Mari, Meredam Emosi   

   WASIAT NABI,”JANGAN EMOSI!” Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW, ”Berilah wasiat kepadaku” ,Nabi bersabda ,”Jangan emosi”, beliau mengulanginya beberapa kali dan bersabda ,” Jangan emosi” (HR.Bukhari). Hidup ini tidak lepas dari masalah. Dan setiap orang dalam menghadapi masalahnya berbeda- beda. Ada yang dimudahkan oleh Allah untuk menyelesaikannya, ada juga yang justru sebaliknya,.ingin memecahkan masalah malah membuat masalah baru yang justru lebih sulit dan rumit.( baca QS.Al-Lail : 4-10 ). Bila ini yang terjadi, maka tidak jarang nalar dan akal sehat sulit dipakai,yang muncul malah nafsu dan emosi.   Emosi, kata Ja’far bin Muhammad, adalah pintu menuju semua kejelekan. Betapa banyak kejahatan bahkan kehancuran, baik pada pribadi dan masyarakat, berawal dari emosi yang tidak terkendali. Karena emosi, harta yang sudah lama dikumpulkan, bangunan yang sejak dulu dibangun musnah dalam sekejap.
Orang yang tidak berdosa dan kemungkinan besar tidak mengetahui masalah harus menanggung beban penderitaan karena kehilangan orang-orang yang disayanginya. Semua berawal dari emosi yang tidak terkendali. Bahkan tidak mustahil, sebuah bangsa yang dilukiskan oleh seorang sastrawan Mesir dengan ungkapan,” Indonesia adalah sepotong surga Allah di bumi-Nya” , akan berubah menjadi kepingan-kepingan tanah neraka, kalau semua kita tidak mampu mengendalikan emosi.   Maka pantaslah kalau menahan emosi, merupakan puncak dari akhlak yang terpuji, sebagaimana dikatakan oleh Imam Ahmad Ishak bin Rahuwaih, dan Ibnu Mubarak. Allah swt memuji hamba-Nya yang mampu menahan emosinya, sebagaimana firman-Nya, ”Dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan yang keji, dan apabila mereka emosi, ia bisa memberi maaf, bagi mereka kenikmatan yang kekal di sisi Allah” (QS.Assyura: 37). Karena itu, sangatlah wajar jika kemampuan menahan emosi dijadikan Allah sebagai salah satu indikator takwa. Allah berfirman, “ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu, dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang- orang yang bertakwa ; yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan emosinya, dan memaafkan (kesalahan) orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS. Ali Imran 133-134).   Mengendalikan emosi membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Perjuangan menundukkan nafsu, yang selalu menyuruh kepada kejelekan dan minta diperturutkan. Allah berfirman, “ Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku, sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Yusuf 53) .   Butuh pengorbanan maksudnya, terkadang untuk menahan emosi, kita harus berkorban perasaan dan memaafkan kesalahan orang lain. Karena itu Rasulullah memberikan predikat “orang kuat” bukan kepada mereka yang kebal, tidak mempan dibacok, atau jagoan secara fisik, tetapi orang kuat kata Rasulullah, adalah orang yang mampu menundukkan nafsunya, ketika sedang emosi ( HR.Bukhari Muslim).   Untuk bisa menjadi orang kuat seperti yang dimaksud Nabi di atas, ada beberapa jurus yang diajarkan beliau. Pertama, memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan, karena emosi dan kemarahan, sumbernya adalah dari nafsu yang telah dikuasai setan. Sebagaimana yang pernah terjadi di zaman Nabi, dikisahkan ada dua orang yang berkelahi dengan muka merah, mereka saling menghujat, Rasulullah yang menyaksikan kejadian tersebut bersabda,”Saya mengajarkan satu do’a yang kalau dibaca, niscaya hilang emosinya, yaitu, “ A’ udzubillahi minasy syaithaanirrajiim” (Aku belindung kepada Allah dari kejahatan setan yang terkutuk), (HR.Bukhari Muslim). Berlindung dari setan merupakan jurus pertama untuk meredam emosi, baik dari kejahatan setan abstrak maupun setan konkrit. Setan abstrak ( jin), yaitu setan yang masuk ke dalam diri seorang kemudian menyatu dengan nafsu dan akan selalu menjerumuskan seseorang ke arah perbuatan yang memperturutkan emosinya. Begitu juga setan yang berbentuk ( annas ) manusia, yaitu seorang yang memprovokasi orang lain untuk melakukan tindak kejahatan. Setan dalam bentuk kedua ini tidak kalah peranannya dalam membakar emosi seseorang. Berapa banyak orang-orang yang sebelumnya lugu, tidak tahu masalah, berubah menjadi beringas, merampas, menjarah , membakar, membunuh, karena terprovokasi oleh setan- setan annas ini. Berlindung dari mereka, membutuhkan ketegasan untuk tidak mendengarkan kata-katanya dan iming- imingnya, apalagi sampai mau ikut–ikutan terbakar emosi.   Kedua, mengubah keadaan atau posisi ketika sedang emosi. Seperti yang digambarkan Rasulullah saw dalam hadist riwayat dari Abu Dzar, beliau bersabda ,“ Apabila seseorang di antara kamu sedang emosi dalam keadaan berdiri, maka hendaklah dia duduk, bila emosinya belum mereda maka hendaklah ia berbaring .”(HR. Ahmad dan Abu Dawud).   Sebagian ulama mengatakan, agar mengubah posisi dari berdiri ke duduk kemudian berbaring adalah kiasan agar seseorang semampunya menjauhkan diri dari sesuatu yang bisa membangkitkan emosinya. Karena orang yang terlibat dalam sebuah masalah atau konflik dengan berdiri mempunyai peluang lebih besar untuk melampiaskan emosinya, dibandingkan dengan mereka yang duduk apalagi dalam posisi terbaring.   Ketiga, berusaha diam ketika sedang emosi, baik diam dari gerakan ataupun perkataan. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Rasulullah SAW bersabda, “ Apabila salah seorang kamu sedang emosi, hendaklah dia diam” , beliau mengulanginya tiga kali (HR. Bukhari). Diam adalah sikap yang paling baik untuk meredam atau menghindari emosi yang tidak terkendali. Terlebih lagi di saat kondisi yang semakin memanas seperti yang tengah terjadi akhir-akhir ini orang begitu cepat terpancing emosinya oleh sebuah perkataan ataupun statemen dari seseorang.   Bahkan seringkali terjadi, karena sebuah pernyataan yang mungkin maksudnya benar, namun oleh orang lain dipahami salah, mengakibatkan bentrokan yang tak jarang berakhir dengan perusakan dan pembunuhan.   Dibutuhkan kearifan semua pihak, terutama para pemimpin di negara yang sedang memanas ini untuk bisa memberikan pernyataan yang menyejukkan sebagai peredam emosi atau bersikap diam sama sekali. Dan inilah yang dinasehatkan oleh Rasulullah saw, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah beliau bersabda, “ Barangsiapa yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dan hari kemudian hendaklah berkata yang benar atau sebaiknya diam”.(HR. Bukhari Muslim).   Berkata yang jujur dan benar sangat dibutuhkan untuk menjaga kesalahpahaman yang akan menyulut emosi, dan bersikap diam lebih dibutuhkan lagi, terutama untuk membendung emosi yang semakin memanas. Di negara demokrasi seperti ini, siapapun boleh bicara dan memberikan komentar, lewat media apapun dan dengan cara apapun selama tidak melanggar konstitusi. Dalam agama juga seperti itu. Tapi ingat tidak ada sepatah katapun yang terucap oleh lisan kecuali terekam oleh Allah, untuk kemudian dimintakan pertanggung-jawabannya di akherat kelak. Allah berfirman, “Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. (QS. Qaaf : 18).   Rasulullah saw juga mengingatkan, bahwa terkadang seorang mengucapkan suatu perkataan yang tidak diinginkan oleh Allah, sementara dia tidak memperdulikan perkataannya, padahal bisa menjerumuskannya ke dalam neraka. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah) .   Orang yang banyak bicara dan memberikan pernyataan-pernyataan tidak bisa dipastikan semuanya benar, bahkan sering melakukan kesalahan. Yang kesalahannya bisa membuat orang lain menjadi korban. Umar bin Khattab ra pernah berkata, “Barang siapa yang banyak omongannya akan banyak salahnya, dan siapa yang banyak salahnya maka banyaklah dosanya, dan siapa yang banyak dosanya maka neraka lebih dekat dengannya” . Tidaklah berlebihan kalau suatu hari sahabat Abu Bakar ra memegang lidahnya sambil berkata, “Inilah yang bisa menjerumuskan aku kepada kehancuran.”   Walaupun demikian bukan berarti emosi itu tidak diperbolehkan sama sekali. Emosi juga dibutuhkan, tetapi ada tempat dan waktunya. Khususnya ketika hak-hak Allah (syari’at agama) dilanggar, bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Nabi sendiri suatu hari ketika membuka pintu rumah Aisyah ra, beliau melihat ada tirai yang bergambar, muka beliau langsung merah dan sambil emosi mengatakan, “ Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah orang yang membuat gambar ini.” (HR.Bukhari Muslim). Begitu juga ketika ada seorang, yang mengadukan kepada beliau, tentang seorang imam yang memanjangkan bacaannya dalam shalat. Beliau marah dan dengan nada keras beliau berkhotbah dan menyuruh imam untuk meringankan bacaannya ketika shalat. (HR. Muslim) . Dan secara umum, setiap beliau melihat atau mendengar adanya larangan-larangan Allah yang dilanggar, beliau langsung emosi dan memerintahkan umatnya untuk tidak lagi mengulanginya.   Walaupun begitu, tetap emosi harus bisa dikendalikan, agar tidak melakukan atau mengatakan sesuatu di luar yang hak. Dan orang inilah yang dikatakan oleh Nabi, ”Barangsiapa yang bisa menahan emosinya, padahal dia mampu melampiaskannya, Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di depan segenap manusia dan disuruh memilih bidadari mana yang dia kehendaki.” (HR.Abu Daud,Tirmizi dan Ahmad)   Akhirnya kita semua berdo’a, ”Ya Allah ! Kami memohon kepada-Mu supaya bisa berkata yang benar dalam keadaan senang dan emosi.” (HR. Ahmad dan Nasai)   (Nurul Mukhlisin Asyraf Ketua Lajnah Dakwah Yayasan Nidaul Fitrah, Surabaya)    

/@cwi

selengkapnya...

Take Me Out

Sobat, ngobrolin acara tivi emang ga ada abisnya.. Mulai dari acara yang bermanfaat, seperti berita, dokumenter, de el el, sampe acara hiburan yang istilah ndeso-nya infotainment ( gubraks..) sarat dengan gaya hidup yang gak syar’i. Gak percaya? Baru-baru ini nih, ada sebuah acara hiburan yang disuguhkan oleh stasiun tivi swasta negeri ini. Apa itu? Yup, kalo kamu ngejawab Take me Out, nilai A deh buat kamu... Emang sih, kalo dilihat sepintas dan sekilas, apalagi kalau dilihat dari kedalaman seratus meter dibawah permukaan tanah (Lebay ah, itu mau lihat tivi atau mau cari minyak bumi sih..) Maksudnya, kalau acara ini Cuma dilihat sekilas tanpa pemahaman dan pandangan yang bener, ( serieus mode: on), maka pada akhirnya, gak salah dong kalo ada yang bertanya, "Emang apa salahnya sih? Itu kan baik, bantu orang cari jodoh.." Nah, loh. Tuh kan, mungkin itu pertanyaan yang bakal terlontar. Terus? Ya, belok kiri trus belok kanan. Ada pertigaan, disitu tanya sama orang, apa jawabannya. Nah, kalau kalian ngebet mau tahu jawabannya gimana. Jangan berhenti bacanya, lanjutin terus sampe abis. Sip deh.
Take Me Out, Apaan tuh? Sobat, tahu gak? Acara yang ditayangkan tiap hari sabtu ini, sejatinya bukan murni karya anak negeri ini loh, melainkan, impor alias nyontek dari Amrik, itu tu negerinya Pak Lik (boso jowo: paman) Sam alias Amerika, dan udah ditayangkan juga di tiga negara Eropa (Spanyol, Belanda, Denmark) dan menyusul Inggris. Kalo di Indonesia, acara ini merupakan penayangan pertama kalinya di Asia (eits, jangan bangga dulu loh...). [info ini dapet dari www. takemeoutindonesia.com] Acara ini bertujuan mencarikan pasangan. Caranya gimana? dengan menghadirkan beberapa wanita yang berdiri di belakang meja pake tanda lampu. Trus, dihadirkan juga seorang pria yang selanjutnya buat para wanita yang tertarik supaya membiarkan lampunya tetap menyala. Bagi para wanita yang gak tertarik, diperkenankan mematikan lampunya (hemmmm. .. terusin deh). Selanjutnya, pembawa acara akan memperlihatkan profil tentang diri si pria. Bagi wanita yang lampunya masih menyala, diperkenankan mematikan lampunya jika gak tertarik setelah melihat profil yang disuguhkan. Tapi, buat yang tertarik bisa mbiarin lampunya teteup menyala. Namun jika terdapat lebih dari tiga lampu yang menyala, si pria harus mematikan lampu dari para wanita. Hingga tersisa tiga lampu yang dibiarin tetep menyala. Nah, kalo udah tinggal tiga lampu yang masih nyala, kemudian si pria bakal mengajukan satu pertanyaan untuk ketiga wanita. Bagi yang jawabanya dirasa kurang cocok menurut si pria, boleh dimatikan lampunya. Begitu selanjutnya, hingga tinggal satu wanita yang lampunya dibiarkan tetap menyala. Cuman, kadang-kadang nih, semua wanita matiin lampunya sehingga ngga ada yang menyala. Kalo udah kayak gene, itu artinya para wanita gak tertarik ama pria tersebut (keciaaan deh..). Bagi yang udah dapet pasangan, akan disediakan tempat duduk di ruangan tersendiri. Disana mereka dibiarkan ngobrol ngalor ngidul untuk lebih mengenal satu sama lain. Trus diluar acara itupun, mereka bakal dipantau terus perkembangan hubungan mereka (pake detektif kalee). Tuh kan, kalau dilihat sekilas memang gak ada yang salah dari acara ini. Tapi kalau kita jeli dan cermat, kita bakal menemukan hal-hal yang gak sesuai dengan Islam. Gak percaya? Baca lanjutannya ! Sobat, dalam pandangan Islam, mencari istri atau suami ngga lain adalah untuk membina sebuah rumah tangga atau keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah dan bernilai ibadah di hadapan Allah swt. Tentunya ada rambu-rambu yang sudah ditentukan, trus dalam pelaksanaannya, cara dan tujuannya harus bener, karena kalo salah satunya salah, maka gak akan dinilai sebuah ibadah oleh Allah swt. Rosulullah saw. bersabda: ” Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat.” Dan Rosulullah saw. juga bersabda: ”Barangsiapa melakukan amalan yang tidak kami perintahkan, maka amalanya tertolak.” Nah, kalau udah ga diterima, bukannya pahala, bisa-bisa malah dosa yang kita dapetin. Terlepas dari tujuan acara itu sebenernya, kita bisa simpulkan sendiri, acara itu tujuannya bener atau nggak. Kalo di sini nih, (dimana hayo?.. ya di buletin kesayangan kamu ini loh..), kita coba bahas dari sisi cara yang dipake buat cari pasangan. Gimana tuh caranya? Baca terus deh ampe kelar. Sobat, kalo kita ikuti acara itu ampe tuntas, mungkin kita bisa ngambil kesimpulan, bahwa untuk mengenal pasangan yang bakal menjadi istri atau suami kita adalah dengan cara pacaran. Karena acara ini mendesain para peserta yang nantinya mendapat jodoh, akan menjalani masa penjajakan dengan cara pacaran. Padahal dalam Islam pacaran itu haram atau dilarang loh, Mau tahu kenapa? Kalo kita perhatikan lebih dalaaaaam lagi.. ampe ke dasar (emang sumur?..) ketika peserta udah menemukan pasangannya, sang pembawa acara akan memancing mereka (bukan mancing ikan loh) untuk saling mengungkapkan rasa cinta kepada pasangannya, bisa dengan berpelukan atau berciuman ( :-* iiihh......). Padahal di antara mereka belum ijab qabul alias menikah. Jadi intinya masih belum halal tuh. Berkaitan dengan hal ini Rosulullah saw. pernah bersabda: ”Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR.ath-Thabrani) Nah, sudah tahu kan salahnya dimana? Kalau tetep belum tahu, coba deh baca lagi. Trus gimana Islam mengatur kita dalam mencari istri atau suami? Nah... Begini sobat, karena dalam Islam gak ada istilahnya pacaran, maka dalam Islam ada istilah yang namanya ta’aruf dan khitbah. Ta’aruf dan khitbah ini sama sekali gak sama dengan pacaran. Singkatnya nih, ta’aruf itu perkenalan, jadi kita hanya sekedar tahu nama dan orangnya. Terus kalau kita tertarik atau merasa cocok, bisa deh dilanjutin dengan meng-khitbah atau meminang. Dengan syarat, si wanita ngga sedang dikhitbah oleh laki-laki lain. Rosulullah saw. bersabda: ”Seorang laki-laiki tidak boleh meminang perempuan yang telah dipinang oleh saudaranya (laki-laki muslim yang lain).” (HR.Ibnu Majah) Tapi yang perlu diketahui, tetep ngga dibenarkan ada aktifitas seperti layaknya pacaran dalam masa khitbah. Jangan dikira karena sudah dipinang atau di-khitbah, lalu sudah setengah halal atau sudah jadi setengah hak milik. Tetep aja, kalau belum ijab qabul ya masih belum halal wa toyyiban. Nah, kalau kita kemudian merasa cocok, bisa dilanjutin ke tahap yang selanjutnya, yaitu menikah. Tapi kalo dalam masa khitbah kita merasa gak cocok, maka salah satu pihak bisa membatalkan atau dengan kata lain, tidak dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Trus yang per diinget, ketika dalam masa khitbah ini, kita gak perlu jadi kayak selebritis atau artis yang disorot media infotainment di mana-mana, atau gembar-gembor sampe seluruh dunia tahu bahwa kita sudah punya calon istri ato suami. Karena belum tentu juga kita bakal menikah ama doi, namanya juga calon, ya belum pasti lah. Selain tata caranya, Allah swt. juga memberikan panduan bagi kita dalam memilih pasangan ( suami atau istri). Allah swt. berfirman: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita- wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (TQS.an-Nuur[24 ]: 26) Sampai sini, ada pertanyaan? (ga ada Paaak... hehe) Kalo ngga ada, itu artinya sudah paham. Dan tentunya harus diamalkan nantinya. Jangan cuma berakhir jadi informasi aja, tapi juga harus jadi pemahaman. Tapi kalo masih ada pertanyaan, sering-sering deh ikutin kajian (yok.. yok.. ngaji yok..). Selain menambah pahala juga bisa menambah tsaqofah (pengetahuan) ke-Islaman kita. Sedangkan buat pemerintah, gak boleh tinggal diam menyaksikan generasi penerus bangsa dan agama ini diserang pemikiran yang gak syar’i. Pemerintah harus lebih selektif dalam memberikan hak siar. Karena, siaran-siaran yang ngga bermutu dan bertentangan dengan Islam pada akhirnya hanya akan jadi boomerang bagi generasi negeri ini. Tentunya standar layak atau tidaknya siaran adalah dengan menggunakan standar Islam, bukan yang lain. Karena nggak ada yang lebih baik dari hukum Allah swt. Berkaitan dengan hal ini Allah swt. berfirman: "Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (TQS. Al-Maidah [5 ]: 50) ”Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (TQS.an-Nisaa’ [4]: 65) Ok sobat, Kalo kamu udah paham, coba deh sekali-sekali kamu ingetin temen-temen kamu yang lagi pacaran, kalo yang mereka lakuin itu ngga sesuai dengan Islam. Dan yang pasti, bakal menjerumuskan mereka ke lembah dosa... (hiii.. ngeri..). Inget sobat, mumpung nafas masih ada, kesempatan masih ada, jangan putus asa kalo kamu udah ngingetin temen-temen kamu, masih aja ndableg (bandel) atau kamu malah dijauhin.. Tenang aja, jangan kuatir, kalopun mereka masih belom nyadar juga, insyaAllah usaha kamu ini bernilai di hadapan Allah swt. Ayo semangattt... ! [yz/hh]


/@cwi

selengkapnya...

Pornografi dan Kekerasan Naruto: Favorit Bagi Anak-Anak

Sekarang, ini anak-anak mana yang tak mengenal Naruto? Tokoh komik dan film animasi ini (bahasa Jepangnya manga dan anime) sangat populer di kalangan anak-anak. Mereka menggandrunginya, seperti halnya Shinchan beberapa waktu lalu. Namun sama seperti Shincan—dan notabene film dan novel asal Jepang lainnya, Naruto mengandung banyak sekali muatan pornografi dan kekerasan. Jika situasi adegan menjadi benar-benar panas, para karakter di seri Naruto tidak jarang mengatakan “Damn!” (sialan, brengsek) dan “ Bastard” (bajingan). Kedua kata ini memiliki makna yang kasar dalam bahasa Inggris.

Kekerasan mungkin yang paling kuat tentang Naruto. Menimbang bahwa Naruto adalah sesuatu yang diperuntukkan bagi anak-anak, jumlah kekerasannya sangat mengejutkan. Walau memang seri Naruto bercerita tentang Ninja, sehingga ada penggunaan seni bela diri kiri dan kanan, namun tingkat kekerasannya sangat melimpah. Ada banyak perkelahian dengan senjata tajam, dan banyak darah. Perkelahian itu bahkan menakutkan, dan cukup intens. Jelas bukan sesuatu yang sehat untuk anak-anak. Sedangkan adegan-adegan porno Naruto misalnya, dalam film kartun tersebut ada adegan Naruto sedang minum minuman keras, dikelilingi lima perempuan setengah telanjang. Lalu, Naruto yang sedang mabuk berkata; "Serasa di surga." Kartun Naruto juga memuat adegan berciuman dan adegan ranjang. Dalam Naruto juga ada adegan ia tengah mandi dengan seorang perempuan seksi dengan hanya mengenakan baju mandi yang sangat mengundang.Yang memprihatinkan, komik Naruto menempati urutan teratas yang dikonsumsi anak-anak. Jadi, hati-hati jika membiarkan anak Anda menonton atau membaca Naruto. Lebih baik, pikirkan seribu kali sebelum mengizinkan mereka mengonsumsinya. (sa/berbagaisumber)

/@cwi

selengkapnya...

Gabung bersama kami

About Me

admin jg menerima pelayanan jasa

admin jg menerima pelayanan jasa
Jasa arsitek rumah; desain arsitek / desain rumah, gambar denah rumah, bangun rumah baru, renovasi rumah dan pembangunan mesjid, mushola, ruko, disaign taman, dll. klik gambar utk kontak personal.

Syiar Islam On Twitter

Site info

Kalkulator Zakat Fitrah

  © Syiar islam Intisari Muslim by Dede Suhaya (@putra_f4jar) 2015

Back to TOP  

Share |