ANTARA YANG HAQ DAN YANG BATHIL


URL : islamic.xtgem.com

:: Pendahuluan

Bahan ghazwul fikri, hizbu syetan dan juga qodhoya ummat adalah penyedaran kepada musuh-musuh islam yang sntiasa mengajak manusia ke jalan yang benar. Bahan alhaq wal bathil ini berusa untuk menyedarkan bahwa musuh islam itu sebetulnya berasal dari pihak kebatilan dan pertembungan dengan islam dengan islam merupakan keadaan yang akan selalu dihadapi. Mereka selain islam akan bersama menyerang dan menghancurkan islam. Bahan al haq wal bathil ini mencoba juga memberikan beberapa jalan keluar ke atas permasalahan ummat dengan memunculkannya hizbullah. Penyederan bahwa pertembungan adalah antara haq dan bathil disampaikan melalui bahan sirak bayna haq wal bathil dan quwatul haq. Setelah itu sikap yang perlu di persiapkan dalam menghadapi pertembungan ini adalah furqon dan istiqomah. Akhirnya bagaimanapun sikap bertahan akan dilanjutkan kepada usaha menghadapi dan menyelesaikan masalah iaitu dengan menghadirkan hizbullah sebagai alternatif jawaban. Bagaimanapun keadaannya peranan hizbullah mesti di hidupkan.

Pertembungan diantara muslim dengan kafir dan musuh-musuhnya adalah disebabkan kerana pertembungan al haq dan bathil. Permusuhan al bathil sehingga ia dengan sengaja memerangi islam smnjak dulu hingga sekarang dan sampai hari kiamat merupakan bukti bahwa mereka tidak akan senang melihat islam kecuali apabila pengikut islam bertingkah laku kafir atau menjadi murtad. Keadaan ini keadaan yang paling diminati dan di senanginya. Tercapai objektif menyesatkan manusia dan membuat kerusakan ini selepas berhadapan dengan hizbullah yang merupakan kekuatan yang sebenarnya.

Materi Tarbiyah
Pertembungan diantara al haq dan al bathil adalah peperangan diaantara hizbullah dan hizbusyetan. Allah yang menciptakan manusia dan alam ini mempunyai ilmu yang luas mengenai ciptaan sehingga kebenaran Allah ini menjadi suatu dien Allah yang juga akhirnya sebagai dien yang benar . Ansorullah adalah sikap mukmin kepada pemmpinya yang kemudian sebagai tentera Allah dan bergabung ke dalam hizbullah. Kemenangan akan diperoleh hizbullah dengan kejayan dunia akhirat.

Di lain pihak pula mush dapat membentuk pengikut kebatilan yang tidak jelas bagaimana pandangan nya terhadap mahluk (manusia dan alam) yang berdasarkan andaian atau sangkaan sahaja. Mereka juga membentuk pendukung kebatilan yang kemudian menjadi junudul bathil dan akhirnya menjadi hizbu syetan. Dengan demikian pertembungan antara hizbu syetan dan hizbullah di pentas dunia dan khususnya di dunia dakwah mulai bermain.

Allah SWt sebagai kholik mempunyai kekuatan yang di gambarkan di dalam kaul(perkataan) dan kauni (alam). Kebenaran Allah SWT yang terdapat di dalam kaun ataupun yang terdapat di dalam kaul(Al Qur'an), apabila diterima oleh manusia maka berarti mereka adalah muslim sedangkan keengkarannya sebagai kafir. Allah akan mempertembngkan kebenaran haq dan bathil dan memenangkan islam keatas kejahiliyaan. Furqon yang didasari oleh pertembungan haq dan bathil membezakan dua kekuatan iaitu Allah SWT sebagai kekuatan kebenaran sedangkan thagut adalah musuh yang nyata. Allah SWT telah menyebutkan bahwa mengikuti Allah berarti mengikuti kebenaran dan membawa kita kepada jannah sedangkan sebaliknya apabila mengikuti taghut maka akan membawa kita ke dalam neraka. Sikap mukmin menghadapi masalah pertembungan ini mesti berada di dalam ikatan tali yang kukuh iaitu dengan menjadikan Allah sebagai wala dan kemudian meninggalkan thagut.

Istiqomah adalah komitmen dan konsisten kita kepada islam berdasarkan prinsip kerana Allah dan islam, yang kemudian dilaksanakan berdasarkan cara islam dengan mengikuti minhaj Allah bersamaNya dan bertujuan kepada islam dan kepada Allah. Kebalikan dari istiqomah yang mempunyai kesertaan Allah dan islam pada semua proses maka ghoiru istiqomah adalah berdasarkan kepada sesuatu yang bukan Allah dan bukan islam. Furqon adalah pembeda dari haq dan bathil ini Kejayaan islam apabila berhasil membedakan kedua pengaruh yang saling bertentangan (haq dan batil). Muslim yang furqon akan meninggalkan kebatilan dengan cara menolaknya dan kemudian menerima islam.

Pertembungan haq dan batil hanya akan dimenangkan oleh hizbullah. Tanpa hizbullah adalah kehancuran. Dengan hizbulah maka akan muncul kemenagngan dan kejayaan. Beberapa cirri hizbullah adalah akhlak-akhlak asasiyah dan akhlak harakiah. Kedua akhlak ini perlu dipenuhi agar dapat menjadi hizbullah dan kemudian Allah SWT akan memenangkan diennya.

:: Sirak Bayna Haq Wal Bathil
Sinopsis

Allah sebagai yang maha pencipta, maka ia juga maha mengtahui akan ciptaanNya. Dengan demikian maka Allah SWT maha bijaksana. Dengan bijaksana ini maka Allah merupakan al haq. Dien yang Allah miliki adalah dien Allah yang merupakan dien haq. Dien haq yang dipertuntukan kepada manusia memerlukan pengikut dan pendukung sebagai bukti dan contoh bagaiamana manusia memerlukan keselamatan dan kedamaian islam. Para pendukung islam ini disebut sebagai jundullah yang mereka ini bergabung ke dalam hizbullah dan mereka pasti menang jaya.

Selain Allah adalah mahluk yang diciptakan dimana mereka sangat bodoh karena aktiviti, pemikiran dan sifatnya berorientasikan kepada zon dan dugaan. Sedangkan analisa selain Allah ini adalah batil yang dipelopori oleh malik dan thaghut. Dengan demikian dien inipun bisa di sebut dengan dien malik. Mereka pun mempunyai pengikut dan pendukung yang kuat yang di sebut dengan penolong syetan. Mereka sebagai ansorul batil, yang kesediaan dan kesiapan menjalankan perintah taghut merupakan tentera-tentera iblis yang kemudian bergabung di dalam hizbus syaiton. Akhirnya mereka pasti akan kalah dan merugi.

Hasiyah

1. Allah Yang Maha Pencipta

Sarahan

Allah SWT adalah kholik yang sebenarnya. Dialah yang menciptakan segala sesuatu. Dia memiliki kekuasaan mengatasi segala mahluq. Dengan demikian Allah SWT Maha Berkuasa Mencipta, mengatur dan mentadbir seluruh Alam. Kekuatan yang sebenarnya adalah di sisi Allah. Tidak ada yang silap, lemah dan kekurangan pada Allah. Dia maha sempurna.

Dalil

10:4; KepadaNyalahkembali kamu semua, sebagai janji Allah yang benar. Sesungguhnya Dialah yang memulakan kejadian mahluk, kemudian ia mengembalikan(hidup semula sesudah matinya), untuk membalas orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dengan adil; dan orang-orang kafir pula, disediakan bagi mereka minuman dari air panas yang menggelegak, dan azab yang tidak terperi sakitnya, disebabkan mereka ingkar dan berlaku kufur.

67:3 ; Dia lah yang mengaturkan kejadian tujuh petala langit yang berlapis-lapis; engkau tidak dapat melihat pada ciptaan Allah yang maha pemurah itu di seberang keadaan yang tidak seimbang dan tidak munasabah; (jika engkau ragu-ragu ) maka ulangilah pandangan -(mu)- dapatkah engkau melihat sebarang kecacatan?

59:24; Dia lah Allah, Yang menciptakan sekalian mahluk; Yang mengadakan (dari tiada kepada ada); Yang membentuk rupa (mahluk-mahluk Nya menurut yang di kehendakiNya); Bagi Nyalah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semulia-mulianya; bertasbih kepadaNya segala yang ada dilangit dan di bumi; dan Dia lah yang tiada banding Nya, lagi Maha Bijaksana.

2. Maha Mengetahui

Sarahan

Imu Allah meliputi segala-galanya. Dengan ilmunya. Dengan ilmunya Allah SWT berkuasa mencipta, menghidupkan, melangsungkan kehidupan berbagai mahluk,mematikan dan seterusnya menghidupkan kembali serta memperhitungkan. Allah mengetahui yang tersembunyi dan yang nyata. Allah maha mengetahui keadaan hambanya.

Dalil

67:14; Tidaklah Allah menciptakan sekalian mahluk itu mengetahui (segala-galanya)? Sedang ia maha halus urusan pentadbiran Nya, lagi maha mendalam pengetahuanNya!

36:79;; Katakanlah: "Ia akan di hidupkan oleh yang menciptakan nya kali yang pertama.Dia maha mengetahui tentang segala mahluk."

3. Maha Bijaksana

Sarahan

Allah yang menciptakan , maka Dia maha bijaksana dalam mnentukan apakah yang paling sesuai untuk mahluknya. Allah menyediakan segala keperluan mahluknya. Dengan melihat dalam diri kita , nampak jelas kebijaksanaan Allah. Dia mencipta kita dengan sebaik-baik. Dia mengurniakan aqal sehingga kita boleh berfikir. Mata&ldots;melihat, alam yang indah berwarna-warni pula..telinga &ldots;mendegar. &ldots;.Melihat kepada alam sekeliling kita, Allah menciptakan pokok membekal oksigen. Kita sedut setiap saat &ldots; masya Allah. Demikian pula dengan kebijaksanaan Allah SWT maka Dia menurunkan untuk mahluk system &ldots; yang dengan nya setiap mahluk hidup dan berjalan dengan teratur. Maka untuk manusia juga ada system dari Allah.

Dalil

59:24; Dia lah Allah, Yang menciptakan sekalian mahluq; yang mengadakan(dari tiada kepada ada); yang membentuk rupa(mahluk-mahluk nya menurut yang di kehendaki Nya); bagiNyalah nama-nama yang sebaik-baiknya dan semulia-muliaNya; bertasbih segala yang ada di langit dan di bumi; dan Dialah yang tiada banding Nya, lagi maha bijaksana.

61:1; Segala yang ada dilangit dan di bumi, tetap mengucap tasbih kepada Allah ; Dan Dialah yang maha kuasa dan maha bijaksana.

62.1; Segala yang ada dilangit dan di bumi, tetap mengucap tasbih kepada Allah yang menguasai(sekalian alam), Yang Maha suci, Yang maha kuasa, lagi maha bijaksana.

4. Allah adalah al Haq

Sarahan

Allah menamakan diriNya sebagai al Haq. Allah adalah Rabb yang sebenarnya. Dialah yag paling mengetahui, paling bijaksana maka selayaknyalah Dia menentukan mana yang haq dan mana yang batil

Dalil

10:32; Maka yang demikian (siafatNya dan kekuasaanNya) ialah Allah, Tuhan kamu yang sebenar-benarnya; sesudah nyatanya sesuatu yang betul dan benar,maka tidakkah yang lain daripada itu salah? Oleh itu, bagaimana kamu dapat di pesongkan dari kebenaran?

22:62; Bersifatnya Allah dengan kekuasaan dan luas ilmu pengetahuan itu kerana bahwasanya Allah, Dialah sahaja tuhan yang sebenar-benarnya, dan bahwa segala yang mereka sembah selain dari Allah itulah yang nyata palsunya. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah jualah yang maha tinggi keadaanNya. Lagi maha besar (KekuasaanNya)

5. Dien Allah Dien yang Haq

Sarahan

Maka Allah SWT mengutus rasulNya SAW untuk menyampaikan kepada ummat manusia kebijaksananNya untuk menerima petunjuk Rasul dan seterusnya menjlankan system Allah, dien Allah, Nizam Rabbani. Sebenarnya menerima dan melaksanakandien Allah ini adlah untuk kebaikan manusia itu sendiri. Dengan tertegak dien Allah, Kehidupan manusia di dunia akan aman, sejahtera, dan akhirnya setelah mati dan menemui Allah SWT di akherat juga dalam sejahtera.

Dalil

48:28; (Allah yang menyatakan itu) Dia lah yang telah mengutus RasulNya(Muhammad, SAW) dengan membawa hidayah petunjuk dan agama yang benar(agama islam), supaya Dia menjadi saksi (tentang kebenaran apa yang di bawa oleh RasulNya itu).

9:33; Dialah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (agama islam), untuk di menangkan dan ditingikan atas segala agama yang lain, walaupun orang-orang musrik tidak menyukainya.

61:9; Dialah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad SAW) dengan membaww hidayah dan petunjuk agama yang benar(agama islam), supaya ia memenangkan dan meninggikan atas segala agama yang lain, Walaupun orang-orang musrik tidak menyukainya.

6. Memerlukan Pendukung

Sarahan

Penegakkan mana-mana system dikalangan manusia, ada pendukung, pembela dan penolong-penolong. Sistem akan tertegak bermula dengan keyakinan manusia, kemudian memnagunkan dalam konsep dan hati nurani dan akhirnya menegakkan dalam syaksiyah peribadi. Golongan yang menerima dien ini adalah muslim, yang patuh dan melaksanakan semua tabpa soal. Seterusnya muslim tadi meningkatkan amalan dan kesungguhan sehingga menjadi mu'min sejati &ldots; dan menuju kesempurnaan menjadi mutaqqin. Sejarah rasul terdahulu seperti nabi Isa as. Diungkap oleh Allah di dalam Al Qur'an mengisahkan ansorullah yang menebarkan dakwah di kalangan Bani Israil ketika itu. Pembantu Rasul di dalam menegak dan melaksanakan dien Allah SWT.

Dalil

61:1; Wahai orang-orang yang beriman! Jadikanlah diri kamu pembela-pembela (agama) Allah sebagaiman (keadaan penyokong-penyokong) Nabi Isa ibni Maryam (ketika ia) berkata kepada penyokong-penyokong itu: " Siapakah penolong-penolong ku (dalam perjalananku)kepada Allah (dengan menegakkan agamaNya) ?" Mereka menjawab :"Kamilah pembela-pembela (agama)Allah!" (Setelah Nabi Isa tidak berada diantara mereka ) maka sepuak dari kaum Bani Israil beriman, dan sepuak lagi (tetap) kafir. Lalu kami berikan pertolongan kepada orang-orang yang menag.

47:7; Wahai orang-orang yang beriman, kalau kamu membela (agama) Allah niscaya Allah membela ( untuk mencapai kebenaran)dan meneguhkan tapak pendirian kamu.

7. Jundullah

Sarahan

Ketika mana dien ini tertegak, disana akan ada musuh Allah dari kalangan syaithon, dan kuncu-kuncu yang menyerang samada melalui ghazwu fikri, maupun ghazmuasykari, atau ghazwu iqtisodi. Sirah Rasulullah SAW menceritakan bagaiman baginda telah di serang, assabigunal awwalun di siksa dan di serang, daulah islam dimadinah juga di serang. Serangan bertubi-tubi &ldots; ghazwah bertemu ghazwah&ldots; Khilafah islam juga di serang &ldots; dari umawiyyah, Abbasiyyah hingga akhirnya tumbang&ldots; pada 1924. Maka siapakah yang akan mempertahankan dien ini dari serangan tersebut .. tentunya jundullah. Tentera Allah yang berdiri tegak, dilatih, ditarbiyah, disusun, ditandzim, sehingga menjadi suatu saf yang tersusun rapi menjalankan agama ini. Jundi yang berdakwah dan jundi yang berperang. Jundi yang lebih mementingkan Allah, Rasul dan Islam, melebihi dirinya, keluarganya dan anak istrinya. Jundullah yang mengejar mardhotillah, dan mengajak syurga Allah dan kemampuannya seluas langit dan bumi. Berjilid-jilid sejarah telah menulis&ldots; darah syuhada'jundullah&ldots; ya Allah matikanlah hati ini atas syahid dijalan Allah&ldots;

Dalil

48:4; (Tuhan yang menbuka jkemengan itu) Dialah yang merunkan semangat tenang-tentram ke dalam hati orang-orang yang beriman(semasa mereka meradang terhadap angkara musuh) supaya mereka bertambah iman dan yakin beserta dengan iman dan keyakinan mereka yang sedia ada; padahal Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menolong mereka); dan Allah adalah maha mengetahui, lagi maha bijaksana.

48:7; Dan Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menyiksa orang-orang yang durhaka); dan Allah adalah maha kuasa, lagi maha bijaksana.

37:171-173; Dan demi sesungguhnya! Telah ada semenjak dahulu lagi, ketetapan kami, bagi hamba-hamba kami yang diutus menjadi Rasul - Bahwa sesungguhnyalah mereka orang-orang yang di berikan pertolongan mencapai kemenagngan. Dan bahwasanya tentera Kami {pengikut-pengikut Rasul), merekalah orang-orang yang mengalahkan (golongan yang menentang kebenaran).

58:21; Allah telah menetapkan : " Sesunnguhnya Aku dan Rasul-rasulKu tetap mengalahkan(golongan yang menentang )". Sesungguhnya Allah maha kuat , lagi maha kuasa.

Hadits;

8. Hizbullah

Sarahan

Tanzim adalah keperluan dalam bekerja secara satu pasukan. Tanpa tandzim suatu pasukan akan huru hara. Terlalu banyak arahan, terlalu banyak kecelaruan akan melemahkan saf.Oleh itu jundullah mestilah disiplinkan hidup mereka untuk focus kepada perjuangan dan amal. Mereka memerlukan tarbiyah yagn khusus untuk menyatukan aqidah, akhlak dan hati sebelum mereka dapat disatukan dalam saf yang berhadapan dengan musuh. Kekuatan islam adalah dengan kekuatan penyusunan setian jundi dengan kepatuhan yang total kepada Allah dan Rasul. Jundullah bersatu di bawah panji-panji Hizbullah. Dan inilah gabungan kekuatan al Haq- kekuatan yang sebenar-benarnya. Satu pasukan yang beriman, mendirikan sholat dan menunaikan zakat dan tidak takut sesiapapun kecuali Allah SWT.

Dalil

5:55-56; Sesungguhnya penoong kamu adalah Allah, dan Rasulnya serta orang-orang yang beriman, yang mendirikan sembhyang dan menunaikan zakat, sedangkan mereka rukuk(tunduk menjunjung perintah Allah). Dan sesiapa yang menjadikan Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman itu penolongnya (maka berjayalah dia), kerana sesungguhnya golongan (yang berpegang kepada agama Allah) itulah yang teap menang.

58:22; Engkau tidak akan dapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, tergamak berkasih-mesra dengan orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan RasulNya; Sekalipun orang-orang yang menentang mereka itu ialah bapa-bapa mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, ataupun keluarga mereka. Mereka (yang setia) itu, Allah telah menetapkan iman dalam hati mereka, dan telah menguatkan mereka dengan semangat pertolongan daripadaNya; dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka tetap kekal di dalamnya. Allah reda akan mereka dan mereka reda (serta bersyukur)akan nikmat pemberianNya. Merekalah penyokng-penyokong (agama) Allah. Ketahuilah! Sesungguhnya penyokong-penyokong (agama) Allah itu ialah orng-orang yang berjaya.

9. Mereka pasti menang dan jaya

Sarahan

Siapakah yang dapat mengatasi kekuatan al Haq&ldots; Mustahil&ldots;. Kekuatan orang mu'minyang iklash berjihad di jalan AllahSWT merupakan kekuatan yang luar biasa. Kekuatan ini telah bergabung dan terpadu sehingga ia merupakan kekuatan yang lahir dari kekuatan aqidah, ukuwwah dan wehdah.Gabungan inilah mendapat pertolongan dari tentera langit dan bumi dari tentera Allah. Hizbullah yang melengkapi sysrat pasti mendapat pertolongan Allah. Hizbullah pasti menang. Kemenangan inilah yang ditunggu-tunggu orang mu'min&ldots;(al husnayain) 9:52 menang atau syahid

Dalil

Siapakah yang dapat mengatasi kekuatan al Haq&ldots; Mustahil&ldots;. Kekuatan orang mu'minyang iklash berjihad di jalan AllahSWT merupakan kekuatan yang luar biasa. Kekuatan ini telah bergabung dan terpadu sehingga ia merupakan kekuatan yang lahir dari kekuatan aqidah, ukuwwah dan wehdah.Gabungan inilah mendapat pertolongan dari tentera langit dan bumi dari tentera Allah. Hizbullah yang melengkapi sysrat pasti mendapat pertolongan Allah. Hizbullah pasti menang. Kemenangan inilah yang ditunggu-tunggu orang mu'min&ldots;(al husnayain) 9:52 menang atau syahid

5:56; Dan sesiapa yang menjadikan Allah dan rasulNya serta orang-orang yang beriman itu penolongnya (maka bejayalah dia), kerana sesungguhnya golongan(yang berpegang kepada agama) Allah, itulah yag tetap menang.

10. Selain Allah adalah mahluk yang diciptakan

Sarahan

Selain Allah SWT adalah mahluk yang di ciptakan. Apakah kekuatan yang ada pada mahluq. Banyak ayat-ayat Allah yang menceritakan haqiqat mahluq yang sebenarnya lemah. Apalagi yang disembah selain Allah itu semuanya lemah belaka. Semua kumpulan atau kelompok yang bergabung untuk menentang Allah itu, tidak memiliki kekuatan apapun. Mereka asalnya lemah dan bergabung diatas kelemahanjua. Kita perlu menyakinkan bahwa mahluq itu benar-benar lemah&ldots; Mahluq tak boleh mencipta wlaupun seekor lalat. Mahluq hanya menggunakan ciptaan Allah. Gabunglah mana-mana saintis yang paling pakarpun, niscaya tidak akan mampu mencipta sebiji atompun ,,, apalagi nak cipta lalat&ldots; impossible. Hanya Allah , pencipta sebenar&ldots; dari tiada kepada Ada. " Kun fa yakun"..

Dalil

16:17; Kalau sudah demikian, adakah Allah menciptakan semuanya itu sama seperti mahluq-mahluq yang tidak menciptakan sesuatu? Maka patutkah kamu lalai sehingga kamu tidak mau beringat serta memikirkannnya?

22:73; Wahai umat manusia, inilah diberikan satu missal perbandingan, maka dengarlah mengenainya dengan sungguh-sungguh. Sebenarnya mereka yang kamu seru dan sembah, yang lain dari Allah itu, tidak akan sekali-kali akan dapat mencipta seekor lalat walaupun mereka berhimpun beramai-ramai untuk membuatnya; dan jika lalat itu mengambil sesuatu dari mereka, merka tidak dapat mengambilnya balik dari padanya. (kedua-duanya lemah belaka ), lemah yang meminta (dari mendapat hajatnya), dan lemah yang diminta (daripada menunaikannya).

11. Yang sangat bodoh

Sarahan

Sifat kebodohan adalah berkait langsung dengan kelemahan. Oleh itu system yang direka oleh manusia pastinya tak boleh menandingi system Allah. Dien manusia mana mungkin menandingi Dien Allah itu, ketinggian itu tiada bandingan nya . Ramai yang mnecuba-cuba membuat system sendiri terbukti akhirnya membawa kepada kehancuran, kegagalan, putus asa, peperangan dan kebinasaan. Hidup manusia menjadi porak poranda.

Dalil

33:73; (Dengan kesanggupan manusia memikul amanah itu maka) akibatnya Allah akan menyiksa orang-orang lelaki yang munafik serta orang-orang perempuan yang munafik, dan orag-orang lelaki yang musyrik serta orang-orang perempuan yang musyrik; dan juga Allah akan menerima taubat orng-orang lelaki yang briman serta orang-orang perempuan yang beriman. Dan memangnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihi.

12. Berorientasi pada zon, dugaan, analisa

Sarahan

Satu factor penting dari kebinsaan itu adalah manusia membina system mereka diatas dasar dzon.. ragu-ragu.. tidak pasti. Sedangkan Allah SWT mendirikan system berdasarkan kebenaran, ilmu dan hikmah. Dasar dari sangkaan dan analisis yang lemah di gunakan lalu terbinalah system yang akhirnya merosokkan segala-galanya. Dari kezaliman politik, keruntuhan moral, kejatuhan ekonomi, kehancuran system social semuanya didasaarkan dari berbagai hipotesis, tesis, teori, paradigma dan berbagai anggapan yang sangat lemah&ldots;. Kadangkala diistilahkan saintifik.. moden&ldots; maju&ldots; tidak ortodoks&ldots; tidak fundamentalis dsb.. Hakikatnya Allah menyebutkan bahwa dasar mereka hanya dugaan dan sangkaan.

Dalil

110:36; Dan kebanyakan mereka, tidak menurut melainkan sesuatu sangkaan saja. (padahal) sesungguhnya sangkaan itu tidak dapt memenuhi kehendak menentukan sesuatu dari kebenaran(iktiqad). Sesungguhnya Allah maha mengtahui akan apa yang mereka lakkan.

6:116; Dan jika engkau menurut orang kebanyakan dimuka bumi, niscaya mereka akan menyesatkan mu dari jalan Allah; tiadalah yang mereka turut melainkan sangaan semata-mata, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta.

13. Selain Allah adalah bathil

Sarahan

Oleh karena itu sahlah bahwa selain dari Allah, biarpun yang namanya bathil&ldots;Bathil tanpa berilmu, sesat dan bahkan menyesatkan. Tidak ada selepas dari yang haq itu kecuali al bathil. Yang tidak memiliki apa-apa kekuatan . Namun begitu mereka berusaha mempertahankan yang batil itu. Al Bathil akan ditegakkan dan akan dipertahankan karena faedah-faedah tertentu, untuk kepentingan hawa nafsu tertentu. Al Bathil akan bertahan. Al Batil dan kuncu-kuncunya akan ada sepanjang zaman. Mereka adalah palsu dan menegakkan kepalsuan. Menipu dan menyesatkan itu adalah kerja al batil.

Dalil

10:32; Laka yang demikian (sifatNya dan kekuasaanNya) ialah Allah, Tuahan kamu yang sbenar-benarnya; sesudah nyatanya sesuatu yang betul dan benar, maka tidaklah yang lain daripada itu salah dan karut sahaja? Oleh itu bagaimana kamu dapat di pesongkan dari kebenran?

22:62; Bersifatnya Allah dari kekuasaan dan luas ilmu pengetahuan itu karena Allah, Dialah saja tuhan yang sebenar-benarnya, dan bahwa yang mereka sembah selain dari Allah itulah yang nyata palsunya. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah jualah saja yang maha tinggi keadaan nya, lagi maha besar (kekuasaanNya)

14. Dienul Malik

Sarahan

Selain islam adalah dien yang batil. Sistem hidup yang lain ditegakkan uuntuk mengatur dan mengurus kehidupan manusua, samada individu ataupun berjamaah (bermasyrakat). Mereka mengamalkan suatu yang bertentangan dengan kehendak Allah Berdasarkan haw nafsu dan keragua-raguan (dzon) deen ini tertegak. Allah tidak menerima dien seperti ini. Oleh itu dien yang batil ini mestilah di kenali oleh para daie supaya ia tidak tertipu atau tergelincir.

Dalil

12:76; Maka Yusuf mulailah memeriksa barang-barang mereka sebelum memerikasa tempat saudara kandungnya ( Bunyamin) kemudian ia menghilangkan benda yang hilang itu dari tempat simpanan barang saudara kandungnya. Demikianlah kami jayakan rancangan untuk (menyampaikan hajat) Yusuf. Tiadklah ia dapat mengambil saudara kandungnya menurut undang-undang raja Dienul Malik, kecuali jika dikehendaki Allah. (Dengan ilmu pengetahuan), Kami tinggikan pangkat kedudukan sesiapa yang Kami kehendaki, Dan tiap-tiap orang yang berilmu pengetahuan, adalagi diatasnya yang lebih mengetahui,

42:26; Dan ia memperkenankan doa permohonan orang-orang beriman serta beramal sholeh, dan Ia menambahi mereka dari limpah kurniaNya (selain dari yang mereka pohonkan). Dan (sebaliknya)orang-orang kafir, disediakan bagi mereka azab siksa yang seberat-beratnya.

15. Penolong syetan di sebut anshorul batil

Sarahan

Pendukung Dien batil ini juga ramai sekali. Mereka adalah penolong syaithon. Kebatilan di sokng oleh musyrikin, kafirin, munafikin, yahudi dan nasoro. Banyak sekali kisah mereka dari zaman Nabi Adam as dan seluruh rasul kemudian menghadapi semua pendukung syaithon ini. Mereka juga beramal jamai dalam membangunkan dan mempertahankan dien batil ini. Berbagai nama di berikan untuk menghiasi dien ini dan dipertahankan oleh pendukungnya. Di dunia mereka bersama dan di hari qiamat mereka juga menyesal bersama&ldots; Pendukung system batil ini gembira jika orang mukmin kalah, gagal dan tewas. Mereka mahu menguburkan Islam dan Dien Allah SWT. Dalam perang Badr,Uhud, Khandaq mereka telah berusaha&ldots; dan hingga kini mereka tidak berhenti lagi untuk menentang al Islam.

Dalil

4:141; (Mereka yang munafi itu ialah) orang-oarang yang senatiasa menunggu-nuggu (berlakunya sesuatu) kepada kamu; maka kalau kamu mendapat kemengan dari Allah (dalam sesuatu peperangan), berkatalah mereka (kepada kamu): " Bukankah kami turut brjuang bersama-sama kamu ? (oleh itu kami juga berhak menerima bahagian dari harta rampasan perang)". Dan jika orang-orang kafir pula mendapat bahagian(yang menguntungkan dalam peperangan), berkatalah mereka (kepada orang-orang kafir itu): Bukankah kami turut membantu kamu dan mempertahan kan kamu dari(serang balas) dari orang-orang beriman (dengan mendedahkan rahsia perpaduannya)?". Maka Allah akan menghakimi diantara kamu semua pada hari kiamat; dan Allah tidak sekali-kali akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk membinasakan orang-orang yang beriman.

16. Tentera-tentera iblis

Sarahan

Mereka menjadi tentara yang setia dan bersungguh-sunguh mempertahankan Dien syaithon&ldots; Senantiasa mendengar arahan darisyaithon dan kuncunya. Sedangkan syaithon menyeru dan mengajak mereka ke neraka. Perjalanan mereaka di hiasi dan di taburi dengan nikmat dan ganjaran dekat, mereka dipengaruhi untuk tetap dengan kesengan dunia. Ini memanglah kepakaran syaithon.. Dia mengajak merak dari semua arah..

Dalil

26:94-95; " Lalu mereka di humbankan ke dalam neraka dengan tertiarap, jatuh bangun berulang-ulang, -mereka dan orang-orang yang sesat bersama,"Termasuk juga bala tentara iblis semuanya.

17. Hizbu syaithan

Sarahan

Pasukan syaithon ini bergabung untuk menentang hizbullah. Ia membentuk satu team..hizbus syaithon. Dia menggunakan berbagai taktik, Cuma Allah mengatkan bahwa tipu daya dantrick mereka adalah lemah belaka. Hizbus syaiton dzohir dengan macam-macam nama dan organisasi srta parti. Walau apapun nama mereka namun pada haqiqat mereka adalah satu, untk menentang dien yang haq dan meruntuhkannya.

Dalil

7:27; Wahai anak-anak Adam! Jangan lah kamu diperdayakan oleh syaithon sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapa kamu dari syurga, sambil ia melucutkan pakian mereka berdua untuk memperlihatkan kepada meraka: aurat mereka (yang sebelum itu tertutup).

Sesungguhnya syaitan melihat dan kaumnya melihat kamu dengan keadaan yang kamu tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syetan-syetan itu teman rapat bagi orang-orang yang tidak beriman.

58:19; Syaitan telah menguasai dan mempengaruhi mereka, sehingga membuat mereka lupa mengingati (ajaran dan amaran) Allah; mereka itulah puak syaithan. Ketahuialah! Bahwa puak syetan itu sebenarnya orang-orang yang merugi.

18. Mereka pasti kalah dan merugi

Sarahan

Hizbus syaithon sebenarnya bergabung diatas landasan yang rapuh dan lemah. Kekuatan jundullah akan pasti mengatasi dien syetan ini. Diakhirat lebih-lebih lagi besar penyesalan mereka. Allah menceritakan bagaimana diakhirat mereka saling berbantah-bantah, tuduh menuduh, cela mencela, karena menyesali penggabungan mereka. Rugilah mereka serugi-ruginya.

Dalil

54:45; Kumpulan mereka yang bersatu itu akan tetap dikalahkan, dan mereka pula akan berpaling lari.

3:12; Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang kafir itu:"Kamu akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan di himpunkan (pada hari kiamat) ke dalam neraka jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat yang disediakan".

Ringkasan Dalil

Allah yang maha pencipta (10:4; 67:3; 59:24;) maha mengtahui (67:14; 36:79;), maha bijaksana(59:24; 61:1; 62:1) Allah adalah al Haq (10:32; 22:62;), dien Allah dien yang haq (48:28; 9:33; 61:9)Memerlukan para pendukung(61:4; 47:7;) para pendukung di sebut jundullah(48:4; 7;37:171-173;; 58:21, hadits), bergabung di dalam hizbullah (5:55-56; 58:22), mereka pasti menang dan jaya(30:47;5:56)

Selain Allah adalah mahluk yang di ciptakan(16:17; 22:73) yang sangat bodoh (33:73), berorientasi pada zon, dugaan,analisa(10:36; 6:116), Selain Allah adalah batil(10:32; 22:62) membuat selain dienullah/dienul malik (12:76; 42:26) para pendukungnya adalah pendukung syetan di sebut anshorul bathil (4:141) di sebut juga tentara-tentara iblis(26:94-05), bergabung dalam hizbus syaithon(7:27; 58:19)

Mereka pasti kalah dan merugi (54:45; 3:12).


:: Quwatu Haq
Sinopsis

Allah adalah sumber kebenaran dan Dialah yang maha kuat. Ada dua kekuatan: Allah SWT yang pertama dialam dan yang kedua di dalam perkataanNya. Kekuatan Allah di alam merupakan kekuatan kauniyah. Kekuatan ini berlaku bagi semua alam dan manusia samada kafir/ ashabul batil mahupun mukmin ashabul haq. Kekuatan Allah dialam mengena kepada semua mahlukNya tidak terkecuali seperti rezki yang di berikan, kehidupan berupa air, oksigen, hujan , panas dan sebagainya. Manakala kekuatan Allah di dalam perkataan Nya merupakan kekuatan firman-firman Allah yang hanya terdapat pada orang-orang mukmin/ashabul haq.

Antara ashabul haq dan ashabul batil selalu bertentangan karena ada perbedaan antara haq dan batil. Pertembungan ini pasti akan menjadikan Islam sebagai pemenang karena bagaimanapun Allah yang mempunyai Islam sedangkan kita sebagai pendukung dan penolong saja. Lagi pula kebatilan pada hakikatnya di bawa oleh ciptaan Allah juga sehingga semua ketentuan berada pada kehendak Allah SWT. Allah berfirman ketika yang haq datang yang batil pasti lenyap dan kemudian Islam dimenangkan atas semua Dien.

Hasiyah

1. Allah adalah sumber kebenaran

Syarah

Disana tidak ada sumber kebenaran selain Allah SWT. Keyakinan inilah sember penting kekuatan mu'min. Kekuatan yang lahir dari kebenaran bukannya kebatilan.

Dalil

2:147; Kebenaran(yang datangnya kepadamu dan di sembunyikan oleh kaum yahudi dan nasrani)itu (wahai Muhammad), adalah datangnya dari Tuhanmu; oleh karena itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.

10:32; Maka yang demikian (sifatNya dan kekuasaanNya) ialah Allah, Tuhan kamu yang sebenar-benarnya; sesudah nyatanya sesuatu yang betul dan benar, maka tidakkah yang lain daripada itu salah dan karut saja? Oleh itu, bagaimana kamu dapat dipesongkan dari kebenaran?

22:62; BersifatNya Allah dari kekuasaan dan luas ilmu pengetahuan itu karena bahwasanya Allah, Dialah saja tuhan yang sebenar-benarnya. Dan bahwa yang mereka sembah selain dari Allah itulah yang nyata palsunya. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah jualah yang maha tinggi keadaanNya, lagi maha besar (kekuasanNya)

2. Dia yang maha kuat

Syarah

Allah maha kuat. KekuatanNya dapat diambil dari kekuatan quliyah (iaitu Al Qur'an) dan kekuatan kauniyah (iaitu alam kebendaan). Di dalam al Qur'an terdapat petunjuk llahi dalam semua bidang kehidupan. Al Qur'an mentarbiyah ummat sehingga lahirlah muslim mu'min yang kuat. Ia juga mentarbiyah masyrakat untuk membangun dalam semua aspek kehidupan. Al qur'an yang di talaqqi, ditadabbur,ditadarrus, ditafsir dan dilaksanakan dikalangan ummat pasti menjadi sumber kekuatan ummat. Sebab ini juga musuh islam berusaha agar ummat ini meninggalkan al Qur'an. 'Selama al Qur'an ini ada di tangan ummat Islam, kamu tidak akan dapat mengalahkan ummat Islam'. Kita mesti mentarbiyah ummat untuk kembali menghayati al Qur'an.

Dalil

58:21; Allah telah menetapkan : "Sesungguhnya Aku dan Rasul-rasulKu tetap mengalahkan (golongan yang menentang)". Sesungguhnya Allah maha kuat, lagi maha kuasa.

51:58; Sesungguhnya Allah dialah saja yang memberi rezeki (kepada sekalian mahlukNya, dan Dialah saja) Yang mempunyai kekuasaan yang tidak terhingga, lagi maha kuat kukuh kekuasaan Nya.

40:3; Yang mengampunkan dosa, dan yang menerima taubat; Yang berat azabNya; yang melimpah-limpah kurniaNya; tiada tuhan melainkan Dia; kepadaNyalah tempat kembali.

3. Di alam

Syarah

Allah tidak menciptakan Islam secara sesia.Setiap ciptaan Allah membuktikan kekuatan Allah SWT. Kekuatan alam ini dapat dimanfaatkan oleh manusia Sebahagian kekuatan ini dapat dilatih dan dibangunkan. Sekiranya manusia hanya bergantung kepada kekuatan kebendaan dan melupakan sumber kekuatan kedua, maka ia tidak sempurna bahkan boleh menjadi kufur.

Dalil

30:8; Patutkah mereka merasa cukup dengan mengetahui yang demikian saja, dan tidak memikirkan dalam hati mereka, (supaya mereka dapat mengetahui), bahawa Allah tidak menciptakan langit dan bumi serta semua yang ada diantara keduanya itu melainkan dengan ada gunanya yang sebenar, dan dengan ada masa penghujungnya tertentu,(juga kembali menemui penciptanya)? Dan sebenarnya banyak diantara manusia , orang-orang yang sungguh-sungguh ingkar akan pertemuan dengan TuhanNya.

6:73; Dan Dialah yang mencipatakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, dan (Dialah juga) pada masa (hendak menjadikan sesuatu) berfirman : "Jadilah", lalu terjadilah ia. FirmanNya itu adalah benar. Dan bagiNyalah kuasa pemerintahan pada hari di tiupkan sankakala. Ia yang mengetahi segala yang ghaib dan yang nyat, Dan Dialah yang maha bijaksana, lagi maha mendalam pengetahuanNya.

44:38/39; Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi dan yang segala ada diantara keduanya, secara maian-main; Tidaklah Kami menciptakan keduanya (serta segala yang ada diantara keduanya) melainkan dengan menzahirkan perkara-perkara yang benar; akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat itu).

23:115; " Maka adakah patut kamu menyangka bahwa kami hanya menciptakan kamu (dari tiada kepada ada) saja dengan tiada sembarang hikmat pada ciptaan itu ? dan kamu (menyangka pula) tidak akan di kembalikan kepada Kami?"

4. Di dalam perkataan

Syarah

Al qur'an adalah kalam Allah SWT yang mengandung kalam lengkap, jika dipatuhi dan dilaksanakan maka akan menjadi lengkap dan sempurnalah keidupan manusia. Ia adalah kebenaran yang jelas. Orang mukmin mengambil panduan ini sehingga jadilah mereka ummat pilihan. Apabila arahan-arahan Al Qur'an dilaksanakan dalam kehidupan, ia mengubah manusia, keluarga, masyarakat dan negara.Orang kafir dan hizbus syaithon tidak dapat mengambil faedah dari pada ayat Karena kesombongan mereka.

Dalil

2:147; Kebenaran (yang datangnya kepada mu dan di sembunyikan oleh kaum Yahudi dan Nasrani) itu (wahai Muhammad), adalah datangnya dari Tuhanmu; oleh itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang -orang yang ragu-ragu.

6:115; Dan telah sempurnalah kalimah Tuhanmu (Al qur'an meliputi hukum-hukum dan janji-janjiNya) dengan benar dan adil; tiada sesiapa dari sesuatupun yang dapat merubah dari kalimah-kalimahNya; Dan Dia lah yang sentiasa mendengar, lagi sentiasa mengetahui.

10:36; Dan kebanyakan mereka, tidak menurut melainkan suatu sangkaan saja,(padahal) sesungguhnya sangkaan itu tidak dapat memenuhi kehendak menentukan sesuatu dari kebenaran(iktiqad). Sesungguhnya Allah maha mengetahui akan apa yang mereka lakukan.

5. Antara ashabul haq dan ashabul bathil

Syarah

Oleh itu pertembungan antara yang haq dan batil pasti berlaku dan kemenangan dipihak al haq. Allah mengumpamakan seperti hujan yang turun, al haq memberikan faedah yang banyak, sedangkan al bathil seperti buih yang akhirnya akan lenyap.

Dalil21:18; Bahkan kami sentiasa mengarahkan yang benar menentang yang salah, lalu ia menghancurkannya, maka dengan serta-merta hilang lenyaplah dia.Dan (tetaplah) kecelakaan akan menimpa kamu disebabkan apa yang kamu sifatkan(terhadap kami).

21:35; Tiap-tiap diri akan merasai mati, dan kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cobaan; dan kepada Kamilah kamu sekalian akan dikembalikan.

13:17; Ia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu membanjiri tanah-tanah lembah(dengan airnya)menurut kadar yang di tetapkan untuk faedah mahlukNya, kemudian banjir itu membawa buih-buih yang terapung-apung. Dan dari benda-benda yang di bakar di dalam api untuk di jadikan barang perhiasan atau perkakas yang diperlukan, juga timbul buih seperti itu. Demikian lah Allah memberi missal tentang perkara yang benar dan yang salah. Adapun buih itu maka akan hilang lenyaplah ia hanyut terbuang, manakala benda-benda yang berfaedah kepada manusia maka ia tetap tinggal di bumi. Demikianlah Allah menerangkan missal-misal perbandingan.

6. Haq datang yang batil pasti lenyap

Syarah

Apabila kebenaran ditegakkan dengan sebenar-benarnya, kebatilan tidak akan tinggal bersama. Seperti kegelapan, apabila dating cahaya menerangi, maka tiadalah lagi kegelapan. PPendukung kebenaran akan menegakkan al haq dan menghapuskan kebatilan. Apabila Rasulullah SAW menyeru, mentarbiyyah, mentaqwin dan membangunkan Islam kepada masyarakat jahiliyah di Mekkah, Kita melihat seorang demi seorang berpindah ke agama Islam. Kabilah demi kabilah memihak kepada Islam&ldots; akhirnya Bandar demi Bandar dan negara demi negara&ldots;. Demikian al haq menerangi jahiliyyah, sehingga apabila Islam menguasai maka, jahiliyyah pasti akan lenyap.

Dalil

17:81; Dan katakanlah: "Telah datang kebenaran(Islam), dan hilang lenyaplah perkara yang salah (kufur dan syirik); sesungguhnya yang salah itu sememangnya satu perkara yang lenyap".

8:8; Supaya Allah menegakkan yang benar itu dan menghapuskan yang salah (kafir musyrik) yang berdosa itu tidak menyukainya.

7.Dimenangkan atas semua Dien

Syarah

Inilah tujuan Islam diturunkan Allah SWT, sebagai huda, dan Dien yang Haq untuk di menangkan oleh Allah, mengatasi seluruh system/dien yang lain. Islam adalah dien kemenangan. Islam memiliki segala potensi untuk berada diatas. Islamlah yang paling tinggi dan tiadalah yang mengatasinya. Inilah keyakinan para mu'min, dan untuk inilah Islam mentarbiyah ummat. Ummat Islam yang berdiri diatas al haq adalah pendukung kemenangan. Walupun kita maklumi bahwa kemenangan islam ini bukanlah kemenangan secara otomatik, bahkan sirah menceritakan bahwa penegakkan al Islam menuntut darah syuhada dan air mata.

Dalil

48:28; (Allah yang menyatakan itu) Dialah yang mengutus RasulNya (Muhammad SAW) dengan membawa hidayah petunjuk dan agama yang benar (agama islam), supaya Dia memenangkan dan meninggikan atas segala bawaan yang lain; dan cukuplah Allah menjadi saksi (tentang kebenaran apa yang di bawa oleh Rasul Nya itu)

9:33;Dialah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad) dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (agama islam), untuk di menangkan dan ditinggikan atas segala agama yang lain, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.

61:9; Dia lah yang telah mengutus Rasul Nya (Muhammad SAW) dengan membawa hidayah dan petunjuk yang benar (agama islam), supaya ia memenangkannya dan meninggikannya atas segala agama yang lain, walaupun orang musyrik tidak menyukainya.

Ringkasan Dalil

Allah adalah sumber kebenaran(2:147; 10:32; 22:62); Dia yang maha kuat (58:21; 51:58; 40:3)

Ada dua kekuatan: 1. Dialam(30:8; 6:73;; 44:38/39; 23:115); kekuatan kauniyah, berlaku bagi semua manusia baik kafi/ashabul bathil mahupun mukmin/ashabul haq. 2. Di dalam perkataan: kekuatan firman-firman Allah (2:147; 6:115; 10:36) hanya bagi orang mukmin/ashabul haq.

Antara ashabul haq dan ashabul bathil selau bertentangan karena ada perbedaan antara haq dan batil (21:18,35; 13:17). Ketika yang haq dating yang batil pasti lenyap (17:81; 8:8), agar di menangkan atas semua dien(48:28; 9:33; 61:9).

:: Furqon
Sinopsis

Sikap furqon atau pembeda (antara yang haq dengan yang batil) di wakili oleh Allah sebagai haq dan taghut sebagai wakil kebatilan. Pemimpin al haq adalah Allah (yang benar), Allah SWT sebagai al haq akan membawa kepada cahaya yang memberikan bimbingan kepada manusia dengan mendatang kan islam sebagai dien sehingga selesailah segala permasalahan yang ada, kemudian di bawanya mereka di dalam syurga. Manakala pemimpin kebatilan adalah taghut. Taghut sebagai wakil dan pembawa kebatilan selalu berada di dalam kegelapan.Warna gelap yang mewarnai kebatilan akan membawa kejahiliyaan yang merupakan sumber masalah ummat dan perintis munculnya masalah. Keadaan ini akan membawa manusia sampai ke neraka.

Sikap furqon yang harus kita pegang dalam menghadapi pertembungan ini adalah membedakan secara benar mana yang haq dan yang batil kemudian berpegangan secara teguh kepada tali Allah yang sangat kukuh/urwatu wutsqo Prinsip yang perlu dipenuhi di dalam menjalankan urwatul wutsqo adalah aktiviti dan sikap yang berdasarkan lillah(karena Allah), ma'allah(beserta Allah), ilalah(menuju ridho Allah)

Hasiyah

1.Furqon

Syarah

Furqon adalah pembeda haq dan batil. Al qur'an sendiri berperanan sebagai furqon karena salah satu nama Al Qur'an adalah furqon. Al Qur'an sebagai al haq berarti lanngsung memberikan pemahaman bahwa di luar atau yang bertentangan dengan nilai-nilai Al Qur'an adalah kebatilan yang perlu di ingkari dan di tolah. Al Qur'an sebagai furqon karena di dalamnya terdapat petunjuk-petunjuk yang membawa manusia ke jalan yang benar dan membedakan nya dengan kebatilan. Orang yang mengamalkan furqon biasanya adlah orang yang bertakwa kepada Allah SWT akan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan, serta mengampunkan (dosa-dosa) kita.

Furqon sebagai pembeda haq dan batil ini merupakan pertarungan dia antara Allah dengan taghut yang secara implikasinya berlaku diantara orang beriman dengan orang kafir.

Dalil

25:1; Maha berkat Tuhan yang menurunkan Al-Furqon kepada hambaNya (Muhammad), untuk menjadi peringatan dan amaran bagi seluruh penduduk alam.

2:185; (Masa yang di wajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan ramadhan yang padanya di turunkan Al Qur'an, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia , dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbedaan antara yang benar dan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari antara kamu yang menyaksikan anak bulan ramadhan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia berpuasa bulan itu ; dan sesiapa yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah ia berbuka , kemudian wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu sebanyak hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan, dan ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan ramadhan), dan supaya kamu membesarkan Allah karena mendapat petunjukNya, dan supaya kamu bersyukur.

8:29; Wahai orang-orang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya ia mengadakan bagi kamu (petunjuk) yang membedakan antara yang benar dengan yang salah, dan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu, serta mengampunkan (dosa-dosa) kamu. Dan Allah (sememangnya) mempunyai limpah kurnia yang besar.

2. Allah sebagai pembawa al Haq

Syarah

Allah SWT sebagai haq karena dialah yang menciptakan manusia dan alam. Dia wajar mengetahui akan ciptaanNya sehingga ilmu yang dimilikiNya merupakan bukti kebenaran yang di bawaNya.

Dengan kebenaran maka wujudlah cahaya yang menyinari kegelapan dan mendapatkan penjelasan bagaimana semestinya kita hidup dan berjalan dengan baik dalam mencapai kejayaan. Muhammad SAW dan kitab yang diturunkan Allah SWT sebagai cara untuk lebih menjelaskan haq yang sebenarnya.

Islam sebagai pembimbing, karena cahaya yang di bawanya. Oleh itu dilarang mencampur cahaya dan kegelapan. Dilarang kita mencampur adukkan haq ini dengan kebatilan. Haq tetaplah haq dan laksanakan haq semampunya sedangkan batil adalah tetap batil yang merupakan kesesatan. Mencampuradukkan berarti kita tidak furqon tetapi larut dalam situasi.

Islam yang berisikan kebenaran akan menjadi penyelesai masalah ummat Sehingga ummat lepas dari penjara dunia untuk mengajak menusia kejalan yang benar sehingga di bawanya manusia ke akhirat masuk syurga.

Dalil

2:256; Tidak ada paksaan dalam agama (islam) dari kesesatan (kufur). Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah maha mendengar , lagi maha mengetahui.

2:257; Allah pelindung (yang mengawal dan menolong) orang-orang yang beriman. Ia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang kafir penolong-penolong mereka adalah taghut yang mengeluarkan mereka dari cahaya (iman) kepada kegelapan (kufur). Mereka itulah ahli neraka mereka kekal di dalamnya.

18:1; Segala terpuji tertentu bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya (Muhammad), kitab suci Al Qur'an, dan tidak menjadikan padanya sesuatu yang bengkok (terpesong)

2:42; Dan janganlah kamu campur adukkan yang benar itu dengan yang salah,dan kamu sembunyikan yang benar itu pula padahal kamu semua mengetahuinya.

3. Taghut sebagai pembawa kebatilan

Syarah

Dilain pihak pula taghut sebagai wakil dari kebatilan senantiasa mengeluarkan kegelapan yang menjadikan pengikutnya tidak tahu kemana akan pergi dan kemana kesudahannya. Keadaan kegelapan ini mungkin menjadikan muslim tersesat di dalam kejahiliyahan atau kebodohan yang didalamnya berpuncak segala kebodohan ummat.

Jahiliyah dengan kehidupan merupakan contoh nyata amalan yang bukan Islam, dimana mereka tidak mempunyai pegangan dan tidak jelas akan kemana sehingga perjalanan di dalam gelap boleh menyesatkannya.

Jahiliyah dengan keadaan yang demikian maka wajar dari dalamnya muncul permasalahan yang akan menghancurkan ummat Islam dan dunia seisinya.

Akhirnya mereka akan di bawa ke neraka.

Dalil

2:256; Tidak ada paksaan dalam agama (Islam), karena sesungguhnya telah nyata kebenaran (Islam) dari kesesatan (kufur). Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah maha mendengar, lagi maha mengetahui.

18:56; Dan tidak Kami mengutus Rasul-rasul, melainkan sebagai pemberi kabar gembira dan sebagai pemberi amaran; dan orang-orang kafir membantah dengan alasan yang salah untuk menghapuskan kebenaran dengan bantahan itu; dan mereka jadikan ayat-ayatku, dan amaran yang di berikan kepada mereaka sebagai ejekan-ejekan.

31:20; Dan tidak kami mengutus Rasul-rasul, melainkan sebagai pemberi berita gembira dan pemberi amaran; dan orang-orang kafir membantah dengan alasan yang salah untuk menghapuskan kebenaran dengan bantahan itu; dan mereka jadikan ayat-ayatKu, dan amaran yang diberikan kepada mereka sebagai ejekan-ejekan.

2:257; Allah pelindung (yang mengawal dan yang menolong) orang-orang yang beriman. Ia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang kafir, penolong -penolong mereka ialah taghut yang mengeluarkan mereka dari cahaya (iman) kepada kegelapan (kufur). Mereka itulah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya.

4. Urwatul Wutsqo

Syarah

Sikap kita menghadapi keadaan pertembungan haq dengan batil adalah mesti membuat hubungan yang kuat pada tali yang kuat dan kukuh (urwatul wutsqo). Pegangan ini berdasarkan pada kejelasannya terhadap al haq dan al batil. Tanpa mengtahui haq bagaimana pula individu akan berpegang dan kepada siapa pula mesti berpegang. Selain itu di ketahui mesti bagaimana kita mengenal jahiliyah sehingga kita perlu berjaga-jaga terhadap kebatilan. Kebatilan ini akan membawa kesesatan urwatu wutsqo dapat di jalankan dengan cara beriman kepada Allah dan mengingkari taghut . Iman Allah dan engkar taghut mesti di tanamkan di dalam hati agar kita berdiri dan berjalan dengan stabil tanpa goncangan.

Dalil

2:256; Tiadak ada paksaan dalam agama (islam), karena sesungguhnya telah nyata kebenaran (islam) dari kesesatan (kufur), Oleh itu sesiapa tidak percayakan taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah maha mendengar , lagi maha mengetahui.

5. Prinsip urwatul wutsqo

Syarah

Melaksanakan urwatu wutsqo ini, kita perlu mempunyai prinsip pelaksanaaannya. Diantara prinsip ini adalah kita menjadikan aktiviti ini berdasarkan Allah dan pelaksanaannya kepada Allah. Lil islam berarti kita mendasari aktiviti dengan ikhlas. Cara bersama Allah berarti kita menjadikan hidup dan mati untuk Allah dan islam. Sedangkan tujuan kepada Allah (ilallah) adalah mencari keredhaanNya.

Dalil

98:5; Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyambah Allah dengan mengikhlashkan ibadat kepadaNya, lagi tetap teguh diatas tauhid; dan supaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat. Dan yang demikian itulah agama yang benar.

6:162; Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan ibadahku, hidupku dan matiku , hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.

16:128; Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa, dan orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya.

2:207; Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya karena mencari keredhaan Allah semata-mata; dan Allah pula amat belas kasihan akan hamba-hambanya.

Ringkasan Dalil

Furqon: pembeda ( antara yang haq dengan yang bathil) (25:1; 2:185; 8:29) 1. Pemimpinnya Allah (2:257)-al haq/yang benar (18:1; 2:42;), membawa kepada cahaya(2:257), kebenaran (2:256), al islam, penyelesaian masalah sampai dengan ke syurga. 2. Pemimpinnya taghut(2:256), al bathil(18:56; 31:20), membawa kepada kegelapan (2:257) sampai ke neraka, kesalahan, system jahiliyah, sumber segala permasalahan, neraka.

Untuk furqon harus berpegang teguh kepada tali Allah yang sangat kukuh/urwatu wutsqo (2:256) prinsipnya : lillah/karena Allah (98:5; 6:162), ma'allah (beserta Allah) (16:128), ilallah. Menuju redha Allah (2:207).

:: Istiqomah
Sinopsis

Istiqomah merupakan komitmen dan konsisten kita kepada Allah. Segala aktiviti dan tingkah laku kita di rujuk kepada Allah. Aktiviti yang tidak dirujuk kepdaa Allah atau yang tidak konsisten maka disebut tidak istiqomah. Beberapa cirri istiqomah yang perlu di laksanakan oleh muslim adalah menjadikan dasar aktivitinya kepada mabda atau prinsip hidupnya karena Allah, iaitu karena islam. Karena secara konsep kehidupan ini karena Dia (lillah) maka kita mesti hidup beserta Allah, yaitu dengan mengikuti minhaj Allah(al islam) kemudian istiqomah juga di iringi dengan tujuan hidup yaitu dengan menuju kepada Allah atau menuju kepada Islam. Keadaan yang demikian di sebut istiqomah.

Bagi mereka yang tidak islam atau kafir, mabda/prinsip hidup karena untuk bukan Islam (miasalnya untuk isme-isme jahiliyah)maka hasilnya juga untuk selain Allah. Dalam konsep (manhaj) yang di bawanya itu, mereka hidup tanpa islam atau bukan dengan Islam, dengan demikian ia hidup beserta syetan. Dari segi tujuan hidup pula mereka menuju kepada selian islam atau kepada selain Allah.Keadaan demikian di sebut tidak istiqomah yang diamalkan oleh pihak kafir.

Sedangkan pihak muharrifin atau munafik bersifat mundzabdzab Yang berarti kadang istiqomah kadang tidak istiqomah, sekali sekala iman kadang kufur dengan maksiyatnya sehinga mereka ini sama saja dengan kafir yaitu tidak istiqomah terhadap islam.Kaum munafik pun akanmengalami azab dan siksaan yang pedih sebagai balasan amalan yang tidak istiqomah.

Hasiyah

1.Istiqomah

Syarah

Senantiasa muslim berada di atas al haq dan tetap istiqomah. Ini merupakan kekuatan untuk membentengi serangan dari al batil yang tidak pernah penat. Iblis telah membuat komitmen kepda Allah bahwa ia akan berusaha dengan kuncu-kuncunya dan gengnya untuk terus menyesatkan anak Adam sehingga hari kiamat. Oleh itu istiqomahlah senjata kita. Seorang mu'min dari awal titik bertolaknya berdiri diatas prinsip bahwa" aku memperjuangkan islam ini adlah karena Allah"&ldots; bukan karena yang lain. Kalau tidak demikian kita tidak akan bertahan. Banyak sangat tarikan dan godaaan untuk seorang mu'min itu terpesong, tertipu, terbelit atau akhirnya di telah oleh jahiliyah.Mereka pun tak kurang umpan dan taktik untuk memerangkap orang mu'min. Noktah bidayah&ldots; Starting point mestilah benar-benar lillah.. yang didasrkan dari prinsip-prinsip yang datangnya hanya dari Allah SWT dan Rasul. Komitmen adalah lil islam.. Brjuang untuk menegakkan islam. Minhaj mestilah dari Islam. Minhaj. System cara,uslub, pendekatan semuanya bersumber dari Allah SWT. Minhaj yang diturunkan Allah adalah lengkap dan sempurna. Seorang mu'min akan tetap istiqomah dengan mengambil sumber kehidupannya daripada Allah. Oleh itu hanya islam lah yang mewarnai, mensibgroh kehidupan dan kematiannya. (5:48) Dan matlamat akhir adlah jelas dan terang yaitu mendapatkan mardhotillah di dunia dan akhirat. Menegakkan islam serta memenangkan islam.

Dalil

6:161; Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.

2:193; Dan perangilah mereka sehingga tidak adalagi fitnah, dan(sehingga) menjadilah agama itu semata-mata karena Allah. Kemudian jika mereka berhenti maka tidaklah ada permusuhan lagi melainkan terhadap orang-orang zalim.

8:39; Dan perangilah mereka sehingga tidak adalagi fitnah, dan(sehingga) menjadilah agama itu seluruhnya(bebas) bagi Allah semata-mata. Kemudian jika mereka berhenti (dari kekufurannya dan gangguannya, niscaya mereka di berikan balasan yang baik) karena sesungguhnya Allah maha melihat akan apa yang mereka kerjakan.

42:15; Oleh karena yang demikian itu, maka serulah(mereka-wahai Muhammad-kepada beragama dengan betul), serta tetap teguhlah engkau menjalankan sebagaimana yang diperintahkan kepadamu, dan janganlah engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka; sebaliknya katakanlah:"Aku beriman kepada segala kitab yang diturunkan oleh Allah, dan aku di perintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah jualah tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal kami dan bagi kamu amal kamu. Tidaklah patut ada sebarang pertengkaran antara kami dengan kamu(karena kebenaran telah jelas nyata). Allah akan menghimpunkan kita bersama (pada hari kiamat), dan kepadaNyalah tempat kembali semuanya(untuk dihakimi dan di beri balasan)".

41:30-32; Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan berkata:"Tuahan kami ialah Allahh",kemudian mereka tetap teguh diatas jalan yang betul,akan turunlah malaikat dari mereka dari semasa-ke semasa (dengan memberi ilham0:"Janganlah kamu bimbang (dari berlakunya kejadian yang tidak baik terhadap kamu) dan janganlah kamu berduka-cita, dan terimalah berita gembira bahwa kamu akan beroleh syurga yang telah di janjikan kepada kamu."Kami lah penoong-penolong kamu dalam kehidupan dunia dan pada hari akhirat; dan kamu akan beroleh- pada hari akhirat -apa yang di ingini oleh hawa nafsu kamu, serta kamu akan beroleh -pada hari itu - apa yang kamu cita-citakan mendapatnya."(pemberian-pemberian yang serba mewah itu) sebagai sambutan dari Allah yang maha pengampun lagi maha mengasihani!"

11:112; Oleh itu, hendaklah engkau (wahai Muhammad) senantiasa tetap teguh diatas jalan yang betul sebagaimana yang diperintahkan kepadamu, dan hendaklah orang-orang yang rujuk kembali kepada kebenaran mengikuti mu berbuat demikian ; dan janganlah kamu melampaui batas hokum-hukum Allah; Sesungguhnya Allah maha melihat akan apa yang kamu kerjakan.

Hadits.

2.Ghoiru istiqomah

Syarah

Disebaliknya golongan yang tidak istiqomah dari awalnya lagi bertolak dari niat yang tidak bersih. Yaitu mereka melakukan suatu amaldi atas tujuan selain Allah. Apakah toghut, kebendaan ataupun hawa nafsu yang menjadi tujuan mereka, haqiqatnya mereka melakukan sesuatu bukan untuk islam dan bukan karena Allah. Tentu saja mereka bersumberkan minhaj hidup jahiliyah yang di namakan dengan apa saja nama atau sumber. Teori-teori, hipotesis, 'dzon' dan falsafah seperti komunisma,materialisma,sosialisma serta tokoh-tokoh pemikir jahiliyah adalah sumber mereka. Minhaj hidup mereka di cedok dari sumber-sumber yang tidak haq, lalu hancurlah system kehidupan mereka . Apakah yang menjadi sasaran akhir dari kehidupan mereka&ldots; tentu saja kerugian yang sebenarnya. Rugi di hari bertemu dengan Allah SWT, menyesal dan saling berbantah-bantahan. Di dunia mereka bermati-matian untuk mempertahankan tertegaknya toghut dan sistemnya. Mereka menjadi pendukung setia toghut sehinggalah mereka mati karenanya&ldots; nauzubillah. Amal baik mereka di dunia menjadi habuk yang berterbangan dan faedahnya adalah "maya" atau seperti fatamorgana. Para daie tidak harus tertipu dan gelap mata dengan apa yang dilihat dari kebaikan mereaka. Kita mesti istiqomah diatas islam.

Dalil

18: 103; Katakanlah (wahai Muhammad): " Mahukah Kami kabarkan kepada kamu akan orang orang-orang yang merugi amal-amal perbuatannya?

24:39; Dan orang-orang kafir pula, amal-amal mereka adalah umpama riak sinaran panas di tanah rata yng di sangkanya air oleh orang yang dahaga ,(lalu ia menuju kearahnya) dan ia tetap mendapati hokum Allah di sisi amalnya, lalu Allah menyempurnakan hitungan amalnya (serta membalasnya); dan (ingatlah) Allah amat segera hitungan hisabNya.

3.Mudzabdzab

Syarah

Golongan yang tiada pendirian di jelaskan dalan al Qur'an dengan istilah mudzabdzab. Ini golongan orang munafik dan AllahSWT menkategorikan mereka sebagai kufur.. serta memenetapkan status mereka paling bawah dalam api neraka.. nauzubillag. Mereka juga tidak istiqomah&ldots;. Tidak tetap diatas iman dan islam. Allah SWT telah menjelaskan hakekat ini dalam Al Qur'an &ldots; bahkan ada serah yang dinamakan untuk mereka. Tidak istiqomah ini adalah sifat yang merbahaya oleh itu tarbiyah islammiayah mesti berterusan. Jangan menyangka bila telah menjadi syeh besar tak perlu tarbiyah,tazkiyah,tazkirah&ldots;. Semuanya perlukan mutabaah. Setiap kita perlukan nasihat dan tarbiyah berterusan. Tarbiyah terlalu penting untuk di abaikan.

Dalil

4:137; Sesunggguhnya orang-orang yang beriman, kemudian mereka kafir, kemudian mereka beriman semula, kemudian mereka kafir lagi, kemudian mereka bertambah lagidengan kekufuran, Allah sekali-sekali taidak akan memberi ampun kepada mereka, dan tidak akan memberi pentunjuk hidayah ke jalan yang benar.

4:143; Mereka berkeadaan "muzabzab" (tidak mempunyai pendirian yang tetap) antara (iman dan kufur )itu; Mereka tiadak berpihak terus kepada golongangan (kafir) dan tidak pula berpihak kepada golongan (yang beriman)

4:150; Sesunggguhnya orang-orang yang kufur ingkar kepada Allah dan RasulNya,dan (orang-orang yang) hendak membeda-bedakan iman mereka diantara Allah dan RasulNya, dan (orang-orang yang) berkata:"Kami beriman kepada setengah Rasu-rasul itu dan kufur kepada setengah yang lain", serta hendak bertujuan mengambil jalan lain antara iman dan kufur itu:

Ringkasan Dalil

Islam/mukmin: mabda/prinsip hidupnya: semata karena Allah, ialah karena selain Allah. Dalam konsep, karena dia lillah maka ia beserta Allah,yaitu dengan minhaj Allah Al Islam. Dari segi tujuan hidup maka ia menuju Allah (6:162),,atau menuju Islam (hadits, 2:193; 8:39) yang disebut istiqomah (42:15; 41:30-32; a, 11:112)

Diluar islam /kafir. Mabda/prinsipnya karena untuk nomn Islam (isme-ismse jahiliyah) maka hasilnya untuk selain Allah. Dalam konsep M(Manhaj) karena dia tanpa islam atau bukan karena islam maka ia beserta syetan. Dari segi tujuan hidup karena selain menuju islam maka menuju selain Allah (18:103; 24:39) yang di sebut kufur.

Muharrifin/munafik: mudzabdzab, tidak istiqomah(4:137, 143, 150,b,c)


:: Hizbullah
Sinopsis

Persediaaan utama menghadapi al batil adalah dengan memiliki hizbullah. Hizbullah di bentuk dan di bina dengan dua azas yaitu akhlak islamiyah dan akhlak harakiah. Akhlaq islamiyah membina persediaan dalaman yang mantap melalui, mahabatillah-cinta Allah, Berkasih saying sesama mu'min, bertegas dengan kafir, berjihad dan menghilangkan takut kepad manusia, membersihkan wala semata-mata untuk Allah dan Rasul. Setelah di bina persediaan asas ini , mu'min di perkkohkan dengan akhlak harakiah sebagai binaan untuyk menguatkan mu'min terjun ke medan pertembungan dien al batil. Antara lain persediaan al thabat.. menghancurkan sifat taraddud (sifat tak pasti), zikrullah sebagai penghapus sifat lalai-ghaflah. Taat Allah dan Rasul - untuk menghancurkan ma'siyyat. Membina sifat tanazu' supaya melahirkan kesatuan. Sifat sabar menghapuskan, Sifat tidak berkaluh kesah untuk melahirkan tawadhu, menghapuskan riya supaya tetap ikhlas, tidak menghalang dari jalan Allah tetapi terus menerus menolong di jalan Allah.

Hasiyah

Akhlak Asasiyah

1. Mencintai Allah

Syarah

Al Qur'an berulang kali menyebut isu kecintaan ini sebagai suatu dasar dalam kehidupan manusia. Samada mencintai Allah ataupun mencintai selain Allah. Asas kecintaan adalah dorongan yang kuat dalam diri manusia. Kecintaan kepada Allah bukan bermaksud meninggalkan yang lain. Akan tetapi ia seperti mata air yang menjadikan para mu'min mencintai semua yang Allah kasihi dan menjadikan mu'min sungguh-sungguh dalam beramal. Cinta Allah dan Rasul mesti diletakkan pada perioriti pertama&ldots; bukan kedua.

Dalil

5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan orang yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberikanNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.

2:165; (Walaupun demikian), ada juga dari manusia yang mengambil selain Allah (untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagai mana mereka mencintai Allah; sedangkan orang-orang yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah. Dan kalaulah orang-orang yang melakukan kezaliman (syirik) itu mengetahui ketika mereka melihat azab pada hari akhirat, bahwa sesungguhnya kekuatan dan kekuasaan itu semuanya tertentu bagi Allah , dan bahwa sesungguhnya Allah maha berat azab dan siksaNya, (niscaya mereka tidak melakukan kezaliman itu)

8:2; Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang sempurna imannya) ialah mereka yang apabila di sebut nama Allah (dan sifat-sifatNya) gementarlah hati mereka; dan apabila di bacakan kepad mereka ayat-ayatNya, menjadikan mereka bertambah iman , dan kepada Tuhan mereka jualah mereka berserah.

2. Bersikap lemah-lembut kepada mukminin

Syarah

Ini adalah sikap yang menjadi buah dari cinta Allah dan keimanan kepada Allah. Allah memerintahkan mu'min mencintai ikhwahnya sesama mu'min, buah dari ukhuwah fillah. Asas ukhuwwah menjadikan mu'min merasai kemuliaan dan menghormati saudaranya. Ia juga memahami akan kelemahan manusia dan bersikap lemah-lembut serta pemaaf. Dlam konteks tarbiyah bukan tidak menegur atau menasihat, bahkan ada pendekataan khusus yang diajari oleh Rasulullah SAW. Kalau kita berkasar tentunya orang lari dari kita.

Dalil

5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.

48:29; Nabi Muhammad (SAW) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi islam) , dan sebaiknya bersikap berkasih saying serta belas kasihan sesama sendiri (umat islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaanNya. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang sholeh) terdapat muka mereka -dari kesan sujud (dan ibadat mereka yang ikhlas). Demikian sifat mereka yang tersebut dalam kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam kitab injil pula ialah(bahwa mereka diibaratkan) sebagai pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya, sehingga ia menjadi kuat,lalu ia tegap berdiri diatas (pangkal) batangnya dengan keadaan yang mengagumkan orang-orang yang menanamnya. (Allah menjadikan Nabi Muhammad, SAWdan pengikut-pengikutnya kembang biak serta kuat gagah sedemikian itu) karena Ia hendak menjadikan orang-orang kafir mereana dengan perasaan marah dan hasad dengki- dengan kembang biaknya umat islam itu. (Dan selain itu) Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dari mereka, keampunan dan pahala yang besar.

3. Bersikap tegas terhadap kafirin

Syarah

Ketegasan mu'min penting bila berhadapan dengan kafir. Mereka adalh musuh yang nyata. Permusuhan yang berlaku hasil dari pertentangan aqidah, pertentangan dien dan pertentangan matlamat. Tugas mu'min adalah berda'wah dan menegakkan al haq sedangkan mereka di sebaliknya.Sikap pendirian teguh mu'min penting ketika berhadapan dengan kafir dan kekufuran. Kiya tidak boleh kompromi dalam perkara dasar islam. Surah Al kafirun menegaskan&ldots; lakum deenukum&ldots;

Dalil

5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.

48:28-29; (Allah yang menyatakan itu ) Dialah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad SAW) dengan membawa hidayah petunjuk dan agama yang benar(agama islam), supaya Dia memenangkan dan meninggikan atas segala bawaan agama yang lain; dan cukuplah Allah menjadi saksi (tentang kebenaran apa yang di bawa RasulNya itu).Nabi Muhammad (SAW) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi islam) , dan sebaiknya bersikap berkasih saying serta belas kasihan sesama sendiri (umat islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaanNya. Tanda yang menunjukkan mereka (sebagai orang-orang yang sholeh) terdapat muka mereka -dari kesan sujud (dan ibadat mereka yang ikhlas). Demikian sifat mereka yang tersebut dalam kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam kitab injil pula ialah(bahwa mereka diibaratkan) sebagai pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya, sehingga ia menjadi kuat,lalu ia tegap berdiri diatas (pangkal) batangnya dengan keadaan yang mengagumkan orang-orang yang menanamnya. (Allah menjadikan Nabi Muhammad, SAWdan pengikut-pengikutnya kembang biak serta kuat gagah sedemikian itu) karena Ia hendak menjadikan orang-orang kafir mereana dengan perasaan marah dan hasad dengki- dengan kembang biaknya umat islam itu. (Dan selain itu) Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dari mereka, keampunan dan pahala yang besar.

66:9; Wahai Nabi ! Berjihadlah(menentang) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, serta bertindak keras terhadap mereka . Dan (sebenarnya) tempat mereka adalah neraka jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali.

4. Berjihad di jalan Allah

Syarah

Inilah jawaban kepada masalah yang di hadapi umat. Mu'min mestilah di dorong untuk terjun ke meadn buka duduk diam dan berpeluk tubuh. Setelah memahami dan menyakini fikrah islamiah, sewajarnya akhlak mu'min adalah ia perlu bangkit dan menyebar ridsalah. Kiranya ada yang cuba menghalanginya ia tiadk patah semangat dan berputus asa. Jihad adalah jalan keluar. Ia terus menerus bersugguh-sungguh di atas jihad dan pengorbanan. Man mungkin tertegak islam, dan dsampai islam kepada kita tanpa darah dan air mata. Sejarah ummat islam kaya dengan warna darah syuhada' dan Allah SWT sendiri telah memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada syuhada. Jihad dengan segala macam persediaan, strategi dan taktik, mengikut marhalah dan perancangan harakiah kerja-kerja jihad dilaksanakan oleh jundullah.

Dalil

5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.

9:23-24; Wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu menjadikan bapa-bapa kamu dan saudara-saudara kamu sebagai orang-orang yang di dampingi jika mereka memilih kufur dengan meninggalkan iman; maka merekalah orang-orang yang zalim, katakanlah (Wahai Muhammad); "Jika bapa-bapa kamu, dan kaum keluarga kamu, dan harta benda yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah-rumah tempat tinggal kamu sukai,-(jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk agamaNya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusanNya (azab siksaNya); karena Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (durhaka).

47:31; Dan demi sesungguhnya! Kami tetap menguji kamu (wahai orang-orang yang mengaku beriman) sehingga ternyata pengetahuan Kami tentang adanya orang-orang yang sabar (dalam menjalankan perintah Kami); dan (sehingga) Kami dapat mengesahkan (benar/atau tidaknya) berita-berita tentang keadaan kamu.

5. Tidak takut celaan orang yang suka mencela

Syarah

Manusia memang senang memberi komen. Mereka akan mengatakan sesuatu kepada kita. Tetapi apakah kata-kata manusia semuanya nak di dengar dan diambil kira oleh jundullah??? Kalau nak dengar semua komen tak jadilah kerja kita. Kita melatih terus paara duat untuk terus beramal dan melaksanakan perancangankerja dengan terus-menerus. Tidak harus cepat secara psikologi merasa lemah dengan ghazwu fikri mereka. Kamu tak kan berjaya, kamu buat kacau, kamu menyusahkan emak bapa, kamu tak sesuai,kamu bukan ustaz, kamu tak layak,kamu tak ada tauliyah, kamu student belajar dulu, anak istri nak makan apa kalau macam iini, takkan nak tinggalkan kemajuan, sekarang era IT bukan zaman jahiliyah, kenapa tak rujuk barat saja..,, takkan Qur'an saja, mana dalil yang anta cakap, anatatak jelas lagi fikrah, anta tak asolah,anta tak itu,anata tak ini&ldots; dan macam-macam &ldots;.lagi.

Dalil

5:54; Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa diantara kamu berpaling tadah dari agamanya(jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orangg kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut pada celaan yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia yang diberiaknNya kepada sesiapa yang di kehendakiNya ; karena Allah maha luas limpahan kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.

86:6; Ia di ciptakan dari air(mani) yang memancut (ke dalam rahim)

83:35-36; Sambil mereka berehat di atas pelamin-pelamin (yang berhias), sserta melihat (hal yang berlaku kepada musuhnya). (Untuk menambahkan kegembiraan mereka, mereka di Tanya):"Bukankah orang-orang yang kaafir itu telah di balas akan apa yang telah mereka kerjakan dahulu?"

6. Walanya untuk Allah Rasul dan orang yang mukmin

Syarah

Semua orang secara sedar atau tidak akan memberi wala' kepada sesuatu. Sebagai jundullah, sasaran wala kita mestilah kepada Allah, Rasulnya dan mu'min. Pertolongan kita juga dari Allah dan Allah beserta para mu'min. Wala yang tak berbelah bagi inilah yang akan menyatukan saf mu'min.

Dalil

5:55, 56; Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, dan RasulNya, serta orang-orang yang beriman, yang mendirikan sembahyang, dan menunaikan zakat, sedang mereka rukuk(tunduk menjunjung perintah Allah). Dan sesiapa yang menjadikan Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman itu penolongnya (maka berjayalah dia) , karaena sesungguhnya golongan (yang berpegang kepada agama) Allah, itulah yang tetap menang.

58:22; Engkau tidak akan dapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, tergamak berkasih-mesra dengan orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan RasulNya; Sekalipun orang-orang yang menentang mereka itu ialah bapa-bapa mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara-saudara mereka, ataupun keluarga mereka. Mereka (yang setia) itu, Allah telah menetapkan iman dalam hati mereka, dan telah menguatkan mereka dengan semangat pertolongan daripadaNya; dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka tetap kekal di dalamnya. Allah reda akan mereka dan mereka reda (serta bersyukur)akan nikmat pemberianNya. Merekalah penyokng-penyokong (agama) Allah. Ketahuilah! Sesungguhnya penyokong-penyokong (agama) Allah itu ialah orang-orang yang berjaya.

Akhlak Harakiyah :

7.Tsabaat

Syarah

Menghadapi jihad dan pertembungan sangat memenatkan dan meletihkan. Kalau kereta yang berjalan terus-menerus dan akhirnya akan terpaksa berhenti. Untuk terus tetap bagaimana?. Ini perlu tarbiyah berterusan. Hati-hati (qulub) ini mesti terus di isi dengan keimanan yang kental, fikrah dan tasawwur tetap diperingatkan mengenai kepentingan amal dan jihad. Hubungan teru-menerus dengan Allah SWT adalah senjata paling kuat ketika berhadapan dengan suasana gawat medan jihad dan peperangan. Zikrullah dan merasai pertolongan Allah menjadikan mu'min thabat dan tidak akan berundur menghadapi suasana medan. Bahkan di medan ghazwul fikri ini pun kita kena terus thabat&ldots;

Dalil

8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.

8. Zikrullah

Syarah

Ketenangan hati, mut'mainal qulub adalah satu puncak dari kejaaan mukmin. Dalam ketenangan qulublah maka manusia akan mendapat satu nikmat besar. Orang kalau kaya , rumah besar, sesmua cukup tapi kalau hati tidak tenang&ldots;. Hilang kenikmatannya. Allah mengajar kita bahwa ketenangan itu hanya dating dengan mengingatiNya,Zikrullah. Memang telah ada banyak uraian dan penjelasan mengenai zikrullah dari Al Qur'an dan as sunnah. Solah sendiri merupakan zikrullah yang di fardukan 5 hari sekali. Zikr yang ma'thur dari rasulullah pula menjadi amalan dan benteng mu'min. Zikrullah juga dalam maksud mengingati seluruhnya yang di wahyukan Allah melalui tilawah, tadarus dan tadabbur ayat dan tafakkur alam ciptaan Allah. Ingat Allah, bahkan sebagai ghoyah kita yaitu tepat kembali kita agar menjadi bekal untuk terus berjihad.

Dalil

8:45-47

13:28; "(yaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tentram hati mereka dengan zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tentramlah hati manusia.

9.Tidak lalai

Syarah

Senantiasa bersedia dan bersiap menghadapi segala kemungkinan juga sifat jundullah. Persediaan adalah mengikut keperluan dan berdasarkan waqie. Serangan dating dalam berbagai bentuk maka perlulah bersedia. Menunggu apa saja arahan dari qiadah dan bersedia taat. Kelalaian mungkin menyebabkan musuh msauk melalui pintu yang kita jaga. Dalam madan tullab misalnya, musuh menggunakan media untuk menyerang dengan hebat. Maka kita perlu sedar.

Dalil

2:203; Dan sebutlah kamu akan Allah (dengan takbir semasa mengerjakan haji ) dalam beberapa hari yang tertentu dalam bilangannya. Kemudian sesiapa yang segera (meninggalkan mina) pada hari yang kedua, maka ia tidaklah berdosa dan sesiapa yang melambatkan (meninggalkan mina) maka ia juga tidaklah berdosa; (keteiadaan dosa itu ialah) bagi orang yang bertakwa dan hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan ketahuilah sesungguhnya kamu akan di himpunkan kepadaNya.

10. Taat kepada Allah

Syarah

Dengan amal-amal sholeh yang kita kerjakan akan menutup ruang untuk bermaksiyat kepada Allah. Amal sholeh membersihkan hidup mu'min. Amal taat ini menguatkan iman dan membentuk akhlaq mu'min yang kuat. Bidang alam taat kepadaa Allah adalah seluas islam. Ia memberi ruang dakwah dan ruang berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat. Dalam menunaikan taat, ia melaksanakan amal harakiyah. Mu'min menjadi missal amali bagi apa yang ia da'wahkan. Amal taat inilah buah-buah iman yang benar kepada Allah. Taat kepada Allah SWT adalah taat yang mutlaq&ldots;

Dalil

8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.

4:80; Sesiapa yang taat kepada Rasulullah, maka sesungguhnya ia telah taat kepada Allah; dan sesiapa yang berpaling ingkar, maka( janganlah engkau berduka cita wahai Muhammad), karena Kami tidak mengtusmu untuk menjadi pengawal (yang memelihara mereka dari melakukan kesalahan).

11. Tidak bermaksiat

Syarah

Ma'siyat banyak merusakkan kehidupan manusia. Ia membawa manusia semakin jauh dari hidayah Allah, dan jauh dari kebenarn. Ia menjadi penghalang dari para malaikat dan pertolngan dari Allah. Maksiyat menghitamkan hati dan memberikan gambaran yang negatif terhadap para duat. Hendaklah di tarbiyah dengan berterusan agar jahiliyah ini dapat di kikis sepenuhnya dari hati kita. Dalam sirah pernah Rasulullah SAW menegur Abu Zar yang mengatakan kepada Bilal satu ungkapan dari Jahiliyah.

Dalil

53:26; (Golongan yang musyrik mengharapkan pertolongan benda-benda yang mereka sembah itu) padahal berapa baynak malaikat dilangit, syafaat mereka tidak dapat mendatangkan sebarang faedah, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi sesiapa yang di kehendakiNya dan di rhedhaiNya.

12. Tidak saling berbantah-bantahan

Syarah

Perbedaan pendapat dan pandangan manusia memang biasa. Bahkan sahabat yang besar seperti Abu Bake dan Umar pun berbeda pendapat. Tetapi yang salah ialah berlebih-lebih dalam mempertahankan pendapat. Ia merasai pandangannya lah yang paling benar.. orang lain semua salah. Sehingga akhirnya timbullah perasaan tidak puas hati dan di lahirkan dalam manifestasi berbantah-bantahan. Ini akan membawa per selisihan hati yang membawa kepada berpecah-belah dan hilanglah wehdah, .. kesatuan. Oleh itu mentarbiyah jundullah untuk tidak berselisih, bersyra dan kemudian taat kepada keputusan.

Dalil

8:45-47;

6:153; Dan bahwa sesungguhnya inila jalan Ku (agama islam) yang betul lurus, maka hendaklah kamu menurutnya; dan janganlah kamu menurut jalan-jalan (yang lain dari islam), karena jalan-jalan (yang lain itu) mencerai-beraikan kamu dari jalan Allah, Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kepada kamu, supaya kamu bertaqwa.

30:31-32; Hendaklah kamu (wahai Muhammad dan pengikut-pengikutmu) senantiasa rujuk kembali kepada Allah (dengan mengerjakan amal-amal bakti) serta bertaqwalah kamu kepadaNya; dan kerjakanlah sembahyang dengan betul sempurna; dan janganlah kamu menjadi dari manaa-mana golongan orang musrik-yaitu orang-orang yang menjadikan fahaman agama mereka berselisihan mengikut kecenderungan masing-masing serta mereka pula menjadi berpuak-puak; tiap-tiap puak bergembira dengan apa yang ada padanya (dari fahaman dan amalan yang terpesong itu).

13.Bersatu

Syarah

Tanpa wehdah, kekuatan kita hilang dan musuh senang untuk mengalahkan kita. Habislah kita. Kesatuan jundullah beasaskan suatu sang kukuh iaitu Allah yang satu, kitab yang satu dan dien yang satu. Kesatuan berdasrkan iman dan ukhuwah. Semua mempunyai ghoyahyang satu, bagaimana kita boleh berpecah kembali. Kesatuan mesti terus menerus di jaga dan dipelihara terutama ketika kita diserang musuh.

Dalil

3:103; dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah(agama islam), dan janganlah kamu bercerai-berai; dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan(semasa jahiliyah dahulu), lalu Allah menyatukan diantara hati kamu ( sehingga kamu bersatu-padu dengan nikmat islam), maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang islam yang bersaudara. Dan kamu dahulu telah berada ditepi jurang neraka (di sebabkan nikmat islam juga). Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat keteranganNya, supaya kamu mendapat petunjuk hidayahNya.

14. Sabar

Syarah

Akhlak yang perlu juga di sediakan bagi jundullah yang menyertai hizbulah adalah sabar. Akhlak ini merupakan benteng dan sekaligus senjata bagi kita yang berdakwah. Dengan kesabaran semua permasalahan dan ujian yang ada di hadapan serta segala cabaran dakwah dan kehidupan dapat dihadapi dan di atasi dengan baik. Suasana jiwa yang di warnai oleh sabar ini dapat menentramkan jiwa dan mendamaikan hati. Suasana yang selalu menyertai segala tentangan dan tantangan dakwah. Kesabaran akan membawa kita kepada kejayaan. Banyak perintah yang Allah sebutkan agar kita saling menasehati dengan kesabaran setelah kita menasehati al haq kepada orang lain, juga hadits yang menyuruh kita bersabar sehingga dengan sabar ini kita mendapatkan kemenangan dan kebahagiaan. Musibah yang akan menimpa kita pun perlu di hadapi dengan sabar, seperti musibah kelaparan, kematian,kemiskinan dan sebagainya. Kesabaran di alam dakwah merupakan akhlak penting yang perlu di sediakan pada diri kita dalam menghadapi cemooh,fitnah dan hasutan.

Dalil

98:45-47; Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan yang hati mereka (sangat) ragu-ragu.Oleh karena itu mereka senantiasa bingung dan teragak-agak dalam keraguannya. Dan kalaulah mereka mau keluar (untuk trut berperang0, tentulah mereka menyediakan persiapan untuknya; tetapi Allah tidak suka pemergian bersama orang-orang yang tinggal". Kalaulah mereka keluar bersama kamu ,(dengan tujuan)hendak menimbulkan fitnah (kekacauan) dalam kalangan kamu; ssedang diantara kamu ada orang yang suka mendengar hasutan mereka. Dan (ingatlah) Allah maha itu maha mengetahui orang-orang yang zalim.

3:146; Dan berapa banyak Nabi-nabi (dahulu) dengan berperang di sertai oleh ramai orang-orang yang taat kepada Allah, maka mereka tidak merasa lemah semangat akan apa yang telah menimpa mereka pada jalan (agama) Allah dan mereka juga tidak lemah tenga dan tidak pula mahu tunduk (kepada musuh). Dan (ingatlah), Allah senantiasa mengasihi orang-orang yang sabar.

15.Tidak berkeluh kesah,tidak sombong

Syarah

Orang yang beriman dan berdakwah tidak ada dalam dirinya kamus berkeluh kesah. Mereka tidak ada masa untuk berkeluh kesah, masanya suntuk menghadaapi dakwah dan menjalankan aktiviti-aktiviti berdakwah. Akhlak yang juga perlu di lengkapi ini merupakan bahagian bagaimana kita dapat memotivasi diri. Dengan keluh kesah maka kita menjadikan diri sendiri tidak bermotivasi, kurang semangat dan tidak mempunyai harapan. Keadaan yang demikian biasanya, di ciptakan leh diri individu itu sendiri.Akhlak tidak sombong juga perlu menghiasi para jundullah dan Da'I Allah. Dengan akhlak ini, ia mudah menerima pandangan dan perbaikan diri dan dakwah untuk menyongsong kejayaan di masa depan. Tidak sombong juga merupakan akhlak para ibadurrahman. Motivasi untuk meningkatkan gerak langkah menuju kecita-cita. Manakala tidak sombong akan menjadikan kita mudah diterima mad'u, disenangi oleh orang dan juga mudah untuk melaksanakan kebaikan yang di nasehatkan kepadanya.

Dalil

8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.

16.Tawadhu

Syarah

Akhlak tawadhu ini hampir sama ruhnya dengan tidak sombong. Mukmin senantiasa berjalan dengan tawadhu, ia tidak sombong dan senantiasa merendahkan hati dari hadapan orang lain. Ia bukan rendah diri karena rendah diri bukan merupakan akhlak islam walaupun ini banyak berlaku di kalangan islam sebagai hasil dari penjajahan. Rendah hati itu berkata tidak tinggi, tidak membanggakan diri dan juga tidak merendahkan orang lain. Bahkan Allah SWT menyuruh kita untuk merendahkan diri kepada pengikutnya dan tentunya juga kepada manusia secara umumnya.

Dalil

26:215; Dan hendaklah engkau merendah diri kepada pengikut-pengikutmu dari orang-orang yang beriman.

17.Tidak Riya

Syarah

Riya adalah penyakit ahati yang tersembunyi yang sangat berbahaya. Dengan riya ini kekuatan menjadi berkurang dan Allah melepaskan diri dari kita, karena perbuatan maksiat (ria) tersebut. Contoh di dalam Al Qur'an menceritakan kegagalan dari mereka yang riya karena mereka sombong, menunjuk-nunjuk kehebatannya di depan orang ramai&ldots;. Perbuatan yang diiringi dengan riya menjadikan amalan tersebut tidak di nilai oleh Allah SWT. Riya ini sukar dikenal pasti karena berhampiran dengan ikhlas, perbedaan diantara keduanya sangatlah tipis. Susahnya memisahkan daan terkadang muncul silap niat pada diri kita di dalaam melaksanakan aktiviti ini perlu mengiringi aktiviti ini dengan memperbanyak istigfar. Dengan tidak riya maka jundullah akan selalu di dukung oleh Allah SWT.

Dalil

8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.

41:35-36; Dan sifat terpuji ini tidak dapat di terima dan diamalkan melainkan oleh orang-orang yang bersifat sabar, dan juga tidak dapat diterima dan diamalkan oleh orang-orang yang bersikap sabar, dan tidak juga dapat di terima dan diamalkan melainkan oleh orang yang mempunyai bahagian yang besar dari kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan jika engkau di hasut oleh sesuatu hasutan dari syaithon, maka hendaklah engkau meminta perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia lah yang maha mendengar , lagi maha mengtahui. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah malam dan siang, serta matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari dan janganlah pula sujud kepada bulan, dan sebaliknya hendaklah kamu sujud kepada Allah yang menciptakannya, kalau betulah kamu beribadat kepada Allah.

18.Ikhlas

Syarah

Ikhlas lawan dari riya, Allah SWT menyuruh kita untuk beribadah secara ikhlas yaitu beribadah karena Allah saja. Aktiviti di dalam islam mesti di dasari dengan niat ikhlas. Ikhlas dapat memberikan sokongan yang kuat kepada amal yang dilaksankan karena Allah lindungi dan membantu kita. Dengan ikhlas maka Da'I akan siap menerima semua cabaran yang mungkin di temuinya, samada dari luar ataupun dari dalam. Ikhlas pun dapat menyediakan diri kita menerima segala bentuk keputusan yang akan di diterima kita samada kejayaan atau kegagalan. Ikhlas pula akan mudah terbukanya hidayah bagi yang membawa dakwah atau yang menerima dakwah itu sendiri. Ikhlas pula akan mudah terbukanya hidayah bagi yang membawa dakwah atau yang menerima dakwah itu sendiri. Ikhlas juga mensucikan diri dan juga dengan membuka diri serta menjadikan tujuan kepada Allah sahaja, akan menjadikan dakwah berjaya.

Dalil

39:11; Katakanlah lagi (Wahai Muhammad): " Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan segala ibadat kepadaNya;

39:14; Katakanlah lagi : " Allah jualah yang aku sembah dengan mengikhlaskan amalan agamaku kepadaNya.

19.Tidak menghalangi dari jalan Allah

Syarah

Peribadi jundullah yang memiliki akhlak asasiyah dan akhlak harakiyah ini juga mempunyai akhlak yang tidak menghalangi dari jalan Allah. Mereka senantiasa taat dan tidak berbantah-bantahan. Mereka jundullah menjadikan zikir dan kesabaran sebagai benteng yang kuat. Akhlak demikian tentunya tidak akan menghalangi dari jalan Allah.

Dalil

8:45-47; Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan sesuatu pasukan (musuh) maka hendaklah kamu tetap teguh menghadapinya, dan sebutlah serta ingatilah Allah (dengan doa) banyak-banyak, supaya kamu berjaya (mencapai kemenangan). Dan taatlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan; kalau tidak niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negrinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (karena hendak meminta di puji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah maha meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan.

Ringkasan Dalil

Akhlak asasiyah : mencintai Allah (5:54; 2:165; 8:2); bersikap lemah lembut kepada mukminin(5:54; 48:29), bersikap tegas terhadap kafirin (5:54; 48:28-29),66:9), berjihad dijalan Allah(5:54; 9:23-24; 47:31;), tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela (5:54; 86:6; 83:35-37); walanya untuk Allah Rasul dan orang mukmin (5:55, 56; 58:22)

Akhlak harakiyah: tsabaat, tidak ragu-ragu (8:45-47), Zikrullah(8:45-47; 13:28); tidak lalai(2:203); taat kepada Allah dan RasulNya (8:45-47; 4:80), tidak bermaksiyat (53:26), tidak saling berbantah-bantahan(8:45-47; 6:153; 30:31-32), bersatu (3:103), sabar (98:45-47, 3:146), tidak berkeluh kesah, tidak sombong (8:45-47), tawadhu(26:215), tidak riya(8:45-47; 41:35-36); Ikhlas (39:11,14), tidak menghalangi dari jalan Allah (8:45-47), membantu jalan Allah.
/@cwi

selengkapnya...

40 NASEHAT MEMPERBAIKI RUMAH TANGGA

[Tafsir Ibnu Katsir, cet. Daarusy Sya'bi,4/509]
Oleh : Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid
Download : islamic.xtgem.com

]]_______
MUQADIMAH

Segala puji bagi Allah, kita memuji, memohon pertolongan, serta ampunanNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan nafsu-nafsu kita dan dari kejahatan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang ditunjuki oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tak seorangpun yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.

Rumah Adalah Nikmat

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Dan sesungguhnya Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal." (An-Nahl : 80)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan kesempurnaan nikmatNya atas hambaNya, dengan apa yang Dia jadikan bagi mereka rumah-rumah yang merupakan tempat tinggal mereka. Mereka kembali kepadanya, berlindung dan memanfaatkannya dengan berbagai macam manfaat"1.

Banyak sekali kegunaan rumah bagi seseorang. Ia adalah tempat makan, tidur, istirahat, dan berkumpul dengan keluarga, isteri dan anak-anak, juga tempat melakukan kegiatan yang paling pribadi dari masing-masing anggota keluarga. Allah berfirman :
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu". (Al-Ahzab :33)


Jika kita renungkan keadaan orang-orang yang tidak memiliki rumah, yakni orang-orang yang hidup di pengasingan, di emper-emper jalan serta para pengungsi yang terusir di perkemahan-perkemahan sementara, niscaya kita memahami benar nikmatnya ada di rumah.

Tentu kita akan terenyuh dan haru mendengar orang misalnya dia mengatakan : "Saya tidak punya tempat tinggal tetap, terkadang saya tidur di rumah si Fulan, terkadang di kedai kopi, kebun atau di pantai, lemari bajuku ada di dalam mobil."Dengan demikian kitapun akan memahami makna keberserakan karena tidak memiliki tempat tinggal atau rumah.

Ketika Allah menyiksa orang-orang Yahudi Bani Nadhir, Allah mengambil dari mereka nikmat rumah ini, Allah mengusir mereka dari kampung halaman mereka. Allah berfirman :
"Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung pada saat pengusiran pertama kali."(Al-Hasyr:2)

Kemudian firmanNya :
"Mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan". (Al-Hasyr : 2)

Yang Mendorong Seorang Muslim Memperhatikan ISHLAH (Perbaikan) Rumahnya

Menjaga diri dan keluarga dari api Neraka jahannam dan selamat dari siksa yang menyala-nyala.
Allah berfirman :
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".(At-Tahrim : 6)

Besarnya tanggung jawab yang dibebankan terhadap pemimpin rumah di hadapan Allah pada hari perhitungan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Sesungguhnya Allah Ta'ala akan meminta pertanggung jawaban kepada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya, apakah ia menjaga kepemimpinannya atau melalaikannya, sehingga seorang laki-laki ditanya tentang anggota keluarganya".
Hadits Hasan, diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Isyratun Nisaa', hadits no 292 dan Ibnu Hibban dari Anas dalam Shahihul Jami' , no.1775; As-Silsilah Ash- Shahihah no.1636.
Rumah adalah tempat menjaga diri dan keselamatan dari berbagai kejahatan dan menolak dari bahaya manusia lain; rumah adalah tempat perlindungan ketika terjadi fitnah.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Beruntunglah orang yang menguasai lisannya dan lapang rumahnya serta menangis atas kesalahannya."
Hadits Hasan, diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jamul Ausath dari Tsauban dan terdapat dalam Shahihul Jami', no.3824.
Dan beliau bersabda :

"Lima hal yang barangsiapa mengerjakan salah satu daripadanya maka ia akan mendapat jaminan dari Allah. Yaitu : orang yang menjenguk orang sakit, orang yang pergi berperang, atau orang yang masuk kepada pemimpinnya dengan maksud menegurnya atau mengingatkannya, atau ia duduk di rumahnya sehingga orang-orang selamat dari (ganggguan)nya dan ia selamat dari (gangguan) mereka.
Hadits riwayat Ahmad (5/241)

"Keselamatan seseorang dalam fitnah yaitu ia senantiasa mendiami rumahnya."
Hadits Hasan, diriwayatkan oleh Ad-Dailami dalam Musnadul Firdaus dari Abu Musa; terdapat dalam Shahihul jami' no.3543, dan lafazh dalam Sunan oleh Ibnu Abi 'Ashim, no.1021. Dalam takhrij ia mengatakan : "Hadits ini shahih ".
Orang muslim akan merasakan faedah ini ketika ia dalam keadaan terasing, saat ia tidak bisa mengubah kemungkaran-kemungkaran yang ada, maka dia memiliki tempat berlindung ketika kembali ke rumahnya. Rumah itu akan menjaga dirinya dari perbuatan dan pandangan yang dilarang, menjaga isterinya dari tabarruj (pamer kecantikan dan hiasan) serta menjaga anak-anaknya dari teman-teman yang jahat.


Sesungguhnya sebagian besar manusia menggunakan waktunya di dalam rumah, terutama pada musim panas dan dingin yang menyengat, pada musim hujan, permulaan dan akhir siang, ketika selesai dari kerja atau sekolah, karena waktu-waktu tersebut semestinya digunakan dalam ketaatan, jika tidak tentu akan habis untuk melakukan hal-hal yang dilarang.

Ini yang terpenting, bahwa perhatian terhadap rumah merupakan sarana yang paling besar untuk membangun masyarakat muslim. Karena sebuah masyarakat ini terdiri dari rumah-rumah. Rumah-rumah adalah unsur dasar suatu masyarakat. Rumah-rumah itu membentuk suatu perkampungan dan perkampungan-perkampungan itu adalah masyarakat. Jika unsur dasarnya baik, niscaya akan kuatlah masyarakat kita dengan hukum-hukum Allah, tegar dalam menghadapi musuh-musuh Allah, memancarkan kebaikan dan tidak menimbulkan kejahatan.
Dari sebuah rumah yang Islami akan lahir penopang-penopang perbaikan bagi masyarakat, berupa da'i-da'i teladan, penuntut ilmu, mujahid yang sesungguhnya, isteri shalihah, ibu pendidik dari unsur pembangun kebaikan lainnya.

Jika sedemikian penting problem tersebut, sementara rumah-rumah kita penuh dengan kemungkaran dan kelalaian, meremehkan dan melampaui batas, maka dari sini timbul tanda tanya besar:

APA SARANA-SARANA UNTUK MEMPERBAIKI RUMAH?

Kepada para pembaca, penulis suguhkan jawabannya, nasehat-nasehat dalam persoalan ini, mudah-mudahan Allah memberi manfaat kepada kita dengannya, dan mudah-mudahan Allah mengarahkan semangat putra-putri Islam untuk membawa risalah (tugas) perbaikan rumah Islami dari awal.

Nasehat ini dimaksudkan untuk dua hal, mendapatkan maslahat (kebaikan) yakni dengan amar ma'ruf atau mencegah kerusakan yakni menghilangkan kemungkaran. Semoga bermanfaat.

]]__________
Nasehat 1 : Memilih Istri yang Tepat

Allah berfirman:
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui." (An-Nur: 32).

Hendaknya seseorang memilih isteri shalihah dengan syarat-syarat sebagai berikut:

"Wanita itu dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tanganmu akan berdebu (miskin, merana)".
Hadits riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Bari, 9/132.

"Dunia semuanya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah''.
Hadits riwayat Muslim (1468), cet. Abdul Baqi; dan riwayat An-Nasa'i dari Ibnu Amr, Shahihul Jami', hadits no.3407

"Hendaklah salah seorang dari kamu memiliki hati yang bersyukur, lisan yang selalu dzikir dan isteri beriman yang menolongnya dalam persoalan akhirat".
Hadits riwayat Ahmad (5/282), At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Tsauban, Shahihul Jami', hadits no. 5231

Dalam riwayat lain disebutkan :

"Dan isteri shalihah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik (harta) yang disimpan manusia".
Hadits riwayat Al-Baihaqi dalam Asy-Syu'ab dari Abu Umamah. Lihat Shahihul Jami', hadits no. 4285

"Kawinilah perempuan yang penuh cinta dan yang subur peranakannya. Sesungguhnya aku membanggakan dengan banyaknya jumlah kalian di antara para nabi pada hari Kiamat."
Hadits riwayat Imam Ahmad (3/245), dari Anas. Dikatakan dalam Irwa 'ul Ghalil, "Hadits ini shahih", 6/195

"(Nikahilah) gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih banyak keturunannya, lebih manis tutur katanya dan lebih menerima dengan sedikit (qana'ah)".
Hadits riwayat lbnu Majah, No. 1861 dan alam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits No. 623

Dalam riwayat lain disebutkan : "Lebih sedikit tipu dayanya".
Sebagaimana wanita shalihah adalah salah satu dari empat sebab kebahagiaan maka sebaliknya wanita yang tidak shalihah adalah salah satu dari empat penyebab sengsara. Seperti tersebut dalam hadits shahih:

"Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalihah, engkau memandangnya lalu engkau kagum dengannya, dan engkau pergi daripadanya tetapi engkau merasa aman dengan dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia mengungkapkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi daripadanya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu"
Hadits riwayat Ibnu Hibban dan lainnya, dalam As-Silsilah Ash- Shahihah, hadits no. 282

Sebaliknya, perlu memperhatikan dengan seksama keadaan orang yang meminang wanita muslimah tersebut, baru mengabulkannya setelah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

"Jika datang kepadamu seseorang yang engkau rela terhadap akhlak dan agamanya maka nikahkanlah, jika tidak kamu lakukan niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar".
Hadits riwayat Ibnu Majah 1967, dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, hadits no. 1022

Hal-hal di atas perlu dilakukan dengan misalnya bertanya, melakukan penelitian, mencari informasi dan sumber-sumber berita terpercaya agar tidak merusak dan menghancurkan rumah tangga yang bersangkutan."

Laki-laki shalih dengan wanita shalihah akan mampu membangun rumah tangga yang baik, sebab negeri yang baik akan keluar tanamannya dengan izin Tuhannya, sedang negeri yang buruk tidak akan keluar tanaman daripadanya kecuali dengan susah payah

]]__________
Nasehat 2 Upaya Membentuk (Memperbaiki) Isteri.

Apabila isteri adalah wanita shalihah maka inilah kenikmatan serta anugerah besar dari Allah Ta'ala. Jika tidak demikian, maka kewajiban kepala rumah tangga adalah mengupayakan perbaikan.

Hal itu bisa terjadi karena beberapa keadaan. Misalnya, sejak semula ia memang menikah dengan wanita yang sama sekali tidak memiliki agama, karena laki-laki tersebut dulunya, memang tidak memperdulikan persoalan agama. Atau ia menikahi wanita tersebut dengan harapan kelak ia bisa memperbaikinya, atau karena tekanan keluarganya. Dalam keadaan seperti ini ia harus benar-benar berusaha sepenuhnya sehingga bisa melakukan perbaikan.

Suami juga harus memahami dan menghayati benar, bahwa persoalan hidayah (petunjuk) adalah hak Allah. Allah-lah yang memperbaiki. Dan di antara karunia Allah atas hambaNya Zakaria adalah sebagaimana difirmankan:

"Dan Kami perbaiki isterinya". (Al-Anbiya': 90).

Perbaikan itu baik berupa perbaikan fisik maupun agama. Ibnu Abbas berkata: "Dahulunya, isteri Nabi Zakaria adalah mandul, tidak bisa melahirkan maka Allah menjadikannya bisa melahirkan". Atha' berkata: Sebelumnya, ia adalah panjang lidah, kemudian Allah memperbaikinya".

Beberapa Metode Memperbaiki Isteri:

Memperhatikan dan meluruskan berbagai macam ibadahnya kepada Allah Ta'ala. Kupasan dalam masalah ini ada dalam pembahasan berikutnya.
Upaya meningkatkan keimanannya, misalnya:
Menganjurkannya bangun malam untuk shalat tahajjud
Membaca Al Qur'anul Karim.
Menghafalkan dzikir dan do'a pada waktu dan kesempatan tertentu.
Menganjurkannya melakukan banyak sedekah.
Membaca buku-buku Islami yang bermanfaat.
Mendengar rekaman kaset yang bermanfaat, baik dalam soal keimanan maupun ilmiah dan terus mengupayakan tambahan koleksi kaset yang sejenis.
Memilihkan teman-teman wanita shalihah baginya sehingga bisa menjalin ukhuwah yang kuat, saling bertukar pikiran dalam masalah-masalah agama serta saling mengunjungi untuk tujuan yang baik.
Menjauhkannya dari segala keburukan dan pintu-pintunya. Misalnya dengan menjauhkannya dari

]]__________
Nasehat 3 Jadikanlah Rumah sebagai Tempat Dzikrullah (Mengingat Allah).

Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda:

"Perumpamaan rumah yang di dalamnya ada dzikrullah, dan rumah yang tidak ada dzikrullah di dalamnya adalah (laksana) perumpamaan antara yang hidup dengan yang mati".
Hadits riwayat Muslim dan Abu Musa 1/539, cet. Abdul Baqi

Karena itu rumah harus dijadikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai macam dzikir, baik itu dzikir dalam hati maupun dengan lisan, shalat, atau membaca shalawat dan Al-Qur'an, atau mempelajari ilmu-ilmu agama, atau membaca buku-buku lain yang bermanfaat.

Saat ini betapa banyak rumah-rumah umat Islam yang mati karena tidak ada dzikrullah di dalamnya, sebagaimana disebutkan oleh hadits di atas. Dan apatah lagi manakala yang menjadi dendangan di dalam rumah itu adalah syair-syair dan lagu-lagu setan, menggunjing, berdusta dan mengadu domba?

Apatah lagi jika rumah-rumah itu penuh dengan kemaksiatan dari kemungkaran, seperti ikhtilath (campur baur dengan lawan jenis) yang diharamkan, tabarruj (pamer kecantikan dan perhiasan) di antara kerabat yang bukan mahram atau kepada tetangga yang masuk ke rumah?

Bagaimana mungkin malaikat akan masuk ke dalam rumah dengan keadaan seperti itu? Karena itu hidupkanlah rumahmu dengan dzikrullah! Mudah-mudahan Allah merahmatimu.

]]__________
Nasehat 4 Jadikan Rumahmu sebagai Kiblat.

Maksudnya, menjadikan rumah sebagai tempat beribadah.
Allah berfirman:
"Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu sebagai kiblat dan dirikanlah shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman". (Yunus: 87).

Ibnu Abbas berkata: "Maksud disuruh menjadikan rumah-rumah mereka sebagai kiblat yaitu mereka diperintahkan menjadikan rumah-rumah itu sebagai masjid-masjid (tempat beribadah)".

Ibnu Katsir berkata: "Hal ini seakan-akan - Wallahu a'lam - ketika siksaan dan tekanan Fir'aun beserta kaumnya semakin menjadi-jadi atas mereka, maka mereka disuruh untuk memperbanyak shalat sebagaimana firman Allah Ta'ala :
"Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu".(Al-Baqarah: 153).

Dalam hadits:

"Apabila Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam menghadapi suatu kesulitan, maka beliau melakukan shalat". Tafsir Ibnu Katsir, 4/224.

Hal ini menegaskan betapa pentingnya ibadah di dalam rumah-rumah,terutama dalam waktu-waktu lemah dan tertindas, demikian pula dalam beberapa kesempatan manakala umat Islam tidak mampu menampakkan shalat mereka di hadapan orang-orang kafir. Dalam hal ini kita juga perlu mengenang kembali mihrab Maryam, yakni tempat peribadatan beliau, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta'ala:
"Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di Mihrab ia dapati makanan di sisinya". (Ali lmran : 37)

Para sahabat juga amat memperhatikan masalah shalat di dalam rumah mereka selain shalat fardhu. Sebuah kisah di bawah ini menarik sebagai pelajaran bagi kita :

"Dari Mahmud bin Ar-Rabi' Al-Anshari, bahwasanya Itban bin Malik - dia adalah salah seorang Sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam yang ikut serta dalam perang Badar, dari kaum Anshar - ia datang kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam lalu berkata: "Wahai Rasulullah!, pandanganku telah menipu tapi aku tetap shalat bersama kaumku, apabila turun hujan, mengalirlah air di lembah (yang memisahkan) antara aku dengan mereka sehingga aku (tak) bisa datang ke masjid mereka dan shalat bersama-sama, aku sangat ingin wahai Rasulullah, jika engkau datang kepadaku dan shalat di dalam rumahku sehingga aku menjadikannya sebagai mushalla (tempat shalat)". Ia berkata: "Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda kepadanya: "Akan aku lakukan Insya Allah"." Itban berkata: "Maka berangkatlah Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam dan Abu Bakar ketika siang (nampak) meninggi, maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam meminta izin, lalu aku mengizinkan kepada beliau, beliau tidak duduk sebelum masuk ke dalam rumah lalu beliau berkata: "Di bagian mana engkau suka aku melakukan shalat dari rumahmu?" . "Ia berkata: "Maka aku tunjukkan kepada beliau suatu arah dari rumahku, maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam berdiri kemudian bertakbir, lalu kami semua berdiri membentuk barisan, dan Nabi Shallallahu alaihi wasalam shalat dua rakaat kemudian salam".

Dalam memetik pelajaran dari hadits di atas, Ibnu Hajar berkata: "Di situ merupakan pelajaran, agar kita menggunakan tempat tertentu untuk melakukan shalat dalam rumah. Adapun larangan untuk menjadikan tempat tertentu dalam masjid adalah hadits Abu Daud, dan itu jika ia lakukan untuk riya' atau yang sejenisnya. Menjadikan tempat tertentu dalam rumah untuk shalat bukan berarti menjadikan tempat tersebut sebagai wakaf - tidak berlaku padanya hukum wakaf - meski secara umum dikategorikan dengan nama masjid.

]]__________
Nasehat 5 Pendidikan Keimanan untuk Anggota Keluarga.

Dari Aisyah radhiallahu anha ia berkata:

Suatu ketika Rasullah Shallallahu alaihi wasalam, mengerjakan shalat malam, ketika akan witir beliau mengatakan: "Bangunlah, dan dirikanlah shalat witir wahai Aisyah!".
"Allah mengasihi laki-laki yang bangun malam kemudian shalat lalu membangunkan isterinya sehingga shalat, jika tidak mau ia memerciki wajahnya dengan air".
Hadits riwayat Muslim, Shahih Muslim bi Syarh An-Nawawi, 6/23

Membiasakan dan menganjurkan para isteri dengan sedekah adalah sesuatu yang bisa menambah iman, ia adalah perkara agung yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam dengan sabdanya:

"Wahai segenap wanita, bersedekahlah kalian. Sesungguhnya aku melihat bahwa kalian adalah sebanyak-banyak penduduk Neraka".
Hadits riwayat Ahmad dan Abu Daud; Shahihul jami' , hadits no.3488

Di antara ide yang bagus adalah dengan meletakkan kotak amal di dalam rumah untuk orang-orang miskin, sehingga setiap uang yang masuk di dalamnya menjadi hak bagi orang-orang yang membutuhkannya, karena itulah tempat dana mereka di dalam rumah orang muslim. Jika anggota keluarga melihat seorang panutan yang membiasakan puasa pada ayyaamul biidh (pertengahan setiap bulan Qamariyah, yaitu tanggal 13, 14, 15), hari Senin dan Kamis, hari Asyura, hari Arafah, pada banyak hari di bulan Muharram dan Sya'ban, niscaya akan mendorong anggota keluarga yang lain untuk mengikutinya.

]]__________
Nasehat 6 Perhatian pada Do'a-do'a yang Disyari'atkan dan Sunnah- sunnah yang Berkaitan dengan Rumah.

Di antara contohnya yaitu:

Do'a masuk rumah:
Imam Muslim dalam Shahihnya meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Jika seorang laki-laki masuk ke dalam rumahnya kemudian menyebut nama Allah Ta'ala ketika dia masuk dan ketika makan, setan berkata: "Kamu tidak punya (jatah) tempat tidur dan tidak pula (jatah) makan di sini". Dan jika ia masuk dan tidak menyebut nama Allah ketika ia masuk, maka setan berkata: "Kamu mendapatkan (jatah) tempat tidur". Dan jika tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan berkata: "Kamu mendapat (jatah) tempat tidur dan makan"."
Hadits riwayat Imam Ahmad, Al-Musnad, 3/346 dan Muslim, 3/1599

Do'a keluar rumah:
Dalam Sunan, Abu Daud meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Jika seorang laki-laki keluar dari rumahnya kemudian mengatakan: "Dengan Nama Allah, aku bertawakkal (menggantungkan diri) kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah", niscaya akan dikatakan kepadanya: "Cukuplah bagimu, engkau telah diberi petunjuk, engkau telah dicukupi dan dijaga ", sehingga setan menyingkir daripadanya. Lalu setan lain berkata kepadanya: "Bagaimana kamu dapat (menggoda) laki-laki yang telah ditunjuki, dicukupi dan dijaga?"."
Hadits riwayat Abu Daud no. 5095, At-Tirmidzi No. 3426. Dalam Shahihul Jami', hadits no. 499.

Siwak:

Dalam Shahihnya, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallah 'anha, bahwasanya ia berkata:

"Bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam jika masuk rumahnya beliau memulai dengan siwak".
Shahih Muslim, kitab Ath-Thaharah, bab 15, no. 44.

]]__________
Nasehat 7 Rutin Membaca Surat Al-Baqarah di Rumah untuk Mengusir Setan.

Hadits-hadits dalam hal ini di antaranya:

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan! Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah".
Shahih Muslim, cet.Abdul Baqi, 1/539

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Bacalah surat Al-Baqarah di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya setan itu tidak masuk ke dalam rumah yang dibaca di dalamnya surat Al-Baqarah".
Hadits riwayat Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak, 1/561; dan dalam Shahihul Jami ', hadits no.1170

Tentang keutamaan dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah serta pengaruh membacanya bagi rumah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya Allah Ta'ala menulis suatu kitab sebelum Ia menciptakan langit dan bumi sekitar 2000 tahun, Ia berada di atas Arsy, dan menurunkan dua ayat penutup (terakhir) dari surat Al-Baqarah. Dan tidaklah setan mendekat rumah yang dibacakan di dalamnya kedua ayat tersebut selama tiga malam".
Hadits riwayat Imam Ahmad di dalam As-Sunnah 4/274 dan selainnya; dalam Shahihul Jami' hadits no. 1799

]]__________
Nasehat 8 Pengajaran Anggota Keluarga

Mengajar adalah kewajiban yang mesti dilakukan oleh pemimpin keluarga, sebagai realisasi dari perintah Allah Ta'ala:

"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu".(At-Tahrim : 6)

Ayat di atas merupakan dasar pengajaran dan pendidikan anggota keluarga, memerintah mereka dengan kebaikan dan mencegah mereka dari kemungkaran.

Di bawah ini beberapa komentar ahli tafsir tentang ayat tersebut, yakni berkaitan dengan kewajiban yang dibebankan atas pemimpin keluarga.

Qatadah berkata: "Dia hendaknya memerintah mereka berbuat taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala serta mencegah mereka dari maksiat kepadaNya, hendaknya menjaga mereka untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dan membantu mereka di dalamnya. Maka apabila kamu melihat kemaksiatan, hendaknya engkau menjauhkan mereka daripadanya dan memperingatkan untuk tidak melakukannya".

Adh-Dhahhak dan Muqatil berkata: "Merupakan kewajiban setiap muslim, mengajarkan keluarganya dari kerabat dan hamba sahayanya akan apa yang diwajibkan oleh Allah atas mereka dan apa yang dilarangNya".

Ali radhiyallah 'anhu berkata: "Ajari dan didiklah mereka''.

Al-Kiya At-Thabari berkata: "Kita hendaknya mengajari anak-anak dan keluarga kita masalah agama dan kebaikan, serta apa-apa yang penting dan dibutuhkan dalam persoalan adab dan akhlak".

Apabila Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menganjurkan kita mengajari wanita-wanita hamba sahaya yakni bukan orang-orang merdeka, maka apatah lagi halnya dengan anak-anakmu dan keluargamu yang merdeka?"

Imam Bukhari dalam Shahihnya, Bab Pengajaran Laki-laki terhadap Hamba Sahaya Perempuan dan Keluarganya, menulis hadits:

"Tiga orang yang mendapat dua pahala: ... dan seorang laki-laki yang memiliki hamba sahaya perempuan lalu ia mendidiknya dengan baik, mengajarinya dengan baik, kemudian ia memerdekakannya lalu menikahinya maka baginya dua pahala."

Dalam penjelasan hadits di atas, Ibnu Hajar mengatakan: "Kesesuaian hadits dengan tarjamah - maksudnya judul bab - dalam masalah hamba sahaya perempuan adalah dengan nash, dan dalam masalah keluarga dengan qiyas, sebab perhatian dengan keluarga yang merdeka dalam soal pengajaran kewajiban-kewajiban yang dibebankan oleh Allah dan sunnah-sunnah RasulNya adalah sesuatu yang harus dan pasti daripada perhatian kepada hamba sahaya perempuan".

Karena adanya kesibukan dan tugas serta ikatan lainnya, seseorang terkadang melalaikan untuk meluangkan waktu bagi dirinya sehingga bisa mengajari keluarganya. Diantara jalan pemecahan dalam persoalan ini yaitu hendaknya ia mengkhususkan satu hari dalam seminggu sebagai waktu untuk keluarga, bahkan mungkin juga dengan melibatkan kerabat lain untuk menyelenggarakan majlis ilmu di dalam rumah. Ia hendaknya mengumumkan hari tersebut kepada segenap anggota keluarga dan menganjurkan agar menepati dan datang pada hari yang ditentukan tersebut, bahkan akan lebih efektif dengan menggunakan kata-kata wajib datang, baik kepada dirinya maupun kepada anggota keluarga yang lain.

Berikut ini adalah apa yang terjadi pada diri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam masalah ini.

Imam Bukhari berkata: "Bab: Apakah bagi Wanita Disediakan Hari Khusus untuk Ilmu?" Lalu menyitir hadits Abu Said AI-Khudri radhiyallah 'anhu :

"Para wanita berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Kami telah dikalahkan kaum laki-laki dalam berkhidmat kepadamu. Karena itu buatlah untuk kami suatu hari dari dirimu", lalu Rasulullah menjanjikan mereka suatu hari untuk bertemu dengan mereka, maka Rasulullah menasehati dan memerintah mereka".

Ibnu Hajar berkata: "Dalam riwayat Sahl bin Abi Shalih dari ayahnya dari Abu Hurairah mirip dengan kisah ini, ia berkata; "Perjanjian kalian di rumah Fulanah, maka Rasulullah mendatangi mereka dan memberi ceramah kepada mereka".

Dari hadits di atas kita bisa mengambil kesimpulan akan pentingnya pengajaran para wanita di rumah-rumah, dan mengingatkan pula betapa besar perhatian para sahabat wanita dalam masalah belajar, juga menunjukkan bahwa mengkonsentrasikan semangat mengajar hanya kepada laki-laki dengan meninggalkan kaum perempuan adalah kelalaian besar bagi para da'i dan pemimpin rumah tangga.

Sebagian pembaca mungkin berkata, misalnya, kita telah meluangkan waktu sehari dalam seminggu dan hal itu telah kita kabarkan kepada anggota keluarga, lalu apa yang akan kita berikan dalam pertemuan (majlis) tersebut? Dan bagaimana pula memulainya?

Sebagai jawaban dari pertanyaan tersebut, Penulis mencoba memberikan ide dalam hal ini sehingga menjadi manhaj (program) sederhana untuk mengajar anggota keluarga secara umum dan bagi kaum wanita secara khusus.

Tafsir Al-Allamah Ibnu Sa'di, yaitu Tafsir Taisirul Karim Ar-Rahman fi Tafsiiri Kalaamil Mannaan. Terdiri dari tujuh jilid, sajian dan bahasannya mudah. Tafsir ini bisa ditelaah dan dibaca per surat atau semampunya dalam tiap kali pertemuan.
Riyaadhus Shaalihiin dengan komentar dan keterangan serta pelajaran yang bisa diambil dari tiap hadits. Dalam hal ini bisa merujuk pada kitab Nuzhatul Muttaqiin.
Husnul Uswah Bimaa Tsabata Anillaahi Waraasuulihi Fin Niswah, karya Shiddiq Hasan Khan.
Juga penting untuk diajarkan kepada wanita beberapa persoalan hukum Fiqh, misalnya hukum bersuci, haid, hukum shalat dan zakat, puasa dan haji, jika mereka telah bisa melakukannya. Demikian pula hukum makanan dan minuman, pakaian dan perhiasan, sunnah-sunnah fithrah dan para mahram, hukum lagu, gambar dan sebagainya.

Diantara rujukan-rujukan penting dalam masalah-masalah tersebut yaitu fatwa-fatwa para ulama seperti Kumpulan Fatwa-fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dan ulama lain selain mereka, baik itu berupa buku maupun rekaman kaset.

Termasuk dalam kategori jadwal pengajaran wanita dan keluarga adalah dengan mengingatkan mereka untuk mengikuti berbagai ceramah umum yang disampaikan oleh para ulama, atau penuntut ilmu yang terpercaya di bidangnya, jika hal itu memungkinkan. Hal ini untuk lebih banyak memberikan referensi dan sumber pengajaran, juga untuk variasi. Selain itu, jangan pula dilupakan masalah mendengarkan siaran bacaan Al-Qur'anul Karim serta menaruh perhatian kepadanya. Termasuk dalam rangka penyediaan sarana pengajaran adalah mengingatkan anggota keluarga pada hari-hari tertentu agar para wanitanya menghadiri pameran buku-buku Islami, tetapi dengan memperhatikan syarat-syarat bepergian yang telah diatur agama.

]]__________
Nasehat 9 Buatlah Perpustakaan di Rumahmu.

Diantara yang membantu proses pengajaran bagi keluarga adalah pemberian kesempatan belajar agama dan menolong mereka untuk mentaati hukum-hukum syari'at dengan membuat perpustakaan Islami di rumah, tidak harus besar, tetapi yang penting bisa menyeleksi buku-buku penting, menempatkannya di tempat yang gampang diambil, dan menganjurkan anggota keluarga untuk membacanya.

Hendaknya di ruang dalam disediakan kamar yang bersih dan tertib, cocok untuk meletakkan buku-buku, di kamar tidur, juga di ruang tamu, sehingga memberi kesempatan kepada anggota keluarga membaca buku dengan teratur.

Diantara perpustakaan yang baik dan efisien - dan sungguh Allah menyukai yang baik dan efisien - adalah hendaknya perpustakaan itu memuat sumber-sumber yang daripadanya bisa dicari pembahasan dan pemecahan berbagai persoalan, bermanfaat untuk anak-anak di sekolah, dan hendaknya pula memuat buku-buku untuk tingkatan yang beragam, juga buku-buku yang cocok untuk orang dewasa dan anak-anak, laki-laki dan perempuan.

Jika mampu, bisa pula disediakan buku-buku khusus hadiah bagi tamu dan kawan anak-anak serta pengunjung keluarga, dengan memperhatikan soal cetakan yang menarik, buku yang telah diteliti dan diedit, serta hadits-haditsnya telah diperiksa dan diterangkan secara jelas.

Untuk mendirikan perpustakaan rumah, bila perlu dengan memanfaatkan pameran buku-buku setelah meminta pertimbangan terlebih dahulu kepada orang yang ahli di bidang perbukuan.

Diantara yang membantu memudahkan mencari buku-buku yaitu dengan menertibkan buku-buku sesuai judulnya. Misalnya buku tafsir di rak tersendiri, demikian pula hadits, fiqh dan seterusnya.

Salah seorang anggota keluarga hendaknya ada yang menata daftar buku sesuai dengan abjad dan judul, sehingga akan memudahkan pencarian buku, sebab terkadang banyak orang yang senang membaca buku-buku keislaman menanyakan nama-nama buku tersebut pada perpustakaan rumah.

Di bawah ini ada beberapa usulan dalam masalah buku-buku penting bagi perpustakaan rumah:

Tafsir: Tafsir lbnu Katsir, Tafsir lbnu Sa'di, Zubdatut Tafsir karya Al-Asyqar, Ushulut Tafsir karya Ibnu Utsaimin, dan Lamahaat fii Uluumil Qur'an karya Muhammad Ash-Shabbagh.

Hadits: Shahihul Kalimith Thayyib, Amalul Muslimi fil Yaum wal Lailah, Riyadhush Shalihin dan keterangannya, Nuzhatul Muttaqin, Mukhtashar Shahih Al-Bukhari karya Zubaidi, Mukhtashar Shahih Muslim karya Mundziri dan Al-Albani, Shahihul Jami' Ash-Shaghier, Dha'iful Jami' Ash-Shaghier, Shahihut Targhib wat Tarhib, As-Sunnah wa Makaanatuha fit Tasyrii', Qawa'id wa Fawa'id Minal Arba'in An-Nawawiyyah karya Nazhim Sulthan.

Aqidah: Fathul Majid Syarhu KitabAt-Tauhid dengan tahqiq Arna'uth, A'laamus Sunnah Al-Mansyurah karya Al Hakamy,Ma'arijul Qabuul karya Al�Hakamy, Syarhul Aqidah Ath-Thahawiyah dengan tahqiq Al-Albani, Silsilatul Aqidah karya Umar Sulaiman Al-Asyqar (8 ]uz), Asyraatus Saa'ah karya Dr.Yusuf Al-Wabil.

Fiqh: Manaarus Sabil karya Ibnu Dhauyan, Irwaa'ul Ghalil karya Al-Albani, Zaadul Ma'aad, Al-Mughni karya lbnu Qudamah, Fiqhus Sunnah, Al-Mulakhkhashul Fiqhi karya Shalih Fauzan, Majmu'atu Fataawa Al-Ulama (Abdul Aziz bin Baaz, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Abdullah bin Jibrin), Shifatu Shalatin Nabi karya Al-Albani dan Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, Mukhtashar Ahkamil Jana'iz karya Al-Albani.

Akhlaq dan Penyucian Jiwa: Tahdzibu Madarijis Salikin, Al-Fawa'id, Al-Jawabul Kaafi, Thariqul Hijratain Wa Baabus Sa'adatain, Al-Wabilush Shayyib Wa Rafi'ul Kalimith Thayyib karya Ibnul Qayyim, Lathaa'iful Ma'aarif karya lbnu Rajab, Tahdzibu Mau'idhatil Mukminin, Ghidza'ul Albab.

Sejarah dan Biografi: Al-Bidayah Wan Nihayah karya Ibnu Katsir, Mukhtashar Asy-Syamaa'il Al Muhammadiyyah karya At-Turmudzi, Ar-Rahiiqul Makhtum, Al- 'Awaashim minal Qawaashim karya Ibnul Arabi tahqiq Al-Khatib dan Al-Istanbuli, Al-Mujtama' Al- Madani (1-2) karya Akram Al-Umari, Siyaru A'laamin Nubala', Manhaju Kitaabit Tarikh Al-lslami karya Muhammad bin Shamil As-Salami.

Di samping itu, masih banyak lagi kitab-kitab di bidang lain. Misalnya kitab-kitab karya Imam Mujaddid Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, kitab-kitab karya Al-Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Juga kitab-kitab Umar bin Sulaiman Al-Asyqar, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Ismail Al-Muqaddam, Ustadz Muhammad Muhammad Husein, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, Ustadz Husain Uwaisyah dalam Raqa'iq, Kitabul Iman karya Muhammad Na'im Yasin, Al-Wala' wal Bara' karya Syaikh Muhammad Said Al-Qahthani, Al-Inhiraafaat Al-Aqadiyah fil Qarnain Ats-Tsani Asyar wats Tsalits Asyar karya Ali Az-Zahrani, Al-Muslimun Wa Dhahiratul Hazimah An-Nafsiyah karya Abdullah Asy-Syabanah, Al-Mar'ah Bainal Fiqhi Wal Qaanun karya Musthafa As-Siba'i, Al-UsratuI Muslimah Amamal Fiidiyu Wal Tilifiziyun karya Marwan Kack, Al-Mar'atul Muslimah I'daaduha Wa Mas'uuliyatuha karya Ahmad Ababathin, Mas'uuliyatul Ab Al-Muslim fii Tarbiyati Waladihi karya Adnan Baharits, Hijaabul Muslimah karya Ahmad Al-Barazi, Wajaa 'a Daurul Majuus karya Abdullah Muhammad Al-Gharib, juga buku-buku karya Syaikh Bakar Abu Zaid dan Ustadz Masyhur Hasan Salman.

Selain itu masih banyak lagi buku-buku yang bermanfaat. Apa yang kami sebutkan di atas hanyalah sebagai contoh, tidak berarti kami membatasi. Di samping itu, saat ini telah pula merebak kecenderungan buku-buku kecil dan praktis yang banyak bermanfaat. Kalau kita catat di sini, tentu tak memungkinkan, karena itu masing-masing hendaknya meminta pendapat orang ahli dan teliti dalam menyeleksinya. Dan sungguh, barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, niscaya Ia akan pahamkan orang tersebut dalam masalah agama.

]]__________
Nasehat 10 Perpustakaan Kaset di Rumah.

Tape Recorder di dalam rumah bisa berfungsi baik atau jelek. Bagaimana menjadikan penggunaannya diridhai oleh Allah ?

Diantara sarana untuk itu adalah menjadikan koleksi kaset yang ada di dalam rumah merupakan kaset-kaset Islami dan baik. Yakni rekaman dari para ulama, pembaca Al-Qur'an (qari' ), penceramah, pemberi nasehat, khatib dll.

Sungguh, mendengarkan kaset bacaan Al-Qur'an yang khusyu' dari suara sebagian imam shalat tarawih misalnya, memiliki pengaruh besar bagi keluarga di rumah. Baik itu pengaruh dari makna yang terkandung di dalam Al-Qur'an maupun pengaruh terhadap hafalan mereka, karena senantiasa memperdengarkannya kembali, juga pengaruh segi penjagaannya dari pendengaran setan seperti lagu-lagu, sebab telinga dan hati tidak cocok untuk bercampur di dalamnya kalamullah dan lagu-lagu setan.

Betapa banyak kaset-kaset fatwa yang memberikan pengaruh dalam pemahaman fiqh anggota keluarga dalam berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari dalam kehidupan mereka. Di antara yang digagaskan dalam masalah ini yaitu mendengarkan fatwa-fatwa rekaman dari para ulama seperti fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani,, Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, Syaikh Shalih Al-Fauzan dan lain-lain dari ulama yang terpercaya keilmuan dan agamanya.

Umat Islam hendaknya memperhatikan dari mana ia mengambil fatwa agama, karena ini adalah urusan agama. Karena itu, lihatlah dari siapa kamu mengambil agamamu. Kita hendaknya mengambil agama dari orang yang telah dikenal keshalihan dan takwa serta wara'nya, bersandar kepada hadits-hadits shahih dan tidak ta'ashub madzhab, berkata sesuai dengan dalil, konsisten dengan manhaj wasath (pertengahan), tidak terlalu ekstrim dan memberatkan, atau terlalu longgar dan mempermudah, dan dia adalah orang yang mengetahui (khabir) terhadap apa yang kita tanyakan.

Allah berfirman:
"(Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia". (Al-Furqan: 59).

Mendengarkan penceramah yang berdakwah menyadarkan umat, menegakkan dalil dan kebenaran serta menolak kemungkaran adalah sesuatu yang amat penting dalam pembangunan pribadi di dalam rumah tangga muslim.

Alhamdulillah, kaset-kaset para ulama itu sangat banyak jumlahnya. Tetapi yang penting, setiap muslim harus mengetahui ciri-ciri manhaj (metode) yang benar bagi seorang penceramah sehingga kaset-kasetnya perlu didengarkan dan yang mendengarkan aman karenanya.

Di antara ciri-ciri itu adalah:

Penceramah itu harus berada diatas aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, setia kepada sunnah dan meninggalkan bid'ah.
Hendaknya ia bersandarkan pada hadits-hadits shahih dan menghindari hadits-hadits dha'if dan palsu.
Hendaknya ia jeli dan peka dengan kondisi sosial masyarakat serta apa yang mereka alami. Ia harus bisa meletakkan obat tepat pada penyakit. Menyampaikan kepada manusia apa yang bermanfaat dan sangat mereka butuhkan.
Hendaknya ia berani menyampaikan kebenaran sesuai dengan kemampuannya dan tidak berbicara dengan batil.
Kaset-kaset itu perlu diletakkan di laci dengan tertib sehingga gampang diambil, juga akan menjaga kaset tersebut dari hilang, rusak, atau dibuat mainan anak-anak. Kaset-kaset yang baik hendaknya kita usahakan untuk disebarkan melalui peminjaman atau menghadiahkannya untuk orang lain.

Dalam pemanfaatan tape recorder ini, adalah baik dengan meletakkan alat tersebut di dapur sehingga akan memberi manfaat kepada ibu rumah tangga, juga di kamar tidur untuk bisa memanfaatkan waktu hingga saat terakhir menjelang kita tidur.

]]__________
Nasehat 11 Mengundang Orang-orang Shalih, Ulama, dan para Penuntut Ilmu ke Rumah.

Firman Allah Ta'ala :
"Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu-bapakku, orang-orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan". (Nuh :28).

Sungguh masuknya orang-orang beriman dapat menambah cahaya bagi rumahmu. Di samping itu, mengadakan pembicaraan, bertanya dan berdiskusi dengan mereka akan mendatangkan banyak sekali manfaat.

Orang yang membawa kesturi mungkin akan memberikannya padamu, atau engkau membeli daripadanya, atau minimal engkau akan dapati daripadanya bau wangi semerbak.

Dengan kedatangan mereka, tentu ayah, saudara dan anak-anak ada yang ikut menyambutnya, sedang para wanita akan mendengarkannya dari balik hijab tentang apa yang mereka perbincangkan. Hal itu adalah pendidikan bagi semua. Jika engkau memasukkan suatu kebaikan maka engkau telah menolak masuknya sesuatu yang jelek dan kehancuran.

]]__________
Nasehat 12 Belajar Hukum-hukum Syari'at tentang Rumah.

Di antaranya:

Shalat di rumah.

Tentang shalat laki-laki, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sebaik-baik shalat laki-laki adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib."

Adapun shalat-shalat wajib tersebut maka wajib dilakukan di masjid, kecuali ada udzur. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Shalat tathawwu' (sunnah) laki-laki di rumahnya melebihi (pahala) amalan tathawwu' di hadapan manusia, sebagaimana keutamaan shalat seorang laki-laki secara berjama'ah dengan shalatnya sendirian".

Adapun bagi wanita, semakin ke dalam tempat shalatnya dari bagian rumahnya maka semakin utama.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Sebaik-baik shalat kaum wanita yaitu di bagian paling dalam dari rumahnya".

Agar orang lain tidak menjadi imam di rumahnya, dan tidak boleh duduk seseorang di tempat yang biasa diduduki oleh pemilik rumah kecuali dengan izinnya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Tidak boleh seorang laki-laki diimami di wilayah kekuasaannya, dan tidak diduduki atas kemuliannya (tempat duduknya) di rumahnya kecuali dengan izinnya".

Maksudnya, tidak boleh maju untuk menjadi imam atas tuan rumah, meski sebetulnya orang lain lebih baik bacaannya daripadanya, atau orang yang memiliki kekuasaan seperti tuan rumah atau imam tetap masjid. Demikian pula seseorang tidak boleh duduk di tempat khusus tuan rumah baik itu kursi atau kasur kecuali dengan izinnya.

Izin

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu:"Kembali (sajalah)", maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". (An-Nur: 27-28).

"Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya". (Al-Baqarah: 189).

Boleh masuk ke dalam rumah kosong (yang tidak berpenghuni) dengan tanpa izin manakala orang yang masuk tersebut memiliki barang di dalamnya, misalnya rumah yang diperuntukkan bagi tamu.

"Tiada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan". (An-Nur : 29).

Tidak mengapa makan di rumah kerabat dan rumah teman-teman serta di rumah orang lain yang kita memiliki kuncinya, jika mereka tidak membenci hal tersebut.

"Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian...". (An-Nur: 61).

Melarang anak-anak dan pembantu masuk ke dalam kamar tidur ibu bapak, tanpa izin, pada waktu-waktu istirahat (tidur).

Yaitu sebelum shalat subuh, waktu tidur siang, setelah shalat Isya', karena ditakutkan pandangan mereka akan tertumbuk pada pemandangan yang tidak sesuai, jika melihat sesuatu tanpa sengaja pada selain waktu-waktu tersebut maka hal itu bisa ditolerir (dimaafkan). Sebab mereka adalah orang-orang yang bercampur di satu rumah dan melayani sehingga sulit untuk menghindari hal tersebut. Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari), yaitu: sebelum shalat shubuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat lsya'. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (An-Nur 58).

Dilarang mengintip rumah orang lain, tanpa izin mereka.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa mengintip rumah kaum (orang) lain tanpa izin, kemudian mereka mencongkel matanya, maka baginya tidak ada diyat dan tidak pula qishash".

Wanita yang ditalak tidak boleh keluar atau dikeluarkan dari rumahnya selama waktu iddah (menunggu) dengan memberikan infak kepadanya.

Allah berfirman: "Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) keluar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah maka sesungguhnya dia telah berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru". (Ath-Thalaq: 1).

Boleh bagi laki-laki memisahkan (meninggalkan) isteri yang durhaka di dalam atau di luar rumah, sesuai dengan maslahat menurut agama.

Adapun memisahkan diri dari isteri di dalam rumah, dalilnya firman Allah :
"Dan pisahkanlah diri dari di tempat tidur mereka".(An-Nisa': 34).

Adapun dasar memisahkan diri dari isteri di luar rumah adalah seperti yang terjadi pada diri Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam ,ketika beliau memisahkan diri dari isteri-isteri beliau di dalam kamar-kamar mereka, dan Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam mengasingkan diri di luar rumah isteri-isteri beliau.

Tidak menginap di rumah sendirian.

"Dari Ibnu Umar radhiyallah 'anhu bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menyendiri, yakni seorang laki-laki menginap atau bepergian sendirian".

Larangan itu disebabkan karena dengan sendirian ditakutkan akan terjadi sesuatu. Misalnya serangan musuh, pencuri, atau sakit. Adanya teman yang mendampinginya akan menolak keinginan musuh atau pencuri menyerangnya, juga akan membantunya jika dia jatuh sakit.

Tidak tidur di lantai atas yang tidak memiliki pagar, agar tidak jatuh.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa tidur di loteng rumah yang tidak memiliki batu (penghalang, pagar), maka sungguh aku telah lepas tanggung jawab daripadanya".

Sebab orang yang tidur, terkadang - dengan tidak sadar - berguling-guling dalam tidurnya. Jika ia tidur di lantai atas/atap rumah yang tidak memiliki pagar atau pembatas yang menghalanginya, bisa jadi ia akan jatuh ke bawah yang menyebabkannya meninggal dunia.

Jika hal itu terjadi,maka tak seorangpun yang berdosa karena kematiannya, semua lepas dari tanggung jawab atas kematian orang tersebut.

Di samping hal itu juga menyebabkan pelecehannya terhadap penjagaan Allah padanya, sebab ia tidak mengambil langkah ikhtiar dan sebab.

Kucing-kucing piaraan tidak menjadikan najis bejana, bila kucing tersebut minum atau makan daripadanya.


"Dari Abdullah bin Abi Qatadah, dari ayahnya, bahwasanya diletakkan untuknya bejana yang berisi air, lalu seekor kucing menjilat ke dalamnya, ia (tetap) melakukan wudhu. Mereka berkata: "Hai Abu Qatadah, bejana itu telah dijilat oleh kucing". Ia menjawab: "Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kucing termasuk di antara anggota keluarga, dan ia termasuk di antara yang mengitari kalian".

Dalam riwayat lain:

"Kucing itu tidak najis, sesungguhnya ia termasuk di antara yang mengitari kalian".

]]__________
Nasehat 13 Memberi Kesempatan untuk Mendiskusikan Persoalan-Persoalan Keluarga.

"Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka". (As-Syura : 38).

Ketika kepada anggota keluarga diberi waktu dan kesempatan untuk sama-sama duduk mendiskusikan persoalan intern dan ekstern keluarga, maka itulah pertanda bahwa keluarga tersebut memperhatikan keutuhan keluarga, peran dan saling kerjasamanya.

Tidak disangsikan lagi, bahwa laki-laki yang diberi amanah kepemimpinan dalam rumah tangga adalah orang yang paling bertanggung jawab, penentu segala keputusan. Tetapi dengan memberikan kesempatan kepada yang lain - terutama kepada anak-anak yang menginjak dewasa - maka hal itu akan merupakan pendidikan tanggung jawab kepada mereka, di samping semua akan merasa lepas dan lapang dengan perasaannya, karena pendapat mereka didengar dan dihargai.

Misalnya, dengan mendiskusikan soal umrah pada bulan Ramadhan atau pada liburan-liburan lainnya, bertandang ke sanak keluarga menyambung silaturrahim, berdarmawisata, penyelenggaraan walimah pernikahan, aqiqah, pindah rumah, proyek-proyek sosial seperti penghitungan jumlah fakir miskin sekampung untuk pemberian bantuan atau pengiriman makanan kepada mereka, demikian juga diskusi tentang kemelut keluarga, kerabat dan memberikan andil pemecahannya.

Perlu juga diingatkan kepada bentuk lain dari pertemuan yang penting untuk diselenggarakan, yakni "Pertemuan Keterbukaan" antara kedua orangtua dan anak-anak. Beberapa kesulitan yang dihadapi oleh anak-anak yang telah baligh terkadang tidak mungkin untuk dipecahkan kecuali melalui pertemuan pribadi. Misalnya, bapak dengan anak laki-lakinya memperbincangkan secara terbuka berbagai persoalan yang menyangkut problematika anak remaja dan puber, hukum-hukum baligh. Demikian pula halnya ibu dengan puterinya membincangkan persoalan-persoalan tersebut sekaligus mengajarinya hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita baligh.

Bapak dan ibu hendaknya berusaha semampu mungkin membantu memecahkan problem anak-anaknya terutama pada masa mereka masih remaja. Hal itu misalnya bisa dilakukan dengan menggunakan bahasa-bahasa yang menarik, seperti "ketika saya masih seumur kamu ...", sehingga mudah diterima.

Tidak adanya pertemuan semacam ini terkadang menjadikan sebagian anak-anak menjalin persahabatan dengan teman-teman yang tidak baik, yang pada akhirnya menimbulkan petaka besar.

]]__________
Nasehat 14 Tidak Menampakkan Konflik Keluarga di Depan Anak-anak.

Sangat jarang, sekelompok orang yang hidup serumah tanpa pernah berselisih. Berdamai setelah berselisih adalah baik dan kembali pada kebenaran adalah mulia.

Akan tetapi, yang bisa menggoncangkan keutuhan rumah tangga dan membahayakan keselamatan bangunan intern adalah tampaknya berbagai perselisihan itu di hadapan anggota keluarga yang lain, sehingga mereka terpecah menjadi dua bala tentara atau lebih, kesatuan menjadi bercerai berai, belum lagi pengaruhnya terhadap kondisi kejiwaan anak-anak terutama terhadap mereka yang masih kecil.

Renungkanlah, apa yang terjadi jika sang bapak berkata kepada anaknya: "Jangan bicara dengan ibumu". Sang ibu pun berkata kepada puterinya: "Jangan bicara dengan ayahmu". Anak-anak menjadi bingung, tercabik-cabik jiwanya dan semua hidup dengan penuh beban dan serba sulit.

Karena itu, hendaknya kita menjaga agar tidak menjadikan perselisihan, dan kalau toh terpaksa ada hendaknya hal itu kita sembunyikan. Kita bermohon kepada Allah semoga Allah mempertautkan segenap hati

]]__________
Nasehat 15 Tidak Membolehkan Masuk Rumah kepada Orang yang tidak Baik Agamanya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Dan perumpamaan teman yang jahat itu seperti pandai besi".

Dalam riwayat Bukhari disebutkan:

"Dan pandai besi (bisa) membakar rumahmu, pakaianmu atau kau dapati daripadanya bau yang busuk".

Maksudnya, mereka akan membakar rumah dengan berbagai macam kerusakan dan penghancuran. Betapa banyak, karena masuknya orang-orang yang rusak dan diragukan (agamanya) menjadi sebab timbulnya permusuhan di antara anggota keluarga, berpisahnya suami dari isteri. Allah melaknat orang yang menipu wanita dari suaminya atau sebaliknya, dan yang menyebabkan permusuhan antara bapak dengan anak-anaknya.

Sungguh, tiada sebab-sebab terjadinya sihir di rumah atau terkadang kasus pencurian dan kerusakan akhlak kecuali dengan memasukkan orang yang tidak baik agamanya ke dalam rumah, karena itu hendaknya mereka tidak diizinkan masuk, meski dia adalah tetangga, laki-laki atau perempuan, atau orang-orang yang pura-pura cepat akrab dari laki-laki maupun perempuan. Sebagian orang terkadang agak sulit menolak, sehingga ketika ia melihatnya telah berada didepan pintu, ia mengizinkannya padahal ia tahu bahwa orang tersebut dari golongan orang-orang yang rusak.

Wanita yang tinggal di rumah, mempunyai tanggung jawab besar dalam masalah ini. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

''Wahai manusia, Hari apakah yang paling suci? Hari apakah yang paling suci? Hari apakah yang paling suci?" Mereka menjawab: "Hari Haji Akbar". Kemudian Nabi bersabda di tengah khutbahnya pada hari itu: "Adapun hak kalian atas isteri-isteri kalian adalah hendaknya mereka tidak membiarkan orang yang kalian benci menginjak kasur (tempat duduk) kalian, dan tidak memberi izin (masuk) kepada orang yang kamu benci".

Maka hendaknya engkau, wahai wanita muslimah jangan berat hati jika suamimu atau ayahmu menolak salah seorang tetangga wanita masuk ke rumah, karena mereka tahu akan pengaruhnya dalam perusakan. Juga hendaknya engkau menahan diri jika wanita tersebut membandingkan antara suaminya dengan suamimu sehingga engkau tidak meminta kepada suamimu akan hal-hal yang ia tidak mampu memenuhinya.

Engkau juga wajib menasehati suamimu, jika engkau melihat di antara kawan-kawannya di rumah ada yang suka mengajak suamimu kepada kemungkaran.

PERINGATAN:

Usahakan Semampu Mungkin untuk Lebih Banyak Berada di Rumah.

Adanya wali (pemimpin) di rumah menjadikan semua persoalan terkontrol, juga memungkinkan baginya mendidik dan memperbaiki keadaan, dengan mendampingi dan mengawasi.

Sebagian orang berpendapat bahwa kewajiban asli bagi laki-laki adalah keluar rumah, jika ia tidak mendapatkan tempat ke mana harus pergi baru ia pulang ke rumah. Teori ini adalah keliru.

Jika keluarnya seseorang dari rumah untuk ketaatan, maka hendaknya bisa menjaga keseimbangan (antara waktu di luar dan di dalam rumah). Tetapi jika keluarnya untuk maksiat, menghabiskan waktu secara sia-sia atau berlebih-lebihan dalam urusan kesibukan dunia maka hendaknya ia mengurangi kesibukan-kesibukan dan berbagai bentuk bisnis itu, serta menghilangkan beberapa rapat yang kurang penting.

Sungguh, alangkah keji kaum yang menyia-nyiakan keluarganya dan begadang di warung-warung atau night club.

Kita tidak mau membeo di belakang program-program musuh-musuh Allah. Di bawah ini adalah pelajaran berharga:

Dalam brosur hasil kesepakatan Zionis Perancis bernama Al-Masyriqul A'zham yang diselenggarakan pada tahun 1923 disebutkan: "Dan untuk mencapai perpecahan antara seseorang dengan keluarganya hendaknya kalian mencabut akhlak dari akarnya, karena sesungguhnya nafsu cenderung kepada pemutusan ikatan keluarga dan mendekati kepada hal-hal yang diharamkan, karena nafsu lebih mengutamakan banyak cerita dan obrolan di warung-warung kopi untuk menyebarkan isu-isu keluarga".

]]__________
Nasehat 16 Teliti dalam Mengamati Anggota Keluarga.

Siapakah teman-teman anak-anakmu?
Apakah mereka telah bertemu denganmu atau engkau mencari tahu tentang mereka?
Apa yang dilakukan oleh anak-anakmu bersama mereka di luar rumah?
Apa yang ada di dalam laci dan tas mereka, di bawah bantal, kasur dan apa yang mereka rahasiakan?
Kemana anak gadismu pergi dan dengan siapa?

Sebagian orangtua tidak mengetahui kalau ternyata di dalam lemari anaknya terdapat gambar-gambar dan kaset video yang tidak mendidik (porno), bahkan kadang-kadang minuman/pil memabukkan.

Sebagian mereka tidak tahu, anak gadisnya pergi ke pasar bersama pembantu, lalu ia menyuruh pembantu itu menungguinya bersama sopir, selanjutnya ia pergi sesuai janjinya dengan salah seorang kekasihnya, sebagian lain pergi menghisap rokok bersama kawan-kawan sepermainannya yang jahat.

Mereka yang bisa lepas diri dari anak-anaknya itu tidak akan bisa lepas dari persaksian pada Hari Yang Agung, dan mereka tidak akan bisa lari dari kengerian Hari Pembalasan.

"Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya, apakah ia menjaganya atau melalaikannya, sehingga seorang laki-laki ditanya tentang anggota keluarganya."

Tetapi ada hal-hal yang perlu diperhatikan :

Pengawasan itu hendaknya dengan diam-diam.
Tidak untuk menakut-nakuti.
Agar anak-anak tidak merasa kehilangan kepercayaan diri.
Dalam menasehati dan memberi hukuman hendaknya memperhatikan umur, pengetahuan dan tingkat kesalahan yang mereka lakukan.
Hati-hatilah untuk melakukan penelitian mendalam dan sensus jiwa.
Seseorang berkisah kepada Penulis, seorang ayah memiliki komputer yang di dalamnya ia agendakan semua kesalahan-kesalahan anaknya dengan perincian tanggal dan hari sekaligus. Apabila terjadi kesalahan baru, ia tampilkan kembali nama file yang khusus mencatat kesalahan anaknya tersebut,. lalu ia tulis kesalahan yang baru sehingga kesalahan-kesalahan itu terhimpun rapi, baik yang lama maupun yang baru.

Komentar:

Kita bukan dalam perusahaan, dan ayah bukanlah malaikat yang ditugasi menulis semua dosa dan kesalahan. Ayah seperti itu hendaknya membaca banyak-banyak buku tentang dasar-dasar pendidikan dalam Islam.

Sebaliknya, penulis juga mengetahui ada orang-orang yang menolak sama sekali untuk ikut campur dalam urusan anak-anak mereka, dengan dalih anak tidak akan puas bahwa kesalahan yang ia lakukan itu sebagai kesalahan sampai ia terperosok di dalamnya, lalu ia mengetahui kesalahan itu dengan sendirinya.

Keyakinan yang menyimpang ini berasal dan muncul dari falsafah Barat serta teori kebebasan yang tercela. Sungguh, ini adalah hal yang jauh dari kebenaran.

Sebagian orang melepaskan kendali untuk anaknya, karena takut -menurut anggapannya- anak itu akan membencinya, ia berkata, saya mencintainya apapun yang ia kerjakan.

Sebagian lain melepaskan kendali anaknya sebagai bentuk penolakan terhadap pendidikan ketat dan keras yang ia alami dari ayahnya dahulu (kakek si anak), ia menganggap bahwa anaknya harus ia perlakukan sebaliknya secara persis.

Sebagian lain ada yang sampai pada tingkat kebodohan yang sangat rendah hingga mengatakan: "Biarkanlah putera-puteri kita menikmati masa remajanya seperti yang mereka kehendaki".

Apakah tipe ayah seperti itu terpikirkan di benaknya bahwa kelak anak-anak mereka pada hari Kiamat akan memanggil-manggil orangtuanya dengan mengatakan: "Hai bapak, kenapa engkau membiarkan aku berbuat maksiat ?"

]]__________
Nasehat 17 Perhatian terhadap Anak-anak di Rumah.

Dalam hal ini ada beberapa segi yang perlu diperhatikan,diantaranya:

Hafalan Al-Qur'an dan kisah-kisah Islami.
Betapa indah manakala sang ayah mengumpulkan anak-anaknya untuk membacakan kepada mereka ayat-ayat Al-Qur'an dengan sedikit keterangan, lalu memberikan hadiah-hadiah bagi yang bisa menghafalkannya. Seorang anak yang masih kecil bisa juga telah hafal surat Al-Kahfi karena ayahnya selalu mengulang-ulang bacaan ayat tersebut setiap kali hari Jum'at. Demikian pula dengan mengajari anak-anak dasar-dasar akidah Islam seperti yang termuat dalam hadits:

"Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu".
Dan mengajari mereka adab (akhlak) serta do'a-do'a. Seperti do'a makan, tidur, bersin, juga membiasakan salam dan minta izin.

Termasuk yang amat menarik dan berpengaruh besar terhadap anak adalah dengan menceritakan dan memperdengarkan kepada mereka kisah-kisah Islami.

Diantara kisah-kisah itu adalah kisah Nabi Nuh alaihis salam dan banjir topan, kisah Nabi Ibrahim alaihis salam dalam menghancurkan patung-patung lalu pelemparan Nabi lbrahim alaihis salam ke dalam api, kisah Nabi Musa dan selamatnya dari Fir'aun yang kemudian ia tenggelam dalam lautan, kisah Nabi Yunus alaihis salam dalam perut ikan, kisah singkat Nabi Yusuf alaihis salam dan perjalanan hidup Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam seperti diutusnya beliau sebagai rasul dan kisah hijrah, petikan peperangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam seperti perang Badar dan Khandaq dan yang lain seperti kisah beliau dengan laki-laki dan unta yang menjadikannya lapar dan bersusah payah.

Juga kisah orang-orang shalih, seperti kisah Umar bin Khathab radhiyallah 'anhu dengan seorang ibu bersama anak-anaknya yang kelaparan di dalam kemah, kisah para penggali parit (Ashaabul Ukhduud), kisah pemilik-pemilik kebun dalam surat Nun, dan tiga orang yang tersekap di dalam gua dan sebagainya.

Semua hal di atas hendaknya diringkas dan disederhanakan dengan beberapa komentar dan pengambilan ibrah (pelajaran), kita tidak membutuhkan cerita-cerita yang bermacam-macam yang menyimpang dari aqidah dan penuh khurafat atau yang menakutkan (horor) sehingga merusak jiwa anak karena mewariskan rasa takut dan pengecut.

Hati-hati terhadap keluarnya anak-anak bersama teman jalanan (yang semaunya).
Akibatnya anak-anak akan pulang ke rumah dengan membawa ucapan dan akhlak yang tercela. Sebaiknya teman-teman mereka dipilihkan dari anak-anak kerabat dan tetangga lalu mereka dipanggil ke rumah sehingga bermain di dalam rumah.

Perhatian terhadap mainan anak-anak yang menghibur dan mendidik.
Hendaknya disediakan ruangan untuk anak-anak bermain. Baik juga jika ada lemari khusus sehingga anak-anak bisa menertibkan mainan mereka di dalam lemari tersebut. Hendaknya dihindari beberapa permainan yang bertentangan dengan syariat, seperti: alat-alat musik, yang bertanda gambar salib, atau permainan dadu.

Akan lebih baik jika dipenuhi sarana yang menunjang ketrampilan bagi anak-anak remaja seperti pertukangan, elektronika, mekanika dan beberapa permainan (games) komputer yang dibolehkan. Tetapi dalam hal ini, kita mengingatkan bahaya program komputer yang bisa menampilkan gambar wanita-wanita perusak, juga permainan yang di dalamnya terdapat gambar salib, bahkan sebagian mengatakan, salah satu game komputer berbentuk permainan judi. Demikian juga ada game yang menampilkan empat gadis di layar monitor. Orang yang memainkan game ini harus memilih salah satu di antara empat gambar tersebut yang kesemuanya hampir mirip. Jika menang dalam game ini, pemain akan diberi pertanda hadiah dengan keluarnya gadis yang paling seronok dan porno, na'udzubillah.

Memisahkan antara anak laki-laki dengan anak perempuan dalam tidur.
Inilah perbedaan cara menertibkan rumah antara orang yang taat beragama dengan orang yang sama sekali tidak memperhatikan persoalan agama.

Bercanda dan menyayangi.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mencandai anak-anak, mengusap kepala mereka dan memanggil mereka dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan oleh-oleh pertama kali kepada anak yang paling kecil, terkadang sebagian dari anak-anak itu menaiki Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam .
Di bawah ini adalah dua contoh canda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Hasan dan Husain.
Dari Abu Hurairah radhiyallah 'anhu ia berkata:

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjulurkan lidahnya kepada Hasan bin Ali maka anak itu melihat merahnya lidah beliau sehingga ta'ajub dan menarik minatnya lalu ia segera menghampiri beliau".
Dari Ya'la bin Murrah ia berkata:

"Kami keluar bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu kami diundang untuk makan. Tiba-tiba Husain sedang bermain di jalan maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam segera (menghampirinya) di hadapan banyak orang. Beliau membentangkan kedua tangannya lalu anak itu lari ke sana kemari sehingga membuat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa sampai beliau (berhasil) memegangnya lalu beliau letakkan salah satu tangannya di bawah dagu anak tersebut dan yang lain di tengah-tengah kepalanya kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menciumnya".
Pembahasan dalam hal ini sangat panjang. Mudah-mudahan penulis berkesempatan membahasnya secara tersendiri dalam buku lain, Insya Allah.


]]__________
Nasehat 18 Mengatur Waktu Tidur dan Makan.

Sebagian rumah, punya kondisi layaknya hotel, hampir penghuninya tidak mengenal satu sama lain, dan jarang sekali mereka bertemu.

Sebagian anak makan atau tidur kapan saja mereka suka sehingga menyebabkan mereka begadang dan menyia-nyiakan waktu, juga menumpuk antara makanan yang satu dengan lainnya. Kekacauan seperti ini menyebabkan runtuhnya tali ikatan, semangat dan waktu yang sia-sia serta membentuk jiwa tidak konsisten (istiqamah).

Sebagian orang yang pandai berdalih mengatakan, anak-anak yang sekolah dan kuliah waktu keluarnya tidak bersamaan, laki-laki dan perempuan, demikian pula halnya dengan pegawai, buruh dan pedagang.

Akan tetapi kondisi seperti ini tidak berlaku untuk semua. Sungguh, tidak ada kenikmatan yang melebihi berkumpulnya satu keluarga di meja makan, lalu menggunakan kesempatan tersebut untuk mengetahui keadaan masing-masing serta mendiskusikan sesuatu yang bermanfaat. Bagi pemimpin rumah tangga hendaknya menentukan waktu kembali (pulang) ke rumah, dan izin kalau mau bepergian, terutama bagi anak-anak kecil - (sedikit) dalam umur dan akal - yang masih dikhawatirkan terjadi apa-apa atas mereka.


]]__________
Nasehat 19 Meluruskan Pekerjaan Wanita di Luar Rumah.

Syariat Islam adalah saling melengkapi satu sama lain. Ketika Allah memerintah para wanita dengan firmanNya:
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu". (Al-Ahzab:33).

Maka Allah menjadikan ada orang yang wajib menafkahi mereka, seperti ayah atau suami.

Pada hukum asalnya, wanita tidak dibolehkan bekerja di luar rumah kecuali karena suatu kebutuhan. Sebagaimana ketika Musa alaihis salam melihat dua anak gadis orang shalih yang menahan (menghambat) kambing gembalaannya menunggu giliran. Musa menanyakan kepada mereka:

"Apakah maksudmu (dengan berniat begitu)? Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang lanjut usianya."." (Al-Qashash: 23).

Kedua wanita itu seketika menyampaikan alasannya mengapa mereka keluar memberi minum kambing ternaknya, yakni sebab wali tak mampu lagi bekerja karena usianya telah lanjut. Karena itu hendaknya kita berusaha untuk menjaga agar wanita muslimah tidak bekerja di luar rumah, selama hal itu memungkinkan. Allah berfirman:
"Salah seorang dari kedua wanita itu berkata:"Ya bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya"." (Al-Qashash: 26).

Wanita tersebut dengan kalimat-kalimatnya menjelaskan keinginannya untuk kembali ke rumah sehingga dirinya terlindungi dari kejelekan dan gangguan yang bisa saja terjadi jika ia bekerja di luar rumah.

Ketika orang-orang kafir pada zaman ini membutuhkan wanita pekerja setelah Perang Dunia I dan II maka itu adalah untuk mengganti kekurangan laki-laki. Kondisinya sangat sulit karena mereka harus mengembalikan denyut kemajuan yang telah dihancurkan oleh perang. Program Yahudi itu sangat getol dalam pembebasan wanita, mereka menyerukan hak-hak wanita, dengan maksud untuk menghancurkan wanita, yang selanjutnya akan menghancurkan bangunan masyarakat, yang awalnya disebabkan oleh keluarnya wanita untuk bekerja.

Meskipun motivasi (yang mendasari semangat) yang kita miliki tidak seperti yang mereka miliki, sedang setiap pribadi muslim mesti menjaga isteri dan menafkahi mereka, akan tetapi gerakan pembebasan wanita semakin bersemangat, bahkan sampai menuntut perlu dikirimnya wanita-wanita ke luar negeri, selanjutnya meminta mereka bekerja agar ijazah yang mereka miliki tidak sia-sia.

Ini adalah sebuah kekeliruan. Masyarakat muslim sungguh tidak membutuhkan persoalan wanita bekerja ini dalam lapangan yang luas.
Diantara argumen dalam masalah tersebut adalah terdapatnya laki-laki yang menganggur sementara lapangan bagi kaum wanita terus dibuka dan diperluas.

Ketika kita mengatakan, "dalam lapangan yang luas" maka pemahaman maknanya amat kita perhatikan. Sebab kebutuhan terhadap pekerjaan wanita di beberapa sektor seperti pengajaran, kebidanan, dan kedokteran sesuai dengan syarat-syarat agama adalah tetap diperlukan.

Kita awali pembahasan ini dengan mukaddimah seperti di muka, karena kita saksikan bahwa sebagian wanita keluar bekerja dengan tidak karena kebutuhan, bahkan terkadang dengan gaji yang sangat kecil sebab ia merasa harus keluar bekerja meski ia sendiri tidak membutuhkannya, bahkan meski di tempat yang tidak cocok untuknya, setelah itu terjadi berbagai fitnah yang besar.

Agar adil, maka kita mengatakan: Sesungguhnya bekerjanya wanita terkadang memang benar-benar suatu kebutuhan. Misalnya wanita itulah yang menanggung dan menopang ekonomi keluarga setelah kematian suami atau ayahnya telah tua renta sehingga tak sanggup bekerja atau yang semisalnya.

Di sebagian negara, karena nilai-nilai masyarakatnya tidak atas dasar nilai-nilai Islami maka terpaksa isteri bekerja untuk ikut menutupi kebutuhan rumah tangga bersama suaminya, bahkan seorang laki-laki tidak mau meminang kecuali kepada wanita yang telah bekerja, lebih dari itu sebagian mereka dalam akad nikahnya mensyaratkan agar calon isterinya itu bekerja.

Kesimpulan:
Terkadang wanita bekerja untuk kebutuhan atau untuk tujuan yang Islami seperti dakwah kepada Allah di medan pendidikan, atau sebagai hiburan seperti yang terjadi pada sebagian mereka yang tidak memiliki anak.

Adapun dampak negatif bekerjanya wanita di luar rumah, di antaranya yaitu:

Timbulnya berbagai bentuk kemungkaran, seperti ikhtilath (percampuran antara laki-laki dan perempuan tanpa hijab), yang berakibat saling berkenalan lalu melakukan khalwat (berduaan), menggunakan wewangian untuk menarik lelaki, memperlihatkan perhiasan kepada mereka, yang pada akhirnya bisa berlanjut jauh hingga pada perzinaan.

Tidak memberikan hak suami, meremehkan persoalan rumah dan melalaikan hak-hak anak (dan ini adalah tema kita yang sebenarnya).

Berkurangnya makna hakiki dari perasaan kepemimpinan laki-laki atas jiwa sebagian wanita. Cobalah renungkan, seorang wanita yang membawa ijazah sama seperti ijazah suaminya bahkan terkadang ijazahnya lebih tinggi dari ijazah suaminya (padahal ini tidak tercela), lalu dia bekerja dengan gaji yang terkadang lebih tinggi dari gaji suaminya. Apakah wanita seperti ini akan merasa perlu sepenuhnya kepada sang suami dan akan mentaatinya dengan sempurna? Ataukah perasaan tidak butuh menyebabkan kemelut goncangnya bangunan rumah tangga secara mendasar?. Kecuali wanita yang dikehendaki baik oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Demikianlah, persoalan nafkah atas isteri yang bekerja serta nafkah kepada keluarga tidak akan berakhir.

Menambah beban fisik, tekanan jiwa dan saraf yang tidak sesuai dengan kodrat wanita.
Setelah pemaparan sekilas masalah maslahat dan kerugian wanita bekerja, kita mengatakan: Hendaknya kita bertakwa kepada Allah, menimbang setiap permasalahan dengan timbangan syar'i, dan memahami kondisi yang membolehkan wanita keluar untuk bekerja dan kondisi mana yang melarangnya. Janganlah kita buta karena masalah pekerjaan duniawi dari jalan kebenaran.

Kita nasehatkan kepada wanita muslimah agar bertakwa kepada Allah, mentaati suami jika ia menghendakinya agar meninggalkan pekerjaannya demi kemaslahatan dirinya dan kemaslahatan rumah tangga.

Begitu pula bagi suami, agar tidak menyusun strategi balas dendam dan agar tidak makan harta isterinya dengan tanpa dibenarkan


]]__________
Nasehat 20 Menjaga Rahasia Rumah Tangga.

Masalah ini menyangkut beberapa hal, diantaranya:

Tidak menyebarkan rahasia hubungan intim suami isteri.
Tidak membawa keluar percekcokan suami isteri.
Tidak membuka kepada umum rahasia dan kekhususan apapun, hal yang apabila tampak akan membahayakan rumah tangga atau salah satu anggota keluarga.
Adapun petaka pertama, dalil pelarangannya, adalah sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Sesungguhnya di antara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya, dan isteri yang mencumbui suaminya, kemudian ia sebarluaskan rahasianya".

Makna ( ) yaitu ia melakukan percampuran, percumbuan dan persetubuhan seperti dalam firman Allah:
"Bagaimana kamu mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami isteri". (An-Nisa' : '21).

Diantara dalil pelarangan yang lain adalah hadits Asma' binti Yazid, bahwasanya ia berada pada majlis Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sedang para lelaki dan perempuan sama duduk. Beliau bersabda:

"Barangkali ada laki-laki yang mengatakan tentang apa yang ia lakukan bersama isterinya, dan barangkali ada perempuan yang mengabarkan tentang apa yang ia lakukan bersama suaminya. Maka orang-orang pun terdiam, lalu aku katakan: "Ya (benar), demi Allah, wahai Rasulullah. Sungguh para wanita melakukan itu dan para lelaki juga demikian". Rasulullah berkata : "Jangan kalian lakukan, sebab hal itu sesungguhnya seperti setan laki-laki yang bertemu dengan setan perempuan di jalan lalu ia menyetubuhinya sedang orang-orang pada melihatnya"."

Dalam riwayat Abu Daud disebutkan:

"Apakah ada diantara kamu laki-laki yang apabila mendatangi istrinya lalu mengunci pintunya dan menghamparkan kelambu penghalangnya dan ia bertabir dengan tabir Allah?" Mereka menjawab: "Ya benar". Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (melanjutkan): "Setelah itu ia duduk lalu berkata: aku telah melakukan begini dan melakukan begitu" . Mereka terdiam,lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menghadapi para wanita kemudian bersabda: "Apakah di antara kalian ada yang membicarakannya ?" Mereka terdiam. Kemudian bangkitlah seorang gadis montok di atas salah satu lututnya dan mendongakkan diri kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sehingga beliau melihatnya dan mendengar ucapannya. Lalu ia berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya para lelaki membicarakannya, demikian pula halnya dengan para wanita". Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apakah kalian tahu apa perumpamaan hal tersebut? Sesungguhnya perumpamaan hal itu adalah seperti setan wanita yang bertemu dengan setan laki-laki di jalan, maka ia lampiaskan hajatnya sedang manusia melihat kepadanya"

Adapun perkara kedua yakni membawa keluar rumah percekcokan suami isteri, pada banyak kasus justru menambah ruwetnya persoalan, pihak ketiga ikut campur dalam perselisihan suami isteri sehingga pada sebagian besar kasus menambah persoalan baru.

Jalan keluarnya -jika orang lain ingin membantu, terutama orang yang paling dekat dengan keduanya - yaitu dengan melakukan surat menyurat antara keduanya. Hendaknya tidak mencampuri urusan tersebut kecuali karena alasan menjadi pihak yang mendamaikan secara langsung. Ketika itu kita lakukan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Maka kirimlah seorang hakam (juru pendamai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami isteri itu".(An-Nisa' :35).

Perkara ketiga, yaitu mengundang bahaya bagi rumah tangga atau salah satu dari anggotanya dengan menebarkan rahasia-rahasianya. Ini tidak boleh, sebab ia termasuk dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :
"Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh (pula) membahayakan orang lain".

Di antara contohnya yaitu seperti yang termaktub dalam firman Allah:
"Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua isteri berkhianat kepada kedua suaminya...". (At-Tahrim: 10).

Ibnu Katsir dalam menukil tafsir ayat ini mengatakan: "Isteri Nuh tersebut selalu mengintip rahasia Nuh, apabila ada orang yang beriman kepada Nuh maka ia mengabarkan kepada para pembesar kaum Nuh tentang keimanan itu. Adapun isteri Luth maka jika Luth menerima tamu laki-laki, dikabarkannya hal itu kepada orang-orang yang biasa melakukan kejahatan (homosex)", yakni agar mereka datang lalu melakukan perbuatan homosex dengan tamu tersebut


]]__________
Nasehat 21 Mentradisikan Pergaulan yang Baik (keramahan) di Rumah.

Dari Aisyah radhiyallah 'anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Jika Allah 'Azza Wa Jalla menghendaki kebaikan kepada suatu keluarga maka Ia menganugerahkan atas mereka pergaulan yang baik".

Dalam riwayat lain disebutkan:

"Sesungguhnya Allah jika mencintai suatu keluarga maka Ia anugerahkan atas mereka pergaulan yang baik".

Artinya masing-masing mempergauli yang lain dengan baik. Inilah salah satu sebab kebahagiaan di rumah. Pergaulan yang baik dan keramah-tamahan adalah sangat bermanfaat antara kedua suami isteri, juga dengan anak-anak, yang daripadanya akan melahirkan hasil yang tak mungkin dihasilkan oleh kekerasan. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Sesungguhnya Allah mencintai pergaulan yang baik (keramahan), dan Ia memberikan kepada pergaulan yang baik (keramahan) apa yang tidak diberikanNya kepada kekerasan dan apa yang tidak diberikan kepada selainnya"


]]__________
Nasehat 22 Membantu Keluarga dalam Pekerjaan Rumah.

Banyak lelaki yang enggan melakukan pekerjaan rumah, sebagian mereka berkeyakinan bahwa di antara yang menyebabkan berkurangnya kedudukan dan wibawa laki-laki yaitu ikut bersama anggota keluarga yang lain melakukan pekerjaan mereka.

Adapun Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau menjahit sendiri bajunya, menambal sandalnya dan melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh laki-laki di dalam rumah mereka.

Demikian dikatakan oleh isteri beliau Aisyah radhiyallah 'anha ketika ia ditanya apa yang dikerjakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam rumahnya. Aisyah radhiyallah 'anhu menjawab dengan apa yang dilihatnya sendiri. Dalam riwayat lain disebutkan:

"Ia adalah manusia di antara sekalian manusia, membersihkan bajunya, memerah susu kambingnya dan melayani dirinya".

Aisyah radhiyallah 'anhu juga ditanya apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam rumahnya. Ia berkata:

"Ia ada (bersama) pekerjaan keluarganya -maksudnya membantu keluarganya- dan apabila datang (waktu) shalat ia keluar untuk shalat".

Jika hal itu kita praktekkan sekarang, berarti kita telah mewujudkan beberapa kemaslahatan:

Meneladani Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam .
Kita ikut membantu keluarga.
Kita merasa rendah hati dan tidak takabbur (sombong).
Sebagian suami meminta kepada isterinya agar menghidangkan makanan dengan segera, sementara periuk masih di atas tungku api, anak kecilnya berteriak ingin disusui, ia tidak menyentuh anak tersebut, juga tidak mau sabar sedikit menunggu makanan. Hendaknya beberapa hadits di atas menjadi pelajaran dan peringatan.

Nasehat (23): Bersikap Lembut dan Bercanda dengan Keluarga.

Bersikap lembut kepada isteri dan anak-anak merupakan salah satu faktor yang bisa menebarkan iklim kebahagiaan dan eratnya hubungan baik di tengah keluarga. Karena itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menasehati Jabir agar menikahi wanita yang masih perawan. Beliau mengatakan:

"Kenapa (tidak engkau pilih) perawan (sehingga) engkau bisa mencandainya dan dia mencandaimu, dan engkau (bisa) membuatnya tertawa dan dia membuatmu tertawa".

"Segala sesuatu yang di dalamnya tidak ada dzikrullah adalah sia-sia belaka, kecuali empat perkara: percandaan laki-laki terhadap isterinya...".

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mencandai Aisyah radhiyallah 'anha ketika beliau mandi bersamanya. Aisyah berkisah:

"Aku dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mandi bersama dari satu gayung untuk berdua (secara bergantian), lalu beliau mendahuluiku sehingga aku katakan "biarkan untukku, biarkan untukku", ia berkata : sedang keduanya berada dalam keadaan junub".

Adapun canda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada anak-anak kecil maka sangat banyak untuk disebutkan. Beliau sering menyayangi dan mencandai Hasan dan Husein sebagaimana telah kita singgung di muka. Barangkali ini pula yang menyebabkan anak-anak kecil amat gembira dengan kedatangan beliau dari bepergian. Mereka segera menghambur untuk menjemput Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih:

"Apabila datang dari perjalanan, beliau dihamburi oleh anak-anak kecil dari keluarganya".

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mendekap mereka, seperti diceritakan oleh Abdullah bin Ja'far:

"Apabila Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam datang dari bepergian, beliau menghambur kepada kami, menghambur kepada saya, kepada Hasan dan Husain, ia berkata: "Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam membawa salah seorang dari kami di antara kedua tangannya, dan yang lain di belakangnya sehingga kami masuk kota Madinah".

Bandingkanlah antara hal ini dengan keadaan sebagian rumah yang gersang, tak ada canda, tak ada tawa, kelembutan, juga tidak kasih sayang.

Barangsiapa yang mengira bahwa mencium anak-anak akan mengurangi wibawa ayah maka hendaknya ia membaca hadits berikut ini:

Dari Abu Hurairah radhiyallah 'anhu ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mencium Hasan bin Ali sedang di sisi beliau terdapat Al-Aqra' bin Habis At-Tamimi sedang duduk. Maka Al-Aqra' berkata: "Saya memiliki sepuluh anak, saya tidak pernah mencium seorangpun dari mereka". Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kepadanya kemudian bersabda: "Barangsiapa tidak mengasihi, niscaya dia tidak dikasihi".


]]__________
Nasehat 24 Menyingkirkan Akhlak Buruk di Rumah.

Salah seorang dari anggota keluarga tidak mungkin bisa lepas dari akhlak buruk dan menyimpang, seperti: dusta, menggunjing, mengadu domba atau yang semacamnya. Akhlak buruk ini harus dilawan dan disingkirkan.

Sebagian orang menyangka bahwa hukuman jasmani adalah satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Di bawah ini Aisyah radhiyallah 'anha meriwayatkan hadits -dalam persoalan tersebut- yang penuh muatan pendidikan:

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam apabila mengetahui seseorang anggota keluarganya melakukan sekali dusta, beliau terus memalingkan diri daripadanya sehingga ia mengatakan bertaubat."

Dari hadits di atas, jelaslah bahwa memalingkan diri dan hijr (memisah, mendiamkan, meninggalkan) dia dengan tidak mengajaknya bercakap-cakap serta memberikan hukuman yang setimpal - dalam hal ini - adalah lebih berpengaruh daripada hukuman jasmani. Karena itu hendaknya para pendidik di rumah merenungkannya.


]]__________
Nasehat 25 Gantungkanlah Cambuk sehingga Bisa Dilihat oleh Anggota Keluarga.

Menampakkan dan memberi isyarat bentuk hukuman adalah salah satu metode pendidikan yang tinggi. Karena itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Shallallahu 'alaihi wa sallam menerangkan sebab mengapa seyogyanya digantungkan cambuk atau tongkat di rumah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Gantungkanlah cambuk di mana bisa dilihat oleh anggota keluarga, karena ia lebih mendidik mereka".

Dengan melihat alat untuk menghukum, menjadikan orang-orang yang berniat jahat takut melakukannya, karena merasa ngeri dengan bentuk hukuman yang bakal diterimanya, sehingga ia menjadi motivasi (pendorong) bagi mereka dalam beradab dan berakhlak mulia.

Ibnu Al-Anbari berkata: "Tidak ada riwayat yang menyebutkan agar memukul dengan alat itu, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menyuruh hal tersebut kepada seorangpun, tetapi beliau inginkan agar engkau tidak lepas mendidik mereka"

Memukul sama sekali bukan dasar dalam mendidik. Tidak dibolehkan menggunakannya kecuali jika seluruh cara mendidik telah habis atau membebaninya untuk melakukan ketaatan yang diwajibkan. Seperti firman Allah:

"Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuz (meninggalkan kewajiban bersuami isteri)nya maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka ditempat tidur mereka dan pukullah mereka". (An-Nisa: 34).

Secara tertib, juga seperti dalam sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Perintahkanlah anak-anakmu melakukan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah karena meninggalkannya ketika mereka berumur sepuluh tahun".

Menggunakan hukuman pukul tanpa dibutuhkan merupakan bentuk pelanggaran. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menasehati wanita agar tidak menikah dengan laki-laki karena dia tidak meletakkan tongkat dari lehernya, maksudnya karena ia suka memukuli wanita.

Tetapi orang yang menganggap tidak perlu hukuman pukul secara mutlak, karena taklid pada teori pendidikan orang-orang kafir, maka pendapat ini salah besar dan bertentangan dengan nash-nash syar'i.


]]__________
Nasehat 26 Waspada terhadap Masuknya Kerabat yang Bukan Mahram kepada Isteri yang Ada di Rumah ketika Suami sedangTiada.

Nasehat 27 Memisahkan Antara Laki-laki dengan Wanita dalam Acara Kunjungan Silaturahim Keluarga

Nasehat 28 ......

Nasehat 29 Keluarkanlah Orang yang Bersikap Kebanci-bancian dari Rumahmu.

Nasehat 30 Waspadalah terhadap Bahaya Film.

Nasehat 31 Berhati-hati dari Kejahatan Telepon.

Nasehat 32 Wajib Menghilangkan Setiap Identitas - Apapun Bentuknya Agama Batil Orang-orang Kafir, Termasuk Sesembahan dan Tuhan Mereka

Nasehat 33 Menghilangkan Gambar-gambar Makhluk Bernyawa.

Nasehat 34 Laranglah Merokok di Rumahmu

Nasehat 35 Jangan Memelihara Anjing di Rumah.

Nasehat 36 Menjauhi dari Menghias Rumah dengan Aneka Warna (Berlebih-lebihan).

]]_________
Nasehat 37 Memilih Lokasi dan Desain Rumah yang Tepat.

Tidak diragukan lagi, seorang muslim yang benar akan memperhatikan soal pemilihan letak dan lokasi rumah yang tepat. Ia akan menerapkan beberapa program bagi rumahnya sehingga layak sebagai hunian muslim.

Dari segi lokasi, misalnya:
Rumah hendaknya berdekatan dengan masjid. Hal ini sangat besar manfaatnya. Ketika adzan bergema memanggil shalat, ia bisa segera pergi ke masjid dan mendapatkan jama'ah. Bagi para wanita, mereka akan biasa mendengarkan bacaan Al-Qur'an dari pengeras suara. Adapun anak-anak kecil, mereka bisa leluasa mengkuti halaqah hafalan Al-Qur'an, belajar mengaji dan sebagainya.

Agar tidak dalam satu bangunan dengan orang-orang fasik, atau dalam kampung hunian yang terdapat orang-orang kafir, misalnya di tengah-tengah perkampungan itu ada kolam renang buat umum, campur-baur antara pria wanita dan seumpamanya.

Agar tidak melihat dan tidak terlihat, jika masih ada saja terjadi maka boleh menggunakan tabir atau dengan meninggikan pagar.

Dari segi desain, misalnya:
Hendaknya ia memperhatikan pemisahan antara laki-laki dengan perempuan dan para tamu luar , misalnya pintu masuk, ruang tempat duduk dsb. Jika tidak mungkin, maka bisa menggunakan tabir atau hijab.

Menutupi jendela-jendela dengan tabir atau satir (gorden) , sehingga orang yang ada di dalam kamar tidak kelihatan oleh tetangga atau oleh orang yang lalu lalang, terutama malam hari ketika cahaya terang benderang.

Hendaknya tidak menggunakan toilet dengan menghadap ke kiblat.

Hendaknya memilih rumah yang luas serta rumah yang banyak perabotannya. Hal itu disebabkan beberapa hal:

"Sesungguhnya Allah suka bila melihat bekas nikmat-Nya pada hambaNya".


"Tiga hal termasuk kebahagiaan dan tiga hal termasuk kesengsaraan. Termasuk kebahagiaan yaitu: wanita shalihah yang jika kamu melihatnya menyenangkanmu, ketika engkau pergi darinya kamu merasa aman atas dirinya dan atas hartamu, dan hewan tunggangan sehingga ia menghantarkanmu menyusul kawan-kawanmu serta rumah yang luas dan banyak perabotannya. Dan termasuk kesengsaraan adalah wanita yang apabila kamu melihatnya maka engkau merasa enggan, ia menyerangmu dengan lisannya, jika engkau pergi darinya kamu tidak merasa aman atas dirinya dan atas hartamu; serta hewan yang lamban, jika engkau memukulnya maka akan melelahkanmu dan jika engkau meninggalkannya (tidak memukulnya) maka tidak menghantarkanmu menyusul kawan-kawanmu serta rumah yang sedikit perabotannya".

Memperhatikan kesehatan, misalnya soal ventilasi udara dan masuknya cahaya matahari ke dalam rumah.

Tetapi beberapa hal di atas dan hal-hal lainnya seyogyanya diukur sesuai dengan kemampuan material dan kondisi yang ada, tidak boleh dipaksakan.


]]________
Nasehat 38 Memilih Tetangga sebelum Memilih Rumah.

Karena pentingnya masalah ini, semestinya dibahas secara tersendiri sehingga agak mendetail.

Tetangga pada zaman kita sekarang ini, memiliki pengaruh yang tidak kecil terhadap tetangga di sebelahnya. Karena saling berdekatannya rumah-rumah dan berkumpulnya mereka dalam flat-flat, kondominium atau apartemen.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan, empat hal termasuk kebahagiaan, di antaranya tetangga yang baik. Beliau juga menyebutkan empat hal termasuk kesengsaraan, di antaranya tetangga yang jahat. Karena bahayanya tetangga yang jahat ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berlindung kepada Allah daripadanya dengan berdo'a:

"Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari tetangga yang jahat di rumah tempat tinggal, karena tetangga nomaden (hidup berpindah-pindah, termasuk di dalamnya kontrak beberapa waktu, pent) akan pindah".

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan umat Islam untuk berlindung pula daripadanya dengan mengatakan:

"Berlindunglah kalian kepada Allah dari tetangga yang jahat di rumah tempat tinggal, karena tetangga yang nomaden akan berpindah daripadamu".

Dalam buku kecil ini, tentu tak memadai untuk menjelaskan secara rinci tentang pengaruh tetangga jahat terhadap suami isteri dan anak-anak, berbagai gangguan menyakitkan daripadanya, serta kesusahan hidup bersebelahan dengannya. Akan tetapi dengan mempraktekkan hadits-hadits yang telah lalu (dalam masalah bertetangga) sudah cukup bagi orang yang mau mengambil pelajaran.

Mungkin di antara jalan pemecahannya yang kongkrit yaitu - seperti yang dipraktekkan oleh sebagian orang - dengan menyewakan rumah yang bersebelahan dengan tetangga jahat tersebut kepada orang-orang yang sekeluarga dengan mereka, meski untuk itu harus merugi dari sisi materi, karena sesungguhnya tetangga yang baik tak bisa dihargai dengan materi, berapapun besarnya.

]]_________
Nasehat 39 Memperhatikan Perbaikan yang Perlu serta Menyediakan Sarana Kenyamanan.

Diantara nikmat Allah kepada kita di zaman sekarang ini yaitu diberikanNya kepada kita sarana-sarana kenyamanan sehingga memudahkan persoalan kehidupan kita di dunia, juga menghemat waktu. Seperti adanya AC (alat pendingin),lemari es/ mesin cuci dsb.

Sebaiknya jika memiliki alat-alat seperti itu, kita tidak menggunakannya dengan boros dan mubadzir. Harus pula bisa membedakan antara kebutuhan tertier (pelengkap) yang memang dibutuhkan dan bermanfaat dengan kebutuhan tertier yang tidak berguna.

Diantara bentuk perhatian kepada rumah yaitu dengan memperbaiki perabot dan peralatan yang telah rusak. Sebagian orang meremehkannya, lalu isteri mereka mengeluh karena banyaknya serangga, sampah yang menumpuk sehingga menimbulkan bau tak sedap, di sana sini banyak perabot yang pecah dan barang-barang berserakan.

Hal-hal di atas tak diragukan lagi, termasuk yang menghalangi terwujudnya kebahagiaan, menyebabkan persoalan rumah tangga dan kesehatan. Orang yang sehat akalnya tentu akan menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

]]_________
Nasehat 40 Memperhatikan Kesehatan Anggota Keluarga dan Pengobatannya.

Bila salah seorang dari anggota keluarga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sakit, beliau memberi jampi-jampi dengan membaca surat-surat mu'awwidzat (surat Al-lkhlash, surat Al-Falaq dan surat An-Nas).

Dan bila anggota keluarga beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam sakit beliau menyuruh dibuatkan sup, lalu mereka pun disuruhnya menghirup sup tersebut. Beliau bersabda:

"Sesungguhnya sup itu menguatkan hati orang yang bersedih dan membuka hati orang yang sakit sebagaimana salah seorang dari kamu membersihkan kotoran dari wajahnya".

Tentang beberapa cara tindakan preventif dan keselamatan; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Jika telah sore maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah),karena sesungguhnya setan berkeliaran ketika itu. Dan jika sebagian malam telah berlalu maka biarkanlah mereka (keluar sebentar, jika hal itu sangat diperlukan), kuncilah pintu-pintu serta sebutlah nama Allah, dan tutuplah semua bejana serta sebutlah nama Allah,meskipun dengan meletakkan sesuatu (batang kayu, misalnya) di atasnya, dan matikanlah lampu-lampu kalian".

Dalam riwayat Muslim disebutkan:

"Kuncilah pintu-pintu kalian, tutuplah bejana-bejana kalian,matikanlah lampu-lampu kalian, eratkanlah tutup botol minuman kalian. Karena sesungguhnya setan tidak membuka pintu yang terkunci, tidak membuka penutup, tidak melepas ikatan. Dan sesungguhnya tikus itu dapat menimbulkan kebakaran dirumah terhadap penghuninya".

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Janganlah kalian meninggalkan api di rumah kalian saat kalian sedang tidur".


/@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |