut kehilangan pengikut. Hal ini mnunjukkan bahwa dia ingkar kepada al-Quran bukan karena ragu-ragu akan kebenarannya melainkan karena tunduk kepada tuntutan hawa nafsunya dan patuh kepada akalnya.

Tugas kita sebagai muslim sangat banyak, karena itu kita jangan terjebak dengan pancingan-pancingan dari orang yang mengutamakan membuat masalah daripada mangatasi masalah. Bila kita melihat perjalanan sejarah maka kita akan mengetahui bahwa semua yang mereka kemukakan bukan masalah baru. Walaupun redaksinya baru namun isinya sama dengan yang dikemukakan orang-orang munafiq yang hidup pada zaman Rasulullah dan orang-orang kafir yang hidup pada zaman berikutnya.

Sungguh semua yang mereka kemukakan bukan pernyataan yang muncul dari pemikiran mereka akan tetapi mereka hanya melanjutkan pernyataan yang sudah lama yang telah disampaikan orang-orang yang menjadi hamba hawa nafsu dan mempertuhan akalnya. Mereka pasti menyadari bahwa pola berpikir manusia berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Lalu, kalau kita berpedoman kepada hasil pikiran manusia maka hasil pikiran siapa yang mesti dijadikan pegangan hidup bagi semua manusia.

Bila mereka sepakat untuk menentukan susuatu pedoman hidup, maka ketentuan yang mereka sepakati tidak akan sesuai dengan ketentuan yang disepakati kelompok lain. Lalu, kentuan yang mana yang dapat diterapkan untuk kepentigan semua manusia. Dan jika hasil pikiran manusia tidak dapat dijadikan pedoman hidup bagi semua manusia, maka pedoman mana yang akan mereka jadikan sebagai pegangan? Mereka meragukan keaslian kitab al-Quran. Apakah ada kitab lain yang mereka yakini kasliannya selain al-Quran. Atas dasar apa mereka meragukan alqruan dan meyakini yang lain. Apakah mereka tidak melihat bahwa:

* Al Quran adalah satu-satunya kitab suci yang memiliki bahasa yang sama meski pembacanya berbeda bahasa?
* Al Quran adalah satu-satunya kitab suci yang memiliki aturan baca yang tersebar di seluruh dunia dan dipelajari serta diikuti umat di dunia.
* Al Quran satu-satu kitab suci yang tak pernah berhenti dibaca oleh umat Islam selama duapuluh emapat jam setiap hari. Bila berhenti bacaan di satu tempat maka ditempat lain di dunia pasti ada yang membacanya.
* Al Quran satu-satunya kitab suci yang dipelihara dengan para penghapal yang tidak terhitung jumlahnya, baik didalam atau di luar negri. Adakah kitab lain yang memiliki penghapal secara keseluruhan selain al-Quran. Bila ada kitab lain yang dihapal secara keseluruhan di Barat maka yang dihapal di Timur, meski nama kitabnya sama namun
* Isinya berbeda karena bahasanya berbeda, sehingga kedua penghapal tersebut tidak akan bertemu dalam hapalan yang sama. Berbeda dengan al-Quran siapapun yang mengapal dan dengan bahasa apapun mereka berbicara pasti alQuran yang mereka baca adalah sama.
* Al Quran satu-satunya kitab yang tidak pernah mengalami perubahan bahasa kendatipun para pembacanya berbeda bahasa.
* Al Quran satu-satunya kitab suci yang tetap bertahan tidak pernah mengalami perubahan baik bahasa ataupun susunan kalimat meski tangan-tangan kotor telah berupaya untuk merubah dan merusaknya - Al Quran satu-satunya kitab yang bila dibacakan selalu berpengaruh bagi pendengarnya kendatipun sebagian pendengar tidak mengerti bahasanya.
* Al Quran satu-satunya kitab yang diakui keaslian bahasanya. Karena bahasa Al Quran diseluruh dunia adalah sama. Meski telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa namun tak seorang pun didunia yang mengaku mampu membaca alQuran kecuali dengan membaca bahasa aslinya. Karena itu, orang yang membaca terjemahannya tidak disebut membaca al-Quran.
* Adakah kitab lain yang dapat menandingi al-Quran?

Semua orang yang mengkaji banding antara satu kitab dengan kitab lainnya dengan objektif pasti akan berkata bahwa al-Quran adalah kitab yang tidak dapat disamakan dengan kitab lainnya. Dan kepada yang mengajak berpikir bebas perlu kita tanyakan: Atas dasar apa anda berkata:

* Kitab al Qur'an masih diragukan keasliannya, karena baru dibukukan atas perintah Khalifah Utsman bin Affan sesudah Rasulullah saw wafat. Apakan Anda berkata demikian setelah memaca salah satu buku sejarah? Buku sejarah yang anda baca hanyalah karya seorang penulis yang tidak menyaksikan pembukuan al-Quran. Dan anda pun tidak mengenalnya. Mengapa anda percaya begitu saja kepada buku sejarah yang tidak dapat diteliti kebenarannya? Sementara kepada al-Quran anda ragu-ragu. Padahal pembawa al-Quran tidak terhitung jumlahnya sementara pembawa sejarah dapat dihitung dengan jari. Kemudian anda berkata:
* Al Quran harus dikoreksi segala ketentuan hukumnuya agar sesuai dengan perkembangan zaman kehidupan manusia. Siapakah yang akan mengoreksi ketentuan hukum tersebut? Apakah anda sendiri, dengan keterbatasan ilmu hingga tidak mampu membedakan mana bahasa manusia dan mana bahasa yang telah Allah tetapkan untuk alQuran. Atau anda mengangkat orang lain yang anda percayai, lalu apakah dia mendapat kepercayaan dari para ulama dunia yang telah banyak berbuat untuk umat?

Bila tidak, maka siapa yang akan menerima hasil koreksi tersebut. Kalau tidak ada dapat menyetujui dan mendukung Apakah anda akan terus melakukan hal-hal yang tidak berguna. Sungguh orang yang sehat akan selalu memilih pekerjaan yang berguna bagi umat dan menjauhi yang tidak berguna. Lalu anda berkata:

Dalam perkara yang telah ada ketetapannya dalam al-Quran dan al-Hadis boleh dipertanyakan kebenarannya dan keabasahannnya. Untuk apa anda mempertanyakan hal-hal yang sudah dijadikan pegangan seluruh umat Islam di dunia sejak dahulu? Yang perlu dipertanyakan justru pola berpikir dan keislaman anda kalau anda mengaku seorang muslim.

Bila anda ragu terhadap keaslian al-Quran dan anda memandang hukumnya tidak sesuai dengan perkembangan zaman, dan mempertanyakan kebenaran dan keabsahan ketetapan al-Quran dan hadis, maka siapa yang mau mengakui ke-islaman anda selain segelintir orang yang terjebak dengan ungkapan anda?

Maka sia-sialah semua yang anda kemukakan kepada kaum muslimin. karena semua umat Islam di dunia akan mengetawakan anda. Mereka lebih percaya kepaa para ulama yang telah banyak berbuat untuk umat daripada anda yang tidak dikenal kecuali melalui pernyataan-pernyataan yang menjatuhkan diri anda sendiri.
/@cwi

selengkapnya...

'a14c839efa49329', // Required to request ads. To find your Publisher ID, log in to your AdMob account and click on the "Sites & Apps" tab. 'ANALYTICS_ID' => 'your_analytics_site_id', // Required to collect Analytics data. To find your Analytics ID, log in to your Analytics account and click on the "Edit" link next to the name of your site. 'AD_REQUEST' => true, // To request an ad, set to TRUE. 'ANALYTICS_REQUEST' => false, // To enable the collection of analytics data, set to TRUE. 'TEST_MODE' => true, // While testing, set to TRUE. When you are ready to make live requests, set to FALSE. // Additional optional parameters are available at: http://developer.admob.com/wiki/AdCodeDocumentation 'OPTIONAL' => array() ); // Optional parameters for AdMob Analytics (http://analytics.admob.com) //$admob_params['OPTIONAL']['title'] = "Enter Page Title Here"; // Analytics allows you to track site usage based on custom page titles. Enter custom title in this parameter. //$admob_params['OPTIONAL']['event'] = "Enter Event Name Here"; // To learn more about events, log in to your Analytics account and visit this page: http://analytics.admob.com/reports/events/add /* This code supports the ability for your website to set a cookie on behalf of AdMob * To set an AdMob cookie, simply call admob_setcookie() on any page that you call admob_request() * The call to admob_setcookie() must occur before any output has been written to the page (http://www.php.net/setcookie) * If your mobile site uses multiple subdomains (e.g. "a.example.com" and "b.example.com"), then pass the root domain of your mobile site (e.g. "example.com") as a parameter to admob_setcookie(). * This will allow the AdMob cookie to be visible across subdomains */ //admob_setcookie(); /* AdMob strongly recommends using cookies as it allows us to better uniquely identify users on your website. * This benefits your mobile site by providing: * - Improved ad targeting = higher click through rates = more revenue! * - More accurate analytics data (http://analytics.admob.com) */ // Send request to AdMob. To make additional ad requests per page, copy and paste this function call elsewhere on your page. echo admob_request($admob_params); ///////////////////////////////// // Do not edit below this line // ///////////////////////////////// // This section defines AdMob functions and should be used AS IS. // We recommend placing the following code in a separate file that is included where needed. function admob_request($admob_params) { static $pixel_sent = false; $ad_mode = false; if (!empty($admob_params['AD_REQUEST']) && !empty($admob_params['PUBLISHER_ID'])) $ad_mode = true; $analytics_mode = false; if (!empty($admob_params['ANALYTICS_REQUEST']) && !empty($admob_params['ANALYTICS_ID']) && !$pixel_sent) $analytics_mode = true; $protocol = 'http'; if (!empty($_SERVER['HTTPS']) && strtolower($_SERVER['HTTPS']) != 'off') $protocol = 'https'; $rt = $ad_mode ? ($analytics_mode ? 2 : 0) : ($analytics_mode ? 1 : -1); if ($rt == -1) return ''; list($usec, $sec) = explode(' ', microtime()); $params = array('rt=' . $rt, 'z=' . ($sec + $usec), 'u=' . urlencode($_SERVER['HTTP_USER_AGENT']), 'i=' . urlencode($_SERVER['REMOTE_ADDR']), 'p=' . urlencode("$protocol://" . $_SERVER['HTTP_HOST'] . $_SERVER['REQUEST_URI']), 'v=' . urlencode('20081105-PHPCURL-acda0040bcdea222')); $sid = empty($admob_params['SID']) ? session_id() : $admob_params['SID']; if (!empty($sid)) $params[] = 't=' . md5($sid); if ($ad_mode) $params[] = 's=' . $admob_params['PUBLISHER_ID']; if ($analytics_mode) $params[] = 'a=' . $admob_params['ANALYTICS_ID']; if (!empty($_COOKIE['admobuu'])) $params[] = 'o=' . $_COOKIE['admobuu']; if (!empty($admob_params['TEST_MODE'])) $params[] = 'm=test'; if (!empty($admob_params['OPTIONAL'])) { foreach ($admob_params['OPTIONAL'] as $k => $v) { $params[] = urlencode($k) . '=' . urlencode($v); } } $ignore = array('HTTP_PRAGMA' => true, 'HTTP_CACHE_CONTROL' => true, 'HTTP_CONNECTION' => true, 'HTTP_USER_AGENT' => true, 'HTTP_COOKIE' => true); foreach ($_SERVER as $k => $v) { if (substr($k, 0, 4) == 'HTTP' && empty($ignore[$k]) && isset($v)) { $params[] = urlencode('h[' . $k . ']') . '=' . urlencode($v); } } $post = implode('&', $params); $request = curl_init(); $request_timeout = 1; // 1 second timeout curl_setopt($request, CURLOPT_URL, 'http://r.admob.com/ad_source.php'); curl_setopt($request, CURLOPT_RETURNTRANSFER, 1); curl_setopt($request, CURLOPT_TIMEOUT, $request_timeout); curl_setopt($request, CURLOPT_CONNECTTIMEOUT, $request_timeout); curl_setopt($request, CURLOPT_HTTPHEADER, array('Content-Type: application/x-www-form-urlencoded', 'Connection: Close')); curl_setopt($request, CURLOPT_POSTFIELDS, $post); list($usec_start, $sec_start) = explode(' ', microtime()); $contents = curl_exec($request); list($usec_end, $sec_end) = explode(' ', microtime()); curl_close($request); if ($contents === true || $contents === false) $contents = ''; if (!$pixel_sent) { $pixel_sent = true; $contents .= "'; } return $contents; } function admob_setcookie($domain = '', $path = '/') { if (empty($_COOKIE['admobuu'])) { $value = md5(uniqid(rand(), true)); if (!empty($domain) && $domain[0] != '.') $domain = ".$domain"; if (setcookie('admobuu', $value, mktime(0, 0, 0, 1, 1, 2038), $path, $domain)) { $_COOKIE['admobuu'] = $value; // make it visible to admob_request() } } }



Mari Menggapai Laylah al-Qadr

Kamis, 26/08/2010 11:09 WIB | email | print | share
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢﴾
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿٣﴾
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾
“Sungguh Kami telah menurunkan al-Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para Malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS, Al-Qadr : 1-5)
Tafsir Ayat.
Allah Ta’ala berfirman : “Inna anzalnahu fi laylah al-qadr (Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qu’ran pada malam kemuliaan). Dalam ayat ini digunakan frasa Inna (sunguhnya Kami), bukan Inni (sesungguhnya Aku). Dijelaskan Fakhruddin ar-Rasi, kata tersebut tidak boleh dimaknai li al jam’i (untuk menunjukkan makna jamak). Sebab, hal itu mustahil ditujukkan kepada Allah, Zat Yang Maha Esa. Karena itu, kata tersebut harus dimaknai sebagai li at-ta’zhim (untuk mengagungkan).
Huruf al-ha’ (dhamir al-ghaib, kata ganti pihak ketiga) dalam ayat ini, tidak memiliki al ism azh-zhahir yang menjadi rujukkannya. Meskipun demikian, para mufassir sepakat bahwa dhamir tersebut menunjuk pada Al-Qur’an. Menurut al-Qurthubi, tidak disebutkan kata al-Qur’an karena maknanya sudah maklum. Fakhruddin ar-Razi dan Az-Zamakhsyari menjelaskan, ketiadaan al-ism azh-zhahir itu menjadi salah satu aspek yang menunjukkan keagungan al-Qur’an. Adapun Al-Khaththabi dan Abu Hayyan al-Andalusi mengaitkannya dengn surat sebelumnhya: “Iqra bi (i)smi Rabbika : sehingga seolah dikatkan : Bacalah apa yang Kami turunkan kepadamu berupa firman Kami, “Inna anzalnahu laylah al-qadr”.
Dalam ayat ini diberitakan bahwa al-Qur’an diturunkan pada malam al-qadr. Secara fakta, al-Qur’an turun kepada Rasulullah saw. secara bertahap selama dua puluh tiga tahun: siang dan malam, dalam berbagai bulan dan keadaan. Jika demikian, apa makna al-Qur’an diturunkan pada suatu malam yang disebut sebagai malam al-qadr itu?
Setidak ada dua keterangan, pertama, turunnya al-Qur’an yang diberitakan dalam ayat ini adalah turunnya al-Qur’an secra sekaligus dari al-lawh al-Mahfudz ke Bayt al-Izzah di langit dunia. Selanjutnya, al-Qur’an turun kepada Rasulullah Shallahi alaihi wa sallam selama 23 tiga tahun secara bertahap setiap saat. Penjelasan ini disampaikan Ibn ‘Abbas: juga dipilih oleh beberapa mufassir seperti al-Alusi, al-Baghawi, asy-Syaukani, as-Samarqandi, dan yang lainnya.
Kedua, turunnya al-Qur’an pertama kali. Ini merupakan pendapat asy-Syatibi dan yang lainnya. Intinya,awal diturunkannya al-Qur’an dan diutusnya Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam terjadi pada malam al-qadr itu. Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadhan (QS, al-Baqarah : 185).
Mengapa mala itu disebut sebagai malam al-qadr? Menurut Ibn ‘Abbas, Qatadah dan lain-lain, dinamakan al-qadr, karena didalamnya terjadi penentuan ajal, rezeki dan berbagai kejadian di dunia yang diberikan kepada Malaikat untuk dikerjakan. Pendapat ini juga dipilih az-Zamakhsyari, asy-Syaukani dan al-Baghawi, karena dinilai sejalan dengan QS, ad-Dukhan (4). Adapun az-Zuhri memaknai laylah al-qadr sebagai malam al ‘azhamah wa asy-syaraf (keagungan dan kemuliaan). Pengertian ini juga sejalan dengan ayat berikutnya yang menjelaskan bahwa malam tersebut lebih baik dari seribu bulan. Ada juga yang memilih keuda pendapat itu tanpa menafikan salah satunya, seperti al-Baidhawi, as-Samarqandi, as-Sa’di dan al-Zuhaili. Jika diikuti penjelasan ayat-ayat sesudahnya, kedua pendapat itu sama-sama memiliki pijakan yang kuat. Tidak harus dipilih salah satunya dan menegasikan makna lainnya.
Kemudian Allah Ta’ala berfirman : “Wama adraka ma laylah al-qadr (Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?). Kalimat istifham ini memberikan makna tafkhim sya’niha (memuliakan urusannya), seolah-olah perkara tersebut keluar dr pengetahuan makhluk, dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Ta’ala. Demikian penjelasan asy-Syaukani. Tidak jauh berbeda, as-Syamarqandi juga menafsirkan sebagai ta’zhlim (an) laha (mengagungkan, memuliakan).
Pertanyaan itu, lalu dijelaskan daalm ayat berikutnya : Laylah al-qadr khayr min alfi syahr (in) (Malam kemuliaan itu lebh baik dari seribu bulan). Menurut Abu Hayyan, seribu bulan yang dimaksud adalah jumlah sebenarnya, yakni 83 tahun. Al-Hasan mengatakan, “Beramal pada malam al-qadr itu lebih utama daripada beramal pada bulan-bulan itu”. Menurut Anas, amal, sedekah, shalat dan zakat pada Laytul Qadr lebih baik daripada seribu bulan. Pendapat yang sama juga diekemukakan oleh Mujahid, Amrun bin Qays al Malai, Ibnu Jarir, Ibnu Ktsir dan as-Samarqandi. Bahkan menurut as-Syaukani, kesimpulan tersebut (beramal di malam itu lebih baik dairpada seribu bulan, selain yang didalamnya terdapat malam al-qadr) merupakan pendapat sebagian besar mufassirin. Mengenai keutamaan beramal pda malam itu juga ditegaskan Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam dalam sabdanya : “Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul Qadr, karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (HR.Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’I, Ahmad).
Kemudian Allah Ta’ala menjelaskan keutamaan lain Malam Laylatul Qadr dengan firman-Nya : “Tanazzalu al-malaikah wa al-Ruh fiha bi idzni Rabbihim min kulli amr (in) (Pada malam itu turun para Malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan). Pada malam itu, para Malaikat merupakan athf al-khash ‘ala al-amm (menambahkan yang khusus atas yang umum). Biasanya itu berguna untuk menunjukkan kemuliaan dan keagungan atas yang lain”. (QS, al-Baqarah : 98).
Menurut Ibn Katsir, banyaknya Malaikat yang turun karena banyaknya berkah. Malaikat turun dengan membawa berkah dan rahmat sebagaimana mereka turun ketika ada tilawah al-Qur’an. Mereka (Malaikat) mencari majelis dzikir dan meletakkan sayapnya mengitari orang-orang yang mencari ilmu untuk memuliakannya.
Dipaparkan ar-Razi, penyebutan bi idzni Rabbihim, memberikan isyarat bahwa para Malaikat itu tidak bertindak apapun selain dengan izin-Nya. Adapun kata Rabbbihim berguna sebagai ta’zhim (an) li al-malaikah wa tahqir (an) li al-ashah (untuk memuliakan Malaikat dan melecehkan para pelaku maksiat). Menurut Qatadah dan lainnya, frasa bi idzni Rabbihim min kulli amr (in) (dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan), memberikan pengertian bahwa pada malam itu diputuskan berbagai urusan ditetapkannya ajal dan rezeki. Hal ini sejalan dengan QS, al-Dukhan ayat 4.
Allah Ta’ala menutup ayat ini dengan firman-Nya : “Salam (un) hiya hatta mathla’ al fjar (Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. Dijelaskan Mujahid , bahwa keselamatan itu berarti salimah (selamat); syetan tidak mampu berbuat kejahatan atau melakukan perbuatan yang mencelakakan. Qatadah bahwa frasa tersebut berarti kebiakan semua. Tidak ada didalamnya keburukan hingga terbit fajar. Menurut as-Sya’bi, saat memberikan keselamatan kepada penghuni masjid mulai dari terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar, malaikat melewati setiap Mukmin dan berkata : “As-Salamu ‘alayka ayyuha all-Mu’min”. (Semoga keselamatan atas kalian, wahai Mukmin).
Keagungan Al-Qur’an dan Laytul Qadr.
Al-Qur'an kitab yang diturunkan kepda Nabi Shallahu alaihi wa sallam, berisi penjelasan segala sesuatu, yang kaitan dengan kehidupan manusia, berupa petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi Mukmin/Muslim (QS, an-Nahl ; 89). Dalam surat ini pengagungan al-Qur’an tampak dalam beberapa hal. Pertama: keagungan dan kemasyhuran al-Qur’an dalam berbagai hal, kendati tidak disebutkan secara zhahir, tidak ada perbedaan bahwa dzamir al-ghaib ini merujuk kepada al-Qur'an. Karena itu, meskipun tidak disebutkan secara zhahir, maknanya sudah sangat jelas.
Kemudian keagungan Zat yang menurunkannya al-Qur’an adalah Allah Azza wa Jalla, sebagai kitab yang berasal dari Zat Yang Maha Benar dan Maha Adil, kitab yang diturunkan-Nya pun demikian, shidqa (an) wa ad-la (a) (benar dan adil, lihat QS, al-An'am : 115).
Qur'an dipilih pada waktu yang amat mulia yang penuh berkah. (lihat QS.ad-Dukhan : 3), yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, para Malaikat, termasuk Jibril ke bumi. Ini menujukkan betapa mulia dan pentingnya malam itu. Sebab para Malaikat itu diak turun kecuali ada peristiwa besar. Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam dalam sabdanya :
“Sesungguhnya laylah al-Qadr itu adalah malam kedua puluh tujuh atau kedua puluh sembilan. Sesungguhnya para Malaikat pada malam itu di bumi lebih banyak daripada jumlah kerikil”. (HR. Ahmad dari Abu Hurairah).
Sudah sepatutnya kaum mukimin berusaha keras menggapai Laylatul Qadr di bulan Ramadhan, bulan yang lebih mulia dibanding dengan bulan-bulan lainnya. Tinggalkan dunia dan kejarlah ampunan (maghfirah-Nya), sehingga menjadi orang-orang yang muttaqin.
Ustad Rokhmat S.Labib.
/@cwi

selengkapnya...

SMS Lebaran 2010


Ban9, SMS siapa ini ban9??
IsinYa k0q paKai “MaaF, SYan9!?”
Ban9, ToLon9 don9 maaFin aYe, ban9!
KaLo Ka9ak, HaTi ‘ni taK tenan9.
Ban9, MinaL aiDin waL faidZin ban9!

*****

Misiii…
Mau minta maap nih!
Klo ada salah kata,
salah sikap,
gak bales sms,
gak ngangkat telpon,
Maapin yah!
Slamat hari raya idul fitri!

*****

Sebelum HCl jadi basa, NaOH jadi asam, NaCl jadi manis n glukosa jadi asin, hati selalu tertengadah mengharap titrasi maaf dari buret hatimu. Taqaballahu minna wa minkum

*****

sblm lidah kelu, sblm hati kmbli m’bku, sblm jmpol kaku&sulit hny utk skdar mnt m’f lwt
sms&sblm smw operator sbk..MOHON M’f ats smw khilaf yg ku lakuin.M’fin yaks!

*****

Pgn dpt maaf dr Andrik?

ketik:
REGANDRIK

kirim ke
0xxx24088802

Sms yg km dpt langsung dr hp aku!

_becanda,
met lebaran yah!
Maap2 klo ada slh kata

*****

SePuTiH CoCaInE
SeBeNiNg VoDkA
SeHaRum GaNjA
MhOn DiMaAfKaN SgAlA KsAlAhAn
MeSkI HnYa SeKeCil EcStAsY
“Met Idul Fitri 1431 H, m0Hon MAaf LHR dAn Btn

*****

“HrI kmÑängan tläh tb. DgÑ pñüh ktulusäñ membk pñtü hati utk sliñg mèmfkan” * SLMT HäRi RäYä IdUl FiTrI mOhOñ MaAf LaHiR & bAtHiN*

*****

MäTä iñI kDänG släH mLihÄtmUlüt iNI kdANg sLAh BruCäp haTi iNi kdAnG slAh mENduGa
SoMiNAl aiDzIN waL fA IdZiN mOhoN MaaF lAhiR BatiN.maafin smua slhku

*****

Sebening fiber optic,
setinggi tower BTS,
secepat broadband access.
Kami sekeluarga mohon dibukakan bandwidth maaf selebar-lebarnya.

*****

syukurlah bisa baca SMS ini… Buah duku buah kedondong, maapin aku dong !

*****

Barangsiapa minta maaf lewat sms,maka kamu akan tersiksa di hari pembayaran pulsa. Mohon maaf tidak bisa kirim parsel karena dilarang KPK. Mohon maaf atas segala kekhilafan.

*****

samBut kmEnanGan dG mEmaKai paKa!an tbaEk,BrbaHan ksabaRan, brbEnang ksuCian&brhiaSkan keiKhlasn yG trjahiT sBulan laMany..Met idul fiTri mHon mAAf lahiR baTinw.
*****
SiMaMaT MaKaN KeTuPaT, MaKaN KeTuPaT SaMBiL MeLoMpAt,NgiRiM KaRtU uDaH Ga’ SeMpAT,Pake SMS PuN ‘NO WHAT-WHAT’ MìNàl AiDìÑ WàL fAidZiÑ, met’ IEdUL Fitri 1431H…

*****

Ikan teri kesamber gledek
Idul fitri is comeback
Ada anak pelihara kate
maafin kita sekeluarga ye
Buah jambu disayur lodeh
Kalo gak mau, ee e ee capek deh

*****

No Card, No Ketupat, No Parcel
Just SMS Represents Everything …Sins… Laugh.. Tears..
Happy Idul Fitri 1430 H, maaf lahir batin

*****

$mBüRat JinGgä tmpäk’ kmNäng’Pütih Äwän hdirkn süciHp$kn dEndÄmLBüRk’ ängkÜhjEMpüt RidHö tu’tRläHir kmbäliM’äFin RiF_Q YHvE niCE v3&Tqbäl4JJmiNnÄWAminkum

***** /@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |