posisi Matahari Menurut Algoritma meeus

Untuk menentukan posisi matahari sebenarnya merupakan reduksi dari algoritma VSOP 87 yang lengkap. Dari ribuan suku koreksi dalam algoritma VSOP 87 untuk menentukan posisi matahari, maka yang diperhitungkan adalah sekitar ratusan suku-suku yang besar dan penting dalam algoritma Meeus.

Sebagai kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang menghitung posisi bulan berdasarkan algoritma Meeus, pada kesempatan ini penulis akan menyajikan cara menghitung posisi matahari berdasarkan algoritma Meeus. Algoritma Meeus untuk menentukan posisi matahari ini sebenarnya merupakan reduksi dari algoritma VSOP 87 yang lengkap. Dari ribuan suku koreksi dalam algoritma VSOP 87 untuk menentukan posisi matahari (bujur ekliptika, lintang ekliptika dan jarak bumi-matahari), maka yang diperhitungkan adalah sekitar ratusan suku-suku yang besar dan penting dalam algoritma Meeus ini. Adapun suku-suku lainnya yang kecil-kecil tidak ikut diperhitungkan.


Dalam tulisan sebelumnya tentang Menghitung Posisi Matahari, penulis telah menyajikan cara menghitung bujur ekliptika dan jarak bumi-matahari secara ringkas.
File MS Excel untuk menghitung posisi matahari tersebut dapat diunduh di

http://www.4shared.com/file/113515408/6d7dc68f/Posisi-Matahari.html

Untuk keperluan praktis, metode tersebut sudah cukup akurat, walaupun oleh J. Meeus dikatakan sebagai low accuracy (akurasi rendah). Dalam tulisan tersebut, untuk menghitung bujur ekliptika matahari, hanya dihitung enam buah suku koreksi bujur ekliptika matahari. Bandingkan dengan algoritma Meeus yang berisi sekitar 129 suku koreksi. Perbandingan lainnya, dalam tulisan tersebut, lintang ekliptika matahari dianggap sama dengan nol, sementara menurut algoritma Meeus, nilainya tidak selalu persis sama dengan nol. Karena lintang ekliptika matahari tidak pernah melebihi satu detik busur (0,00003 derajat) karena itu dalam tulisan tersebut diasumsikan sama dengan nol. Untuk menghitung lintang ekliptika matahari dalam algoritma Meeus, diperlukan sekitar 7 suku koreksi. Sementara itu dalam tulisan tersebut, jarak bumi-matahari dihitung dengan menggunakan sekitar 6 suku koreksi, sedangkan pada algoritma Meeus sekitar 59 suku koreksi.

File MS Excel untuk menghitung posisi matahari (sekaligus bulan) berdasarkan algoritma Meeus dapat diunduh di

http://www.4shared.com/file/132303792/742cb339/Posisi-Bulan-Matahari-Algoritma-Meeus.html

Algoritma Meeus

Untuk menentukan bujur ekliptika dan lintang ekliptika matahari yang diukur menurut titik pusat bumi (geosentrik), digunakan perhitungan tidak langsung. Untuk menentukan bujur ekliptika matahari yang diukur menurut pusat bumi, terlebih dahulu dihitung bujur ekliptika bumi yang diukur menurut pusat matahari. Posisi bumi diukur menurut matahari merupakan lawan (opposite) dari posisi matahari menurut bumi. Setelah bujur ekliptika bumi (L) diperoleh, maka bujur ekliptika matahari (Theta) = L + 180 derajat. Penambahan angka 180 derajat ini sebenarnya merupakan manifestasi dari posisi bumi menurut matahari yang menjadi lawan dari posisi matahari menurut bumi.

Selanjutnya, juga dihitung terlebih dahulu lintang ekliptika bumi menurut pusat matahari (B). Jika B telah diperoleh, maka lintang matahari menurut pusat bumi (Beta) sama dengan minus B. Hal ini dapat dengan mudah dipahami. Lintang berkaitan dengan posisi di atas atau di bawah bidang ekliptika. Jika bumi ada di atas matahari, maka tentu saja matahari ada di bawah bumi.

Terakhir, jarak matahari dari bumi tentu saja sama dengan jarak bumi dari matahari. Jadi, ketika jarak bumi dihitung menurut pusat matahari, maka hal itu sama dengan menghitung jarak matahari menurut pusat bumi.

Misalnya kita ingin menentukan posisi matahari pada tanggal dan waktu tertentu, maka caranya adalah sebagai berikut.

Tanggal dan waktu tersebut seperti biasa diubah menjadi Julian Day (JD) bersatuan UT (atau GMT). Selanjutnya Julian Day Ephemeris (JDE) bersatuan TD (Dynamical Time) diperoleh dengan cara menambahkan JD dengan Delta_T, atau JDE = JD + Delta_T. Kemudian, juga seperti biasa, dari nilai JDE ini diperoleh nilai T = (JDE - 2451545)/36525. Dari nilai T ini, maka tau = T/10. Jadi, untuk tanggal dan waktu tertentu, maka T dan tau juga tertentu.

Koreksi bujur ekliptika

Seperti telah disajikan di atas, ada sekitar 129 suku koreksi bujur ekliptika. Seluruh suku ini dibagi menjadi 6 bagian, yaitu L0 (64 suku), L1 (34 suku), L2 (20 suku), L3 (7 suku), L4 (3 suku) dan L5 (1 suku). Setiap suku memiliki bentuk

A*COS(B + C*tau).

Satuan A, B dan C adalah dalam radian (1 radian = 57,2957795 derajat). Untuk L0, suku dengan A terbesar adalah A = 175347046 dimana nilai B dan C berturut-turut adalah 0 dan 0. Jadi suku terbesar ini bentuknya adalah 175347046*COS(0 + 0*tau) = 17534706. Selanjutnya, suku dengan A terbesar kedua adalah 3341656 dimana B = 4,6692568 dan C = 6283,07585 sehingga suku ini berbentuk 3341656*COS(4,6692568 + 6283,07585*tau). Dan begitu seterusnya, hingga untuk L0, suku ke 64 berbentuk 25*COS(3,16 + 4690,48*tau). Akhirnya, 64 suku dalam L0 tersebut dijumlahkan, yang hasilnya adalah Total_L0.

Begitu pula untuk L1 yang berisi 34 suku, suku dengan A terbesar berbentuk 628331966747, berikutnya 206059*COS(2,678235 + 6283,07585*tau) dan seterusnya, hingga suku ke 34 berbentuk 6*COS(4,67 + 4690,48*tau). Akhirnya 34 suku dalam L1 dijumlahkan, hasilnya adalah Total_L1. Demikian seterusnya untuk L2, L3, L4 dan L5 yang pada akhirnya menghasilkan Total_L2, Total_L3, Total_L4 dan Total_L5.

Akhirnya koreksi bujur ekliptika L = (Total_L0 + Total_L1*tau + Total_L2*tau^2 + Total_L3*tau^3 + Total_L4*tau^4 + Total_L5*tau^5)/100000000.

Dalam rumus di atas, ada angka pembagi 100000000 (seratus juta), karena aslinya seluruh nilai A bersatuan 0,00000001 radian. Hanya saja untuk mempermudah penulisan, pertama semua nilai A dikalikan dengan 100 juta, baru terakhir dibagi dengan 100 juta. Nilai L yang masih dalam radian tersebut lalu dikonversi menjadi derajat.

Setelah diperoleh nilai L yang tidak lain adalah bujur ekliptika bumi diukur dari pusat matahari, maka bujur ekliptika matahari diukur dari pusat bumi (Theta) = L + 180 derajat. Nilai Theta ini masih harus dikoreksi oleh Delta Theta (akibat perbedaan kecil antara koordinat FK5 dan ekliptika geosentrik) yang memberikan hasil Theta terkoreksi. Theta terkoreksi ini masih harus ditambahkan dengan koreksi nutasi (osilasi sumbu rotasi bumi) dan koreksi aberasi (pergeseran kecil posisi benda langit karena faktor kecepatan cahaya). Dengan menjumlahkan Theta terkoreksi dengan dua koreksi tersebut, diperoleh bujur ekliptika nampak matahari dilihat dari pusat bumi (apparent geocentric longitude).

Koreksi Lintang ekliptika

Ada 7 buah suku koreksi lintang ekliptika, yang dikelompokkan ke dalam B0 (5 suku) dan B1 (2 suku). Setiap suku juga memiliki bentuk A*COS(B + C*tau). Satuan A, B dan C adalah radian. Untuk B0, kelima suku tersebut dijumlahkan. Secara lengkap total suku B0 ditulis sebagai berikut.

Total_B0 = 280*COS(3.199 + 84334.662*tau) + 102*COS(5.422 + 5507.553*tau) + 80*COS(3.88 + 5223.69*tau) + 44*COS(3.7 + 2352.87*tau) + 32*COS(4 + 1577.34*tau).

Untuk dua suku B1, Total_B1 = 9*COS(3.9 + 5507.55*tau) + 6*COS(1.73 + 5223.69*tau).

Akhirnya, koreksi lintang ekliptika B = (Total_B0 + Total_B1*tau)/100000000.

Dalam rumus di atas, ada angka pembagi 100000000 (seratus juta), karena aslinya seluruh nilai A bersatuan 0,00000001 radian. Hanya saja untuk mempermudah penulisan, pertama semua nilai A dikalikan dengan 100 juta, baru terakhir dibagi dengan 100 juta. Nilai B yang masih dalam radian tersebut lalu dikonversi menjadi derajat.

Dari nilai B tersebut yang merupakan lintang ekliptika bumi dilihat dari matahari, maka lintang ekliptika matahari dilihat dari pusat bumi adalah Beta = - B. Nilai Beta ini harus dikoreksi lagi dengan Delta Beta, sehingga akhirnya, Beta terkoreksi = Beta + Delta Beta.

Koreksi Jarak Bumi-Matahari

Dalam algoritma Meeus ini, ada sekitar 59 suku koreksi jarak bumi-matahari, yang dikelompokkan ke dalam R0 (40 suku), R1 (10 suku), R2 (6 suku), R3 (2 suku) dan R4 (1 suku). Seluruh suku juga berbentuk A*COS(B + C*tau). Cara perhitungan sama seperti pada koreksi bujur ekliptika.

Akhirnya, jarak pusat bumi - pusat matahari = (Total_R0 + Total_R1*tau + Total_R2*tau^2 + Total_R3*tau^3 + Total_R4*tau^4)/100000000.

Jarak bumi-matahari ini dinyatakan dalam satuan AU (astronomical unit). 1 AU = 149598000 km, yang merupakan jarak rata-rata bumi-matahari.

Koordinat Ekuator geosentrik dan horisontal

Jika bujur dan lintang ekliptika matahari sudah dihitung, maka selanjutnya right ascension dan deklinasi matahari dalam koordinat ekuator geosentrik juga dapat dihitung. Dari sini, selanjutnya dapat dihitung posisi matahari dalam koordinat horisontal, yaitu azimuth dan altitude (ketinggian dari ufuk).

Contoh soal: Tentukan posisi matahari secara geosentrik pada tanggal 17 Nopember 2009 pukul 17:49:43 WIB. Tentukan pula azimuth dan altitude matahari "geosentrik" di Jakarta (106:51 BT 6:10 LS) pada waktu tersebut.

Jawab:

* Pukul 17:49:43 WIB = pukul 10:49:43 UT.
* Julian Day (JD) untuk 17 Nopember 2009 pukul 10:49:43 UT = 2455152,951192.
* Delta_T untuk waktu tersebut dapat diperkirakan sama dengan 66,6 detik = 0,000771 hari.
* Julian Day Ephemeris (JDE) = JD + Delta_T = 2455152,951964.
* Nilai T = (JDE - 2451545)/36525 = 0,098780341233.
* Nilai tau = T/10 = 0,009878034123.
* Dari nilai tau tersebut, seluruh suku koreksi bujur, lintang dan jarak dapat dihitung sebagai berikut.
* Koreksi bujur ekliptika L = 63,795722 radian = 3655,225620 derajat = 55,225620 derajat.
* Theta = 180 derajat + L = 235,225620 derajat.
* Dengan memperhitungkan faktor Delta Theta = -0,000025 derajat, maka Theta terkoreksi = 235,225595 derajat.
* Selanjutnya, dengan memperhitungkan koreksi nutasi (delta Psi) sebesar 0,003910 derajat dan koreksi aberasi sebesar -0,005757 derajat, akhirnya diperoleh bujur ekliptika nampak matahari (Lambda) = 235,223748 derajat = 235:13:25 derajat (235 derajat 13 menit busur 25 detik busur).
* Koreksi lintang ekliptika (B) dapat dihitung sebesar = 0,376 detik busur.
* Karena itu Beta = - B = - 0,376 detik busur.
* Dengan memperhitungkan delta Beta sebesar 0,003 detik busur, maka lintang ekliptika matahari sama dengan -0,373 detik busur.
* Untuk jarak bumi-matahari, koreksi seluruh sukunya memberikan hasil 0,9887043544 AU = 147908194 km.
* Selanjutnya, nilai kemiringan sumbu rotasi bumi terhadap sumbu bidang ekliptika dapat dihitung = 23,438986 derajat.
* Dengan menggunakan transformasi koordinat dari ekliptika geosentrik ke ekuator geosentrik, diperoleh right ascension (Alpha) = 232,879490 derajat = pukul 15:31:31, serta deklinasi matahari = -19,070184 = minus 19:04:13 derajat.
* Singkatnya, dari Alpha dan LST (Local Sidereal Time) dapat dihitung hour angle (HA) sebesar 93,031476 derajat.
* Akhirnya, dengan menggunakan transformasi koordinat dari ekuator geosentrik ke horisontal "geosentrik", diperoleh azimuth matahari menurut pengamat di jakarta sebesar 250,716665 derajat = 250:43:00 derajat, dan altitude (ketinggian) matahari dari ufuk sebesar -0,836305 derajat = minus 0:50:11 derajat.
* Sebagai tambahan, dapat dihitung pula sudut jari-jari matahari sebesar 0,269609 derajat = 0:16:11 derajat, serta sudut paralaks matahari sebesar 0,002471 derajat = 0:00:09 detik busur.

Berikut ini ringkasan hasil perhitungan di atas dengan menggunakan algoritma Meeus:

* Bujur ekliptika nampak matahari (Lambda) = 235:13:25 derajat.
* Lintang ekliptika matahari (Beta) = -0,37 detik busur.
* Jarak bumi-matahari = 147908194 km.
* Right Ascension matahari (Alpha) = pukul 15:31:31.
* Deklinasi matahari (Delta) = minus 19:04:13 derajat.
* Azimuth "geosentrik" matahari di jakarta = 250:43:00 derajat.
* Ketinggian sejati (True Altitude) "geosentrik" di jakarta = minus 0:50:11 derajat.

Posisi matahari di atas dapat diperoleh dengan cara mengisi angka-angka berikut pada file MS Excel (Posisi-Bulan-Matahari-Algoritma-Meeus.xls): Lintang lokasi S 6:10:0, Bujur lokasi E 106:51:0, Zona waktu lokal 7 jam, Tanggal 17 Bulan 11 Tahun 2009 Jam 17 Menit 49 Detik 43.

Beberapa Catatan

Pertama, hasil perhitungan di atas menggunakan algoritma Meeus yang sesungguhnya merupakan reduksi dari algoritma VSOP87 yang lengkap. Perhitungan menurut algoritma VSOP 87 itu sendiri untuk contoh soal di atas memberikan hasil yang sama dengan di atas, kecuali pada jarak bumi-matahari sebesar 147908036 km. Berarti untuk kasus ini, selisih jarak bumi-matahari menurut Meeus dengan VSOP87 adalah sekitar 158 km. Perbedaan ini hanya sekitar seper satu juta AU, serta jauh lebih kecil daripada diameter bumi itu sendiri (sekitar 12742 km). Kendati bidang ekliptika didefinisikan sebagai bidang orbit bumi mengitari matahari, tetapi lintang ekliptika matahari tidaklah tepat sama dengan nol. Hasil di atas adalah -0,37 detik busur atau sekitar 0,0001 derajat sehingga sering dianggap sama dengan nol. Lintang ekliptika matahari yang tidak selalu sama dengan nol ini disebabkan oleh interaksi matahari dengan planet-planet lain di dalam sistem tata surya.

Kedua, hasil perhitungan posisi matahari dengan "low accuracy" memberikan hasil sebagai berikut

* Bujur ekliptika nampak matahari (Lambda) = 235:13:31 derajat.
* Lintang ekliptika matahari (Beta) selalu dianggap = 0 derajat.
* Jarak bumi-matahari = 147899437 km.
* Right Ascension matahari (Alpha) = pukul 15:31:31.
* Deklinasi matahari (Delta) = minus 19:04:14 derajat.
* Azimuth "geosentrik" matahari di jakarta = 250:43:01 derajat.
* Ketinggian sejati (True Altitude) "geosentrik" di jakarta = minus 0:49:53 derajat.

Jika hasil "low accuracy" dibandingkan dengan algoritma Meeus, maka untuk bujur ekliptika berbeda sekitar 6 detik, Alpha tepat sama, serta deklinasi hanya berbeda 1 detik busur. Azimuth hanya berbeda 1 detik busur, sedangkan altitude berbeda sampai sebesar 18 detik busur. Adapun jarak bumi-matahari berbeda sekitar 8700 km (0,00006 AU), yang masih lebih kecil daripada diameter bumi.

Ketiga, Hasil perhitungan menggunakan algoritma Meeus di atas adalah berdasarkan koordinat geosentrik, artinya dilihat dari pusat bumi. Karena itu jika digunakan koordinat toposentrik (dilihat dari permukaan bumi), maka akan terdapat perbedaan kecil dibandingkan dengan hasil di atas. Perbedaan kecil ini disebabkan oleh faktor paralaks benda langit (pergeseran posisi benda langit karena perbedaan tempat pengamatan di bumi). Untuk matahari, telah dihitung di atas, bahwa sudut paralaks matahari adalah 00:00:09 derajat atau 9 detik busur. Angka ini relatif cukup kecil. Menurut pengamat di Jakarta, ketinggian matahari "geosentrik" menggunakan algoritma Meeus di atas adalah minus -00:50:11 derajat. Jika digunakan toposentrik yang memperhitungkan faktor paralaks, ketinggian matahari di Jakarta menjadi minus -00:50:20 derajat, atau 9 detik busur lebih dalam dibandingkan dengan menurut "geosentrik". Insya Allah pada kesempatan lain, penulis akan membahas posisi benda langit menurut koordinat toposentrik.

Keempat, pada hasil perhitungan Meeus di atas, ternyata berlaku hubungan: ketinggian matahari (minus 00:50:11) = - 00:34:00 - sudut jari-jari matahari (00:16:11 derajat). Hubungan ini berlaku saat matahari terbit atau terbenam. Untuk kasus ini, yang terjadi adalah matahari terbenam. Ini berarti, pada tanggal 17 Nopember 2009 di Jakarta, matahari terbenam pada pukul 17:49:43 WIB.

Semoga bermanfaat.

DR. Rinto Anugraha (Email: rinto74@yahoo.com)


/@cwi

selengkapnya...

Akankah PBB Memihak Palestina?

Majelis Umum PBB telah memberikan keputusan: suara mendukung resolusi yang menyerukan penyelidikan Israel terhadap Palestina ke dalam klaim kejahatan perang.

Setelah dua hari perdebatan mengenai laporan yang dilakukan oleh mantan jaksa penuntut kejahatan perang Richard Goldstone, ada 114 suara mendukung, 18 menentang dan 44 abstain. Laporan ini mengutuk perilaku Israel setelah melancarkan serangan di Gaza.


Palestina mendukung laporan ini, namun Israel segera menyanggah dengan mengatakan bahwa laporan Goldstone tidak mempromosikan perdamaian.

Laporan Goldstone menyimpulkan bahwa Israel telah "melakukan sejumlah tindakan kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan" dengan menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, sengaja menargetkan warga sipil, dengan menggunakan rakyat Palestina sebagai perisai manusia dan menghancurkan infrastruktur sipil di Gaza selama penyerangan.


Palestina dan kelompok hak asasi mengatakan lebih dari 1.400 warga Gaza tewas dalam serangan 22hari itu, tetapi Israel menyangkal hanya 1.166 saja. Dan menurut mereka, hanya tiga belas orang Israel, termasuk tiga warga sipil, yang tewas.

Realisasi keadilan

Rancangan solusi Majelis Umum ini dibawa oleh negara-negara Arab dan Gerakan Non-Blok, yang mewakili 118 bangsa. Resolusi juga meminta Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk melaporkan kepada Majelis Umum dalam waktu tiga bulan pelaksanaannya "dengan maksud untuk mempertimbangkan tindakan lebih lanjut, jika perlu, oleh organ-organ dan banan-badan PBB yang relevan dan badan-badan." Setelah itu mengirim laporan kepada Dewan Keamanan.

Namun tidak seperti Dewan Keamanan, Resolusi Majelis Umum tidak mengikat secara hukum. Para wartawan internasional mengatakan Dewan Keamanan tidak mungkin mengambil tindakan apapun walaupun kasus ini diajukan kepada mereka.

Riyad Mansour, pengamat Palestina di PBB, mendukung resolusi ini, tetapi juga menekankan bahwa "agresi dan kejahatan" Israel tidak dapat disamakan "dengan tindakan yang dilakukan sebagai jawaban oleh pihak Palestina".

"Kami bertekad untuk menindaklanjuti laporan ini dan merekomendasikannya dalam semua forum internasional yang relevan, termasuk Dewan Keamanan dan Mahkamah Pidana Internasional, sampai adanya realisasi keadilan," katanya.

Gabriela Shalev, Perwakilan Israel,memperingatkan bahwa laporan dan perdebatan itu "tidak mempromosikan perdamaian – laporan ini hanya merusak setiap usaha untuk menghidupkan kembali perundingan di wilayah kita".

AS, sebagai sekutu utama Israel, adalah salah satu dari sejumlah negara-negara yang diharapkan untuk memberikan suara terhadap resolusi. Untuk Uni Eropa, utusan Swedia PBB mendesak Israel dan Palestina untuk segera memulai menuntaskan laporan ini.

Israel Mengkritik

Perdebatan PBB ini dikritik oleh militer Israel. B'tselem mengatakan 13 dari 23 penyelidikan polisi militer berlangsung didasarkan pada informasi itu. B'tselem mengatakan penyelidikan Goldstone tidak cukup karena mereka "hanya berhubungan dengan insiden di mana ada kecurigaan bahwa tentara melanggar perintah militer."

"Sampai saat ini, tak satu penyelidikan mengenai kebijakan Israel selama operasi dibuka: seperti mengenai hal-hal target, serangan terbuka yang diberikan kepada prajurit, legalitas dari senjata yang digunakan, keseimbangan antara cedera warga sipil dan militer, dan sebagainya," katanya. Hah, dengan kondisi Israel sebagai penjajah, dan Gaza yang remuk, apakah itu perlu, B’tselem? (sa/bbc)

/@cwi

selengkapnya...

Keluarga Ahli Ma'rifat

Terdapat dua peran yang saling mengisi dan melengkapi dalam dinamika sebuah keluarga. Kedua peran itu terbagi dalam karakter orangtua dan karakter seorang anak. Interaksi antara dua karakter pembangun sebuah keluarga itulah yang saling mengimbuhi dalam rangka mewujudkan kesakinahan serta kerahmatan dalam institusi keluarga. Syarat utama untuk dapat menggagas dan menciptakan iklim keluarga sakinah adalah jika para karakter yang berperan dalam dinamika keluarga berupaya keras mencapai derajat ahli ma`rifat.

Konsep Ma�rifat Dalam Keluarga

Sebagai pembina dalam keluarga, orangtua adalah pelopor sekaligus konseptor dalam kegiatan pemahaman ilmu ma'rifatullah, ma'rifatun nabi, dan ma'rifatuddin pada lingkup rumah tangga. Objektifitas dari pemahaman terhadap trilogi ilmu ma�rifat ini adalah agar seluruh anggota keluarga dapat menginsyafi tujuan mulia yang terkandung
dalam ketiga cabang kema'rifatan tersebut, sehingga seluruh anggota keluarga mampu membumikan konsep tersebut dalam aktivitasnya sehari-hari.

Secara praktikal dan kontekstual, ilmu ma`rifatullah wajib dipelajari dalam rangka menanamkan pemahaman terhadap anggota keluarga, berkenaan dengan konsep tauhid yang memuat jawaban pertanyaan tentang siapa Tuhan dan melalui medium apa seorang manusia bisa mengenali Tuhannya.



Selain itu, melalui ilmu ma`rifatuddin seluruh anggota keluarga diharapkan mengetahui dengan cara apa mereka dapat berserah diri kepada Allah SWT dan mengukur kedekatan pribadinya dengan sang Khaliq. Selanjutnya, seluruh anggota keluarga dianjurkan pula untuk dapat mengambil keteladanan dari pribadi Rasulullah SAW, utusan Allah SWT, seorang manusia yang paling sempurna dalam pengamalan konsep ketauhidan dan praktek ibadah melalui pembelajaran ilmu ma`rifatun nabi.

Sifat Ahli Ma�rifat
Menurut Junaid al-Baghdadi, ahli ma`rifat memiliki sifat-sifat seperti: (1) mengenal Allah SWT seakan-akan ia dapat berhubungan langsung dengannya; (2) Beramal sesuai petunjuk dari Rasulullah SAW; (3) Berserah diri kepada Allah SWT dalam mengendalikan hawa nafsunya; (4) Merasa bahwa dirinya adalah milik Allah SWT dan suatu saat akan kembali padanya.

Dari sifat-sifat yang dikemukakan tersebut, anggota keluarga yang dapat mencapai derajat ahli ma`rifat setidaknya diharapkan selalu mempunyai solusi dan cara-cara yang tepat dalam menyikapi masalah yang sering timbul dalam keluarga. Kita ambil contoh seorang ayah, yang didapuk sebagai pemimpin institusi keluarga. Jikalau sang Ayah mengenal ilmu ma�rifat maka ia tak akan berlaku sewenang-wenang kepada istri dan anak-anaknya, karena ia telah mengenal Allah Azza Wa Jalla dalam definisi : seakan-akan selalu berhubungan langsung dengan-Nya. Iapun akan memilih segala tindakan maupun ucapan dengan seselektif mungkin, mengingat bahwa Allah SWT senantiasa menyaksikan apa yang ia perbuat.

Contoh berikutnya kita ambil dari fenomena dilematis yang sering melanda kaum Ibu. Seorang Istri atau Ibu rumah tangga atas pengaruh sifat dasarnya sebagai perempuan, seringkali tertarik dengan perhiasan indah dengan harga yang sangat mahal. Jika ia tidak pernah mengkaji dan mendapatkan keteladanan dalam hal kema`rifatan dari suami, maka bisa saja nalurinya akan terus menuntut dipuaskan kebutuhannya akan barang serba mewah tersebut. Padahal terkadang ia dan suami belum tentu memiliki cukup uang untuk membeli benda yang diinginkan. Seandainya sang Istri tergolong ahli ma`rifat, maka ia tidak akan menuntut banyak kepada suami. Istri dengan sifat bagai ahli ma`rifat, dapat mengekang keinginannya yang berasal dari hawa nafsu tersebut. Itu bisa terwujud karena ia telah terbiasa berserah diri kepada Allah dalam mengendalikan hawa nafsunya.

Sebuah keluarga yang para anggotanya tergolong ke dalam derajat ahli ma`rifat, maka keluarga itu akan terjauhkan dari perasaan suka cita yang berlebihan dan perasaan duka yang tak berkesudahan. Jika seorang ayah dan suami misalnya diamanahi pangkat dan jabatan, maka istri dan anak-anaknya akan mengingatkan kepala keluarga tersebut untuk selalu berpedoman pada petunjuk Allah SWT dalam setiap langkah menyangkut pelaksanaan amanat jabatannya tersebut. Mereka sekeluarga tidak akan berfoya-foya merayakan sebuah seremonial pengangkatan seperti yang lazimnya dilakukan ketika ada promosi jabatan, karena mereka menganggap bahwa jabatan hanyalah sesuatu yang bersifat sementara.

Contoh terakhir mengenai pembumian konsep keluarga ma�rifat adalah ketika sebuah keluarga ditinggalkan wafat oleh salah satu anggotanya. Keluarga yang beranggotakan para ahli ma�rifat tidak akan membiarkan diri mereka terus-menerus dirundung kedukaan. Mereka tak akan meratap atau menolak keputusan yang sudah digariskan oleh Allah Azza Wa Jalla itu. Karena merasa bahwa segala sesuatu adalah milik Allah Ta`ala serta akan kembali pula kepada-Nya tak terkecuali dirinya, maka keluarga ahli ma�rifat akan lebih cepat pulih dari suasana duka cita yang mendalam.

Kema�rifatan Sebagai Solusi
Untuk mencapai maqam keluarga sakinah, terdapat berbagai problema yang senantiasa merintangi terwujudnya iklim atau kondisi ideal tersebut. Agar problem tersebut tidak menjadi pelik atau menjadi hambatan besar, maka mau tak mau pribadi para anggota keluarga harus dididik menjadi ahli ma`rifat.

Proses belajar, pengamalan praktikal, dakwah lisan/ bil lisan dan kesabaran dalam mencapai derajat kema'rifatan akan melahirkan pribadi-pribadi dengan sifat-sifat terpuji. Seandainya berkumpul sifat-sifat terpuji dalam diri kita dan seluruh anggota keluarga, Insya Allah, keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah akan terwujud dalam perikehidupan keluarga kita. Wallahu a`lam bish shawab.

/@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |