Menggapai Kemuliaan Akhlaq


Akhlaq menurut ahli  ilmu yang benar-benar ahli dibidangnya yaitu ilmu syar’i yang mulia dan menjadikan kita tidak salah kaprah dalam memahaminya karena pada umumnya banyak orang yang memandang akhlaq hanya sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesama manusia saja, padahal akhlaq juga mencakup hubungan manusia dengan Yang Mahatinggi, Allah swt. I.

Definisi Akhlaq Beberapa definisi akhlaq antara lain adalah : 1. Menurut Ibnu Abbas Ra ketika menafsirkan firman Alloh Subhanahu wa Ta’alaa dalam surat Al Qolam ayat 4 yang terjemahannya berbunyi sebagai berikut “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlaq yang agung” , akhlaq yang agung tersebut adalah dien yang agung (Islam).
Demikian pula pendapat Mujahid, Abu Malik, As Suddi, Rabi bin Anas, Ad Dhahak, dan Ibnu Zaid. Didalam Shohih Muslim, Aisyah ra pernah ditanya tentang akhlaq Nabi Saw, lalu beliau menjawab bahwa akhlaq Beliau Saw adalah Al Quran, karena segala perintah yang terdapat didalam Al Quran beliau laksanakan dan segala larangan yang terdapat didalamnya beliau tinggalkan. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata “Dengan ini menjadi jelas bahwa akhlaq yang agung dimana Nabi disifati dengannya adalah dien yang mencakup semua perintah-perintah Alloh Ta’alaa dan larangan- Nya, sehingga bersegera untuk melaksanakan segala yang dicintai Alloh dan di ridloi-Nya dan menjauhi segala yang dibenci dan dimurkai-Nya dengan sukarela dan lapang dada” (Makarimul Akhlaq/23) . 2. Ibnul Atsir menyebutkan dalam An Nihayah (2 /70) tentang “al khuluqu” dan “al khulqu” yang berarti dien, tabiat dan sifat. Syaikh ‘ Utsaimin menerangkan tentang hakikatnya adalah potret batin manusia yaitu jiwa dan kepribadiannya (Makarimul Akhlaq, hal 9). 3. Al Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah   menyebutkan beberapa pendapat tentang definisi akhlaq didalam bukunya Madarijus Saalikin antara lain akhlaq yang baik adalah berderma, tidak menyakiti orang lain dan tangguh menghadapi penderitaan. Pendapat lain menyebutkan bahwa akhlaq yang baik adalah berbuat kebaikan dan menahan diri dari keburukan. Ada lagi yang mengatakan, “ membuang sifat-sifat yang hina dan menghiasinya dengan sifat-sifat mulia” 4. Imam Ibnu Qudamah menyebutkan dalam Mukhtashor Minhajul Qoshidiin bahwa akhlaq merupakan ungkapan tentang kondisi jiwa, yang begitu mudah menghasilkan perbuatan tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan, jika perbuatan itu baik maka disebut akhlaq yang baik, dan jika buruk maka disebut akhlaq yang buruk. II. Keutamaan akhlaq yang baik Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali menyebutkan keutamaan-keutamaan akhlaq yang mulia yaitu : 1. Akhlaq yang mulia merupakan penyebab masuknya orang yang memiliki akhlaq yang mulia tersebut kedalam Jannah (surga) Nabi Saw bersabda yang artinya “Saya adalah penjamin bagi orang yang meninggalkan mira ( debat kusir) meskipun ia ada dipihak yang benar dengan mendapatkan rumah di jannah terendah dan bagi orang yang baik akhlaqnya akan mendapatkan rumah di jannah yang tertinggi” (hadits riwayat Abu Daud/4800, Al Mizzi dalam Tahdzibul Kamal, dengan sanad yang hasan) Hadits lainnya yaitu dari Abu Huroiroh Rodliyallohu ‘anhu bahwasannya Rosululloh Saw pernah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan banyak manusia yang masuk Jannah, maka beliau menjawab yang artinya “ Takwa kepada Alloh dan akhlaq yang baik” , beliau ditanya pula tentang penyebab yang menjadikan banyak manusia masuk neraka, maka beliau menjawab “mulut dan kemaluan” ( diriwayatkan Tirmidzi (2003) , Ibnu Majah ( 4246) , Ahmad (2 /291 , 392 , 442) , Ibnu Hibban ( Mawarid, 1923) , Al Baghowi (Ma’alim At Tanziil, 4 /377 dan Syarhu As Sunnah 13 /79-80 , Al Khoroithi (Makarimul Akhlaq hal. 10) , dan Bukhori (Al Adab Al Mufrod, 442). Sanad hadits ini hasan 2. Akhlaq yang mulia merupakan penyebab seorang hamba dicintai Alloh Rosululloh Saw bersabda yang artinya “ Hamba-hamba Alloh yang paling dicintai-Nya adalah yang paling baik akhlaqnya diantara mereka” (hadits riwayat Thabrani (471) dan Hakim (4 / 399-401) 3. Akhlaq yang mulia merupakan penyebab seorang hamba dicintai Rosululloh Saw. Beliau Saw bersabda yang artinya “Sesungguhnya yang paling aku cintai diantara kalian dan yang paling dekat dengan majelisnya dariku di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaqnya diantara kalian” (hadits riwayat Tirmidzi (2018) dengan sanad yang hasan, dan memiliki penguat yang diriwayatkan Imam Ahmad (2 /189) dengan sanad yang shohih, sehingga kesimpulannya hadits ini shohih lighoirihi) 4. Akhlaq yang mulia mendapatkan timbangan yang paling berat di hari kiamat. Rosululloh Saw bersabda yang artinya “ Sesuatu yang paling berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat adalah akhlaq yang baik” (hadits riwayat Abu Daud (4799), Ahmad (6 / 446-448) , Ibnu Hibban (481) dan selain mereka) 5. Akhlaq yang mulia meninggikan derajat seseorang disisi Alloh Rosululloh Saw bersabda yang artinya “ Sesungguhnya seseorang itu dengan sebab akhlaqnya yang baik, sungguh akan mencapai derajat orang yang sholat malam dan shaum di siang hari” (hadits shohih riwayat Abu Daud ( 4798) , Hakim (1 /60) dan selainnya). Beliau Saw juga bersabda yang artinya “Sesungguhnya seorang muslim yang dibimbing lurus (oleh Alloh) benar-benar akan mencapai derajat ahli shaum dan ahli ibadah (sholat) yang selalu melantunkan ayat-ayat Alloh disebabkan karakternya yang mulia dan akhlaqnya yang baik” (hadits shohih riwayat Ahmad (2/17 dan 220) 6. Akhlaq yang mulia merupakan sebaik-baik amalan manusia Rosululloh Saw bersabda yang artinya ” Wahai Abu Dzar, maukah aku tunjukkan kepadamu dua hal ; keduanya itu sangat ringan dipikul dan sangat berat dalam timbangan dibandingkan selain keduanya?” Abu Dzar menjawab, “Tentu wahai Rosululloh.”, beliau bersabda, “Engkau harus berakhlaq yang baik dan harus banyak diam, demi yang jiwaku berada ditangan-Nya, tidak ada amalan manusia yang menyamai keduanya.” ( diriwatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam As Shamt (112 dan 554) , Al Bazzar (Kasyful Atsar, 4 /220) dan lain-lain. Hadits ini derajatnya hasan 7. Akhlaq yang mulia menambah umur 8. Akhlaq yang mulia menjadikan rumah makmur Rosululloh Saw bersabda yang artinya “Akhlaq yang baik dan bertetangga yang baik, keduanya menjadikan rumah makmur dan menambah umur” (hadits shohih riwayat Ahmad, 6 /159) Dari uraian tentang definisi dan keutamaan akhlaq diatas, semoga menjadikan kita dapat mengerti tentang akhlaq menurut ahli ‘ilmu yang benar-benar ahli dibidangnya yaitu ‘ilmu syar’i yang mulia dan menjadikan kita tidak salah kaprah dalam memahaminya karena pada umumnya banyak orang yang memandang akhlaq hanya sebagai sesuatu yang berkaitan tentang hubungan manusia dengan sesama manusia saja, padahal akhlaq juga mencakup hubungan manusia dengan Yang Mahatingg, Yang ada di atas Arsy sana, Yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar, dan tidak ada yang serupa dengan-Nya yaitu Alloh Subhanahu wa Ta’alaa, Dialah Pencipta manusia, sehingga hanya Dialah yang Mahatahu tentang apa yang terbaik buat para hamba-Nya sehingga Dia memerintahkannya melalui KalamNya yang mulia yaitu Al Quran dan melalui lisan utusannya yang mulia yaitu Nabi Muhammad Saw.  Wallahu a’lam


/@cwi

selengkapnya...

Yunus Bin Ubaid & Sikapnya Terhadap Hutang

Tabi'in yang agung ini, Yunus bin Ubaid Rahimahullah tidak memperbolehkan seorang pedagang yang mengambil barang lalu menunda-nunda pembayaran. Beliau menilai bahwa penundaan pembayaran dengan tujuan untuk dikembangkan lagi, padahal sudah jatuh tempo pembayaran dan ia mampu membayarnya adalah sebagai tindakan pencurian.
Beliau berkata: "Tidak ada pencuri yang lebih jahat menurutku daripada seseorang yang mendatangi seorang muslim lalu dia membeli dagangannya dan ditangguhkan pembayarannya hingga waktu tertentu, namun tatkala telah datang waktu yang dijanjikan, dia masih ke sana kemari mengembangkan barang tadi untuk meraup untung. Demi Allah tiada dirham yang didapatkan darinya melainkan sesuatu yang haram."
Yunus bin Ubaid tidak hanya melihat dari batasan-batasan dha hir dan bentuk hukumnya saja, namun juga melihat dari sisi tujuan, niat dan tendensi yang ditunjukkan dalam perilaku. Mengapakah dia menunda pembayaran tatkala bermu'amalah dengan seorang muslim padahal dia telah dipercaya untuk menjualkan dagangan nya, demi mendapatkan keuntungan dan mendapatkan manfaat darinya hingga waktu yang telah disepakati, lalu tatkala jatuh tempo dia tidak bersegera membayarnya padahal mampu? Lalu dia masih berambisi untuk menambah keuntungan dengan mengembangkan uang yang semestinya dia bayarkan kepada pemilik barang. Itulah problematika perdagangan yang rata- rata terjadi di zaman kita ini pemilik barang membantu dengan cara menjual barang dan dibayar dalam tempo tertentu, namun tatkala jatuh tempo, yang mengambil barang meminta penundaan pembayaran dan meng obral janji- janji yang tidak terwujud. Kemudian mulailah ia mena war agar harganya diturunkan (dari yang telah disepakati sebe lumnya), atau merayu agar pemilik barang merelakan sebagian harga dan dianggap lunas sebagian hutangnya atau membawanya kedepan pengadilan untuk diperdebatkan. Padahal sudah sekian hari keterlambatan, sudah demikian banyak keuntungan yang didapatkan pembayarannya Manakala problem semacam itu dapat diatasi dengan mudah, seandainya masalah dapat diselesaikan dengan konsep agama sebagaimana yang dijelaskan Yunus bin Ubaid dalam kalimatnya yang demikian gamblang, lalu siapakah yang ridha jika dirinya disejajarkan dengan pencuri? Bahkan sejahat- jahat pencuri? Karena sama-sama merampas harta, sama-sama khianat dan menya lahi janji. Siapakah yang ridha jika dirinya mendapatkan penghasilan dari yang haram karena dihasilkan dengan cara curang dan zhalim? Sesungguhnya seorang muslim yang tulen akan segera untuk menunaikan apa yang menjadi hak saudaranya, setia dengan janji nya, bergembira dengan kesetiaan ini dan bersemangat untuk itu. Sehingga terealisasilah rasa saling percaya dalam bermu'amalah. Perdagangan lancar dan kebaikan dirasakan oleh semua. Atas dasar yang kuat inilah mu'amalah yang terjadi di kalangan kaum muslimin pada generasi utama, yang tidak ada penyakit menjalar di dalamnya, tidak ada pula penyebab keruh dan kerusakannya. Kerjasama yang dilakukan seorang muslim dengan hartanya dengan saudaranya yang menyumbangkan tenaganya, itulah modal itulah buah sebelum panen dan mu'amalah lain yang tegak di atas saling percaya, amanah terealisasi di dalamnya, khianat adalah urusan yang langka dan nyaris tiada. Akan tetapi masyarakat modern lebih condong dengan konsep materialis yang kelewat batas, hingga mendorong kebanyakan manusia untuk berlaku curang dan menipu, khianat dan dusta da lam jual beli. Berapa banyak hak-hak terabaikan, berapa banyak rumah tergusur, karena kekurangan ini, yang sebab utamanya adalah hilangnya nilai-nilai iman. Dengarkanlah wahai para pedagang, bersungguh-sungguhlah untuk menunaikan dan setialah pada janji. Sumber: Haakadza tahadatsas salaf


/@cwi

selengkapnya...

Rintihan jiwa


Sobat, gmn kbrnya? Alhamd. Wah, punya mediasi baru neh bwt curat coret demo isi hati ane hehehe. Gak penting x, ye. Sekedar perkenalan aja. Karna jujur ne sob, sejak awal ane luncurkan halaman ni, tujuannya adalah utk mengarsipkan data2 pemikiran kegiatan petualangan sehari2 ane dari kecil hingga ujung waktu nanti, insy. Tp e malah jadinya kayak begini hehehe.
So nice, kan manusia cuma bisa berencana, Allah jualah yg menentukan.

Sobat, tak ada kata istilah terlambat utk sebuah harapan. Intinya, meskipun isi site ni sdh d luar 'budgeter, tp admin keukeuh pokokna pengen bernarsiz ria jg. Jd meskipun label ini mungkin tak ada hikmahnya sama sekali, barangkali sobat-sobat sekalian pengen mengenal lebih jauh sosok penggagas site ini, kali aja dpt ilham bwt cerpennya hehehe. Klo pun gak peduli, gak maksa kok, yee...



Baiklah sob, kita mulai aja x ya.

Ane punya kisah ter update d mana admin kita ini baru saja mengalami kegagalan lg dalam usahanya menyunting seorang perempuan. Owh, kasihan amir. . . Tapi bukan petualang namanya jika dia mesti terlarut dalam kisah yg sebenarnya cukup membuat dilema jg seh.
Mau tau ceritanya? Follow me

upaya ini berawal dari usaha ortu kami. Sebenarnya ortu ane dah lama jg seh menawarkannya, cuma ane pending coz wkt itu ane merasa udah klik dg perempuan lain tp ujung2nya gagal jg hehehe (playbacknya nnt ane ceritakan jg). Nah, iseng-iseng aja ane 'iyakan. Setelah itu komunikasi kami (ane ma ortu) hanya via hp aja, coz ane mst kerja ke kota.
Baru aja 1 hari d perantauan, ortu dah nelp lg. Kali ini bawa mandat dari 'camer bhw jika ane serius, dan akan melamarnya dalam waktu dekat, maka anaknya urung berangkat kerja ke kota.
Blar ! Bukannya gak serius, ne wktnya kok kayak lg ngejar2 bus kota?

Singkat kata singkat cerita aku dan dia berpacaran (et dah malah nyanyi). Tepatnya, berangkatlah pula ia kota guna kerja. Entah sebuah kebetulan ato gimana, ternyata e ternyata tempat kerjanya dan tempat kerja ane cuma berjarak setengah jam perjalanan motor lah. Tp msk begitu, ane g mau grasuk grusuk menemuinya. Walau dalam hati pengen bgt mengetahui rupanya bgmn hehehe.

Dua minggu setelah kami di rantau, barulah ane punya waktu, keinginan, dan tekad yg kuat utk menemuinya ( Yess! Semangat '45!).
Akhirnya, bertemulah kami utk pertamakalinya (bahkan mungkin jg utk terakhir kalinya). Obrolan kami lancar, nyambung dan cepat akrab. Temanya, karena ini baru perkenalan yak yg ringan2 aja dl. Kesan pertama yg ane dapat darinya adalah orangnya supel, ramah dan pemikir jg. Msk usianya mungkin 8-9 thn d bawah, tp ane rasa jiwanya penuh beban. Itu terlihat dari pernyataan2anya yg mencerminkan dia itu peminder dan kurang 'pd. Itulah kesan dan pesan yg dpt tertangkap di awal pertemuan kami.

Setelah pertemuan itu, orang tuanya kian gencar berharap supaya ane lekas meminangnya. Tak tahulah apa yg mst ane perbuat, yg jelas ane merasa tak habis pikir, kok secepat ini seh? Perkenalan kami msh seumur jagung. Bahkan baru seumur jamur. Ane tak mau hal yg menurut ane sangat sakral ini terjadi hanya karena terburu2, tanpa persiapan yg matang.
Sobat, ane berusaha mengulur waktu bukan karena inginku. Tp memang beginilah alur yg tercipta. Tp sepertinya dia tdk pernah mau sabar atau entah ada pertimbangan lain lg hingga iapun pulang meninggalkan kota kami.
Beberapa minggu kemudian, ane dengar kabar bahwa ia sudah d lamar oleh orang lain. Tidak kaget jg seh, karena sejak awalpun ane sudah punya firasat gak baik dgnnya. Justru yg membuatku terkejut adalah yg melamarnya tu seorang pria yg telah mempunyai anak bahkan cucu.
Makin bingunglah. Siapa jg yg mau mengalah sama kasus spt ni. Apalg jiwa mudaku yg msh bergolak. Tapi ane berusaha bijak, pria itu punya dunia, yg tdk pernah aku mililiki. Mungkin dgnya ia bisa bahagia, msk ane ingat betul ucapannya bahwa harta bukanlah segalanya, ane coba rasionalis dan terus memantau perkembangannya tanpa bermaksud mengganggu hubungannya. Semata2 hanya mengikuti naluri saja.
Tersiar kabar ia d jemput oleh mr.X ke kota 'B utk d jadikannya sebeagai sekretaris pribadinya d usaha pererbengkelannya.
Ane pikir, ia sudah ikhlas menerimanya sbg calon suami. Tak tahulah, kabar terakhir yg ane dgr, sudah beberapa kali ia berusaha kabur dari jeratan pria itu, namun percuma sj.
Sementara ane di sini cuma bengong tak tau apa yg mesti d perbuat. Kejadiannya begitu cepat dan tak pernah masuk dlm nalarku sebelumnya.
Yg dpt kulakuan hanya bermunajat kepada-Nya, mudah2an Allah swt selalu membeberikan jalan terbaik bagi kasus kami ini. Amin...
Otre, sob. Cukup sekian dl sbg mukodimah utk label baru ini. Insy, msh byk lg petualangan2 ane yg tak kalah menariknya lg dg kasus di atas. Di tunggu aja. Jazakallah...

/@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |